That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
Naughty Girl Is My Wife



Mendengar hal itu, kini hanya berhasil membuat Mahen terdiam, kemudian mulai beranjak dari hadapan nya, kala menyadari sesuatu, berjalan keluar kamar dengan langkah panjang nya


"ck,, dasar laki laki aneh,, Hatch,, ini lagi,, Hatch,, cegukan,, Hatch,, kenapa datang Hatch,, datang lagi Hatch,, ya,, Hatch,, mana hidung Hatch,, juga gatal,, Hatch,, lagi,," ucap nya dengan tangan yang menggosok hidung luar nya yang memang masih terasa gatal, padahal diri nya sudah berusaha menyembuhkan nya dengan inhaler saat di kamar mandi tadi? Pikir nya


***


"coba kamu seduh kan teh jahe yang seperti Om katakan malam itu Mahen, barang kali teh itu bisa menjadi perantara kesembuhan istri kamu" saran dari Om Khalif terus terngiang di ingatan Mahen, kala laki laki ini merasa tidak tenang dengan pikiran nya


"setelah kamu menyuruh nya untuk meminum obat yang Om resep kan, coba kamu kasih dia minum teh jahe, setelah itu saran kan dia untuk segera istirahat" saran demi saran yang di ucap kan oleh dokter kepercayaan kakek nya seperti nya memang tidak pernah Mahen lupa kan bahkan meski kedua tangan nya terlihat masih ragu ragu dalam membuat secangkir teh jahe, namun laki laki itu tidak terlihat terbebani dalam aktivitas nya saat ini


menutup cangkir yang sudah terisi teh jahe di dalam nya, meraih plastik obat yang sempat tertinggal, kemudian kembali menaiki anak tangga


satu hal yang di lihat laki laki ini kala pintu kamar sudah terbuka lebar, Ayla, diri nya dengan posisi yang masih sama, masih asyik dengan laptop juga buku dan gitar di samping nya, jangan lupa kan cemilan yang sempat menemani nya lima menit lalu, namun melihat piring yang kosong tidak membuat Mahen heran, perempuan memang banyak kesenangan mengemil makanan ringan kan?


"gue minta maaf, tadi gue kelewat panik karena lihat lo bersin terus terusan, padahal cuman makan sepotong sandwich sama gue, itu juga tadi pagi, jadi gue buru buru beliin obat, resep dari dokter kepercayaan kakek, nih, minum dulu obat nya?" ucap Mahen berusaha menjelas kan, namun berhasil menyisakan kerutan pada kening nya


"Hatch,, lo kenapa deh, Hatch,, aneh banget hari ini, Hatch,, lo nggak lagi sakit kan?" seru nya yang terlihat waspada sambil hendak menyentuh kening Mahen, padahal dia sendiri yang sakit?


"lo mau apa, lo aneh deh?" ujar Mahen mengambil alih tangan yang hendak menyentuh kening nya itu


"Hatch,, hello, Hatch,, harus nya yang tanya Hatch,, itu gue,, Hatch,, lo yang Hatch,, yang kenapa, tumbenan hari ini Hatch,, banyak kata, Hatch,, dah insyaf lo Hatch,, dari planet Uranus,, Hatch,,?" tanya nya dengan tanpa dosa


"perasaan dari kemarin juga sama lo memang udah banyak kata kali, apa lo nya aja yang nggak sadar ya, masa lo nggak sadar sih, tapi,,, kemarin malam kan lo memang abis mimpi buruk,, jadi,, wajar juga kalau lo nggak sadar" batin Mahen dengan menatap dalam diri nya yang kebingungan sendiri


"lo Hatch,, lo kenapa sih, akhir akhir ini Hatch,, lo aneh tahu nggak, Hatch,, atau jangan jangan,,, Hatch,," ucapan nya menggantung kala menyadari sesuatu


"udah deh, lo tuh jangan banyak tanya, lebih baik sekarang lo minum dulu nih, teh jahe, tadi lo bilang hidung lo sakit kan, bersin bersin lagi, nih, barang kali ini bisa bantu redakan gatal di hidung lo?" ujar Mahen seraya mengulurkan tangan nya yang memegangi secangkir teh jahe pada nya


"ck,, iya iyaa, Hatch,, dasar bawel!!" ucap nya dengan mencibir namun dengan menerima uluran cangkir itu, bisa lebih panjang lagi urusan nya kalau gadis itu tidak menuruti kemauan laki laki ini,, pikir nya


"lo Hatch,, lo pasti ada mau nya kan, Hatch,, jujur aja sama gue!!" seru nya dengan mendesak saat setelah meminum setengah cangkir teh jahe pemberian Mahen, dan kembali berkata agar Mahen mengaku


"iya iyaa,, gue ngaku, sejak lo sakit, nggak ada yang masakin gue, nggak ada yang beres beres rumah juga, gue cukup terbebani beresin rumah se gede gini sendirian" jawab Mahen mengalah


"ck, jadi Hatch,, selama ini lo nikahin gue cuman mau jadiin gue babu lo, Hatch,, pantesan aja semudah itu Hatch,, lo bisa terima perjodohan Hatch,, dan bersedia ucapin ijab Kabul Hatch,, buat gue, jujur ya nan, Hatch,, padahal awal nya gue heran sama lo, Hatch,, kenapa lo mau terima gitu aja perjodohan nya Hatch,, lo kan nggak tahu gue lebih dan kita nggak saling cinta Hatch,," omel nya yang di nikmati oleh Mahen sendiri karena berbicara terputus putus di sertai bersin, membuat hidung nya makin memerah, namun aneh nya, Mahen malah menikmati omelan demi omelan yang di lontar kan nya yang jelas jelas merasa jengkel dengan laki laki ini


"sssttt, dengerin gue Ay, itu alasan paling belakang, karena pertama, gue terima karena gue bakalan siap buat belajar cinta dan jatuh cinta bareng lo, urusan lo tahu gue dan sebalik nya ya lewatin aja, karena gue percaya, cinta bakalan datang sendiri nya karena terbiasa" tutur Mahen dengan kedua tangan yang menangkup kedua pipi nya, membuat nya tertegun barang sejenak


"Ha,, ha,, Hatch,," lagi lagi, bersin itu memang tidak bisa di hindari nya lagi


"soal babu, ya nggak lah, babu gue sama istri gue itu beda, lagian kan, selama ini lo sendiri yang nggak mau kita punya art di rumah, gue udah tawarin lo kan sebelum nya, akh iya, gue tadi keluar lama yah, maaf, tadi gue abis urus sesuatu" ucap Mahen yang membuat nya penasaran


"urus apaan Hatch,, setahu gue, anak kampus nggak ada Hatch,, yang tahu Hatch,, rumah lo di sini, Hatch,, lo ada temuin seseorang?" tanya nya yang entah mengapa menjadi sangat penasaran meski perkataan nya harus putus putus, padahal kan sebelum nya tidak pernah se penasaran ini pada urusan orang lain?


"emang Hatch,, harus gue tahu ya, Hatch,, lo kan memang di penuhin tanda tanya orang nya Hatch,,?" jawab nya mengingat kan dengan alis kanan terangkat


"iya, sebenar nya rumah ini adalah rumah kita, dan gue abis ketemu sama Om Khalif, dokter kepercayaan kakek gue, beliau yang urus pembelian rumah dan tanah ini" jawab Mahen


"Hatch,, maksud lo?" tanya nya meminta kebenaran


"iya, beliau di suruh kakek buat urus semuanya, ini pemberian kakek, sebagai hadiah pernikahan kita kata nya" imbuh Mahen


"lo,,, lo,,, Hatch,, kenapa nggak lo tolak aja atau,,, Hatch,, kenapa lo nggak bilang dari awal?" tanya nya yang memang terkejut


"gue nggak bisa nolak Ay, lo kayak nggak tahu gimana keluarga gue aja, tawaran perjodohan aja nggak bisa gue tolak, apa lagi cuman ini, rumah pemberian kakek gue, gue juga baru tahu karena Om Khalif baru kasih gue sertifikat tanah sama kepemilikan nya sama gue, dan gue juga sempet terkejut tadi" jawab Mahen seraya menunduk


"Hatch,, ya',, ya udah, Hatch yang udah udah aja, Hatch,, gue cuman kaget Hatch,, tapi nggak papa, Hatch,, kalau emang ini yang jadi Hatch,, keputusan kakek,, Hatch,, ya,, gue juga Hatch,, nggak bisa nolak" jawab nya yang telah selesai menyaksikan acara drama Korea terbaru nya


"hmm, iya, sekarang, lo minum obat ini deh, biar pusing di kepala lo juga ilang?" imbuh Mahen seraya kembali mengulur kan tangan kanan yang sudah mengeluarkan dua pil pereda sakit kepala dan lemas kepada nya


"hhhhh, Hatch,, perasaan sakit kali ini Hatch,, gue banyak minum obat deh nan Hatch,, gimana kalau gue Hatch,, overdosis?" tanya nya dengan wajah tanpa dosa nya juga dengan tangan kanan yang tidak berhenti untuk menggosok gosok hidung nya


"ck, lo kalau ngomong nggak usah ngelantur gitu deh Ay, lagian teh jahe ini obat herbal, sama pil ini resep dari dokter kepercayaan kakek, mana ada overdosis!" seru Mahen dengan mengomel


"ya,, kali aja,,, Hatch,," jawab nya hendak menjawab, namun di potong oleh laki laki di samping nya ini


"kali aja apa, gue bilang gue nggak mau lo sakit karena banyak kerjaan di rumah ini, ya kali gue mau racun in lo!!" ujar Mahen


"udah, lebih baik lo istirahat lagi, abis minum obat kan, jangan banyak ngomong sembarangan" lanjut Mahen


"Hatch,, bentar bentar deh Hatch,, nan, lo ada Hatch,, lihat sweater Hoodie gue Hatch,, nggak?" tanya nya dengan tergesa


"sweater Hoodie yang mana?" tanya Mahen balik, kala laki laki itu sudah beranjak dari duduk nya


"yang Hatch,, yang abu abu Hatch,, itu lho Hatch,, yang gue pakai kemarin Hatch,," jawab nya berusaha mengingat kan Mahen


"ck, yang mana si', sweater Hoodie lo banyak kalau lo lupa" ujar Mahen juga mengingat kan


"itu lho, Hatch,, yang kemarin gue pakai, Hatch,, kalau nggak salah, Hatch,, yang gue simpen Hatch,, di keranjang cucian, Hatch,, tapi tadi Hatch,, waktu gue ke kamar mandi Hatch,, kok nggak ada ya?" tanya nya di akhiri dengan gumaman


"oh, ada, gue yang simpan in buat lo, sekarang kalau lo kedinginan pakai selimut aja" jawab Mahen


_**Naughty Girl Is My Wife_


Senin, 15 Mei 2023**