That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



family room of the mansion 13.45


setelah mengantar kan keberangkatan kak Sandi dan kak Aisha ke bandara, kini Mahen dan Ayla,, kedua nya tengah terduduk lesehan di atas karpet dengan memandangi laptop yang di letakkan di atas meja, menampil kan kedua orang tua nya masing masing yang tengah tersenyum di dalam panggilan video ini


"maaf sayang,, Mama sama Papa nggak bisa datang di hari istimewa nya kalian kemarin,, tahu sendiri kan,, kalau Mama sama Papa juga sibuk dengan perusahaan di sini?" tutur Mama yang merasa bersalah


"iya sayang,, Bunda juga minta maaf,, atas ketidak hadiran Bunda di acara kalian kemarin,, pasti kalian sangat sedih ya,, maaf kan Bunda juga ya,, Ayah nih nggak bisa ambil cuti,, jadi nggak bisa lihat kalian meraih gelar sarjana,," lanjut Bunda yang juga terlihat merasa bersalah


"lantas kenapa Bunda sama Ayah nggak datang sih kemarin,, aku kecewa tahu nggak?" tanya Mahen dengan berujar


mendengar hal itu, kini berhasil membuat Ayah dan Bunda di seberang sana semakin merasa bersalah, namun lain hal nya dengan diri nya yang mencubit pinggang Mahen karena merasa jika suami nya ini kekanak kanakan


"ish,, kamu tuh ya',, jangan suka buat situasi kayak gini tahu nggak,, sudah tahu Bunda sudah menjelaskan nya tadi,, masih saja menuntut,," ujar nya dengan pelan


"nggak masalah Bunda, Ayah, Mama, Papa, kerja kan lah kesibukan kalian di sana,, aku sama Keenan nggak mau ganggu,, toh kemarin juga kalian ke sini waktu acara ulang tahu aku,, jadi nggak masalah,, ada kakek juga kan di sini" tutur nya berusaha menyangkal semua rasa bersalah pada orang tua nya


mendengar hal itu, kini berhasil membuat semua orang tua nya tersenyum "makasih ya Ay,, kamu memang pengertian banget,, nggak kayak anak tunggal nya Ayah yang itu tuh,, masih kekanakan banget sifat nya,,?" ucap Ayah seraya menoleh sekilas ke arah Mahen


"hmm,, iya Ayah,, nggak masalah,," jawab nya


"Ayah juga sama saja ish,, anak baru lulus juga harus nya di kasih semangat dong Yah,, bukan nya saling mengejek seperti ini,," tutur Bunda pada Ayah yang hanya bisa tersenyum paksa


"oh iya,, rencana nya kalian mau ke mana setelah lulus ini,, jadi kan mau saling pimpin cabang perusahaan masing masing,, Ay,, kamu juga jadi kan mau pimpin resto pemberian dari nenek?" kali ini Papa yang bertanya


"iya Pa,, insya Allah jadi kok,, tapi,, boleh nggak,, kalau aku ajak istri aku honey moon dulu,, sebelum kita benar benar di sibuk kan dengan karir masing masing?" jawab Mahen seraya merangkul erat pinggang nya dengan posesif


"Nan,, kamu apaan sih,, malu tahu?" ujar nya yang melihat semua orang tua nya terlihat tersenyum tipis di masing masing tempat


"hmm,, kalau yang ini Ayah setuju nih,, kamu jangan malas malas untuk berusaha buat kan Ayah cucu yang gemes ya,, biar bisa di ajak jalan jalan sama opah?" jawab Ayah dengan semangat


"iya dong Yah,, aku nggak bakalan malas malas untuk hal yang satu itu kok,, teman satu angkatan aku sudah mau jadi Ayah,, kakak senior aku juga sudah mau jadi Ayah,, karena itu aku juga mau,, jadi nggak mau menunda nya lagi,," jawab Mahen tak kalah semangat


"iya, kalian boleh kok honey moon dulu,, nggak apa apa,, malahan justru akan jadi rencana yang bagus tuh kayak nya,, Papa juga setuju,, liburan dulu lah kalian itu,, klien Papa sudah banyak yang tanya perihal cucu,, Papa juga mau segera gendong nih rasa nya,," jawab Papa yang mendapat anggukan dari Mama, Ayah dan juga Bunda


"memang nya kalian mau rencana honey moon ke mana?" tanya Mama dengan memandangi wajah kedua anak nya bergantian


"hehe,, kalau aku sih nurut saja masa Ay Ma,, yang penting hasil nya langsung jadi,," jawab Mahen seraya menggaruk tengkuk nya yang tak gatal menggunakan tangan yang masih bebas


"dih,, anak ini,, tapi kok Mama jadi heran ya,, manusia dingin seperti kamu juga bisa nyambung ya kalau berbicara mengenai hal ini?" goda Mama yang berhasil membuat Mahen mendatar kembali


"ya meski pun aku dingin tapi aku juga laki laki normal kalau Mama lupa,, istilah nya aku akan tergiur juga kalau orang sekitar aku punya sesuatu sedang kan aku belum Ma,, Mama gimana sih?" jawab Mahen


"xixi,, iya juga ya,, Mama nggak tahu, kamu sih,, suka dingin dingin segala,, jadi Mama pikir pemikiran kamu juga bakalan beda sama yang lain,," jawab Mama


"sudah lah,, jadi Ay,, kamu mau ke mana rencana liburan kalian kali ini?" tanya Papa seraya menatap anak perempuan tunggal nya


"entah lah Pa,, aku juga bingung,, jadi nggak tahu juga mau ke mana,," jawab nya


"jangan gitu dong Ay,, ingat,, anak Ayah juga banyak uang nya,, jangan segan segan minta yang mahal sekalian sama dia,, agar kamu juga merasa puas,," ojok Ayah dengan menyeringai


"emm, entah lah Yah,, tapi,,, Yogyakarta seperti nya adem banget ya suasana nya,, terakhir kali aku ke sana juga lumayan lama,, waktu ikut study tour SMA kelas XI dulu,, sudah lama banget,," jawab nya seraya berpikir dan menerka, namun membuat kelima orang yang sedang menyimak ucapan nya itu mengerut kan kening nya masing masing, bingung


"nggak apa apa Ayah,, yang dekat dekat saja,, aku nggak mau jauh saja kalau sekarang,, entah kenapa juga,, tapi seperti nya enak kalau ke Yogyakarta,, aku nggak hanya mau liburan saja,, tapi juga sekaligus mencari suasana baru di sana,," jawab nya yang membuat semua nya menghela nafas pelan


"hhh,, kan sudah Ayah bilang tadi,, kalau minta sesuatu sama suami kamu jangan tanggung tanggung Ay,, kenapa kamu malah milih yang di sana,,?" tanya Ayah mengingat kan


"entah lah Yah,, namun rasa nya,, aku mau ke sana saja,, nggak mau yang jauh jauh apa lagi luar negeri,, membutuh kan waktu yang banyak,," jawab nya


"iya juga sih Yah,, apa yang di bilang sama istri aku ini ada benar nya juga,, buat apa ke luar negeri,, kalau dalam negeri kita saja banyak tempat wisata yang menarik untuk di kunjungi,," lanjut Mahen membenar kan


"lagi pula,, kalau kita ke luar negeri juga buat apa kalau nggak langsung jadi,, habis kan uang saja,, iya nggak yang?" lanjut Mahen lagi seraya menatap ke arah nya


"uluh uluh,, sudah main panggil sayang sayangan nih,, padahal di awal pernikahan kalian kayak kucing sama tikus tahu nggak,, debat nya nggak tahu tempat dan waktu,, sekarang takut kehilangan nya yang membesar kali ya?" goda Bunda saat melihat pasangan muda itu tengah bermesraan


"ihh nggak Bund,, bukan begitu,, kamu apaan sih,, malu tahu di lihat sama yang lain,,?" jawab nya seraya berbicara pelan ke arah Mahen


"nggak perlu malu juga kali Ay,, Bunda sama Ayah juga gitu kok dulu,, tapi Bunda nya Mahen yang lebih agresif di banding Ayah,," seru Ayah yang berhasil mendapat geplakan dari Bunda


"bilang apa hah, dulu yang nggak mau Bunda tinggal ke pasar dengan alasan takut di rumah sendirian siapa?" tantang Bunda dengan mengangkat dagu angkuh ke arah Ayah


"hehe,, Ayah sih Bund,, habis nya waktu itu Ayah takut Bunda kenapa kenapa di jalan, Bunda juga sih yang keras kepala nggak mau Ayah antar kan,, al hasil,, Bunda kerepotan bawa belanjaan sendirian dari pusat perbelanjaan" jawab Ayah cengengesan


"kalau kalian gimana,, siapa yang lebih agresif di antara kalian, Mama sama Papa juga cerita dong perihal masa lalu di awal pernikahan!!" seru Ayah yang menyindir


"hmm,, kalau kita adem adem saja sih di awal pernikahan itu,, malah mau ketawa saya,," jawab Mama yang membuat semua nya menjadi semakin penasaran


"ketawa,, ketawa kenapa Nita,, ini aneh lho?" tanya Bunda yang juga merasa penasaran, bertanya mewakili semua nya


"iya,, dulu nya itu aku izin ke kamar mandi sama Papa nya Ayla,, karena pintu kamar mandi nggak tertutup dengan sempurna, aku bisa melihat apa yang di lakukan Papa nya Ayla di kamar,, dia masukin ular karet di dalam selimut yang akan ku pakai tidur,, kayak sih biar aku ketakutan,, aku pura pura nggak tahu saja,, nah,, terus gantian deh,, giliran Papa nya Ayla yang ke kamar mandi,, aku pindah kan ular karet itu ke dalam selimut Papa nya Ayla,, waktu buka selimut nya itu aku jadi gemes banget mau ketawa,, dia langsung loncat ke atas kasur yang aku tempati,, padahal dia sudah tahu sendiri kalau itu hanya ular karet, tapi malah ketakutan juga pada akhir nya xixi,," jelas Mama yang di akhiri dengan terkekeh kecil


"waah,, kocak banget itu,, senjata makan tuan haha,," jawab Bunda ikut tertawa


"nggak apa apa,, Papa memang ketakutan malam itu, namun buat Mama izin kan juga tidur samping Mama lebih dekat,," jawab Papa sambil tersenyum


"kalau kalian bagaimana,, siapa yang lebih agresif,, pasti kamu ya Ay,, hayo ngaku?" goda Ayah dengan memandangi wajah nya


"ihh,, Ayah apaan sih, tuh,, anak tunggal Ayah yang nggak mau tidur peluk guling,, kata nya mau nya tidur sambil peluk guling bernyawa,, nyata nya aku juga yang kena,," jawab nya yang membuat semua nya kembali tertawa


"xixi,, kata nya mantan anak geng motor,, tapi polos nya minta ampun ya Bund?" goda Ayah lagi yang semakin gencar, dan berhasil membuat nya tertunduk malu


"ih,, Ayah apaan sih,," jawab nya


"oh iya, btw kalian sudah packing belum untuk keberangkatan nya,, awas,, nanti ada yang ketinggalan lho?" tanya Papa yang mulai serius kembali dan mengingat kan semua nya


"oh iya,, kita harus packing Ay,, Papa benar juga,, ayo kita packing sekarang,, biar nanti kita langsung berangkat saja?" ajak Mahen membenar kan


malam itu,, kini sepasang suami istri itu benar benar packing untuk keberangkatan di beberapa hari berikut nya,, dan segera istirahat dengan tenang


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Ahad, 27 Agustus 2023