
"entah,, tapi,, jika aku bertanya ada kah orang yang kamu sayangi selain aku dan keluarga kamu,, maka apa yang akan menjadi jawaban kamu Nan,,?" tanya nya yang membuat Mahen terdiam
mendengar hal itu, kini berhasil membuat Mahen terdiam sejenak dan terlihat jelas jika laki laki itu tengah memikir kan sesuatu, dan kemudian kembali menunduk menatap nya yang masih tertidur di paha nya
"hmm,, ada lah,, dia perempuan,, sangat sangat cantik,," tutur Mahen dengan terus mendongak dan terus tersenyum
"tingkah nya akan selalu membuat aku sering kali merasa gemas,," lanjut Mahen dengan perasaan penuh dengan kesenangan
"bibir yang mungil,, hidung mancung dan kecil,, pipi berisi karena banyak memakan coklat,, gaun muslim akan menyempurnakan diri nya yang berkulit putih,,
"perempuan pemalu yang memiliki banyak kelebihan,," lanjut Mahen yang membuat nya mendongak semakin mendongak saja,, merasa heran dengan siapa yang di deskripsikan oleh Mahen kala ini, karena diri nya merasa ini bukan diri nya yang sedang Mahen deskripsi kan
bukan,, bukan merasa heran,, boleh kah diri nya merasa cemburu jika mengetahui jelas suami nya memikir kan perempuan lain di hadapan nya yang notabene nya istri nya sendiri?
jelas saja hal itu akan membuat nya meras benar benar di buat penasaran,, pasal nya Mahen ini tidak pernah terlibat dalam sebuah percintaan sewaktu SMA,, atau bahkan dekat dengan seorang wanita,, namun dari mana laki laki ini mempunyai orang terkasih nya sendiri sejauh ini?
"kamu punya orang terkasih,, kok aku nggak pernah mendengar nya dulu,,?" tanya nya dengan tatapan sayu khas nya
"ya,, aku bahkan sangat menyayangi diri nya,, kamu nggak tahu,, aku bahkan seperti nya akan benar benar menyayangi diri nya lebih dari aku menyayangi diri aku sendiri,," jawab Mahen lagi
"untuk apa kamu mendengar nya dulu,, dulu kan aku tidak ada hubungan apa apa sama kamu,, jadi untuk apa juga kamu tahu seluk beluk cerita ku,," lanjut Mahen
"hingga suatu hari,, kamu sama dia pasti akan bertemu,, dia yang melihat kehadiran mu pun tersenyum lebar,, menunjukkan deretan gigi putih nya,, kemudian merentang kan kedua tangan nya dan berlari ke arah mu,, sambil memanggil mu Bunda,," lanjut Mahen lagi dengan penuh kemenangan karena merasa berhasil membuat nya cukup merasa penasaran, bahkan seperti nya benar benar merasa penasaran
"anak,, dia adalah anak ku,,?" tanya nya dengan lembut ke arah Mahen
"bukan,, bukan anak mu saja,, dia adalah anak kita kelak,," jawab Mahen seraya tersenyum lagi
"kamu menginginkan seorang anak perempuan,, bukan kah kebanyakan seorang Ayah itu menginginkan anak pertama nya laki laki ya,, tapi kenapa kamu berbeda Nan,,?" tanya nya
"hmm,, sayang,, aku ingin seorang anak perempuan jika itu anak pertama kita,, nggak apa apa punya pewaris perempuan,, adik nya baru laki laki,, jagoan Ayah nya nanti,," jawab Mahen
"memang nya kamu mau punya anak berapa sama aku,,?" tanya nya dengan kening mengerut
"nggak banyak si,, hanya enam sama cukup untuk kita,," jawab Mahen tanpa dosa, namun hal yang berhasil membuat kedua bola mata nya membulat dengan sempurna
"hah,, hanya kamu bilang,, nggak banyak,, Nan,, itu bukan hanya nggak banyak saja,, aku kira kamu mau punya anak dua atau bahkan satu kalau menurut aku,, tapi nyata nya banyak juga,," ujar nya yang sontak saja bangun dari pangkuan Mahen
"ya nggak apa apa yang,, nggak masalah juga,, itu menurut kemauan aku,, tapi aku juga nggak akan paksa kan kamu kalau memang itu kebanyakan,," jawab Mahen
...***...
"ayo masuk,, kita naik taksi saja dari sini,,?" ajak Mahen yang entah sudah sejak kapan memberhentikan salah satu taksi di depan terminal,, kemudian membantu nya masuk ke dalam taksi, memastikan agar kepala nya tidak terbentur ujung bingkai pintu taksi
"kamu beneran nggak apa apa naik taksi,, apa badan nya masih merasa mual hmm,,?" tanya Mahen setelah kedua nya sama sama duduk di dalam taksi, menggenggam tangan nya dan menatap nya dengan penuh rasa khawatir
sebelum kedua nya benar benar pulang ke sini tadi,, diri nya sudah merasa mual bahkan sampai muntah,, dan mungkin hal itu lah yang membuat Mahen cukup merasa khawatir yang berlebihan pada nya
"sudah lah Nan,, tidak usah mengkhawatirkan keadaan ku,, aku bahkan baik baik saja sekarang,," jawab nya yang entah sudah berapa kali mendengar Mahen menanyakan keadaan nya
"mungkin pacar nya memang khawatir kali kak,," imbuh supir taksi ini yang melihat interaksi antara kedua nya
"ini istri saya pak,, bukan pacar,,!!" seru Mahen dengan tak santai dan memasang wajah datar
"oh,, maaf mas,, saya kira pacar nya,, ternyata istri nya toh,, Mbak nya juga,, mungkin suami nya khawatir Mbak,, istri saya juga begitu si,, di khawatirin malah nggak mau,, kebanyakan perempuan memang seperti itu,, apa lagi di saat sebelum hamil,, jawaban nya suka kayak nggak mau kita khawatirin mas,," jelas supir taksi ini yang berhasil membuat Mahen terdiam
"hmm,, saya sedang tidak hamil pak,, mungkin saya mabuk perjalanan,, jadi buat saya suka mual gitu,, nggak tahu juga saya pak,, ketika saya hendak bepergian sejak dulu suka mual gitu,," jawab nya
"jangan dingin dingin akh,, bapak nya ramah juga kok,," tutur nya dengan berbahasa isyarat ke arah Mahen yang membuat Mahen menghela nafas ringan
...***...
^^^diri nya tersenyum tipis di kala melihat rumah di hadapan nya,, senang rasa nya bisa kembali ke rumah ini lagi,, rumah di mana banyak kenangan yang tersimpan dan terselip di setiap sudut nya, rasa nya benar benar menyenangkan ^^^
"ayo masuk,, Mama sama Papa pasti merasa senang jika kita di sini,, kamu tidak akan melihat kebahagiaan kedua nya jika hanya tersenyum dan berdiri saja di sini?" ajak Mahen yang melihat nya hanya tersenyum dalam diam nya sejak tadi
mengangguk dan kemudian mulai melangkah kan kedua kaki nya memasuki rumah dua tingkat ini dengan penuh rasa semangat dan rasa syukur, bersyukur atas usia yang masih panjang karena diri nya bisa kembali menginjakkan kedua kaki nya di rumah ini lagi
"assalamualaikum?" ucap Mahen seraya mengetuk pintu rumah utama
"waalaikum salam,, lho,, kalian,, Masya Allah,, ayo masuk masuk,, kebetulan,, Mama sama Papa sedang bersantai di ruang keluarga,, kalian kapan sampai,, kok nggak ada kasih kabar,, tahu gitu biar kita jemput di terminal saja tadi,,?" beruntun pertanyaan dari Mama yang membuka kan pintu untuk kedua nya
"hmm,, nggak masalah Ma,, kita baru saja sampai,, memang rencana nya nggak kasih kabar dulu,, mau kasih surprise buat orang di rumah,," jawab nya seraya ikut melangkah di kala Mama memegangi kedua pundak nya semangat
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Ahad, 3 September 2023