That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



"Ay, bentar dulu deh, ada yang mau kita tanya kan sama kamu, boleh kan?" cegah Dimas dan duduk di samping nya dengan tiba tiba


"a',, ada apa Dimas?" tanya nya seraya menunduk dalam


"kamu beneran udah jadian sama Surya Ay,,?" tanya Dimas dengan ragu


"maksud nya gimana, aku nggak ngerti?" tanya nya yang memang merasa tidak nyaman


"maaf, kemarin aku dengar sedikit pembicaraan kamu sama Surya, dia tembak kamu kan, dia minta kamu buat jadi pacar dia, apa kamu,, menerima nya?" tanya Dimas dengan menautkan kedua jari telunjuk


"kamu tahu,, emm,,," jawab nya yang mendadak gugup


"AYLA,," sontak panggilan itu membuat nya menoleh ke arah belakang, memperlihat kan Sandi yang tengah tersenyum pada nya


"maaf ya semua, aku permisi duluan, ada yang harus kak Sandi bicara kan, assalamualaikum?" ucap nya dan berlalu dengan tergesa kala Sandi melambaikan tangan ke arah nya


"kenapa dia terlihat menghindar gitu yah, gue tanya soal ini, apa iya dia tersinggung dengan pertanyaan gue?" tanya Dimas yang memandangi kepergian nya dengan tatapan nanar


"menurut lo?" tanya Bagas yang sial nya malah balik bertanya, dasar teman lucnut, teman sendiri lagi nanya malah balik nanya


"ya,, gue memang nggak tahu juga buat kepastian nya gimana sih, TAPI TETEP AJA, GUE PENASARAN BANGET SAMA JAWABAN NYA NJIR, NGGAK BISA DI BIARIN INI!!" ujar Dimas dengan tak santai dan membuat ketiga sahabat yang mendengar pun merasa jengah


'biasa aja kali, gue aja yang suami nya nggak separah itu,, tapi,, apa benar ya yang di bilang sama anak anak?' batin Mahen


"assalamualaikum kak Sandi yang ganteng kalem?" sapa nya dengan melambai riang ke arah Sandi sambil tersenyum, membuat Sandi heran saja


"kamu kenapa gitu banget respon nya, perasaan kamu nggak pernah tuh tambah kata pujian gitu di kalimat sapaan, apa lagi buat cowok, meski pun kakak sendiri yang dapat?" tanya Sandi dengan kening mengerut bingung


"hehe,, abis kakak jadi pahlawan aku tahu kak hari ini?" jawab nya memberi tahu, seraya duduk di dekat Sandi


"kamu ada ada aja deh, eh btw tadi kakak ganggu kamu nggak, kayak nya kamu lagi sama temen temen nya suami kamu, tumben?" tanya Sandi yang merasa mengganggu nya


"ish, bukan gitu kak, jujur, tadi tuh suasana nya lagi akward banget buat aku, untung aja ada kakak yang panggil aku, jadi aku bisa kabur tanpa buat alasan dan bohong sama mereka deh" jawab nya menjelas kan


"akward gimana maksud kamu, kayak yang lagi di introgasi aja suasana akward" jawab Sandi dengan menggeleng geleng kan kepala tak habis pikir


"tadi memang aku hampir di introgasi kali kak" jawab nya singkat, namun berhasil membuat Sandi menatap ke arah nya


"di introgasi gimana?" tanya Sandi yang merasa sedikit terkejut kala mendengar jawaban nya kali ini


"iya, hampir saja aku mereka introgasi, masa iya mereka tanya kamu beneran udah jadian sama Surya Ay? kata nya gitu kak, nggak jelas banget" jawab nya


"Surya, mahasiswa baru di fakultas kalian itu, memang dia nembak kamu?" tanya Sandi


"bukan gitu Ay, mau gimana pun juga, kamu ini adalah perempuan yang sudah bersuami, nggak mungkin juga kan, kalau kamu malah memilih pacaran sama laki laki lain, sementara suami kamu,,," ucapan Sandi terpotong, kala diri nya menempel kan jari telunjuk nya tepat di depan mulut Sandi


"sssttt,,, udah deh kak, kakak kenapa sih, kalian kalau ketemu biasa nya suka ribut, sekarang di belakang dia kenapa kakak jadi bela dia sih?" ujar nya yang entah mengapa menjadi jengkel apa lagi menyadari Sandi berbicara mengenai orang yang sedang berusaha di hindari nya saat ini, meski semesta selalu membuat kedua nya bertemu tanpa di sadari


"sekarang kakak yang tanya sama kamu, kenapa kamu kayak nggak suka gitu kakak bela dia, ya wajar aja kakak bela dia, kamu itu udah Gustian titip kan sama kakak, biar kakak jaga kamu, Gustian perbolehkan kakak buat tegur kamu kalau kamu memang salah" jawab Sandi


"ck serah kakak aja" jawab nya dengan membuang pandangan nya ke arah lain dan kembali termenung


"lagian kamu juga, kenapa hari ini kamu kelihatan beda banget sih?" tanya Sandi yang memang melihat perbedaan pada diri nya


"kamu kenapa, lagi ada masalah, kamu berantem sama suami kamu, karena apa?" tanya Sandi namun tidak mendapat tanggapan dari nya, karena kembali melamun


"hey, melamun aja lamun, lamunin apa an sih!!" seru Sandi yang menjentikkan jari tiba tiba di depan wajah nya membuat lamunan nya buyar


"eh apa kak,, kakak tanya apa tadi?" jawab nya yang baru saja menyadari sesuatu


"kamu kenapa melamun terus sih dari tadi, kayak nggak ada kerjaan banget?" tanya Sandi yang berhasil membuat nya tercekat


"emm, nggak papa kak, lagi pikir kan banyak tugas yang numpuk aja, capek juga kalau di pikir pikir, kerja kan tugas sebanyak itu sendiri an" jawab nya berusaha mengalih kan pembicaraan


'aneh, kenapa dia mengeluh sekarang, padahal itu bukan tipe nya banget, biasa nya juga dia nggak suka ngeluk kayak sekarang, nggak gampang ngeluh?' batin Sandi yang merasa berbeda


"oh,, gitu yah, oh iya Ay, ada yang mau kakak bicara kan sama kamu" tutur Sandi kala mengingat sesuatu, meski sebenar nya, hati Sandi masih ingin mengetahui apa yang tengah dipikirkan nya, namun senior nya ini juga menjaga privasi nya, mungkin memang lelah


"bicara apa kak, kayak nya serius banget?" tanya nya dengan kening mengerut dan menatap Sandi di samping nya, membuat Sandi lega karena sekarang, diri nya tidak lagi melamun


"bulan depan, kakak wisuda, kalau kamu ada waktu luang, kamu datang yah?" tanya Sandi dengan ragu ragu


"xixi, boleh lah kak, aku akan selalu punya banyak waktu luang buat kakak, buat kakak senior aku ini, apa sih yang nggak, cie,, yang mau lulus, lanjut ke mana nih?" jawab nya dengan menggoda, juga sedikit cekikikan


"emmm, kurang tahu juga yah kakak untuk saat ini, tapi seperti nya,, bakalan lanjut S2 mungkin,," jawab Sandi


"kenapa mungkin,,, emm,, maaf maaf nih ya kak,, kakak nggak ada niatan buat nikah gitu,, secara kan,, kakak udah mapan, punya apartemen pribadi juga, menurut ku, sekarang saat nya kakak ada yang temani hidup, nggak perlu temani aku terus, kakak juga punya kehidupan kakak sendiri kan, nggak mungkin juga terus terusan sama aku?" tutur nya yang mendadak merasa tak enak hati


"kamu benar Ay, tapi,, nanti lah, kakak belum menemukan orang yang cocok buat kakak bahagia kan, kakak masih mau menikmati masa lajang kakak aja, berkarir dengan tanpa lelah, juga tanpa memikir kan hal yang lain" jawab Sandi singkat, namun membuat nya paham


_**That Naughty Girl Is My Wife_


Ahad, 2 Juli 2023**