That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



hotel bedroom 13.00


"kita makan siang yuk,, habis itu aku ajak jalan jalan deh?" ajak Mahen saat kedua nya sudah kembali duduk karena sebelum nya melaksanakan ibadah shalat bersama di kamar hotel


"jalan jalan,, eh bentar,, kita berapa hari si di sini?" jawab nya dan malah balik bertanya dengan penuh kebingungan


"hmm,, mau pindah ke sini juga boleh,, biar aku beli sekalian saja villa ini buat kamu,, bagaimana?" jawab Mahen dengan tersenyum


"hhhhh,, aku serius Keenan,, kamu malah bercanda terus dari tadi, ngeselin banget jadi orang,," gerutu nya dengan memutar bola mata nya dengan penuh rasa malas


"aku juga nggak lagi bercanda kali yang,, aku bakalan mau menuruti kemauan kamu kok kalau kamu benar benar mau villa ini,, biar aku beli kan buat kamu,," jawab Mahen yang mulai serius


"nggak akh,, rumah kita sudah banyak,, belum mansion di Purbalingga,, rumah di Jakarta juga belum sempat kita tempati lama kan,, sayang juga kalau lama di kosong kan,," jawab nya seraya berpikir


"kamu kalau sayang itu harus nya sama aku,, rumah saja kamu sayangi,, aku nya kapan kamu sayang sayangi,, mubazir lho,, punya suami setampan ini kamu diam kan begitu saja,," jawab Mahen yang malah membuat nya mual di kala mendengar nya


°°°


siang ini, kedua nya benar benar jalan jalan ke luar,, melihat dan mengunjungi sekaligus mengagumi candi Borobudur yang memang pernah kedua nya kunjungi juga dulu


"piuh,, duduk di sana yuk sambil berteduh, di sini panas,,?" ajak Mahen yang tak henti nya mengajak nya untuk duduk


"kamu kenapa si dari tadi ngajakin aku duduk dan berteduh terus,, takut kepanasan,, nih,, pakai topi koboi punya aku?" jawab nya seraya menoleh ke arah Mahen yang terlihat menyipit kan kedua mata nya, karena panas akan terik matahari siang ini


"nggak apa apa,, takut kulit kamu terbakar itu,, nanti kalau gosong gimana,,?" tanya Mahen seraya memandang wajah nya


"dih,, takut gosong,, mang nya pakaian,, di jemur dikit takut gosong,, nih aku kasih tahu ya Nan,, kulit kita kalau takdir nya gosong nggak perlu di jemur juga bisa gosong kali,, begitu juga sebalik nya,," tutur nya memberi tahu


"iya,, tapi kamu nggak pegel itu kaki nya,, sudah berjam jam lho kita berdiri terus di sini,, takut nya pegel nanti,, yah,, kita duduk di situ ya,, lihat,, ada yang jual makanan ringan juga di sana,, kayak nya enak tuh,,?" tunjuk Mahen yang membuat nya tergiur


"ya sudah,, kita ke sana deh,, kasihan kamu laki laki tapi mudah capek juga kalau berdiri bentar saja,," jawab nya yang harus mengalah


"serah kamu saja,, mau beli itu nggak,, tuh,, kayak nya enak,, kripik apa tuh nama nya,, kripik slondo,, khas Magelang ya,,?" jawab Mahen seraya mengajak nya berjalan dan duduk di bawah pohon rindang yang cukup besar


°°°


kedua nya terlihat menikmati setiap detik kebersamaan di sini,, masih terduduk di bawah pohon rindang besar dengan kedua mata yang terus menatap ke arah candi Borobudur di depan kedua nya


"Ay,, kamu tahu nggak,, apa beda nya kamu sama Borobudur,,?" tanya Mahen tanpa mengalih kan pandangan dari candi Borobudur


"emm,, entah,, memang nya apa?" tanya nya refleks tanpa mencerna sesuatu yang mungkin terasa mengganjal


"kalau Borobudur itu candi,, kalau kamu itu candu,," jawab Mahen yang baru menyadar kan nya dan menoleh sekilas ke arah Mahen di samping nya


"gak jelas banget tiba tiba gombal kayak gini,," imbuh nya yang merasa tak heran


"hehe,, ternyata kamu itu memang seperti lempeng bumi ya,,?" tanya Mahen dengan terkekeh kecil


"kenapa aku di samain sama lempeng bumi,, memang kenapa gitu?" tanya nya yang menoleh ke arah Mahen, melihat Mahen dari ujung kaki sampai ujung kepala


"geseran sedikit saja sudah mengguncang hati aku,," jawab Mahen dengan tengil


"dah ish,, kamu tahu sejarah atau keunikan tersendiri buat candi Borobudur ini nggak?" tanya nya


"emm,, entah lah,, sejarah itu susah,, apa lagi sejarah aku dapat kan hati kamu dulu,," jawab Mahen dengan raut wajah tanpa dosa


"serius Nan,, serius,, oke,, aku tanya baik baik lho ini,,?" peringat nya dengan tatapan yang mendelik


"hehe,, iya iya,, aku serius nih,, menurut aku,, salah satu yang menjadi keunikan dari candi Borobudur ini,, panel relief yang menghiasi setiap di dinding nya sih,, soal nya unik gitu,, kayak ada,, semacam kisah tersembunyi gitu di balik nya,," jawab Mahen yang membuat nya mengangguk


"pertanyaan apa,, jangan yang aneh aneh deh,," jawab nya dengan tatapan mata yang malas


"enggak ish,, dengar dulu,, apa perbedaan kamu sama jarum,, hayo tebak,, pasti kamu nggak akan bisa kan,,?" tantang Mahen


"kalau jarum itu muterin angka,, kalau aku itu muterin hati kamu,," jawab nya dengan malas


"lho,, kok kamu tahu jawaban nya,, dapat dari siapa?" tanya Mahen yang mengerut kan kening heran


"ya tahu lah,, nggak dari siapa siapa juga aku sudah mengetahui nya kali Nan,, itu gombalan basi tahu nggak?" jawab nya


"ya siapa tahu,, kamu juga jago gombal nggak,, aku mau dengar dong,, gombalan maut dari kamu?" tanya Mahen


"apa sih Nan,, sejak nikah sama aku kamu jadi tengil tahu nggak,, di depan banyak orang dingin,, di depan istri sendiri nggak bisa diem,, heran,," jawab nya


"kamu tuh harus tahu,, kalau kita itu satu,, itu lah beda nya aku sama kamu,, aku hanya ingin kamu saja yang tahu sifat asli aku kayak gimana,, tapi tidak dengan orang lain,, karena apa,, karena kita itu sudah menjadi satu,, nggak akan bisa di pisah kan,," jawab Mahen dengan serius, namun hal yang membuat nya merasa ini juga adalah gombalan


"kamu juga makin ke sini makin ahli dalam buat gombalan,, entah gombalan dari mana lagi itu,," jawab nya yang mengangkat kedua bahu nya tak acuh


"aku sedang tidak mengeluar kan gombalan sayang,, aku serius untuk hal yang satu ini,, oh,, atau jangan jangan,, kamu baper ya,,?" goda Mahen


"aish,, apa apaan sih,, nggak ya,, aku nggak bakalan baper hanya dengan mendengar banyak nya gombalan maut dari kamu itu yang padahal sudah basi di telan waktu,," jawab nya dengan membuang pandangan nya


"hmm,, masa sih,, terus,, apa nama nya kalau wajah kamu merona kayak kepiting rebus kalau nggak baper dong,, bawa perasaan hmm?" tutur Mahen


"ih,, apaan sih Nan,, dah lah,, kita pulang sekarang,, aku bosan di sini terus,," ajak nya seraya beranjak


"iya deh iya,, yang mencoba mengalih kan pembicaraan,," jawab Mahen seraya mengikuti langkah kaki nya


°°°


di sini lah kedua nya berada,, restoran seafood sesuai dengan keinginan Mahen pada nya, entah mengapa laki laki terlihat begitu ingin makan di luar bersama dengan nya, yang padahal kedua nya bisa saja memesan makanan di hotel


"kenapa kamu ngeyel banget sih mau makan di luar seperti ini?" tanya nya saat melihat hidangan seafood spesial di hadapan nya


"hmm,, beda saja sama suasana nya Ay,, sesekali aku mau suasana romantis sama kamu" jawab Mahen dengan terus memandangi wajah polos nya


"tapi kan kita bisa memesan nya di hotel Nan,, jadi ribet kan kalau begini jadi nya,,?" tanya nya lagi


"di sini kok nggak ada orang sih,, nggak seperti resto malam biasa nya,,?" gumam nya yang celingak celinguk di kala menyadari jika hanya diri nya dan Mahen yang berada di sini


"hmm,, kan aku yang booking tempat ini untuk semalam,, untuk kamu juga,, khusus malam ini saja,, malam kita harus spesial kali ini,," jawab Mahen seraya memaju kan wajah ke arah nya dan mengedip kan sebelah mat nya


"lihat nih,, kepiting rebus,, kayak wajah kamu tadi yang merah,," imbuh Mahen seraya melihat ke arah hidangan kepiting dan berhasil membuat nya malu


"jangan bahas hal itu,," peringat nya yang tidak ingin di buat malu oleh Mahen dan berhasil membuat Mahen terkekeh


Mahen pun mulai membongkar kepiting yang terhidang di depan nya sehingga hanya daging nya yang tersisa, yang kemudian laki laki itu terlihat memindah kan daging kepiting tersebut ke atas piring nya


"kenapa,, kamu nggak suka sama kepiting nya?" tanya nya dengan kening yang mengerut


"nggak,, ini agak keras juga kalau kamu bongkar sendiri,, jadi aku bantu bongkar kan untuk mu,, makan lah,, makan pakai nasi pasti enak,," jawab Mahen


"baiklah,, makasih Keenan?" ucap nya yang di angguki juga oleh Mahen sendiri


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Selasa, 29 Agustus 2023