That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
Naughty Girl Is My Wife



Mahen membuka pintu kamar nya, dan mendapati diri nya masih tertidur pulas, ternyata gadis ini memang menuruti apa perkataan nya sebelum akhir nya Mahen ke dapur untuk mencuci alat makan kotor bekas kedua nya sarapan pagi


merasa ingin membuang air kecil, kini Mahen pun berjalan ke arah kamar mandi, melewati nya dengan langkah pelan, agar tidak membangun kan nya dari tidur nyenyak nya


memasuki kamar mandi minimalis ini, serasa ada yang mengganjal, kala melihat setumpuk cucian baju yang sudah menggunung, bahkan orang yang selalu mencuci pakaian nya saja masih terlihat sangat lemas di atas tempat tidur sana, sejenak laki laki ini pun berpikir, mungkin kah dia tidak akan marah jika baju nya Mahen yang cuci kan saat ini, bukan kenapa, pasal nya mengetahui diri nya yang sempat melarang nya melakukan aktivitas pagi seperti tadi mencuci piring saja laki laki ini sudah kena semprot dari gadis itu, apa lagi untuk mencuci pakaian nya?


terus berpikir, Mahen pun mulai mengambil satu per satu pakaian yang ada di keranjang kotor, kala sebuah rasa inisiatif itu mulai hinggap di pikiran nya


lagi lagi, pertanyaan demi pertanyaan itu mulai hinggap di pikiran laki laki itu, bagaimana bisa istri nya mencuci pakaian sebanyak ini seorang diri dengan kesibukan yang selalu saja tidak bisa di hindari nya seperti jam kuliah yang selalu penuh dengan kegiatan, belum lagi kelas tambahan yang selalu datang mendadak, bahkan di samping kesibukan yang di miliki nya, gadis itu masih bisa menyempatkan waktu nya untuk memasak makanan untuk kedua nya? sekarang Mahen pun mengerti, cewek meski pun mulut nya suka mengomel, namun pekerjaan rumah bisa di selesai kan tanpa ada yang kurang


selesai dengan aktivitas mencuci nya, kini Mahen pun mulai melangkah menuju balkon untuk menjemur pakaian kedua nya


kembali masuk ke dalam kamar, kemudian, melihat jarum pendek jam dinding mewah itu yang kini sudah menunjuk pada angka 09:00, untuk sejenak, Mahen pun terdiam dan terduduk di atas sofa mewah ini, sofa yang selalu hangat dengan aktivitas nya di temani dengan gitar, laptop, juga buku diary nya, kini menjadi sofa yang dingin dengan aktivitas nya sekarang


juga sedikit heran saja, mengapa istri nya itu masih bisa menyuruh nya untuk pergi ke universitas, sementara diri nya sendiri tengah merasakan sakit pada kepala bagian belakang nya, tidak berpikir saja jika diri nya tidak akan bisa se tenang biasa nya jika dia benar benar berniat pergi ke universitas hari ini


melihat nya yang masih tertidur dengan pulas nya, kini berhasil membuat Mahen sedikit penasaran dengan keadaan nya, bukan kenapa, pasal nya perempuan ini tidak pernah memiliki keinginan untuk tidur pada siang hari apa lagi sepagi ini, ya meski pun Mahen sendiri yang sempat sedikit mengancam nya untuk kembali tidur


mulai mendekati tempat tidur, kemudian Mahen mulai memperhatikan Ayla yang terlihat begitu polos ketika gadis itu tertidur, rambut nya yang berantakan, membuat Mahen sendiri merasa bersalah karena telah membuat rambut nya se berantakan itu, namun entah mengapa sial nya Mahen malah merasa diri nya semakin cantik hanya dengan rambut berantakan seperti ini?


mulai duduk di samping nya yang tertidur, kini Mahen pun mulai memandangi wajah nya, se ukir senyum kini terdapat di bibir laki laki ini meski terkesan senyuman tipis saat memandangi wajah polos itu, mengapa dia baru menyadari, jika gadis di hadapan nya ini memang mempunyai paras cantik apa lagi jika di pandang dari jarak sedekat ini? Pikir Mahen


"maafin gue ya Ay, mungkin selama ini gue sudah keterlaluan sama lo, bersikap dingin seolah nggak pernah memperdulikan lo, tapi jujur saja, selama ini gue selalu memperhatikan lo, sekali pun itu dari jauh, terutama semenjak kita selesai melaksanakan ijab kabul, mungkin lo nya aja yang nggak pernah sadar"


"gue nggak pernah suka kalau lo dekat sama cowok lain, itu lah kenapa orang yang bernama Gustian itu masih menjadi misteri dan tanda tanya sendiri bagi gue Ay, gue nggak tahu perasaan apa yang gue punya saat ini, tapi gue nggak pernah nyaman kalau ada laki laki yang lebih akrab melebihi keakraban kita"


melihat rambut yang menjuntai menutupi kening nya membuat nya cukup terusik dari tidur nya kini berhasil membuat Mahen berniat untuk merapikan rambut nya ke samping, namun,,


"astaghfirullah Ay, lo demam, badan lo panas, gue harus kompres lo" ujar Mahen dengan nada pelan takut menganggu tidur nya


duduk di samping nya yang masih tertidur pulas, mulai meremas handuk yang sudah di basahi di dalam se baskom air, Mahen pun mulai mengompres kening nya dengan meletakkan handuk tersebut di atas permukaan kening nya dengan telaten, mengulangi nya dengan perasaan cemas yang tidak sedikit lagi


namun, Mahen pun terlihat mulai mengambil langkah kala laki laki ini mendapat kan sedikit solusi untuk mengatasi kecemasan yang ada pada diri nya sekarang


terlihat mengotak atik benda pipih itu, kemudian menempel kan nya di telinga kanan nya


"assalamualaikum Mahen, ada apa?" tanya dokter Khalif kala panggilan itu sudah tersambung


"waalaikum salam warahmatullah Om, gini om, setelah semalam Om memeriksakan keadaan istri aku, pagi ini dia malah demam, apa yang harus aku lakukan Om, aku begitu khawatir?" tanya Mahen yang memang bisa di fahami oleh dokter Khalif sendiri


"gitu yah, apa kamu sudah membelikan obat yang sudah Om tulis kan malam tadi?" tanya dokter Khalif


mendengar pertanyaan satu ini sukses saja membuat nya tertegun, mengapa diri nya bisa lupa untuk menebus obat yang di butuh kan istri nya? pikir Mahen "m,, maaf Om, aku,, aku lupa karena aku sangat mengkhawatirkan keadaan nya jika di tinggal di mansion sendiri, takut nya dia butuh sesuatu atau bantuan ku, tapi aku sempat menyuruh nya untuk tidur lagi setelah kami sarapan pagi, apa mungkin, itu karena dia masih belum meminum obat Om, padahal aku sudah berusaha mengompres kening nya?" tanya Mahen dengan polos dan mengundang tawa dari dokter Khalif di sebrang sana


"astaghfirullah Mahen,, Mahen, bagaimana istri kamu bisa cepat sembuh meski kamu sudah beribu kali mengompres kening nya, jika kamu saja belum memberikan nya obat yang Om resep kan, kamu ini ada ada saja, kamu beli kan dan berikan dulu obat nya, jangan berhenti untuk terus mengompres kening nya" jawab dokter Khalif dengan tawa nya tak habis pikir


sekarang Mahen pun tahu, kini Om Khalif pasti menggeleng dengan pelan di sebrang sana


"baiklah Om, akan aku coba, makasih untuk solusi nya, akan aku pasti kan jika istri aku akan meminum obat nya, kalau gitu, aku tutup dulu, assalamualaikum?" ucap Mahen


"yah, semoga istri kamu cepat sembuh, waalaikum salam warahmatullah" jawab dokter Khalif


_Naughty Girl Is My Wife_


Sabtu, 22 April 2023