That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



Hari hari berlalu,, setelah pembicaraan tempo hari lalu, kini keduanya pun memutuskan untuk mencoba salah satu resep yang memang tersedia dari dalam buku resep milik Mahen


"oh iya,, kamu pakai ini ya, waktu kamu sakit aku nggak sengaja melihat efron couple ini di pusat perbelanjaan jadi aku membeli nya?" tutur Mahen seraya mulai meningkatkan kedua tali efron itu di belakang punggung nya


"kamu kapan membeli nya, kok aku nggak tahu?" tanya nya seraya memutar kepalanya menyamping berusaha melihat Mahen yang tengah membantu nya memakai efron tersebut


"dulu,, waktu kamu sakit,, apa,, waktu kamu kedatangan tamu gitu ya,, entah lah aku sedikit lupa perihal ini, yang jelas aku datang ke pusat perbelanjaan waktu itu nggak bisa belanja sama kamu,," jelas Mahen berusaha mengingat


"ooh,, gitu,," jawab nya yang hanya bisa mengangguk tanpa bisa berkata apa apa lagi


...°°° ...


lima bulan berlalu,, tanpa di rasa, kini Mahen dan diri nya sudah berkuliah di ujung semester akhir, diri nya yang rutin menjalani kemoterapi, konseling juga mentoring, karena hasil dari dukungan dan dorongan serta bantuan dari Mahen juga,, laki laki ini rupa nya benar benar ingin diri nya sembuh total dari gangguan mental yang di alami nya sendiri, sehingga membuat nya benar benar sembuh total hanya dalam tiga bulan menjalani kemoterapi dengan dokter Ara


kedua nya tengah duduk di ruang keluarga, menyaksikan siaran televisi malam hari ini,, dengan diri nya nya terduduk di sofa,, juga dengan Mahen yang berbaring,, menjadi kan paha nya sebagai bantalan,, jangan lupa kan dengan cemilan yang setia menjadi teman kedua nya,,


"hari ini kok aku nggak melihat Mauza di sini,, ke mana dia?" tanya Mahen seraya menyuapi nya cemilan dan mendongak menatap ke arah nya


"kak Aisha sama kak Sandi jemput,, kata nya Muezza selalu mau sama dia,, tiap malam nggak bisa tidur dengan mudah,, jadi jemput dia ke sini tadi,," jawab nya


"kok aku nggak tahu dia di jemput bang Andi, tapi kan bagaimana dengan tugas bang Andi di sana, aku dengar kata nya bang Andi sudah menjadi pengacara ya,, kamu sering inbox sama dia?" tanya Mahen dengan beruntun


"iya,, aku nggak terbilang sering sih kalau inbox,, tahu sendiri pengacara pasti sibuk banget,, aku lebih kerap kali inbox sama kak Aisha nya saja,, dia sering banget cerita perihal Muezza sama aku,, jadi aku tahu kalau Muezza selalu ingin menemui Mauza di sini,," jelas nya


"gitu ya,, tapi jauh dong kalau kedua nya ke sini?" tanya Mahen lagi


"kak Sandi sedang cuti,, kata nya kantor nya memberi kan waktu untuk kak Sandi menemani kak Aisha baby moon begitu tahu kak Sandi ternyata sudah menikah,," jawab nya


"baby moon nya ke sini,, nggak etis banget baby moon di kampung halaman sendiri,," imbuh Mahen


"nggak,, sekalian lewat sini, kak Sandi sama kak Aisha ajak Mauza juga,," jawab nya


"eh tunggu,, kak Aisha sudah hamil,, sejak kapan?" tanya Mahen di kala menyadari sesuatu


"iya,, sejak beberapa bulan lalu,, usia kandungan nya juga masih dua bulan,," jawab nya dengan mengangguk


"gitu ya,, kak Aisha sama bang Andi bisa cepat punya anak gitu,, padahal yang menikah duluan kita Ay,,?" tutur Mahen yang membuat nya menoleh


"kenapa,, kamu mau punya baby juga?" tanya nya yang benar benar tepat pada sasaran, bisa diri nya lihat dengan jelas jika laki laki ini rupa nya begitu ingin mempunyai momongan hanya dari raut wajah nya saja


"heem,, mau banget dong,, rumah kita sebesar ini,, cukup sepi juga aku rasa,, aku mau ada yang ramai kan rumah kita di sini,," jawab Mahen dengan mengangguk


mendengar hal itu, kini berhasil membuat Mahen bangkit dari baringan nya, dan duduk menyila menghadap nya, menatap nya dengan tatapan mata sayu


"dulu sama sekarang kan beda Ay,, dulu aku nggak mau kamu makin terbebani dengan hal ini, bukan maksud aku terbebani dengan anak,, hanya saja,, mungkin kamu tidak akan merasa nyaman jika kebiasaan itu masih ada, sekarang kamu sudah sembuh,, aku jadi mau,, mana teman kamu juga sedang hamil lagi, istri nya Bagas sedang hamil juga bukan?,," jelas Mahen yang membuat nya tersenyum


"hmm,, iya sih, aku kira kamu nggak mau,, lihat saja diri kamu dingin gitu, julukan nya saja kulkas berjalan,, jadi susah buat ada pikiran kalau kamu memang sudah menginginkan nya,," tutur nya


"ya' bukan begitu Ay,, laki laki dewasa mana sih yang nggak mau istri nya segera hamil,, aku bahkan juga mau kali,, walau pun aku dingin tapi kan kalau sama kamu nggak dingin banget,," jawab Mahen lagi


"hmm,, iya,, tapi aku rasa,, kita belum mendapat kan kepercayaan saja,, jadi belum ada tanda tanda kalau aku hamil,, sabar saja,," jawab nya dengan tersenyum


"kamu juga mau kan punya momongan,, nggak kayak teman kamu itu,, kayak menderita banget di awal kehamilan nya, sering nangis,, padahal kan bagus mereka beruntung banget Allah kasih kepercayaan gitu?" tutur Mahen


"hmm,, ya nggak lah Nan,, Kania itu awal nya memang shok saja,, jadi refleks nya nangis,, belum siap jadi orang tua dia nya,, tapi kata nya Bagas sering juga hibur dia kok,," jawab nya


"kamu jangan coba coba untuk menunda nya ya Ay,, aku nggak kasih izin pokok nya,," seru Mahen


"iya iya,, sejak awal pernikahan juga aku nggak ada menunda nya kok,, Mama sama Papa juga Ayah sama Bunda kan sudah mau nimang cucu kamu tahu sendiri kan,, suruh aku untuk nggak menunda kehamilan,, tapi aku nggak mau ikut program,, aku mau kehamilan aku secara alami,, bukan begitu?" jawab nya


"tapi kamu setelah lulus dan wisuda tiga Minggu lagi nanti rencana nya mau ke mana,, lanjut kuliah lagi?" tanya nya


"nggak,, kan kamu juga sudah tahu,, kalau Ayah benar benar sudah memberikan salah satu cabang perusahaan nya sama aku,, jadi langsung masuk perusahaan saja,, kamu juga,, kata nya mau pimpin resto,, ada perkembangan nya nggak,,?" tanya Mahen balik


"ada sih,, kan waktu beberapa bulan lalu setelah kamu ajar kan aku memasak makanan khas luar negeri itu sama masakan seafood, malam nya aku langsung hubungi sekretaris ku di email,, dia langsung rekomendasi kan sama koki kami,, dan kata nya sampai sekarang pengunjung resto kita semakin banyak dan ramai,, makasih ya,, berkat keahlian kamu,,?" ucap nya


"iya nggak masalah Ay, sudah seharus nya aku membantu mu sebagai istri ku,," jawab Mahen


"kamu juga masalah nggak kalau aku nggak izin kan kamu untuk kuliah lagi,,?" tanya Mahen kemudian


"nggak sih,, nggak kuliah juga nggak apa apa kalau aku,, kamu juga tahu sendiri,, resto makin hari makin ramai,, mungkin aku akan sibuk meski pun masih belum bisa sepenuh nya cek resto ke sana,," jawab nya


"gitu ya,, tapi,,,kamu tahu nggak, ada alasan lain aku nggak kasih kamu izin untuk nggak kembali kuliah,," tutur Mahen yang membuat nya cukup merasa penasaran


"apa tuh?" tanya nya


"aku mau segera punya momongan,, sedang kan kita kalau melanjutkan kuliah pasti akan super sibuk,, di tambah lagi kalau kita sama sama mengurus usaha,, sekarang saja kuliah S1 kita terbilang jarang ketemu,, aku mau nya banyak waktu saja sama kamu,, oh iya,, kalau di pikir,, bagus juga orang tua kita sudah mau nimang cucu dari kita,, bagaimana kalau sehabis lulus dan wisuda nanti kita honeymoon,, waktu kita selalu padat,, kalau kita nggak gini?" tanya Mahen lagi


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Kamis, 24 Agustus 2023