That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



"aku sudah selesai membaca ayat ayat nya, sekarang kamu tiruin aku, apa yang tadi kamu simak pahami dan resapi,, aku mau dengar" tutur Mahen seraya memandangi wajah nya


melihat diri nya yang mengenakan mukena di pagi hari ini jujur, itu benar benar mengangguk pikiran Mahen sendiri, bagaimana tidak mengganggu, diri nya yang biasa nya mengenakan kerudung jika biasa nya, namun berbeda hal nya dengan sekarang yang ada di hadapan Mahen, perempuan ini kini mengenakan mukena brokat mahar dari Mahen sendiri, namun yang menjadi masalah, Mahen yang harus selalu berusaha untuk tidak salah fokus pada apa yang sedang di kerjakan oleh kedua nya saat ini


kedua telinga Mahen pun mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an di detik kemudian, yang berasal dari mulut nya


hal yang mungkin membuat Mahen cukup merasa heran, perempuan ini bahkan mempunyai suara yang cukup bagus untuk mengaji, namun mengapa diri nya masih saja merasa tidak bisa melantunkan ayat suci Al-Qur'an


jujur, mungkin memang ada beberapa dari ayat yang di baca nya dengan salah, namun tidak bisa di pungkiri, jika diri nya cukup mudah untuk di ajar kan, selain pikiran nya yang cepat dalam memahami dan menanggapi sesuatu, mulut nya juga tidak terasa berat dalam mengucap kan setiap huruf yang ada dalam Al Qur'an


"shadaqallahul azhim,," ucap nya saat setelah selesai membaca dan melantun kan ayat ayat tersebut


melihat hal itu, kini berhasil membuat Mahen tersadar dari lamunan nya, membuat laki laki itu menggeleng pelan


"kamu kenapa,,?" tanya nya yang menangkap basah Mahen menggeleng pelan, membuat nya heran saja


"nggak apa apa,, kata nya kamu nggak bisa mengaji,, minta di ajar kan juga,, tapi itu bacaan nya sudah bagus kok, tinggal makhorijul huruf nya saja yang kurang pas sedikit lagi,,?" tanya Mahen yang semakin membuat nya merasa lebih tidak percaya diri


"kamu jangan coba coba buat mengejek aku ya, bagus dari mana nya coba, aku masih belepotan gini ngaji nya kok kamu bilang bagus sih, aneh banget,,?" seru nya yang merasa jika Mahen memang ingin menggoda nya saja


"ih ini beneran aku bukan mau mengejek kamu, kamu kan bisa menyanyi suara kamu cukup bagus juga, pasti mengaji juga gitu kan,,?" tanya Mahen mengingat kan dan di kala teringat juga dengan hari pertama pernikahan dengan nya


mendengar hal itu kini semakin membuat nya malu, benar kah suara yang dimiliki oleh nya memang bagus, atau bahkan ini hanya lah pujian semata saja, agar diri nya lebih bersemangat lagi dalam melatih kajian nya


"aarrgghh,, sudah lah stop,, berhenti mencoba bercanda denganku, sekarang kata kan, dari mana aku salah dalam membaca dan melantun kan ayat nya,,?" tanya nya di kala merasa pikiran nya ikut travelling ke arah arah yang tidak seharus nya


"hhhhh,, ya sudah, untuk saat ini, menurut ku kamu harus banyak belajar melatih suara kamu, agar kamu bisa menyebut kan huruf Kho dan menyebut kan makhorijul huruf ikhfa,, begitu saja,," jawab Mahen yang mulai mengalah


"hmm,, ya sudah, aku akan banyak belajar mulai sekarang,, kamu,,," ucapan nya terpotong, di kala Mahen dengan tanpa dosa nya mencium kening nya dengan khidmat


"kamu apaan sih,, aku kan masih mau belajar,, jadi batal kan gara gara kamu ish,,!!" seru nya dengan memandangi wajah Mahen dengan tatapan tajam nya


"sudah dulu belajar nya,, bacaan kamu tadi salah, jadi aku cium,," jawab Mahen dengan tersenyum tipis ke arah nya


"ish,, tapi tetap saja, kan aku juga belum benar benar bisa,, masih harus banyak belajar,, kamu malah buat ulah sih,," jawab nya lagi


"iya,, ngomel saja terus,, aku,," ucapan Mahen terhenti di kala


"Hoek,,, Hoek,,, Hoek,,," di kala mendengar nya membekap mulut nya kemudian berlari dengan segera ke arah kamar mandi setelah membuka mukena yang di kenakan nya sebelum nya


"huuh,, huuh,, huuh,," melihat istri nya muntah di depan wastafel, membuat Mahen memeluk nya dengan erat dari belakang, kedua tangan laki laki itu kini tidak tinggal diam, menyatu kan gulungan rambut nya yang terlihat menjuntai dan berusaha meniup puncak kepala nya, berusaha membuat nya tenang


"kamu kenapa,, apa kamu ada salah makan selama ini?" tanya Mahen di kala melihat nya sudah selesai muntah dan berbalik menghadap Mahen


"entah lah Nan,, aku rasa aku nggak ada salah makan atau apa pun itu,, tapi,, ish,, rasa nya mual banget,," jawab nya dengan menggeleng lemas


"hari ini kamu jangan dulu pergi ke universitas deh,, istirahat saja di rumah, nanti biar aku bilang jika kamu izin nggak masuk sama Kania, biar dia sampai kan sama dosen kalian" putus Mahen yang membuat nya cukup terkejut


"nggak Nan, aku baik baik saja,, aku akan pergi ke universitas hari ini,, ada tugas yang harus aku kumpul kan saat ini" jawab nya


"jangan dulu,, ini perintah dari suami,, kamu harus menurut, sekali nggak tetap nggak,, jangan ngeyel terus deh Ay,, aku benar benar khawatir sama kamu?" ucap Mahen yang seraya memegangi kedua bahu nya dan mendudukkan kedua nya tepi tempat tidur


"tapi Nan, tugas aku gimana,, aku baik baik saja kok, serius deh,," jawab nya yang masih saja mengelak


"biar tugas kamu aku yang bawa, nanti aku kasih sama Kania biar dia sampai kan sama dosen kalian hari ini kalau kamu nggak bisa masuk,," jawab Mahen lagi


"hhhhh,, kepala nya pasti pusing ya,, mau aku pijitin nggak,,?" tanya Mahen yang melihat nya sedikit lemah


"sedikit pusing sih,, tapi nggak apa apa, aku hanya butuh istirahat, paling nanti juga sembuh lagi" jawab nya


"apa aku nggak masuk juga ya hari ini,, aku rawat kamu di rumah saja,,?" gumam Mahen lagi


"nggak usah,, nggak apa apa Nan, kamu masuk universitas saja hari ini, aku mual paling paling juga hanya masuk angin saja,," jawab nya


"tapi,, kamu kan belum sarapan,, lantas apa yang kamu keluar kan tadi?" tanya Mahen yang merasa sedikit heran


"hanya air liur saja, mungkin karena aku kebanyakan minum air semalam, jadi buat aku muntah tanpa makanan" jawab nya yang sebenar nya ikut menjadi penasaran juga


"begitu,, ya sudah,, lebih baik kamu istirahat saja di sini, jangan ke mana mana, pakai selimut biar nggak makin masuk angin,, aku siap siap ke universitas kalau gitu,, oh iya,, aku ke universitas,, mau di beliin apa jika nanti aku pulang?" tanya Mahen dengan beruntun


"nggak usah juga nggak apa apa, makasih, tapi,,, hari ini aku masak saja,, kamu juga kan belum sarapan,,?" tanya nya bernegosiasi


"nggak, aku sarapan di kantin universitas saja sama anak anak, kamu nggak boleh banyak gerak pokok nya, nih, laptop, ponsel, sama buku aku simpan di atas tempat tidur saja, biar kamu mudah mengambil nya,," imbuh Mahen


_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Selasa, 8 Agustus 2023**