That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



di sini lah diri nya terduduk, salah satu meja cafe dengan nama Neo cafe, dengan nomor 9, tepat di samping jendela yang menyuguh kan pemandangan jalanan kota yang tidak henti nya mengalami kemacetan


terdiam sejenak, ingatan nya kini tertuju pada peristiwa 10 tahun silam nya, tepat nya malam di mana diri nya menyaksikan sang kakak sulung meregang nyawa,,


hingga pada akhir nya,,,


"miau,, miau,," suara sesuatu yang seketika saja masuk ke dalam indera pendengaran nya membuat nya menoleh ke arah sumber suara, dan,, sontak saja membuat nya terkejut


"M,, Mau,, Mauza, kamu kah itu?" tanya nya seraya mengangkat tubuh kucing berbulu putih dengan bercak hitam di bagian perut sebelah kanan nya itu


"kamu apa kabar Auza, kamu ke mana aja selama ini, kakak rindu kamu" ucap nya yang mendapat ciuman dari kucing yang tengah di pangku nya itu


"dia juga kayak nya udah tahan rindu berat nya itu sama kamu, lama nggak ketemu sama kakak nya kata nya, assalamualaikum?" ucap seorang laki laki yang kini terduduk di hadapan nya dengan tersenyum yang tak lain adalah Sandi


"kakak, bagaimana bisa Mauza sama kakak, a',, apa yang terjadi?" tanya nya yang sontak saja merasa bingung


"lho, Muezza juga sama kakak, kenapa?" tanya nya kala melihat Sandi meletakkan kandang kucing di meja makan, membuat Sandi tersenyum


"kamu pasti bingung, kakak tahu, apa kamu menerka nerka?" tanya Sandi


"jelas saja kak, aku pasti,, kak, jangan bilang,," ucapan nya tercekat dan terhenti kala melihat Sandi mengangguk sambil tersenyum


"selama ini, Muezza sama Mauza ada sama kakak, kakak yang rawat kedua nya, sekarang kamu pasti pangling lihat kedua nya sudah tumbuh dewasa" jawab Sandi sambil terus tersenyum


"jadi yang temuin kedua nya kakak, jadi kakak yang selalu rawat kedua nya, hhhhh, bagaimana aku bisa berterima kasih sama kakak karena sudah rawat dua kesayangan aku ini?" tutur nya yang membuat kening Sandi mengerut


"iya lah, mana tega kakak biar kan dua kesayangan sahabat kakak terbengkalai, orang majikan nya juga sahabat kakak kok" jawab Sandi yang kini giliran kening nya yang mengerut bingung


"ma',, maksud kakak apa?" tanya nya yang masih saja belum mengerti


"Gustian, yang sebenar nya dia adalah sahabat kakak dulu nya" jawab Sandi yang lagi lagi membuat nya tercekat


"j,, jadi,, kak Sandi ini,,?" tanya nya yang hanya mendapat anggukan saja sebagai jawaban dari Sandi


"yaah, Adi, apa kamu mengingat nya, orang yang dulu nya selalu lindungi kamu dari anak anak nakal?" tanya Sandi mengingat kan


"entah lah kak,, aku sudah lupa" jawab nya dengan mengangkat kedua bahu nya tak acuh


"yakin,, masa kamu benar benar lupa sama plester beruang kesukaan kamu ini sih, nggak yakin kakak" imbuh Sandi dengan memperlihat kan luka nya yang memang di baluti oleh plester beruang berwarna hijau, membuat nya terdiam cukup lama


"tunggu,, kalau kakak memang sahabat nya mas Gus dulu, kenapa aku nggak bisa mengingat nya?" tanya nya masih kurang percaya


"jelas aja, orang dulu kamu panggil kakak dengan panggilan kakak jelek kok" jawab Sandi dengan mendengus kesal kala mengingat panggilan yang selalu di lontar kan nya dahulu, sambil membuang pandangan ke arah jendela


"padahal kan dulu kakak rasa kakak baik banget sama kamu, bahkan rela terluka karena bela kamu dari gangguan anak nakal, tapi malah dapat nya panggilan gitu, mungkin ini yang di nama kan air susu di balas dengan air tuba kali" lanjut Sandi masih dengan bersedekap, membuat nya mau tak mau harus mengalah


"xixi, baiklah baik, sebagai ganti nya, kakak bilang aja, mau dapat panggilan apa dari aku sekarang?" tanya nya mencoba untuk merebut hati senior nya kembali


"tapi nggak masalah, dapat panggilan kakak aja udah cukup buat aku seneng banget kok" jawab Sandi sambil tersenyum tipis


"hmmm, yakin nih, nggak mau dapat panggilan Om gitu, dari Mauza?" tanya nya menggoda Sandi


"ish, apaan sih, kakak masih muda yah, usia kakak bahkan masih 22 kalau kamu lupa, ya kali cowok blasteran syurga ini dapat panggilan Om si', kamu ada ada aja deh!!" seru Sandi dengan mendengus


"ya itu kan siapa tahu aja, aku cuman tebak aja, ya ampun,, berapa tahun kakak nggak ketemu sama kamu Auza, kakak kangen banget sama kamu, oh iya, aku baru ingat, kakak pasti banyak mengalami kesusahan bahkan repot yah, selama merawat mereka?" tanya nya yang tengah bercanda ria dengan Mauza di pangkuan nya


"nggak kok Ay, kalau sama si cantik ini, kakak nggak ada kesusahan, atau bahkan kerepotan, karena dia udah jadi temen kakak di saat kakak sendiri, selalu temani kakak di saat kakak gym, bahkan temani kakak saat kakak sibuk di dapur, kalau sama si jantan ini, duh, jujur aja ya', susah juga buat di deketin, kayak pemilik nya, tatapan nya itu lho, garang banget" jelas Sandi dengan mengelus lembut kepala Mauza di pangkuan nya, kemudian berusaha mengeluar kan Muezza dari kotak nya


"tuh kan, kakak ajak keluar juga suka susah Ay, tapi yang buat kakak heran nih ya', sama kakak bisa garang, kalau sama Mauza suka lembut banget, apa lagi nih ya, kalau kakak usilin Mauza, ya' sengaja, kakak pancing, eh,, malah Muezza yang datang paling depan, waktu itu juga kakak sempat rebut mainan Mauza, malah Muezza yang marah coba, sampai dapat luka kayak gini?" ujar Sandi dengan memperlihat kan luka ke arah nya


"emmm, Ezza, harus nya Ezza nggak gitu, kakak ini juga baik, makasih juga ya', udah bantu kakak jagain Auza?" ucap nya yang hanya di tanggapi tatapan dari kedua mata Muezza melalui kandang


"tapi kak,, a',, aku,,, aku masih belum paham,, bagaimana bisa, dua kucing ini ada sama kakak?" tanya nya yang masih merasa ragu


"hmmm, mas kamu yang titip kan ini sama kakak, kata nya, dua kucing ini, kesayangan kalian yah, asal Turki juga, hadiah dari nenek moyang kalian, sehari sebelum kecelakaan itu terjadi" jawab Sandi dengan tersenyum hangat ke arah nya


"a',, aku nggak tahu lagi harus bilang apa sama kakak, yang jelas,, aku benar benar merasa senang, kala kedua kucing ini ada sama kakak,,,"tuturan nya tercekat kala mengingat sesuatu


"karena pada awal nya,, aku kira,, kedua kucing ini,, ikut hilang,, saat aku benar benar terpuruk,, dengan peristiwa itu,, makasih yah kak?" lanjut nya seraya mengembalikan Mauza ke dalam kandang


"kamu nggak usah berterima kasih segitu nya Ay, hhhhh,, kakak cukup faham dengan apa yang selama ini kamu alami, tapi Ay, saran dari kakak, jangan terlalu berat dengan perpisahan kalian, karena kakak tahu, dia selalu jaga kamu dari sana, dia selalu ada di samping mu, sekarang pun begitu" jawab Sandi yang membuat nya heran


"maksud kakak?" tanya nya


"kakak juga tahu, kamu sudah menikah, yang sebenar nya Mahen, dia itu suami kamu kan?" tanya Sandi dengan masih tersenyum tipis


"kakak benar benar tahu semua nya perihal ku?" tanya nya yang membuat Sandi mengangguk


"iya, kakak tahu, kakak tahu semua nya, maaf, baru bisa kasih tahu kamu setelah kamu menempuh pendidikan 3 tahun di sini, hanya saja,, kakak juga selalu mencari waktu yang tepat untuk ini?" ucap Sandi merasa bersalah


"aku nggak masalah kak, aku bahkan sangat merasa senang dengan ini, meski aku baru mengetahui nya, oh iya, aku lupa mau bilang sama kakak" jawab nya kala mengingat sesuatu


"apa itu?" tanya Sandi


"mas Gus pernah kasih aku kotak, salah satu isi nya ini kak, menurut kakak, bagaimana baik nya?" tanya nya seraya mengulurkan sebuah kotak


"bagus dong Ay, saat kamu butuh, barang nya sudah ada di depan mu, tanpa kamu beli, lalu, apa masalah nya, tinggal kamu pakai saja?" jawab Sandi


"iya aku tahu ini, tapi,, aku nggak yakin ini benar benar pemberian dari mas Gus, aku,,," menggeleng sejenak "aku nggak yakin kak,," lanjut nya yang membuat Sandi menoleh ke sebelah nya yang kosong, kemudian tersenyum


"nggak Ay, kamu bisa memakai nya jika kamu mau, ini bukan kemauan kamu, ini kebutuhan kamu, dan Gustian, dia sudah mengizinkan kamu, jadi,, pakai lah" jawab Sandi


"emm, baiklah kak, jika begitu baik nya, ini akan ku pakai, tapi,, boleh kah aku meminta tolong sama kakak?" tanya nya


"minta tolong apa?" tanya Sandi


"emmm, jika memang kakak bisa berinteraksi dengan mas Gus, tolong sampai kan salam terima kasih ku pada nya?" ucap nya yang malah terdengar getir oleh Sandi sendiri


"hmmm, baiklah, dia sudah mendengar nya langsung dari kamu, dia mengangguk sebagai jawaban, mungkin,, dia juga merindukan mu sebagai adik nya" jawab Sandi


"makasih yah kak?" ucap nya yang merasa telah banyak merepotkan senior nya ini


"nggak masalah Ay, nggak perlu merasa sungkan dengan kakak, anggap saja kakak sendiri?" jawab Sandi seraya tersenyum tipis


"hmmm, iya kak" jawab nya dengan berdeham pelan


"hampir lupa, kita di sini udah berapa lama, kamu pasti nungguin kedatangan kakak ke sini yah, maaf, tadi belum selesai latihan, jadi agak telat juga, kamu sudah menunggu berapa lama sebelum kakak ke sini?" tanya Sandi yang membuat nya menghembuskan nafas panjang dengan apa yang di dengar nya


"nggak masalah kak, aku nggak lama nunggu kakak di sini kok, lagi pula,, aku juga ada sedikit keperluan tadi, jadi baru sampai juga nggak lama sebelum kakak sampai di sini" jawab nya


"akh,, gitu yah, tapi,, kakak lihat,, kamu belum pesan makan juga,, mau makan dulu atau gimana, udah agak siang juga kan?" tanya Sandi dengan melihat arloji di pergelangan tangan kiri


"akh,, iya hehe, aku juga lupa untuk itu,, tapi,, aku baru aja selesai minum cappuccino dingin" jawab nya yang membuat Sandi membulat kan kedua mata nya


"apa!! Ayla, belum makan udah minum cappuccino, dingin lagi, hhhhh, sekarang kakak tahu kenapa kedua orang tua kamu selalu menegur mu saat kamu lalai hanya untuk makan saja!!" seru Sandi yang kembali bersedekap


"iya nggak kok kak, lagian cuman sekali aja aku kayak gini, lain kali nggak bakalan lagi deh, kalau aku nggak lupa, In Shaa Allah" jawab nya


"belum makan juga, ada hal yang kamu pikirkan, bilang sama kakak, siapa tahu kakak bisa bantu?" tanya Sandi lagi yang merasa sedikit khawatir


"nggak apa apa kak, aku baik baik saja, jangan khawatir kan aku" jawab nya sambil tersenyum tipis


"kita pesan makan dulu aja yah, kamu mau apa, biar kita pesan?" tanya Sandi yang membuka buku menu


"akh,, nggak apa apa kak, aku udah sarapan tadi, jadi aku masih kenyang sekarang" jawab nya yang membuat Sandi terheran heran


"kamu yakin?" tanya Sandi yang hanya mendapat kan anggukan kepala sebagai jawaban dari nya


"akh iya,, sebelum aku ke sini, aku sempet ke konter untuk melihat, apakah ponsel ini masih bisa di pegang dan di operasi kan kak, kata pelayan nya juga masih bisa, mesin nya juga masih bagus, jadi aku sekalian aja isi SIM card nya" ujar nya tiba tiba berusaha mengalihkan pembicaraan


"huum, bagus lah kalau gitu Ay, kakak minta kontak kamu deh, biar kakak bisa hubungi kamu kapan aja?" jawab Sandi sambil mengeluar kan ponsel


"iya kak, ini kontak punya aku,,," jawab nya


Beberapa menit kemudian


"udah nih Ay, kakak simpan yah, kakak nanti inbox kamu, jangan lupa untuk membalas nya" tutur Sandi


"iya lah kak, nama ada aku nggak balas inbox nya kakak" jawab nya


_**That Naughty Girl Is My Wife_


Senin, 5 Juni 2023**