
"naah, ini nih, yang gue nggak suka dari lo, kenapa sih Ay, lo harus punya kebiasaan buruk itu, kenapa lo selalu merendah, insecure mulu tiap deket sama seseorang kenapa, Ay inget, kita ini manusia kalau lo lupa, jadi satu hal yang harus lo inget lagi, manusia itu memang tempat nya kesalahan, kekurangan, juga kelebihan Ay, inti nya kalau kita harus terus merasa benar, kita bukan malaikat, dan kalau kita harus terus merasa salah, hhhhh, kita bukan syetan yang sering melakukan kesalahan, hanya saja kita senantiasa sering melakukan hal yang memang membuat kita selalu khilaf, juga sering melakukan kebaikan tanpa kita sadari juga" entah mengapa Katya, gadis itu kini menjadi sedewasa ini dari dulu memang sahabat nya satu ini tidak menyukai sifat nya yang selalu merendah
padahal jika di ingat, Ayla, diri nya cukup terbilang banyak memiliki kelebihan, namun sifat nya memang terbilang cukup rendah hati, entah kenapa,,
"yang lo bilang sebenar nya ada benar nya juga, tapi nggak tahu kenapa aja, gue selalu ngerasa takut banget buat bisa jatuh cinta, seseorang pernah bilang sama gue jatuh cinta itu sakit, dan pacar, adalah satu orang yang bisa buat lo melupakan 1001 teman sekaligus sahabat, so, gue nggak mau hal itu sampai terjadi, gue nggak mau lupa sama kalian cuma karena cowok, gue juga nggak ngerti kenapa gue kayak gini" penjelasan nya itu kini berhasil membuat kedua sahabat nya cukup memahami apa yang ada di dalam pikiran nya
☘️☘️☘️
2 bulan berlalu, cukup dengan waktu 2 bulan saja, Ayla, diri nya bisa mendapat kan kepercayaan dari hampir semua dosen bahkan rektor di universitas ini, 2 bulan diri nya terpisah dari keluarga nya di Jakarta, 2 bulan diri nya kini tengah mempelajari ilmu agama, tata Krama, juga istilah istilah dalam agama Islam, agama yang nyaris di lupakan nya bertahun tahun lama nya
dan, waktu 2 bulan itu cukup untuk membuat penampilan Ayla, kini gadis itu tengah merubah sedikit penampilan dan kepribadian nya, mengenakan kerudung pashmina, kini tengah di biasa kan nya sejak 1 Minggu setelah dia mempelajari beberapa ilmu agama yang tengah berusaha di perdalam nya
Harvard university canteen 10:30 PM
"kamu ada kelas lagi setelah ini nggak Ay?" tanya Sandi seraya melihat arloji Casio G-Shock hitam yang setia bertengger di pergelangan tangan kiri cowok itu
"nggak kak, hari ini aku udah lalui 3 kelas, jadi mungkin abis ini aku mau pulang atau,, mampir ke mesjid sebentar" jawab nya seraya menyedot jus mangga melalui sedotan, membuat Sandi mengangguk paham
"heem, nanti aku juga mau mampir bentar ke sana,, oh iya, gimana perkembangan pembelajaran kamu dalam memperdalam ilmu agama, apa semua nya lancar, kak Hamzah juga ada bikin kamu nggak nyaman nggak, selama membimbing kamu dari awal?" tanya Sandi panjang lebar
mendengar pertanyaan yang cukup panjang lebar dari cowok di depan nya kini berhasil membuat nya tersenyum, se peduli itu kah senior nya ini pada nya? pikir nya "hmmm, sampai sejauh ini aku baru mau belajar tentang Istidraj kak Sandi, yang ustazd Hamzah bilang kemarin sih gitu, kak Sandi ini ada ada aja deh, ustadz nggak pernah buat aku nggak nyaman kok, kak Sandi tenang aja, bahkan aku yang nggak nyaman sendiri karena entah kenapa, aku merasa berpenampilan masih terbuka aja, tapi sampai sejauh ini ustadz Hamzah baik kok sama aku, kak Sandi nggak usah khawatir" jawab nya dengan terus tersenyum, membuat Sandi salah tingkah di depan nya
"ya,, bukan gitu Ay, maksud aku, kamu paham kan, dengan apa yang selama ini kak Hamzah jelas kan?" seru Sandi cepat, tak ingin perempuan di depan nya salah paham
"iya iya, meski pun aku kebanyakan sedikit nggak paham dengan apa yang ustadz jelas kan, aku selalu berusaha keras buat memahami isi yang terkandung kok, kak Sandi tenang saja" jawab nya dengan mengangguk angguk sambil tersenyum
"terus kenapa dari tadi kamu senyum in aku terus, ada yang salah sama diri aku?" tanya Sandi dengan alis kanan terangkat, menatap nya dengan tatapan penuh intimidasi
"hmmm, nggak kok, nggak ada yang salah sama diri kakak, tapi kalau boleh jujur, aku dikit heran aja sama kakak, kenapa sikap kakak beda banget" jawab nya yang berhasil membuat Sandi bingung
"beda kenapa maksud kamu, jangan ngomong aneh aneh deh, ngaco aja!!" seru Sandi dengan mendelik tajam
"entah sih, tapi kakak memang aneh, sifat kakak akhir akhir ini beda banget tahu kalau sama aku, sama kalau ada junior atau yang satu angkatan sama kakak yang sapa kakak, kakak kayak nggak suka gitu mereka menghampiri kakak, gitu hlo, itu jadi tanda tanya sendiri buat aku" jelas nya
"atau jangan jangan,,, kakak lagi ada mau nya yah sama aku, jadi sikap kakak gitu terus sama aku, ya,, inti nya kak Sandi yang sekarang aku rasa beda aja sama kak Sandi yang Minggu Minggu lalu aku temuin, waktu pertama aku di sini" ucap nya memperjelas
"akh iya, tadi kamu bilang kamu sedang mempelajari Istidraj, apa kamu sudah memahami nya?" tanya Sandi mengalih kan pembicaraan
"ya belum lah kaak, kan yang aku bilang yang akan di pelajari, bukan yang sedang di pelajari, jadi aku belum cukup paham dengan apa itu Istidraj kak Sandi ini gimana si?" ujar nya tak habis pikir
"hehe, iya aku lupa, maaf, aku nggak fokus tadi?" ucap Sandi dengan menggaruk kepala belakang nya yang tak gatal
"ish,, ada ada aja deh, ya udah kak, aku duluan yah, ada jadwal pertemuan dengan ustadz Hamzah, sama mau ke toko buku, aku pamit?" ucap nya seraya berdiri
"eh tunggu, mau aku anterin nggak, biar nggak ada yang ganggu!!" seru Sandi sontak ikut berdiri
"nggak papa, In Shaa Allah, aku bisa sendiri kok, kakak lanjut kan makan siang aja di sini, aku duluan yah, assalamualaikum?" ucap nya yang di jawab oleh Sandi sendiri
Sandi terlihat memandangi kepergian nya yang semakin lama semakin menjadi titik kecil, kemudian menghilang dari balik pintu kantin
"Aay,, Ay, kamu mungkin memang selalu merasa, kamu perempuan yang berniat hijrah dan keluar dari kenakalan mu, namun aku cukup kagum dengan cara mu menghadapi semua nya, benar kata Gustian dulu, kamu memang orang yang sulit untuk menyinggahi hati seseorang, bahkan untuk di singgahi seseorang, rasa optimis mu membuat aku cukup kagum, jangan anggap aku nggak tahu tentang peristiwa yang mungkin saja bisa menyakiti hati mu, bagaimana pun, Gustian memang sahabat aku dulu, karena itu, dia menitip kan kamu kepada ku" batin Sandi di tengah tatapan mata nya yang masih tertuju pada pintu kantin meski pun diri nya sudah tak nampak di sana sambil menggeleng geleng kan kepala pelan, juga dengan bibir terangkat membentuk sebuah senyuman
namun jauh di kursi ujung sana, terlihat sesosok laki laki yang menangkap basah Sandi yang tengah terlihat melamun dengan senyum yang tidak pernah di lepas kan Sandi sendiri, menatap nya dengan tatapan tajam, seakan ingin menelan laki laki itu hidup hidup
laki laki pemilik tatapan mata setajam elang, si pemilik wajah yang nyaris terbilang sempurna ini tiba tiba rahang nya mengeras dengan seketika, seolah tak suka dengan tatapan yang di perlihatkan laki laki di ujung sana
yah, dia lah Keenan Malik Mahendra, laki laki dengan kepribadian dingin itu seolah tak suka dengan melihat kedekatan nya dengan sosok senior baru nya itu
"kenapa lo lihatin kak Sandi segitu nya?" tanya seseorang yang duduk tepat di samping Mahen
"lo kenal dia?" bukan nya membalas, Mahen malah balik bertanya
"yah, dia senior yang cukup banyak di gemari di universitas Harvard ini dengan banyak nya gadis, bukan tanpa alasan, pasal nya dia yang mempunyai cukup banyak bakat dalam diri nya, aktif di bidang olah raga, bahkan ketua tim basket yang selalu menjuarai berbagai turnamen" ujar laki laki yang memang di kenal dengan nama Bagas ini
Bagas yang menjelas kan kriteria Sandi panjang lebar namun hanya di anggap angin lalu saja oleh Mahen sendiri, memang berbicara dengan pria ini tak jauh seperti berbicara dengan tembok, namun entah mengapa perasaan nya ini mulai tak suka dengan keakraban kedua nya, huuh, benar benar merepotkan perasaan orang saja!!
_**Naughty Girl Is My Wife_
Sabtu, 4 Maret 2023**