
mendengar hal itu, kini berhasil membuat Mahen terdiam dan mengurungkan niat untuk ke kamar sebelum nya, kini menjadi ke halaman belakang rumah, kala melihat nya terdiam sekali gus termenung di sini
"kamu kenapa?" tanya Mahen tanpa basa basi, kala sudah terduduk di samping nya
menyadari kehadiran Mahen di samping nya, namun tak membuat pandangan nya teralih kan, dan masih menatap riakan air mancur di hadapan nya
"gak papa" jawab nya seraya menopang dagu nya dengan tangan kanan nya dan bersandar pada sandaran kursi memanjang ini
"ehm,, biasa nya kalau perempuan bilang nggak papa itu pasti ada apa apa nya lho, bilang, kamu kenapa?" tanya Mahen lagi tanpa ingin menyerah, namun tetap di anggap angin lalu saja oleh nya
"Ay, aku ada salah, iya, aku minta maaf, aku nggak ada maksud buat salah?" ucap Mahen dengan kedua tangan yang menggenggam kedua tangan nya
"kamu nggak ada salah kok" jawab nya dengan menepis tangan Mahen yang masih menggenggam tangan nya
"ya',, ya udah, kalau aku emang nggak ada salah sama kamu,, tapi,, kenapa kamu bete gitu, nggak mau cerita apa sama aku, kamu nggak mau berbagi pikiran kamu sama aku?" tanya Mahen seraya menopang kepala dengan satu tangan di sisi bagian samping kepala nya, dan menatap nya dengan intens
hanya gelengan yang bisa menjadi jawaban nya saat ini, kala kedua mata indah itu enggan untuk membalas tatapan laki laki di samping nya
"apa ini?" tanya nya saat sudah mengumpulkan semua tekad nya seraya menunjukkan flashdisk berwarna hitam ke hadapan Mahen, membuat Mahen tercekat
"kamu,,, dapat flashdisk itu dari mana?" tanya Mahen seraya berusaha mengambil flashdisk di tangan nya dengan lembut, namun diri nya memegang nya dengan erat, hingga Mahen saja tidak bisa mengambil nya
"jawab aku apa ini Keenan?" tanya nya berusaha lembut, seraya berdiri dengan tergesa dan memandangi wajah Mahen yang tengah terdiam dengan mata yang berkaca kaca
'ada beberapa hal yang menurut ku, sebaik nya ku kata kan dengan jelas pada nya, mengenai hubungan kita, aku sudah mempertimbangkan nya selama beberapa hari ini, bahkan jauh sebelum ini, selama ini, kita seperti nya telah menjadi orang yang paling memahami satu sama lain di dunia ini, namun, aku sadar, bahwa kita telah salah, mungkin kita hanya tidak sengaja, atau bahkan hanya menuruti kemauan dari orang tua kita masing masing, mengikuti kesalah pahaman orang lain, mungkin juga itu hanya sebuah kebiasaan, kita telah salah paham, atas hubungan di antara kita, aku tidak tahu apa yang dia pikir kan, namun, mungkin saja rasa suka yang dia rasa kan, juga hanya lah sebuah salah sangka, setidak nya dalam hati ku, aku tidak pernah merasa, bahwa kita bisa menjadi pasangan sebelum nya, jadi, ku harap kelak, perasaan nya terhadap ku, jangan sampai melebihi batas lagi, selain itu, saat ini sudah ada orang yang aku sukai, jadi, kelak kita berdua, juga harus menjaga jarak'
"entah apa maksud dari pembicaraan kamu yang ini, tapi,, ku rasa kamu memang benar, maaf,, atas kesalah pahaman yang pernah terjadi, secepat nya aku akan membuang rasa itu" ucap nya
tepat saat rekaman tersebut selesai di main kan oleh nya, kini Mahen terlihat menggeleng dengan tergesa dan mengikuti nya berdiri
"nggak Ay, itu bukan seperti apa yang kamu bayang kan, itu bukan buat kamu, bukan tertuju untuk mu" ucap Mahen seraya memegangi lengan atas nya
"sudah lah, nyata nya aku yang memang ada di posisi itu Keenan, yah, kamu benar, seharus nya kita memang saling menjaga jarak sejak awal" tutur nya seraya melangkah pergi tanpa mau menoleh meski Mahen telah beberapa kali memanggil nama nya
"Ay,, Ay,, aku mohon,, dengar kan penjelasan aku terlebih dahulu,," imbuh Mahen yang sudah sampai melewati ruang keluarga, membuat kedua orang tua masing masing yang mendengar kini berdiri dengan segera, kala melihat Mahen mengejar nya
"ada apa dengan kalian, apa kalian sedang menghadapi masalah?" tanya Ayah kala melihat nya sudah menutup pintu kamar atas, membuat Mahen mau tidak mau berhenti sejenak di ruang keluarga
"nggak ada Yah, hanya kesalah pahaman,," jawab Mahen seraya menunduk
"maaf Ma, Pa, jika Mahen sudah membuat nya marah dan tersinggung?" ucap Mahen kala melihat kedua orang tua nya yang tengah memandangi nya dengan kebingungan
"nggak masalah Mahen, selesai kan lah masalah kalian, ini biasa dalam rumah tangga, namun kamu harus bersabar dalam menghadapi sikap nya" jawab Papa yang memang di angguki juga oleh Mama
"iya Pa, Ma, aku pasti bersabar" jawab Mahen
"akh iya Hen, besok pagi, kami harus pamit" ucapan Ayah kini kembali membuat Mahen lagi lagi mengurungkan niat untuk segera menemui nya di kamar
"kenapa secepat ini Yah?" tanya Mahen seraya memandang ke arah keluarga nya
"ya udah Pa, Ma, Yah, Bund, kalau gitu, Mahen pamit ke kamar duluan, kalian istirahat lah" pamit Mahen yang di angguki oleh semua nya, kemudian kembali berjalan dengan tergesa ke arah kamar
membuka pintu kamar yang nyata nya tidak di kunci oleh nya, kemudian masuk ke dalam, hingga mendapati nya tertidur pulas di atas sofa, membuat laki laki ini tersedia diam diam, bahkan dia sendiri sudah salah sangka terhadap istri nya, kira nya istri nya itu akan marah besar dan mengunci diri nya sendiri di dalam kamar, namun nyata nya tidak, perempuan itu bahkan masih marah dengan anggun
memilih mengganti pakaian dan bersih bersih di ruang ganti, hingga laki laki ini terlihat menghampiri nya yang sudah tertidur dengan nyenyak nya di atas sofa
hingga senyuman Mahen pun semakin melebar kala menyadari kegelisahan sang istri dalam tidur, sangat terlihat jelas jika perempuan ini hanya berpura pura tidur, tidak benar benar tertidur
"kalau tidur kamu cantik banget deh?" ucap Mahen seraya menyapu alis tebal nya dengan jari telunjuk, membuat nya semakin merasa gelisah
"kamu harus tahu, itu sengaja aku lakukan, rekaman itu pasti kamu dapat dari laci nakas kan, aku memang sengaja kok, menyimpan nya di sana" imbuh Mahen yang masih saja setia dengan bermain di alis nya
"agar kamu mendengar nya, maaf, jika aku sudah membuat kamu nggak nyaman dengan hal itu, seperti yang kamu bilang,, sesuatu tidak akan pernah terjadi tanpa sebuah alasan,," lanjut Mahen lagi yang kini berhasil membuat nya mau tak mau harus membuka kedua mata nya kembali
"maksud dari pembicaraan kamu apa?" tanya nya seraya beranjak duduk di atas sofa
"hmmm, nggak papa, sudah ku duga, kamu belum tidur" jawab Mahen dengan tersenyum
"sesuatu tidak akan pernah terjadi tanpa sebuah alasan, kamu menguping pembicaraan aku sama Kania siang itu yah?" tanya nya kala mengingat
"nggak, nggak semua nya maksud nya, hanya kata itu saja yang aku ingat, dan buat aku tersadar jika istri aku ini sebenar nya orang yang puitis" jawab Mahen lagi
"hhhhh, nggak jelas, kalau kamu masih belum jelas kan juga dengan apa yang kamu lakukan itu, aku akan marah sama kamu" ujar nya seraya melangkah ke arah tempat tidur
"iya iya,, jangan gitu dong, baiklah, akan aku jelas kan,, sebenar nya,, aku cukup bingung, aku mau tahu, apa istri aku sudah mencintai aku atau kah belum, jadi, aku buat rekaman itu, sengaja aku simpan di dalam laci nakas, agar kamu dapat mendengar nya, tanpa aku tunjukkan tentu nya, kamu lihat, maaf, jika aku memang berlebihan untuk ini, tapi makasih juga, tangis kamu menyadar kan aku akan rasa senang yang selama ini aku penasaran, akhir nya aku tahu,, jika kamu, memang sudah mencintai aku" jelas Mahen dengan rasa senang
"nggak, aku nggak suka sama kamu, siapa bilang aku suka sama kamu" jawab nya seraya menarik selimut dan kembali berbaring di tempat tidur
"jangan gitu dong yang, terus kenapa kamu nangis, kalau kamu memang nggak suka sama aku?" tanya Mahen dengan menggoda
"terharu aja, suara kamu bagus" jawab nya singkat
"emmm, masa si, perasaan biasa aja deh ucapan aku?" tanya Mahen yang berusaha memeluk istri nya dan ikut membungkus diri dengan selimut yang sama dengan nya
"sayang, kamu beneran udah tidur, aku mau,,," ucapan Mahen yang terpotong
"dah lah Nan, kamu bisa diem nggak sih, aku tuh mau tidur, sekali aja, jangan kamu gangguin!!" seru nya seraya kembali duduk dan kemudian kembali terbaring lagi
"maaf sayang,, aku hanya mau,,," lagi lagi, ucapan yang akan Mahen lontar kan terpotong oleh nya lagi
"jangan panggil aku dengan kata itu, geli tahu nggak!!" ujar nya yang terlewat kesal dan membuat Mahen terdiam
_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Ahad, 16 Juli 2023**