That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



"oke akan aku tanya kan sama kamu sekarang, tapi di sini, aku membutuh kan kejujuran kamu, kamu juga harus fokus" ucap nya yang mengundang senyuman tulus dari Mahen yang mendengar nya


"iya,, kamu mau tanya kan apa sih sama aku, jangan membuat aku takut Ay,, aku akan mendengar kan kamu kok, dan aku akan berusaha selalu jujur sama kamu" jawab Mahen dengan memandangi nya


"apa benar,, kamu bisa melihat,, hal yang ghaib,, atau,, mempunyai indra penglihatan yang lain?" tanya nya dengan sedikit ragu ragu dan memandangi Mahen yang tengah terdiam setelah pertanyaan nya selesai


"emm,, kamu tahu dari mana perihal ini?" tanya Mahen dengan pelan dan nyaris tak terdengar


"kak Sandi yang bilang sama aku, kak Sandi saja bisa mengetahui hal itu, kenapa kamu nggak pernah cerita perihal ini sama aku Nan?" tanya nya tanpa berbohong namun berhasil membuat Mahen kini mengalihkan pandangan nya


"lantas dari mana juga bang Andi mengetahui perihal ini, perasaan,, aku tidak pernah bercerita sama dia?" gumam Mahen lagi


"cukup ya Nan, di sini dan sekarang, aku hanya membutuh kan jawaban kamu, iya atau tidak, tidak penting kak Sandi mengetahui nya dari mana dan dari siapa" jawab nya mengingat kan Mahen


"yaah,, aku memang memiliki indra keenam itu, sejak kecil,, aku selalu terlihat berbeda dengan orang lain,, bahkan dengan teman teman ku pada umum nya, mungkin ini adalah faktor keturunan, karena memang kakek dari Ayah ku mempunyai sifat yang sama sama aku" jelas Mahen berusaha terbuka karena tidak ingin sosok di hadapan nya kembali marah dengan nya


"namun,, mengapa kamu menyembunyikan semua hal ini dari aku?" tanya nya yang merasa tidak habis pikir dengan pemikiran Mahen


"bukan hanya kamu,, bahkan teman teman aku di universitas pun,, mereka tidak mengetahui nya, jika aku memang mempunyai indra keenam itu" jawab Mahen yang lagi lagi membuat nya terheran


"kenapa Nan,, apakah ada masalah dengan hal ini?" tanya nya yang merasa kini Mahen mulai berubah


"nggak ada,, tapi,, aku hanya merasa takut,, dulu aku pernah melihat sosok yang sudah tidak ada di dekat teman teman ku saat kita sedang bermain,, aku yang masih berpikiran polos saat itu pun menunjuk kan nya pada mereka, namun tidak berhasil, hingga pada akhirnya, mereka tidak mempunyai rasa percaya yang penuh sama aku, sampai mereka berpikir bahwa aku ini gila, padahal nyata nya nggak sama sekali" jelas Mahen di kala mengenang masa lalu nya


"jangan berbicara seperti itu Keenan, aku percaya kok, kalau kamu memang memiliki indra keenam itu,, namun,,, apa kah kamu juga dapat,,, melihat mas Gus?" tanya nya lagi dengan ragu ragu bahkan memelankan suara nya


mendengar hal itu, kini membuat Mahen terdiam se diam diam nya, antara ragu,, akan kah laki laki ini menjawab pertanyaan nya dengan jujur,, atau kah harus jika laki laki ini mengelak dengan apa yang di dengar nya


"mas Tian maksud kamu?" tanya Mahen saat setelah sekian lama terdiam mematung, namun tampak nya hal itu kini membuat nya kebingungan


"mas Tian,, mas Tian siapa maksud kamu?" tanya nya dengan kening mengerut


"coba kamu kata kan, tadi kamu bilang apa aku bisa melihat siapa?" tanya Mahen lagi berusaha mengulangi pertanyaan nya


"mas Gus,," jawab nya


"Tian,, itu kan yang kamu maksud?" sambut Mahen yang memang menyambung kan kata


"sama saja,, aku senang memanggil nya dengan sebutan Tian,, lagi pula,, mas nya juga nggak masalah tuh aku sebut sebut Tian?" jawab Mahen lagi


"jadi kamu bisa melihat nya,,?" tanya nya lagi yang setelah sebelum nya menggeleng kan kepala nya dengan cepat, mengapa jadi berdebat perihal nama panggilan, padahal niat awal nya bukan ini? pikir nya


mendengar hal itu, kini berhasil membuat Mahen tersenyum yang kemudian mengangguk dengan pelan


"dan bukan hanya bisa melihat saja,, aku bahkan bisa dan sering mengobrol dengan nya,," jawab Mahen pada akhir nya


"hhhhh,,, kenapa kamu tidak bilang sejak dulu Keenan,, padahal aku begitu ingin melihat dan berbicara dengan nya tanpa aku harus repot repot meminta bantuan kak Sandi selama ini?" tanya nya dengan lesu


"apa kah diri nya berada di dekat ku sekarang?" tanya nya lagi yang dengan semangat seraya kembali memandangi wajah Mahen di hadapan nya


"hhhhh,, sejak tadi mas Tian di sini,, kamu nggak ada tanya sama aku,, sekarang mas Tian nggak di sini,, baru di tanya kan,, aneh?" ucap Mahen dengan mendelik


"masalah nya kamu juga baru bilang sama aku kalau kamu memang bisa melihat nya,, kalau aku tahu sebelum nya mungkin aku akan selalu menanyakan keadaan nya sama kamu,, lantas ke mana dia sekarang?" tanya nya lagi dengan mengalih kan pandangan nya


"entah,, mungkin ke rumah nya bang Andi" jawab Mahen dengan mengangkat kedua bahu nya tak acuh


"dari tadi aku yang seharus nya mau tiduran di pangkuan kamu,, tapi nggak enak,, mas Tian nya perhatikan aku sejak tadi,, jadi buat aku malu,," imbuh Mahen lagi yang berhasil membuat nya mengangkat kepala


"jadi,, sejak tadi kamu terus terusan diem itu karena mas Gus yang perhatikan,, aku kira bukan,," jawab nya yang baru saja menyadari


melihat hal itu, kini Mahen hanya bisa mengangguk dengan lesu yang sial nya malah di tanggapi anggukan cepat dari nya


"sekarang aku baru mengerti,, jika Keenan Malik Mahendra cosplay menjadi manekin alias terdiam dengan menunduk,, itu tanda nya ada mas Gus yang perhatikan,, dan jika Keenan Malik Mahendra dingin kembali dan minta banyak hal sama aku,, itu arti nya tidak mas Gus perhatikan,, begitu bukan,,?" tanya nya dengan bersemangat, membuat Mahen mendengus kesal


"hhhhh,, serah,, tapi akan ku pasti kan jika kamu tidak akan menyadari nya sedikit pun, entah mas Tian ada atau tidak ada di rumah ini, kamu tidak akan mengetahui nya,," jawab Mahen berusaha mengelak


"sudah lah Nan, tidak usah mengelak,, kalau sekarang,, mas Gus nya nggak ada di sini ya, paling paling di rumah nya kak Sandi,, atau bahkan,, di rumah nya Ayah Bunda atau,, Mama sama Papa juga bisa jadi sih,,?" tanya nya dengan bersedekap dan tatapan mata ke atas seolah tengah berpikir


"lho,, kok makan nya nggak kamu habis kan Za,, habis kan dong,, padahal,, kakak sudah masak lho ini khusus buat kamu,,?" tanya nya yang melihat Mauza malah terdiam, dan menyimak pembicaraan kedua nya sejak tadi, tanpa mau menyentuh ikan goreng dalam piring nya


_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Jum'at, 4 Agustus 2023**