
'argh,, sakit,, sampun,, tolong berhenti ampun,, Nan, tolong aku ...!' jerit kesakitan nya menggema di malam yang terasa sepi dan sunyi ini
Mahen berusaha melepas kan diri dari belitan tali yang mengikat kuat tubuh nya, hendak menolong diri nya dari perlakuan bejat orang yang entah siapa tidak di kenali nya itu, yang tengah merudapaksa wanita nya
'Keenan, tolong aku,, sakit,,!' jerit nya lagi, akan tetapi ketidak berdaya an Mahen membuat semua terjadi begitu saja, laki laki yang tidak di kenali Mahen itu kini telah berhasil merenggut semua nya dengan paksa
Mahen mencoba memalingkan wajah agar tidak menyaksikan perbuatan kotor itu, akan tetapi dua orang anak buah laki laki bejat itu terus memegangi kepala Mahen agar Mahen terus melihat apa yang tengah di lakukan bos nya terhadap istri nya sendiri
rasa nya begitu sakit, karena dalam keadaan seperti ini Mahen tidak bisa melakukan apa apa untuk membebaskan istri nya dari perlakuan menjijikkan laki laki yang mungkin selama ini menaruh hati kepada istri nya tetapi dia tolak karena dia sudah menerima pinangan dari Mahen sendiri
Malam yang seharus nya menjadi malam yang istimewa untuk kedua nya, akan tetapi tiba tiba laki laki itu datang menghancurkan segala nya
dengan membabi buta pria bejat itu merenggut segala nya, menyisakan luka yang menganga di dalam dada Mahen
suara lenguhan panjang mengakhiri perbuatan tidak ber moral nya, tubuh istri nya sudah terlihat lemas, mata wanita nya nanar menatap langit langit kamar sementara bibir nya terkatup rapat
diri nya menangis tertahan, menjerit pun mungkin sudah tidak bisa dia lakukan.
...°°° ...
samar samar terdengar suara sang Muazin mengumandang kan adzan subuh, laki laki beserta kedua anak buah nya segera bersiap pergi meninggal kan kedua nya dalam keadaan yang begitu kacau berantakan sambil tertawa puas
sebelum pergi salah satu anak buah nya melepas lakban yang menutup mulut Mahen, akan tetapi tidak dengan belitan tali yang mengikat kuat di tiang ranjang
'sekarang kamu rasa kan sendiri akibat nya karena sudah berani melawan aku, Ayla!' ucap laki laki itu sebelum dia pergi meninggal kan kedua nya sambil meludahi wajah nya yang sudah terkapar tidak berdaya
mungkin kah laki laki itu adalah anak tunggal di dalam keluarga nya, bahkan broken home, hingga pantang bagi dia untuk mendapat kan penolakan?
'dasar cowok brengsek,,, akan gue balas semua perbuatan bejat lo!' teriak Mahen dengan lemah
'mau balas gue pakai apa hah? melepas kan diri saja tidak mampu, malah sok sokan mau balas dendam, memang nya bisa?!' ejek laki laki bejat ini sambil menatap mengejek.
Mahen terus memberontak, mencoba melepaskan diri, akan tetapi ikatan yang membelit tubuh terlalu kuat hingga Mahen tidak bisa melakukan nya.
menit berikut nya laki laki bejat itu pergi meninggal kan kamar Mahen, sementara Ayla, diri nya bahkan masih terkapar tidak berdaya juga tidak sadar kan diri.
Mahen terus berusaha mencari bantuan, berteriak meminta tolong namun saat itu kedua nya tinggal di sebuah dusun terpencil, dimana jarak antara satu rumah dengan rumah lain nya bisa beratus ratus meter jauh nya.
Mahen terlihat menatap wajah cantik Ayla yang kini sudah di penuhi luka lebam, ingin menyentuh dan memeluk nya akan tetapi Mahen sendiri dalam keadaan tidak berdaya.
Tuhan, kenapa hidup nya harus seperti ini?
beberapa menit kemudian Ayla terlihat membuka mata perlahan, lalu mengerang kesakitan dan menangis tersedu sambil memeluk lutut nya sendiri
'jangan menangis, Ay, ada aku di sini' ucap Mahen dengan nada parau
diri nya tetap saja tersedu, lalu berteriak histeris dan mengusap kasar permukaan kulit tubuh nya
'aku kotor,, aku wanita kotor,, aku kotor!' jerit nya sambil menangis, dan menit berikut nya dia tertawa terbahak bahak membuat Mahen merasa begitu khawatir dengan keadaan nya
'Istighfar, Ay, Istighfar,, kamu bukan wanita kotor, sayang,, kamu tetap istri nya aku dan selama nya akan seperti itu?' bujuk Mahen, dan ternyata wanita berambut panjang itu langsung menoleh dan menatap Mahen lekat
Mahen berusaha tersenyum, menepis luka yang begitu terasa sakit di dalam sanubari, memberikan isyarat kepada istri nya bahwa dia masih mau menerima dia apa pun keadaan nya sekarang
lagi dan lagi, air mata mengalir deras dari balik kelopak mata indah nya, dan wanita itu segera berdiri, berjalan gontai menuju meja rias lalu mengambil sebilah pisau buah yang ada di atas piring.
'apa yang mau kamu lakukan, Ay, jangan bermain main dengan pisau itu, tolong buang, Ay!' pinta Mahen dengan perasaan khawatir luar biasa.
Ayla kembali duduk di tepi tempat tidur, menatap seprai bertabur kelopak mawar serta melati dengan bercak darah di permukaan nya, lalu menatap wajah Mahen nanar dan kembali menangis tersedu.
'aku kotor, Nan, aku sudah kotor!' pekik nya.
'nggak Ay, kamu nggak kotor,, kamu tetap wanita teristimewa di hati aku,,' ucap Mahen sambil terus memberontak, apa lagi ketika melihat nya yang mulai menggosok kan pisau di kulit nya sambil meracau.
'aku kotor, aku harus membersih kan tubuh ini dari sisa jamahan mereka semua!' ujar nya
'henti kan, sayang, ku mohon,, tolong jangan lakukan itu, aku mohon, aku mencintai kamu, Ay, aku juga akan menerima kamu apa pun yang terjadi,,?' Mahen berusaha mencegah, namun wanita itu terus melakukan aksi nekat nya menyakiti diri sendiri.
tubuh nya kini sudah di penuhi oleh cairan merah, dia meringis kesakitan karena sebagian kulit nya telah terkelupas, akan tetapi wanita itu tetap tidak mau menghentikan apa yang sedang dia lakukan
suara rintih kesakitan Ayla kini mengisi pagi hari yang terasa masih begitu sepi ini
Mahen menjerit histeris ketika tubuh itu terkulai lemas di atas ranjang, dan perlahan dia mengejang, hingga akhir nya tidak terdengar lagi suara rintih kesakitan istri nya
"Ayla aarrgghh,," ujar Mahen lantas terbangun dan langsung terduduk dari tidur nya dengan nafas yang terdengar memburu, melirik ke arah samping yang ternyata malah menyuguhkan kucing imut yang masih tertidur itu, ke mana istri nya itu?
minum air yang sudah tersedia di atas meja, kini laki laki itu pun segera bergegas menaiki anak tangga, saking cepat nya kini laki laki itu bahkan tidak menyadari jika kedua kaki nya menaiki anak tangga langsung dua anak
tidak ingin membuat keributan, kini laki laki itu pun memilih membuka paksa pintu di hadapan nya, melihat nya yang tidak ada di atas tempat tidur, mencari nya ke kamar mandi yang memang ternyata kosong, hingga lantunan ayat suci Al-Qur'an itu terdengar lembut di dalam indera pendengaran nya, membuat Mahen segera mendekati dan langsung masuk karena memang pintu mushalla tidak tertutup dengan rapat, mendapati nya yang tengah mengenakan mukena dan mengaji dengan menghadap kiblat dan membelakangi Mahen, kini laki laki itu pun langsung memeluk tubuh nya tanpa jeda dan tanpa ragu dengan mata terpejam, membuat nya cukup terkejut
"kamu di sini ternyata,, hhh,, aku mencari mu ke mana mana,, hhh,, tapi,, syukur lah,, hhh,," imbuh Mahen yang membuat nya heran
"kamu kenapa,, Keenan ish,, aku jadi batal kan,, karena ulah kamu?" tutur nya yang berusaha memberontak dari rengkuhan Mahen
"nggak,, tetap diam seperti ini,, aku nggak mau kamu pergi,, jangan pergi,, jangan tinggal kan aku,, ku mohon,," tutur Mahen yang masih saja setia memejam kan kedua mata
"aku nggak pergi,, kamu kenapa,, datang sambil ngos ngosan kayak gini, habis lari dari mana,, dari Amerika ke sini?" tanya nya yang terlewat heran
"jangan bercanda,, hhh,, aku mau nya kamu dulu hari ini,," jawab Mahen yang semakin mengerat kan rengkuhan pada nya
"ya sudah ya sudah,, jangan gini,, kamu belum shalat,, lebih baik shalat subuh dulu,, takut keburu habis waktu nya,, heran banget,, datang datang langsung rengkuh dari belakang,, tanpa dosa buat istri batal wudhu lagi,," gerutu nya sambil melipat mukena dan hendak berbalik arah
"kamu mau ke mana,,?" tanya Mahen seraya mencekal pergelangan tangan nya, membuat nya menoleh barang sekilas
"aku mau kembali ke kamar,, kamu juga segera ambil wudhu,, terus shalat gih?" jawab nya yang seraya berjalan
"tunggu ish,, jangan tinggal kan aku Ay,, kamu jangan ke mana mana ya hari ini?" ujar Mahen seraya bergelayut manja pada tangan nya dan meletakkan kepala nya di bahu nya sambil berjalan
"itu nggak penting,, yang penting sekarang lebih baik kamu shalat dulu saja,," jawab nya seraya mendorong Mahen ke dalam kamar mandi
"kamu tunggu dulu di sana,, jangan ke mana mana, aku nggak kasih izin kamu keluar kamar saat ini pokok nya sebelum aku keluar dari kamar juga,," tutur Mahen yang sudah tidak mau di bantah
"Mauza gimana?" tanya nya
"masih tidur di bawah,, nggak usah di ganggu dulu,, biar kan dia tidur sampai siang" jawab Mahen dari dalam kamar mandi
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Ahad, 20 Agustus 2023