That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



hari ini, jalan menuju universitas Harvard sedang ramai, banyak kendaraan yang berlalu lalang memadati area setempat untuk mengantar kan kelulusan putra putri mereka menjadi seorang sarjana


sejak pukul setengah sebelas, seorang pemuda rela meninggal kan teman teman nya yang masih asyik berfoto ria dengan nya untuk datang menghampiri orang yang pernah spesial di hati nya, adik nya


"eh bang Andi,, sudah di sini saja" seseorang menepuk pundak laki laki dengan setelan jas hitam itu


Sandi melepas kacamata hitam yang sejak tadi bertengger di hidung mancung nya, karena selain untuk menyempurnakan penampilan nya, cuaca saat ini terlihat begitu terik


"hai bang Hamzah!!" Sandi tersenyum menyapa Mahen yang tengah merangkul pundak Kania lantas menangkup kan kedua tangan untuk menyapa istri ustadz Hamzah


"biasa nya weekend gini masih saja kerja, cuti hari ini?"


"yoi, masa adik sendiri lagi wisuda aku nggak datang?"


"ya siapa tahu,, kamu masih sibuk gitu, secara kan,, sekarang kamu sudah resmi jadi pengacara?"


Sandi tertawa di kala mendengar pertanyaan yang menurut nya terdengar seperti mengejek nya itu, kakak nya itu masih saja sama dengan dulu, padahal sudah mau menjadi bapak dari dua orang anak


"kan dia juga junior aku waktu itu"


"iya in saja dah,, biar cepet kelar"


kedua nya kembali tertawa, sambil menunggu acara selesai, mereka mengobrol di tempat yang lebih teduh, kata Sandi,, kasihan istri nya yang tengah hamil


tepat pada pukul 01.00 siang, acara sudah selesai, para wisudawan dan wisudawati pun sudah keluar dari dalam gedung, bersamaan dengan Mahen, terlihat diri nya yang keluar dari dalam gedung dengan wajah yang berseri seri, akhir nya tiba hari di mana gelar kelulusan sarjana di dapat kan dan di sandang nya


sejak kecil, belajar memanglah hobinya, tidak ada kata malas untuk belajar, seakan membaca buku, mengerjakan matematika, semuanya adalah candu bagi nya sendiri, memang dasar nya perempuan ini selalu menyembunyikan bakat nya saja


padahal sejak diri nya masuk sebagai mahasiswi di universitas Harvard ini, banyak laki laki yang menyatakan perasaan pada nya, namun mungkin yang menang pada akhir nya adalah Mahen, laki laki yang terus tersenyum pada nya itu kini telah hadir menjadi pendamping nya sejak awal, membuat hati nya terjaga pada tempat nya


"Ay,, kita foto dulu yuk?" ajak Kania yang mengangkat tinggi tangan yang sedang memegangi kamera


"Mahen,, kali ini lo jangan bersikap egois ya,, gue pinjam istri lo dulu, kita mau swafoto bareng,, yuk Ay,,!!" seru Kania seraya mengapit tangan nya pergi


"hhh,, serah,," jawab Mahen dengan memutar bola mata nya dengan malas


bersama dengan teman sejurusan dan seangkatan yang wisuda hari ini, diri nya berfoto, mungkin memang tidak banyak kebersamaan di antara mereka setelah dewasa ini, berbeda hal nya dengan dulu saat diri nya masih duduk di bangku SMA, sekarang teman kuliah sibuk dengan diri sendiri yang membagi waktu antara kuliah dan bekerja, mereka hanya bertemu ketika ada kelas perkuliahan


"selamat ya, Ay?"


"makasih ya, selamat juga buat kamu?"


"selamat ya, Kania?"


"makasih, selamat juga buat kalian,,"


semua nya berpamitan setelah saling mengucap kan selamat dan menemui teman atau keluarga nya yang hadir dan sudah menunggu


"barakallah fii ilmi Ay,, adik nya kakak,, semoga ilmu nya makin bermanfaat ya,, nih,, hadiah buat kamu?" ucap Sandi seraya menyerah kan buket bunga wisuda pada nya


"terima kasih kak Sandi,, allahumma aamiin, do'a nya saja,," jawab nya menerima uluran buket dari Sandi


"allahumma aamiin,, terima kasih juga kak Aisha,, ini padahal nggak usah repot repot lho,, bisa datang di acara wisuda ku saja aku sudah sangat bersyukur,, jauh jauh datang ke sini,," jawab nya saat menerima uluran dari Aisha


"hmm,, nggak masalah Ay,, nggak repot kok,, kita kebetulan lewat saja jadi mampir dulu ke sini,, lagi pula,, istri nya kakak sedang ngidam masakan kamu tuh,," jawab Sandi yang berhasil membuat nya tersenyum


"iya dong kak,, sesekali kunjungi aku di sini,, mumpung belum pulang ke Jakarta,, kakak mau aku masakin apa,, nanti biar aku yang masakin,, jadi tinggal sementara di rumah kami ya, yeey,, aku jadi punya teman,, nggak kesepian lagi,," ujar nya dengan penuh rasa kegirangan


"biasa nya juga nggak kesepian,, kamu memang terbiasa kesepian bukan, kan kamu anak introvert,, lagi pula,, kalau kamu benar benar merasa kesepian,, cepat susul kakak punya anak dong,, jangan malas kalau Mahen mau,, harus nurut juga sama dia,," bukan kak Aisha yang menjawab, malah kak Sandi yang berseru dengan semangat membuat nya tersenyum


"hmm,, do'a nya saja ya kak,, kita belum di kasih kepercayaan mungkin,, jadi belum ada tanda tanda,," jawab nya


"sudah sudah,, jangan terus terusan mengobrol sampai lupa tujuan kita apa,, kita bahkan ketinggalan banyak sama Kania yang sudah berfoto bersama dengan kamu Ay" imbuh kak Aisha yang membuat semua nya tersadar


"oh iya, hampir saja lupa,, ayo foto dulu,, kita foto sama sama saja ya,, duh,, nggak sabar nih mau pamer adik sarjana sama teman di kantor!!" seru kak Sandi dengan semangat penuh


ke empat nya pun ber swafoto bersama dengan bantuan dari ustadz Hamzah yang rupa nya memiliki kelebihan dalam bidang fotografi


setelah asyik berfoto bersama, kini ke empat nya pun pulang kembali ke mansion milik kedua nya


"selamat datang kembali di rumah kami kak Aisha sama calon dedek bayi keponakan aunty,,!!" seru nya dengan penuh rasa semangat dan kegirangan


"hmm,, makasih banyak aunty,, dedek bayi nya pasti banyak repotin aunty sama uncle nya di sini?" ucap kak Aisha menyerupai anak balita, membuat nya tersenyum


"nggak apa apa kak,, nggak repotin sama sekali kok, kamar kalian di sini ya, atau mau di kamar atas saja biar dekatan sama kamar kita?" tanya nya seraya menunjuk kan kamar tamu pada kedua kakak nya


"emm,, nggak akh Ay,, kakak di kamar bawah saja, kak Aisha kan sedang hamil,, takut nya kecapekan kalau harus naik turun tangga, nggak apa apa kan dek?" tanya kak Sandi seraya menoleh ke arah kak Aisha


"iya nggak masalah mas,, sudah di perbolehkan tinggal di sini juga sudah bersyukur banget,, repotin lagi,," tutur kak Aisha


"sudah lah kak,, jangan bilang begitu, kayak sama siapa saja kakak ini,," tutur nya yang lagi lagi membuat kak Aisha tersenyum


"ini kenapa suami kamu tiba tiba jadi diam begini Ay,, kamu nggak kasih izin sama kita kalau kakak menginap di sini?" tutur kak Aisha yang menoleh mendapati Mahen yang masih terdiam memaku


mendengar hal itu, kini membuat nya mencubit pinggang Mahen di samping nya, membuat Mahen meringis pelan


"auh,, sakit sayang,," keluh Mahen seraya mengusap hasil cubitan nya


"habis nya kamu kayak nggak ada tata krama gitu sama kakak aku!!" ujar nya


"ya maaf,, maaf ya kak?" ucap Mahen meminta maaf


"tidak apa apa Mahen, santai saja" jawab kak Aisha


"bukan nya terdiam dek, biasa, dia itu kalau ada pawang nya Ayla pasti terdiam, malu kali sama kakak ipar,," imbuh kak Sandi tak heran dan membuat nya terdiam


'mas di sini?' batin nya dalam hati


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Jum'at, 25 Agustus 2023