That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
Naughty Girl Is My Wife



Mentari kini sudah di ganti kan oleh sang rembulan malam yang cukup terang malam ini, tidak seperti malam biasa nya, malam ini Ayla, diri nya kini lebih memilih menghabis kan malam hari di balkon kamar tidur ini, tanpa ada nya laptop di samping nya, yang ada kini hanya lah buku catatan harian, juga gitar yang selalu setia menemani ke mana arah nya melangkah


Berbeda dengan malam biasa nya, gadis ini merasa, ini adalah malam yang istimewa, diri nya sendiri bahkan tidak mengetahui nya, entah mengapa, tapi rasa nya, diri nya merasa sangat bahagia malam ini, memandangi rembulan yang bersinar terang, juga bintang yang tak henti nya berkelap kelip di atas sana, seolah mengajak nya untuk terus tersenyum dalam diam nya


Hingga ingatan nya pun tertuju pada sebelas tahun lalu, di mana diri nya menghabis kan waktu malam nya bersama sang kakak tercinta dengan berkemah walau hanya di halaman belakang rumah


"Za, lihat deh, ada bintang yang paling terang di sana, apakah kamu melihat nya?" tanya Gustian sambil melirik nya dengan tersenyum


"Hmmm, iya mas, aku melihat nya, namun,, mengapa demikian?" jawab nya dengan anggukan kepala nya tanpa melihat tatapan mata sayu yang Gustian berikan


"Nggak papa, mas hanya ingin bilang, tetap lah menjadi bintang di langit" imbuh Gustian dengan menjadi kan kedua tangan nya sebagai bantalan di bawah langit gelap dan tepat di samping nya


"Mas tahu, bintang tidak pernah redup cahaya nya, tapi mas juga harus tahu, aku manusia, bukan bintang" jawab nya dengan tatapan lurus ke langit malam namun berhasil membuat Gustian tersenyum


"Xixi, dasar adik nya mas ini, arti nya, kenapa kamu harus takut gelap kalau ada banyak hal indah yang hanya bisa di lihat se waktu gelap?" ujar Gustian dengan gelengan kepala


"Maksud mas apa, ak,, aku nggak pernah takut kegelapan kok?" tanya nya sontak terduduk dan memandangi Gustian di samping nya


"Kegelapan yang mas maksud bukan kegelapan semata Za, kenapa kamu selalu takut untuk melangkah dan membuang semua rasa yang selalu menghampiri mu, lagi pula,, mas belum selesai dengan kata kata mas,," jawab Gustian yang berhasil membuat kening nya mengerut kebingungan


"Terus lanjutan nya?" tanya nya dengan memeluk kedua lutut nya


"*Tetap lah menjadi bintang di langit, mungkin dia memang tidak selalu terlihat, tapi dia selalu ada,,


mungkin kamu berpikir, bintang di langit memang bukan harapan yang tepat untuk kita ber do'a, namun dengan kehadiran nya, tentu akan membuat Tuhan tahu apa do'a yang kita ingin kan,,


lagi pula kamu tahu, se gelap gelap nya langit malam, tapi dia mampu menghadir kan bintang yang ber cahaya*,,


"Satu lagi, jangan pernah takut pada kegelapan, karena bintang bintang akan menerangi mu, ke mana pun kaki mu di langkah kan, arti nya, jangan pernah putus asa, kamu juga harus mau berusaha, agar kamu keluar dari keterpurukan yang selalu kamu alami selama ini" lanjut Gustian yang membuat nya menunduk


"Tapi,,, apakah aku akan bisa keluar dari keterpurukan itu mas, aku rasa tidak, karena semua nya seakan sudah melekat pada diri ku" tutur nya


"Sayang, jangan pernah berpikir untuk menyerah Za, kamu pasti bisa melewati semua nya, kamu adalah gadis yang kuat, asal kamu tahu, bahwa tuhan tidak akan memberikan coba an di luar batas kemampuan hamba-NYA, arti nya Tuhan percaya kamu bisa melalui semua nya kan, lalu kenapa kamu tidak yakin dengan semua nya?" ucap Gustian yang entah mengapa selalu saja kata bijak yang keluar dari mulut nya


"Ya, kenapa tidak, bukan kah Azza nya mas ini tidak pernah mengecewakan Papa dan mas, kamu pasti bisa sembuh sayang" ujar Gustian menarik nya ke dalam pelukan nya


"rasa ini tetap sama seperti dulu, tatkala seperti bintang, yang tak pernah jauh dari bulan" monolog nya sambil tersenyum


Tak lama setelah nya bermonolog sendiri, kini rintik hujan pun berhasil menyelimuti bumi, membuat nya mau tidak mau kembali masuk ke dalam kamar dan mendapati Mahen, laki laki itu kini tengah fokus pada laptop di meja belajar nya, namun rasa ingin ke kamar mandi tidak bisa di hindari nya lagi, bergegas ke dalam kamar mandi, meninggal kan buku yang masih terbuka juga gitar di atas tempat tidur


Dengan sedikit tergesa, diri nya pun sampai di dalam kamar mandi, menuntaskan keinginan nya, membasuh wajah nya, lalu mencuci kedua tangan dan kaki nya setelah menggosok gigi nya, berniat keluar dan kembali pada tempat tidur nya, namun diri nya pun terdiam sejenak, menetralkan pandangan nya yang entah mengapa tiba tiba saja tatapan itu mulai memburam dan sedikit kabur


Hingga kepala yang pusing itu tidak bisa di hindari nya, berpegangan erat pada meja wastafel juga dengan keadaan berdiri namun,,


Terjatuh pun tidak bisa di hindari nya lagi, tergeletak di atas lantai yang dingin,,


rasa terkejut itu tidak bisa di hindari oleh Mahen, yang kini sedang menyelesaikan tugas yang di tunda tadi siang, mengingat sesuatu terjatuh, kini pikiran laki-laki itu pun seketika tertuju pada nya yang terlihat bergegas ke arah kamar mandi


hendak menyusul nya dengan langkah kaki panjang nya, dan,, alangkah terkejut nya Mahen, kalau melihat tubuh nya tergeletak begitu saja di atas lantai kamar mandi, dengan keadaan tidak sadarkan diri


melihat apa yang ada di depannya kini Mahen pun berniat untuk mengecek keadaan nya dengan rasa terkejut yang kian waktu kian bertambah


terduduk di samping nya mengangkat kepala nya yang sudah tak sadar kan diri itu dan meletak kan kepala nya pada kedua kaki nya membuat kedua kaki nya sebagai bantalan


"astaghfirullah, Ay, lo kenapa, apa yang terjadi sama lo?" seru laki-laki ini dengan sedikit menepuk-nepuk kedua pipi nya pelan


namun merasakan tidak ada nya tanggapan dari gadis di pangkuan nya ini, kini berhasil membuat rasa yang kian takut, bertambah syok, dan cemas pun kini menyatu dalam diri Mahen


lalu Mahen pun mulai mengangkat tubuh nya, kalau mendapatkan ide di pikiran nya, segera mengangkat tubuh lemas itu ala bridal style, kemudian menidurkan tubuh nya di atas tempat tidur kamar utama ini dengan perlahan


mulai mengambil ponsel yang memang terletak di samping laptop, terlihat mengotak-atik kan ponsel nya, dan menghubungi dokter kepercayaan kakek nya


_**Naughty Girl Is My Wife_


Jum'at, 24 Maret 2023**