That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



"kamu kenapa muntah terus sejak kita sampai di sini si,, apa kah kamu ada salah makan,, kita periksa ke dokter ya,,?" pertanyaan beruntun itu tidak bisa di hindari nya dari Mahen yang memang sudah merasa begitu khawatir sejak pertama kali kedua nya sampai di rumah ini


"nggak akh,, aku baik baik saja kok,, kamu jangan khawatir Nan,, hanya mual saja,, ini pasti masuk angin biasa,, lagi pula,, sebentar lagi pasti akan sembuh kok,, jika aku beristirahat dengan baik,," jawab nya yang menyadari jika Mahen tengah mengoles kan minyak angin aromatherapy pada tengkuk dan tubuh yang mungkin di perlu kan dan dapat mengurangi resiko mual nya di atas tempat tidur


"baik baik saja gimana,, masuk angin kok berkepanjangan begini,, nggak mungkin nggak ada apa apa nya,, apa kamu ada salah makan ya?" ujar Mahen yang merasa heran dengan nya yang terus bilang jika kondisi fisik nya baik baik saja, padahal laki laki ini merasa ada yang salah dengan diri nya


"apa yang salah dengan fisik kamu ya Ay,, perasaan kamu nggak ada telat makan,, oh,, aku baru mengingat nya,, semalam kamu yang nggak mau makan bukan,, mungkin karena itu kamu menjadi masuk angin berkepanjangan begini,, bukan kah semalam sudah ku bilang ish,," dumal Mahen yang terus mengomeli nya


diri nya yang masih merasa lemas pasca memuntahkan banyak makanan pun akhir nya hanya bisa terdiam tanpa melawan atau sekedar menjawab omelan dari Mahen


"sekarang kamu istirahat dulu,, aku ke bawah dulu,, ambil teh hangat buat kamu,, jangan banyak bergerak dengan tiba tiba,, inti nya jangan banyak gerak untuk sekarang,," tutur Mahen yang seraya berdiri dan berlalu pergi


entah mengapa,, hari ini,, diri nya merasa begitu lemas,, bahkan kepala nya pun ikut merasa sakit,, bahkan rasa tidak nyaman dengan keadaan tubuh nya pun kini tidak bisa di hindari lagi,,


hingga suara pintu kamar yang terbuka dan menampil kan Mahen dengan segelas air teh hangat yang seraya berjalan dengan perlahan ke arah nya


"di minum ya Ay,, emm,," tutur Mahen seraya menyimpan nampan di atas meja nakas


"kenapa Nan,,?" tanya nya yang melihat Mahen terlihat bingung terutama setelah laki laki itu tiba di dalam kamar ini


"emm,, Papa ajak aku untuk menyurvei proyek yang ada di sini,, bagaimana dengan itu?" tanya Mahen lagi yang berhasil membuat kening nya mengerut bingung


"lho,, kata nya kamu mau pimpin salah satu perusahaan Ayah,, jika kerja nya sama Papa lantas akan seperti apa nanti di kantor Ayah,,?" tanya nya yang merasa bingung


"nggak masalah Ay,, aku bisa kerja di mana saja,, lagi pula,, sekarang aku di sini,, rumah kita juga cukup dekat dari sini,, aku memilih yang mudah saja,," jawab Mahen "tapi masalah nya bukan itu,," lanjut Mahen


"lalu apa?" tanya nya yang melihat Mahen mulai menggenggam erat kedua tangan nya


"Ayah mengajak aku untuk melihat proyek nya saat ini juga,, tapi kan aku sedang khawatir sama kamu,," tutur Mahen dengan memandangi nya intens


"hmm,, nggak apa apa kok Nan,, aku baik baik saja,, ini makasih banyak teh nya,, nanti aku minum,, kamu ikut saja sama Papa,, tidak perlu mengkhawatirkan keadaan aku,," tutur nya


"tapi,, jika nanti nya kamu butuh apa apa bagaimana,,?" tanya Mahen lagi yang malah terlihat ragu, membuat nya senyum nya mengembang


"tidak masalah,, di sini aku juga nggak sendiri jika kamu lupa Nan,, ada Mama juga yang menemani aku di sini,, aku bisa meminta tolong sama Mama nanti,," jawab nya


"kamu yakin,, aku sungguh takut jika kamu kenapa kenapa,,?" tanya Mahen lagi yang beralih mengarah kan tangan kanan nya menyentuh dan mengelus pipi kiri laki laki ini


"ya sudah kalau begitu,, kamu baik baik di sini ya,, kalau ada apa apa jangan lupa untuk memberi tahu ku,,?" tutur Mahen yang kentara sekali merasa khawatir dengan nya


"iya,, nanti aku akan kabari kamu kalau ada apa apa,," jawab nya dengan tersenyum tipis


"ya sudah kamu tunggu di sini aku mau siap siap dulu ya?" izin Mahen yang di angguki oleh nya sendiri dan kemudian melangkah menuju kamar ganti


melihat kekhawatiran yang tersirat dalam diri Mahen kini berhasil membuat nya cukup senang,, namun diri nya tidak berniat untuk menyembunyikan semua rasa sakit pada tubuh nya,, hanya saja,, diri nya tidak ingin membuat Mahen semakin terbebani dengan memikir kan keadaan nya


tak lama kemudian,, terdengar suara klakson mobil dari arah luar,, mungkin itu suara klakson mobil Papa,, pikir nya


hingga suara pintu terbuka pun di dengar nya,, memperlihatkan Mahen dengan setelan jas kantor yang tengah berjalan ke arah nya,,


"tampan banget,, suami nya siapa si?" tanya nya dengan tersenyum lembut, namun malah membuat Mahen merasa heran


"suami nya Ayla,, kamu yakin,, izin kan aku untuk menemani Papa survei?" tanya Mahen lagi berusaha mengabaikan rasa heran terhadap sang istri


"heem,, sudah,, Papa mungkin sudah menunggu di luar,, tadi juga suara klakson mobil nya sudah terdengar,, mungkin sudah menunggu,," jawab nya


"hhhhh,, baiklah,, kamu hati hati di rumah ya,, aku akan segera kembali?" pamit Mahen yang menerima ciuman tangan dari nya


"hmm,, iya,, kamu juga hati hati di jalan,, jangan terlalu mengkhawatirkan aku,, aku akan baik baik saja,," jawab nya


"hmm,, aku berangkat ya sayang,, cup,, assalamualaikum?" ucap Mahen setelah mengecup puncak kepala nya singkat dan kemudian mulai melangkah keluar dan menutup pintu kamar setelah mendengar jawaban salam dari nya


diri nya kembali memperbaiki posisi duduk nya, menarik selimut hingga sebatas pinggang,, terdengar suara mesin mobil Papa yang mungkin sudah melesat pergi


...***...


lama terdiam di dalam kamar ini,, rupa nya berhasil membuat rasa bosan nya hadir menghampiri nya,, hanya terdiam memaku sambil memikir kan apa yang melanda nya akhir akhir ini,, entah mengapa rasa nya begitu pusing,, kepala nya begitu terasa berat,, perut nya bahkan selalu merasa kian tak nyaman dari sebelum nya,, entah apa yang salah dengan tubuh nya,, mungkin kah masih mabuk perjalanan,, tapi,, itu tidak mungkin terjadi karena mungkin jika mabuk perjalanan pasti hanya sebentar,, bahkan rasa mual itu selalu saja menghampiri pagi nya, apa lagi jika diri nya selesai sarapan,, itu akan sangat merasa mual,, mungkin kah diri nya,,,?


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Rabu, 13 September 2023