
Sementara Mahen, laki laki ini tengah tersenyum kecil kala melihat tanggapan dari nya, entah kenapa, suasana yang tadi nya sangat dingin, kini berubah menjadi hangat, hanya karena sikap diri nya yang,, lucu bagi nya?
Mahen pun masuk ke dalam mobil, tanpa mengucap kan sepatah kata pun, melirik sekilas diri nya yang terlihat berbeda
"itu,,, belum lo pasang?" tanya Mahen kala melihat tubuh nya yang belum juga terpasang seat belt, melihat nya dengan tatapan heran dan bingung, namun lagi lagi membuat nya menghembuskan nafas panjang
"tangan gue" kode nya yang berhasil membuat laki laki di samping nya mengerti dan mulai mendekat ke arah nya
"lo,, lo,, lo mau apa?" tanya nya merasa terancam kala melihat Mahen yang mendekati nya
"mau apa ya', gue mau makan lo, gimana dong?" bisik Mahen tepat di telinga kanan nya, seraya memasang seat belt namun tanpa di sadari oleh nya sendiri, karena saat ini fokus nya hanya pada bagaimana cara nya agar laki laki ini tidak mendengar degupan jantung nya yang kian waktu kian mengencang
"pasang seat belt lah Ayla, reaksi lo biasa aja kali, nggak usah panik segitu nya, tangan lo luka kan" jawab Mahen yang sudah memperbaiki posisi duduk nya, membuat nya pasrah
"bagus lo ada inisiatif kayak gitu, makasih, tapi nggak usah tiba tiba juga kali, gue yang kaget" ucap nya mengalihkan pandangan nya karena rasa jengkel itu tidak bisa di hindari nya, malah semakin bertambah saja
"kaget apa kaget?" tanya Mahen yang entah sejak kapan selalu saja membuat nya semakin jengkel
"lo apaan si' nan, kapan jalan nya kalau lo terus terusan nanya kayak gini!" seru nya yang benar benar jengkel
"iya iyaa, ini juga mau jalan" jawab Mahen, kemudian mulai menjalankan mobil nya dengan kecepatan sedang
hhhhh, dasar, laki laki aneh, tampang nya aja yang selalu dingin, makhluk asal planet Uranus, bisa bisa nya takdir mempertemukan nya dengan laki laki ini, yang bisa nya hanya membuat nya jengkel saja!!
"gue tahu gue punya kadar ketampanan yang tinggi, tapi nggak harus lihatin gue segitu nya kali Ay, dari pada lihatin gue, mending lo minum" ucap Mahen yang masih mengendalikan setir dengan pelan karena macet, seraya menyerahkan sebotol air mineral yang sudah sisa seperempat pada nya, juga tutup botol yang sudah di buka nya sejenak, karena lampu merah
hal yang bertolak belakang dengan wanita mana pun, cuaca sedang hujan, diri nya malah merasa haus, padahal tubuh nya masih menggigil sejak tadi, namun rasa haus itu benar benar berhasil membuat nya tidak bisa menolak Mahen kali ini, tanpa rasa ragu, diri nya pun mulai mengambil kemudian meminum air tersebut hingga sisa setengah, benar benar sangat sejuk, pikir nya
tunggu!! beberapa saat setelah diri nya meminum air tersebut dia pun baru tersadar
bukan kah air di dalam botol nya tidak penuh? bahkan tutup nya juga terlihat tidak terkunci, dia yakin itu karena melihat Mahen membuka tutup nya tanpa kesulitan, atau menimbulkan suara tadi, lantas bekas siapa air mineral itu?
"Keenan, jawab gue ini bekas siapa?" tanya nya dengan raut wajah terkejut setengah was was
"itu bekas gue" jawab Mahen dengan wajah tanpa dosa
dengan tiba tiba saja, jantung nya kembali berdebar dengan hebat, dia terlihat langsung memegang bibir nya dengan jari tangan kanan nya, juga dengan wajah yang begitu tegang, bahkan nafas nya terdengar memburu
"jawab gue kenapa lo bisa minum di botol ini, apa lo,, minum langsung?" tanya nya dengan tergesa juga dengan sedikit gugup
"iya lah, gue langsung meminum nya dari botol, waktu abis latihan basket tadi, gue haus banget tadi, kenapa?" tanya Mahen dengan polos, akh tidak, dengan berpura pura polos, padahal sudah tahu arah pembicaraan
"kenapa lo bilang, kalau gue tahu lo udah minum langsung tadi, gue nggak akan mau lo kasih!" seru nya dengan tersulut emosi
"first kiss, sans aja kali, gue suami lo, nggak ada salah nya juga kan, itu juga first kiss gue kok, lo tenang aja" jawab Mahen dengan santai
"ck, lo bener bener ya', dah bikin gue jengkel tahu nggak lo hari ini!!" ujar nya masih dengan nafas yang terdengar memburu namun hanya membuat Mahen terdiam, tanpa mau memikirkan apa yang sudah menjadi hal yang menjengkelkan bagi nya
hingga di detik kemudian
"ya maafin gue deh, gue nggak tahu kalau itu first kiss lo, gue kira first kiss lo bukan gue, jadi,,," melihat nya yang benar benar terdiam seribu bahasa, kini berhasil membuat Mahen gusar sendiri, dan meminta maaf dengan tulus, namun ucapan nya terhenti kala,,
"jadi apa, lo kita gue cewek apaan sampai sebar first kiss sembarangan, oke gue akui, gue memang cewek nakal, tapi gue bukan cewek murahan lo inget itu?" imbuh nya seraya membuka pintu mobil dengan tangan kiri nya, kemudian berlalu pergi memasuki mansion dengan langkah panjang dan tergesa, membuat Mahen kaget
"Ay,, lo mau ke mana, tunggu,," ujar Mahen seraya ikut keluar dari mobil dengan terburu berusaha untuk menyusul nya
masuk ke dalam kamar dengan tergesa, dan tidak ada tanda kehidupan di sana tepat saat Mahen sampai, namun melihat pintu kamar mandi dan mendengar air mengalir membuat perasaan laki laki ini sedikit lega, ternyata dia bukan tipe orang yang selalu lari dari masalah, pikir Mahen
memilih menunggu nya keluar dari kamar mandi sambil menyimpan tas, kini suara yang di tunggu Mahen pun akhir nya terdengar juga, suara pintu kamar mandi terbuka, membuat Mahen menoleh dengan tergesa ke arah nya yang keluar
kaus merah maroon dengan lengan panjang, rok panjang dengan warna moca, juga hijab instan dengan warna yang senada, kini membuat penampilan nya semakin sempurna di mata Mahen, apalagi diri nya yang keluar dari kamar mandi dengan menundukkan pandangan nya, benar benar membuat Mahen tertegun hanya dengan melihat nya saja
namun yang menjadi pertanyaan besar di pikiran Mahen saat ini adalah, mengapa baru sekarang gadis nakal itu berubah menjadi anggun dan enak di pandang, akh,, apapun itu, semua itu tidak sepantas nya Mahen pertanyakan sekarang
_**That Naughty Girl Is My Wife_
Selasa, 30 Mei 2023**