That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



"Ay,," panggil Mahen yang entah sudah berapa kali laki laki itu terus memanggil nya, padahal diri nya sendiri pun sudah menyahuti, namun ketika diri nya merasa harus menoleh dan menatap Mahen, laki laki itu malah mengeluar kan tatapan berbinar nya, seperti tatapan puppy eyes dengan penuh permohonan, membuat nya muak saja


seperti saat ini, diri nya sedang mencari tahu artikel makanan luar yang mungkin bisa di tambah kan juga di Restoran nya nanti


"Ay,," lagi lagi,, panggilan dari Mahen kini berhasil mengalih kan atensi nya


"apa lagi sih Nan,, aku tanya juga kamu malah terdiam,, giliran aku yang diam malah manggil tadi tadi, ada apa?" tanya nya seraya menoleh ke arah Mahen dengan tatapan memelas nya


"a,, aku,,, aku,,," ucapan Mahen yang kelihatan nya sengaja di gantung


"tuh kan, giliran aku tanya serius kamu malah gini,, mau kamu apa sih?" tanya nya dengan bersedekap


"aku mau kamu" latah Mahen karena tidak ingin diri nya kembali pada kesibukan nya


"mau aku,, iya kamu mau aku kayak gimana lagi,, aku jadi serba salah kalau gini jadi nya kan, aku harus gimana?" tanya nya


"aku mau kamu memaaf kan kesalahan aku sama kamu,," tutur Mahen dengan menyentuh nyentuh kan kedua jari telunjuk nya


"hhhhh,,, entah lah Nan,, aku nggak tahu bisa maaf kan kesalahan kamu kali ini atau nggak sama sekali,," jawab nya dengan membuang tatapan nya


"ya tapi kenapa Ay,, aku mohon kamu mau maaf kan kesalahan yang sudah aku perbuat semalam ya,, aku tahu dan aku sadar sepenuh nya kalau aku salah di sini, bahkan benar benar salah besar,, karena hal ini memang sangat membuat kamu tidur dalam keadaan gelisah,," jelas Mahen yang terlihat begitu menyadari kesalahan yang di perbuat nya


"Nan,, gini deh, sekarang kamu pikir, istri mana yang nggak akan merasa nyaman di kala di bohongi oleh suami nya sendiri,, istri mana yang akan tidur dengan nyaman di kala mendengar hal yang berbau negatif seperti apa yang kamu bilang semalam,, candaan kamu kali ini nggak lucu Keenan, sekali pun ini candaan bagi kamu,, tapi ini benar benar nggak lucu bagi aku,," tutur nya yang mulai serius dan dengan mata yang sudah berkaca kaca


"maaf kan aku Ay,, aku tahu aku salah,, aku minta maaf untuk itu,, tapi,, harus aku jelas kan,, ada sebuah alasan di balik ini semua,," ucapan Mahen kali ini terdengar begitu misterius di kedua telinga nya


"alasan apa yang kamu miliki untuk hal sebesar ini,, karena kamu ingin melihat aku menangis?" tanya nya dengan mata yang berkaca kaca dan memandangi wajah Mahen dengan tatapan penuh kekecewaan


Uy


melihat hal itu, sontak membuat Mahen menggeleng tidak setuju, menyimpan laptop yang sebelum nya ada di pangkuan nya di atas meja, lalu memeluk tubuh rapuh nya dengan begitu erat, seolah mengatakan jika laki laki ini tidak ingin melepas kan nya


"nggak,, bukan begitu Ay,, aku akui aku memang sengaja membuat kamu seperti itu,, aku sengaja membuat kamu menangis bahkan sampai membuat kamu tertidur dengan keadaan tak nyaman semalam,,"


"kamu tahu,, tepat setelah kamu mengatakan hal itu dan keluar dari kamar,, selfharm ku kambuh lebih hebat dari biasa nya,, namun,,," jawaban nya yang terpotong di kala menyadari sesuatu


diri nya yang menyadari sesuatu pun kini berusaha melepas kan pelukan kedua nya dengan paksa dan memandangi wajah Mahen dengan tatapan dengan penuh pertanyaan


"ka,, kamu,,, kamu,,," ucapan nya yang tiba tiba saja tercekat di kala memandangi wajah Mahen,, membuat Mahen mengerut kan kening heran


"jangan bilang kamu sengaja membuat selfharm ku kambuh, lalu berencana agar aku bisa menahan rasa itu sendiri,,?" tanya nya yang menyadari jika hal yang Mahen lakukan berusaha agar membuat nya bisa menahan rasa ingin menyakiti diri nya dengan perlahan


tidak terdengar apa apa dari Mahen,, yang di lihat nya hanya laki laki itu memejam kan kedua mata nya dengan erat, dan kemudian mengangguk dengan perlahan


"nggak,, kamu nggak salah Ay,, aku yang sudah salah besar di sini,, maaf kan aku sayang,, maaf,, maaf,, aku benar benar minta maaf, aku tidak akan pernah melakukan nya jika itu tidak menyangkut dengan kesehatan kamu sayang,, sebagai ganti nya kamu boleh hukum aku,,?" tutur Mahen di balik punggung nya


"nggak,, kamu nggak salah,, aku yang salah di sini karena sudah salah dalam menilai mu,," jawab nya


"dengar sayang,, baiklah jika memang itu yang kamu ingin kan, tidak ada yang salah di sini,, nyata nya kita sama sama tidak membuat kesalahan,, jadi,, tidak ada yang perlu di maaf kan hmm,, jadi,, berhenti lah menangis,, ku mohon,," tutur Mahen seraya melepas pelukan kedu nya dan menghapus jejak air mata nya, kemudian menangkup kedua pipi nya


"tapi,, aku masih merasa penasaran,, apa hal itu cukup rumit untuk mu,, maksud ku,, apa menahan rasa yang kian menjadi dalam tubuh mu itu mudah,,?" tanya Mahen yang mengundang senyuman pada wajah nya


"menurut mu bagaimana, apa kah itu akan terasa mudah?" tanya nya balik, yang lagi lagi, berhasil membuat kening Mahen mengerut


"aku nggak tahu pasti mengenai hal ini Ay,, tapi yang jelas,, aku rasa itu akan benar benar cukup sulit untuk di hindari,," jawab Mahen yang membuat nya mengangguk dan kemudian tersenyum


"yaah,, itu memang cukup sulit juga,, tapi bisa di bilang seimbang lah sama menahan rasa yang menjadi jadi akibat obat perangsang,," jawaban nya kali ini sukses membuat Mahen benar benar merasa terkejut


"kenapa kamu bisa berbicara seperti itu,, apa kah tubuh mu pernah berada dalam pengaruh obat perangsang itu?" tanya Mahen yang merasa tidak suka


"pernah, kata siapa nggak pernah" jawab nya dengan mengalih kan pandangan nya


"jawab aku, kapan hal itu terjadi?" tanya Mahen dengan segera dan menarik kedua tangan nya hingga diri nya terduduk di pangkuan Mahen


"dulu,, jauh sebelum aku menikah sama kamu,, Papa pernah menyuruh ku untuk belajar menjalani kehidupan di dunia bisnis perkantoran,, sehingga ada klien Papa yang mungkin merasa tertarik sama aku, padahal waktu itu aku pakai seragam nya masih hitam putih karena aku yang nggak pernah nyaman buat pakai pakaian formal seperti jas perempuan pada umum nya, tapi ya gitu,, aku yang merasa di dekati waktu itu pun menolak mentah mentah klien Papa dulu, hingga aku di jebak dan klien Papa itu membubuh kan obat perangsang di dalam minuman yang akan di berikan kepada ku, hingga aku pun terpengaruh, namun untung saja aku yang masih limbung bisa membawa motor pulang dengan cepat dan terburu buru ke dalam kamar mandi, berusaha menahan diri waktu itu,, sampai aku bisa keluar dari dalam pengaruh obat perangsang waktu itu,," jelas nya mengenang masa lampau nya


"apa kah kamu menyalurkan rasa itu,, pada siapa,,?" tanya Mahen yang berhasil membuat nya refleks menggeplak lengan nya


"ish,, apaan sih,, ya sekali pun waktu itu bisa di bilang anak nakal,, tapi aku masih ingat lah harus menjaga kehormatan aku sebagai seorang perempuan,, aku nakal juga sama sesama teman perempuan ku,, nggak sama cowok,, jadi aku tahan rasa itu,, kan kamu juga tahu, kak Ara pernah bilang kalau kita sedang di kuasai dengan rasa itu sebenar nya kita juga menyadari nya, jadi aku nggak mau melampiaskan nya, lebih baik aku menahan nya dari pada harus menyalurkan nya waktu itu,," jawab nya


"emm,, gitu ya,,?" tanya Mahen sok polos, seraya mulai mengelus lembut kepala belakang nya sampai ke punggung nya


"ya iya lah,, orang yang pertama saja sama kamu kok,," imbuh nya di akhiri dengan gumaman di 7 kata terakhir


mendengar hal itu, kini berhasil membuat Mahen tersenyum di kala mengingat nya, sebenar nya Mahen cukup malu mendengar nya, diri nya hanya seorang perempuan saja bisa menahan nya, namun tidak dengan Mahen yang notabene nya laki laki, malah tidak bisa menahan rasa itu


"aku kok jadi malu sama kamu ya Ay,, kamu bisa menahan rasa itu sendiri tanpa menyalurkan nya sama seseorang,, sedang kan aku nggak bisa, padahal laki laki" tutur Mahen dengan tersenyum ke arah nya


"ya beda lah Nan kamu gimana sih, dulu aku masih gadis,, status ku belum jelas,, jadi aku berusaha keras untuk menahan rasa nya,, kalau kamu kan waktu itu sudah jadi suami aku,, sudah sah juga kan, aku juga nggak bakalan tinggal diam kali kalau seandainya tahu suami aku kenapa kenapa,, aku pasti mau bantu kalau aku bisa bantu,, lagi pula kalau dulu aku sudah sama kamu, aku juga pasti akan meminta bantuan dari kamu,," jawab nya


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Selasa 22 Agustus 2023