
malam ini,, Ayla dan Mahen,, kedua nya sudah sama sama berada di dalam kamar,, hendak beristirahat,, namun masih dengan aktivitas yang berbeda,, Mahen yang masih terlihat fokus pada laptop di pangkuan nya,, dan diri nya yang sedang tidak memegang apa apa,,
jujur,, melihat kesibukan yang Mahen lakukan saat ini,, kini berhasil membuat nya bertanya tanya,, apa kah yang sedang laki laki ini lakukan,, seperti nya memang sedang sibuk,, namun entah sedang sibuk melakukan apa,, diri nya menjadi cukup penasaran juga
"sudah cukup lama,," gumam Mahen yang masih dapat di dengar oleh nya yang memandangi wajah Mahen dengan heran
"sudah cukup lama apa,,?" tanya nya yang merasa penasaran dengan apa yang akan Mahen lakukan
huuh,, bahkan diri nya tidak pernah merasa sepenasaran ini sebelum nya,, ya,, bagaimana diri nya tidak merasa penasaran,, pasal nya Mahen yang menggunakan laptop nya malam ini,, habis itu senyum senyum lagi,, akh,, jangan bilang jika laki laki ini melihat gambar diri nya bersama dengan teman teman perempuan nya dulu,, tidak,, hal ini tidak boleh terjadi,, karena semua gambar koleksi nya merupakan aib nya dahulu
"sudah belum,, laptop nya mau aku pakai,,?" tanya nya yang membuat Mahen berhasil merasa tidak sabaran dengan diri nya yang sekarang
"hhh,, yang,, Ayah sudah peringat kan Mama untuk terbiasa dengan panggilan baru nya,, kenapa nggak di turuti juga coba,, heran banget,,?" bukan nya mengembali kan laptop milik nya,, laki laki ini malah mengujar dan membahas hal yang lain,, yang pasti nya,, tidak mau di bahas nya saat ini
"hhh,, sudah ku bilang,, aku nggak terbiasa dengan panggilan seperti itu Nan,, ayo lah,," tutur nya dengan memandang penuh ke arah Mahen
"ya aku kan juga sudah bilang,, kita biasa kan mulai sekarang sayang,, lagi pula,, kamu mau,, anak kita memanggil kamu dengan sebutan nama saja,, tidak ada tata krama nya banget,, di kira nggak dapat ajaran apa apa dari kedua orang tua nya,,?" jawab Mahen yang balas memandangi wajah nya
"jika kamu tidak mau dan tidak belajar juga dengan panggilan nya,, laptop kamu aku sita,, bila perlu,, akan aku ambil alih kepemilikan laptop ini menjadi milik ku seutuh nya,, sampai kamu benar benar bisa memanggil ku sesuai dengan apa yang pernah aku beritahu kan sama kamu,," lanjut Mahen dengan mengancam
"ya',, jangan gitu dong Nan,, tahu akh,, nggak seru,, kamu main nya ancam ancaman terus sejak tadi,," seru nya dengan bersedekap dan memutar bola mata malas ke arah Mahen
"kamu kalau nggak di gituin pasti nggak mau nurut yang,, terserah mu saja lah,, tapi laptop ini aku yang pegang terlebih dahulu sampai kamu benar benar bisa membiasa kan panggilan nya,," imbuh Mahen yang terdengar tegas juga tak ingin di bantah tentu nya
"Nan ish,, jangan kekanak kanakan gini dong,, kamu mau ke mana juga bawa laptop aku,,?" tanya nya dengan menyentuh lengan Mahen di kala melihat Mahen mulai beranjak dari tempat tidur
"ya sudah kamu biasa kan dulu panggilan baru buat kita atau aku akan membawa laptop ini agar jauh dari kamu,, dengan begitu kamu tidak bisa maraton Drakor lagi,,?" tanya Mahen dengan menatap nya
"hhhhh,,, ya sudah,, baiklah baik,, akan ku usaha kan untuk panggilan nya,, tapi,, aku butuh bantuan kamu,, kan sama kamu juga aku akan panggil itu,," tutur nya yang membuat Mahen kembali duduk di depan nya
"ya sudah,, aku akan di sini bantu kamu,,?" tanya Mahen lagi dengan memutus kan
"sekarang,, coba kamu panggil aku dengan sebutan Ayah,, aku mau mendengar nya,,?" imbuh Mahen
"tapi,, tidak kah kamu merasa bahwa panggilan ini terlalu mencolok untuk kita,,?" tanya nya dengan penuh rasa keraguan
"nggak bakalan sayang,, menurut ku,, kamu coba dulu saja deh panggil aku dengan sebutan itu,, aku juga ingin mendengar nya dari kamu langsung,," tutur Mahen lagi
"hmm,, baiklah,, tapi,, kamu jangan ketawa kalau aku memanggil mu dengan sebutan seperti itu ya,,?" tanya nya yang meminta persetujuan dari Mahen
"tahu,, mungkin akan terkesan seperti lawakan saja jika aku memanggil mu dengan sebutan seperti itu,," jawab nya yang membuat Mahen mengerti
"hmm,, baiklah baik,, aku tidak akan tertawa saat mendengar nya,," jawab Mahen dengan mengangguk
'akh,, kelamaan,, apa aku harus memancing nya saja agar dia sendiri mau mengatakan nya tanpa paksaan dari ku,,?' batin Mahen yang kemudian beranjak dan berjongkok di hadapan nya,, meluruh kan tubuh hingga kepala nya tepat berada di satu jajaran dengan perut rata nya
"akh,, assalamualaikum jagoan nya Ayah,, kamu sedang apa di dalam nak,, harus kah Ayah melakukan sesuatu agar bisa membuat mu merasa senang di dalam sana,,?" tanya Mahen yang seraya menyimpan dan menutup laptop nya,, lantas mengelus lembut perut rata nya
Mahen pun mendongak setelah menanyakan hal itu,, menatap nya dengan tatapan penuh arti
"di jawab dong Ayah nya tanya gitu,,?" tanya Mahen yang masih setia memandangi wajah nya yang sudah menunduk
"ya kamu juga ada ada saja,, masa janin di dalam kandungan kamu ajak bicara,, dia mana bisa menjawab,,?" jawab nya dengan polos
"hmm,, ya kamu yang jawab lah yang,, mewakili anak kita di dalam,," jawab Mahen lagi yang semakin membuat nya heran namun berpikir sejenak
"wa,, waalaikum salam Ayah,, aku sedang bermain di sini,, Ayah tidak usah khawatir sehingga mau melakukan sesuatu untuk membuat ku senang,, karena aku sudah merasa senang dengan berada di sini,," jawab nya dengan mengelus lembut perut nya di sertai dengan senyuman yang tulus
mendengar hal itu,, kini berhasil membuat Mahen tersenyum lantas kembali berdiri dan memeluk nya dengan erat
"terima kasih sayang,, namun,, apa kah kamu yakin,, tidak sedang ngidam gitu,, bilang saja kalau kamu memang sedang ngidam hmm,,?" tutur Mahen seraya mengelus lembut kepala nya dalam dekapan
"hmm,, Mama nya Dedek bayi benar benar sedang tidak ngidam Ayah,, namun,, Mama nya Dedek bayi hanya sedang merasa penasaran dengan apa yang sedang Ayah nya lakukan,, senyum sendiri sejak tadi,, bahkan terlihat sibuk sendiri dengan melihat laptop,, jangan bilang jika Ayah nya Dedek bayi sedang melihat gambar gambar aib Mama nya Dedek bayi dulu ya,,?" tanya nya yang lagi lagi berhasil membuat Mahen tersenyum
"hhh,, kamu terlihat begitu senang saat mendengar ku menyebut mu dengan sebutan Ayah,, tapi,, aku tetap saja tidak akan terbiasa,, aku nego sama kamu deh,, panggilan nya jarang sering sering banget ya,, aku nggak pernah terbiasa buat aku,, tapi,, setiap hari akan ku usaha kan untuk menyebut mu dengan panggilan seperti itu,,?" tutur nya lagi
"hmm,, baiklah,, tidak masalah,, asal kan kamu tidak memanggil ku dengan nama Mahen,, aku harus menjadi Keenan bagi kamu,, nggak boleh jadi Mahen pokok nya,," jawab Mahen yang mengerti akan rasa malu yang hinggap dalam diri nya,, memang pada dasar nya diri nya memang terlahir sebagai seorang pemalu,, hanya saja bersikap tomboy
"lho,, kenapa begitu,,"? tanya nya
"hmm,, Mahen itu di kenal sebagai laki laki yang dingin sayang,, dan aku nggak mau bersikap dingin di depan mu,, aku juga selalu berusaha agar tidak menunjukkan sikap dingin yang ada dalam diri aku,," jawab Mahen yang membuat nya mengangguk
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Kamis,, 26 Oktober 2023