That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



rembulan malam bersinar begitu terang, membuat nya mengingat masa lalu nya bersama dengan seseorang yang pernah hadir dengan peran yang begitu berarti dalam hidup nya meski dengan perlahan, ingatan nya kembali pada kejadian delapan tahun silam, kedua kaki yang menyilang itu kini memangku sebuah buku harian, juga dengan tangan kanan nya yang memegang sebuah ballpoint, padahal hari sudah menunjukkan tengah malam yang kian waktu kian melarut dalam hembusan angin malam, namun hal itu rupa nya tidak memudar kan niat nya untuk merenung dan menulis di buku harian nya


diri nya tidak tertidur, entah mengapa,,, hati nya tiba tiba merasa sakit, apa lagi setiap menulis kata demi kata di dalam buku tersebut, sebuah buku yang menjadi saksi bisu, atas hadir nya kasih sayang kedua nya, sebuah buku yang tahu banyak perihal kedua nya,, yah, malam ini, diri nya kini teringat dengan mas Gus, entah mengapa, di setiap hembusan angin malam, kini membuat nya mengingat akan sesuatu yang bersangkutan dengan mas Gus


diri nya yang terus menulis dengan seketika tersenyum tipis, kala mengingat sesuatu yang berhasil mengingat kan nya akan sosok yang begitu di sayangi nya


boneka tupai, yaah, boneka hasil dari hadiah di hari ulang tahun nya tiga pada saat diri nya masih berusia 3 tahun


diri nya yang saat itu berusia 3 tahun tersenyum kala melihat kue tart ulang tahun 3 tingkat, bahkan kue nya lebih tinggi dari tubuh nya yang mungil kala itu


'dek,' panggil seorang anak laki laki yang tak lain adalah Gustian, mas nya sendiri, dengan kedua tangan ke belakang mengumpati sesuatu benda agar tak dapat di lihat oleh nya


'iya mas Gus, kenapa, ahh, mas,, lihat lah, kue nya sangat tinggi!!' seru nya dengan antusias


'xixi,, itu kue nya nggak terlalu tinggi sayang, kamu nya aja yang kependekan,,' jawab Gustian seraya terkekeh melihat sang adik yang tiba tiba cemberut karena jawaban yang di lontar kan


'sudah,, jangan marah, mau hadiah nggak?' tanya Gustian berusaha mengalih kan pembicaraan, karena tak tega melihat sang adik terus cemberut ke arah nya


diri nya yang mendengar kata hadiah di lontar kan oleh sang kakak pun kini mengangguk dengan antuasias juga dengan mata berbinar


'nih, buat kamu,,?' ucap Gustian seraya mengulur kan kotak hadiah kepada adik kesayangan nya


diri nya pun mengambil nya, lalu melompat lompat kesenangan karena mendapat kan hadiah dari sang kakak


'asyiik,, makasih mas?' ucap nya yang merasa begitu senang dengan senyuman lebar nya


'sama sama adik manis, semoga kamu suka yah?' jawab Gustian dengan mengelus lembut pipi kanan nya


'boleh Azza buka mas?' tanya nya dengan terbata karena memang baru bisa berbicara


'yaah, buka lah, kita duduk sini aja' jawab Gustian dengan menunjuk rumput rumput yang tengah menjadi pijakan kedua nya saat ini


'tapi kan kotor mas, takut Mama Papa marah?' tanya nya yang terlihat ragu


'nggak masalah, biar terkesan mewah' jawab Gustian yang membuat nya bingung dengan ucapan nya


'sudah,, nggak usah di pikir kan, kita duduk saja, kamu buka, dan lihat isi nya, itu khusus mas beli kan buat kamu dengan hasil dari tabungan nya mas' bisik Gustian seraya menarik nya hingga terduduk


mendengar hal itu, kini berhasil membuat nya mengangguk dan segera membuka kotak hadiah yang sang kakak berikan


hingga kedua mata bulat itu kini kembali berbinar, kala melihat isi nya


'boneka tupai, aku suka ini!!' seru nya yang sudah begitu lama mengingin kan boneka tersebut sambil memeluk nya dengan sayang


'kamu jaga baik baik yah tupai nya, kalau kamu kangen sama mas, kamu bisa melihat nya dan memandangi nya, mas nggak sengaja mendengar Mama dan Papa yang akan mengirim kamu ke Amerika, jadi,, semoga ini bisa membuat mu lebih tenang di sana tanpa mas' tutur Gustian yang sebelum nya sudah mengetahui seluk beluk diri nya yang akan pergi


'iya mas, aku pasti jaga dia' jawab nya


'mas, dia laki laki kayak mas, atau perempuan kayak aku?' tanya nya dengan polos, membuat Gustian kini lagi dan lagi terkekeh dengan tingkah laku nya saat kecil


'kenapa kamu tanya kan hal itu?' tanya Gustian dengan tersenyum hangat


'aku kasih nama, biar nggak tertukar sama yang lain' jawab nya dengan polos


'xixi,, kamu tahu kata tertukar dari mana?' tanya Gustian yang terus menerus terkekeh


'jawab aja, dia laki laki atau perempuan kah?' tanya nya yang mulai kesal


'ya sudah, karena boneka ini pemberian dari mas, maka mas putus kan dia laki laki, mas kasih nama deh, nama nya Dante' tutur Gustian yang membuat nya tersenyum


"Dante,," gumam nya dengan tersenyum tipis meski diri nya tidak melihat boneka itu di sisi nya


hingga ingatan nya pun kembali tertuju pada seseorang yang tiba tiba singgah di hati nya saat ini


'mas,, jawab aku,, harus kah aku mempertahan kan hubungan ini?'


'apa penurut mas,, dia memang laki laki yang baik dan tepat buat aku?'


'jika iya,, mengapa aku harus merasakan ini di kala aku berusaha untuk membuka hati untuk nya?'


'aku dilema mas,, aku benar benar dilema,, aku bingung harus apa,, aku bingung harus bagaimana?'


...°°° ...


pagi ini, semua nya terlihat sarapan pagi bersama, tidak ada pembicaraan di antara semua nya, hanya fokus dengan makanan dan pikiran masing masing


"Ay,, kamu kenapa, kok makanan nya kamu diemin, kamu sakit, mau cek ke dokter?" tanya Kania yang melihat nya hanya memain kan makanan di hadapan nya


"akh,, aku nggak apa apa Nia, hanya sedikit kecapekan aja, mungkin istirahat sebentar bisa buat badan aku pulih" jawab nya sambil memaksa kan senyum nya


"Ay,, kalau ada apa apa, kmu bilang yah, kakak nggak mau kamu kenapa kenapa?" tutur kak Aisha dengan mata yang terlihat menyipit ke arah nya


"hmm,, iya kak, kakak tenang saja yah, aku baik baik saja kok" jawab nya


"kamu beneran nggak apa apa dek, itu wajah kamu aja pucat banget lagi?" seru kak Sandi dengan sangat terlihat jelas rasa khawatir terhadap nya


"iya kak, aku beneran deh, nggak apa apa, paling paling juga kecapekan,, aku istirahat aja kayak nya mendingan" jawab nya


"Ay,, aku serius lho sama kamu, itu muka kamu aja pucat kayak gitu masih bisa bilang baik baik saja, gimana sih, lebih baik kamu istirahat aja deh" ujar Bagas


"nggak apa apa Agas, ini udah biasa aku alami kok, aku kelelahan aja,, Hoek,," jawab nya terpotong dengan mual yang tiba tiba saja datang, membuat nya sontak ke kamar mandi di dekat dapur


Hoek,,, Hoek,,,


diri nya terus muntah di depan wastafel kamar mandi ini, hingga tak lama kemudian diri nya merasa kan pijatan lembut dari tengkuk nya, juga tangan kekar yang tengah memeluk erat tubuh nya


"huuh,,, huuh,,, huuh,,," napas nya terdengar memburu kala diri nya berhenti muntah, kemudian kembali berdiri dengan tegak, hingga kedua netra nya melihat jelas Mahen dengan segala kekhawatiran yang tersirat dari raut wajah nya


"pasti karena malam kamu terus terusan di luar, sebaik nya kamu istirahat saja di kamar, biar aku panggil kan Om Khalif ke sini,," tutur Mahen


"ng,, nggak usah Nan, a',, aku baik baik saja, mungkin kurang minum vitamin, jadi lemes banget" jawab nya


"ya sudah,, aku antar kamu ke kamar, istirahat yang cukup, jangan banyak pikiran, tidur aja" jawab Mahen yang sudah tidak bisa di bantah lagi oleh nya


"nggak Nan, aku nggak enak kalau meninggal kan semua nya,,," ucap nya yang berusaha keras untuk tidak meninggal kan teman teman nya, namun melihat tatapan tidak setuju dari Mahen, membuat nya harus meyakin kan kembali


"nanti saja, jika mereka sudah pulang,, aku akan istirahat di kamar" putus nya yang di tanggapi anggukan paksa oleh Mahen sendiri


'apa yang terjadi sama aku semalam, kenapa pagi ini aku terbangun dari tidur sudah di kamar saja, padahal niat hati ingin tidur dengan Kania?' batin nya di sepanjang perjalanan menuju meja makan


"kamu nggak apa apa Ay, kamu muntah tadi,, apa kamu baik baik saja?" tanya kak Aisha seraya beranjak dan menghampiri nya kemudian membantu nya duduk dengan perlahan di tempat semula


"hmm, insya Allah aku nggak apa apa kak, mungkin hanya kecapekan biasa, nanti juga sembuh" jawab nya yang membuat kak Aisha mengangguk meski masih merasa kurang yakin dengan jawaban yang di lontar kan nya


_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Ahad, 23 Juli 2023**