
kedua nya kini sudah duduk di meja kantin universitas Harvard dengan tersedia nya makanan untuk makan siang bagi kedua nya
"Ay, aku boleh minta ID WeChat kamu nggak?" tanya Sandi kala kedua nya mulai menyantap makan siang masing masing
"kalau aku boleh tahu, buat apa ya kak?" jawab nya dengan balik bertanya, kala menyuap kan udang goreng tepung ke dalam mulut nya
"buat nambah ID WeChat, hmmm, sebenar nya juga buat rekan obrolan juga sih" jawab Sandi dengan tersenyum tipis ke arah nya namun berhasil membuat nya memalingkan wajah nya
"maaf kak, aku belum pegang ponsel lagi untuk saat ini" jawab nya yang berhasil membuat kening Sandi mengerut
"kenapa gitu Ay?" tanya Sandi dengan rasa penasaran yang penuh
"nggak papa kak, ponsel lama ku, aku banting" jawab nya cukup singkat, namun meninggal kan banyak tanda tanya untuk Sandi sendiri
"lho, kenapa bisa gitu?" tanya Sandi lagi, dengan rasa penasaran yang belum terpenuhi
"nggak papa kak, hanya saja waktu itu aku lagi down aja, jadi tanpa sengaja aku banting" jawab nya kala selesai mengunyah suapan berikut nya
"karena orang tua kamu suruh kamu kuliah di sini?" tanya Sandi dengan lesu namun berhasil membuat nya terkejut
"bukan lah kak, mana ada, lagian aku punya rasa semangat tersendiri untuk menjalani kehidupan ku di dunia pendidikan, jadi nggak perlu ada unsur paksaan seperti yang kak Sandi kira" jawab nya
"terus kenapa kamu bisa se down itu sampai nekat buat banting ponsel, nggak nyesel gitu?" tanya Sandi
"nggak, cuman di marahin sama Papa" jawab nya singkat
"di marahin Papa kamu, karena apa?" tanya Sandi lagi yang masih belum menyerah dengan rasa penasaran nya
"menurut Papa, aku salah pergaulan" jawab nya yang berusaha mulai mau terbuka meski dengan laki laki di hadapan nya yang notabene nya baru di kenali nya
"salah pergaulan gimana maksud kamu?" tanya Sandi lagi kala memastikan sesuatu
"ya gitu, menurut Papa aku, aku salah pergaulan" jawab nya masih singkat, ingin tahu seberapa besar laki laki di hadapan nya mengerti jalan pikiran nya
"kayak,, pergaulan malam gitu?" tanya Sandi dengan hati hati, karena takut menyinggung perasaan nya
"heem, kesimpulan nya karena aku yang sering ngumpul bareng di basecamp sama anggota geng motor yang sempat aku pimpin dulu" jawab nya dengan mengangguk angguk kan kepala nya
"geng motor?" tanya Sandi malah menjadi keheranan sendiri
"iya, dulu aku pernah jadi ketua geng, pimpin geng motor gitu" jawab nya
"anggota nya cewek apa cowok?" tanya Sandi yang masih merasa semakin penasaran
"ya cewek semua lah kak, masa cowok cewek yang pimpin sih, kakak ini ada ada aja deh" seru nya dengan menggeleng tak habis pikir
"menurut Papa aku, aku salah pergaulan kak, mungkin Papa aku yang nggak suka sama cara aku berbaur sama temen temen aku, sering pulang larut, bahkan dulu nya aku sering ikut balapan liar, tapi bukan tanpa alasan aku melakukan itu semua kak, pada dasar nya aku ini anak broken home kak, di rumah selalu sendirian, Mama sama Papa selalu sibuk dengan profesi masing masing" jawab nya dengan menjelas kan
"hmmm, di rumah kamu nggak ada art?" tanya Sandi merasa aneh
"nggak kak, Mama nggak setuju Papa sewa art, kata nya, sesibuk apapun Mama, Mama akan selalu berusaha meluangkan waktu nya untuk mengurus suami dan anak nya, sementara aku yang notabene nya adalah anak tunggal, tiap hari selalu saja merasa kesepian, lagian waktu aku Sekolah Menengah Atas, banyak yang bilang kalau aku ini bad girl lah, cewek tomboy lah, hanya karena gara gara aku mempelajari ilmu bela diri dan mungkin karena geng motor yang aku pimpin" jawab nya
"kamu bisa bela diri Ay, sulit dipercaya, kamu kan perempuan, sejak kapan?" tanya Sandi dengan tidak bisa menutupi rasa terkejut sekaligus takjub nya
"aku belajar dari sekolah menengah pertama sih kak, ya kalau andal banget sih nggak ya, cuman bisa dibilang bisa aja, kenapa, salah ya, cewek kayak aku bisa bela diri?" jawab nya dan dengan diakhiri pertanyaan juga, merasa terbiasa dengan tanggapan sebagian besar orang akan kemampuan bela diri nya
"bukan gitu Ay, masalah nya, jarang-jarang lho di zaman modern kayak gini ada gadis yang bisa bela diri, tapi,,, kok aku kurang percaya ya, perihal kamu yang pernah jadi ketua geng?" imbuh sandi dengan berkata penuh makna
"Masa sih, nggak percaya nya di mana?" tanya nya dengan kening mengerut heran
"bukan gitu, masalah nya, kok bisa cewek se kalem kamu bisa jadi ketua geng?" tanya sandi yang masih belum merasa percaya sepenuh nya
"xixi, kakak belum kenal aja siapa aku, banyak yang bilang aku ini cewek berandalan lho kak" jawab nya yang hendak memberitahu
"gitu ya, tapi lihat dari penampilan kamu kok orang wajah kamu aja lugu kayak gitu, pakai pakaian juga cukup terbilang tertutup, bisa dibilang kamu anak yang baik lah, mana ada kayak gitu" seru Sandi dengan ketidak percayaan yang masih melekat di hati nya
Ya, bagaimana Sandi tidak mengira diri nya adalah anak baik-baik, karena sebenar nya, hanya dengan melihat penampilan nya saja sudah berhasil membuat sandi terkesan dengan melihat penampilan nya yang mengenakan kaos putih polos tangan pendek dengan dilapisi cardigan biru navy sebatas lutut dengan celana jeans yang senada, serta dengan penampilan rambut hitam berkilau yang di gerai, sebenar nya membuat kesan anggun tersendiri untuk gadis blasteran Turki Mesir ini juga disertai dengan sepatu pantofel putih
"hmmm, kakak tahu, baru kali ini lho, ada yang bilang aku anak yang baik, sebelum nya nggak pernah tuh kak" tutur nya dengan tersenyum tipis seiring tundukan kepala nya
"padahal kelihatan nya, jujur, kamu terbilang gadis yang cukup anggun, tambah lagi wajah kamu kayak ada unsur campuran gitu, kamu blasteran ya?" tanya sandi kemudian mencoba mengeluarkan rasa penasaran yang sebenar nya
"emmm, Mama sama Papa aku sih sempat bilang gitu kak, Papa aku yang punya darah Turki, dan Mama aku yang punya darah Mesir, sampai pada akhir nya bisa buat aku jadi gadis blasteran" jawab nya tanpa berbohong sedikitpun
"wuih, unik banget tuh, tapi, kamu bilang kedua orang tua kamu dari negara yang terbilang mayoritas penduduk Islam, tapi kok kamu bilang kamu yang pernah pimpin geng motor, bagaimana bisa?" ujar Sandi dengan penuh semangat
"entah lah kak, mungkin efek dari kesepian, jangan lupakan aku yang pernah bilang kalau aku ini sebenar nya anak broken home kak" jawab nya mengingat kan dan mendapat anggukan kepala dari laki laki di hadapan nya
"emmm, memang bisa jadi gitu sih, nggak salah lagi, jadi kamu lampiaskan rasa kesepian kamu sama geng motor yang kamu pimpin itu?" tanya Sandi yang di tentang nya juga
"bukan gitu juga sih kak, entah kenapa, semenjak aku jadi ketua di geng motor, aku merasa, basecamp itu rumah kedua aku setelah rumah Mama dan Papa kak, lagian mereka yang butuh banget sama kehadiran aku, jadi nggak ada alasan bagi aku untuk bisa tinggal kan mereka" jawab nya
"gitu yah, apa yang kamu bilang ada benar nya juga sih" jawab Sandi tanpa menyalah kan atau menentang apa yang telah menjadi keinginan nya
_Naughty Girl Is My Wife_
Kamis, 16 Februari 2023