
Jauh dari ujung jalan sana, terlihat laki laki dengan balutan baju khas turnamen basket universitas Harvard, kaos putih berlambang basket dan bernama Harvard UnioN dengan lengan pendek itu kini memperlihat kan otot otot kekar pada lengan laki laki ini, terlihat tersenyum kala mendapati sosok yang di cari kini berhasil di temukan di kantin kemudian mulai menghampiri sosok tersebut
"gue cari in ternyata lo di sini?" ujar laki laki dengan setelan Jersey basket nya ini seraya duduk di hadapan Sandi
"mau apa lo nyari in gue?" balas Sandi dengan alis kanan terangkat, balik bertanya pada teman nya yang memang ketua tim basket ini, juga satu angkatan dan satu jurusan juga dengan laki laki itu
"hhhhh, biasa lah, lo gue cari in kayak yang belum tahu aja gue mau apa nyari in lo, anak anak juga nyari in lo kali, bukan gue aja" jawab Rev yang berhasil membuat Sandi mengernyit bingung
"bentar deh, maksud lo apa an sih, lo kalau mau ngomong sama gue ngomong aja, nggak usah berbelit belit kayak gini, nggak paham gue, tapi,, perasaan gue kok nggak enak yah?" ujar Sandi yang berhasil membuat Rev cengengesan
"nyari in gue lo semua pasti ada mau nya kan, hayo ngaku, tumbenan aja lo nyari gue!" seru Sandi
"hhhhh, Sandi, lo lama-lama nggak ngerti juga ya, kan udah pernah gue bilangin, mereka minta diajarin main basket sama lo, teknik yang biasa lo pakai buat ngalahin tim lawan, lo kan andalan banget di universitas Harvard in,," namun,,
mendengar hal itu, kini berhasil membuat Sandi membulat kan kedua mata nya terkejut dan sontak saja menyerobot pembicaraan
"apa an, nggak, nggak, nggak, nggak, nggak, gue nggak mau, lagian kenapa yang kalian cari malah gue, kan ada pak Gibran yang udah latih kalian!!" seru Sandi lagi dengan tak santai
"justru ini yang udah jadi keputusan nya pak Gibran Sandi, ini usul dari pak Gibran, tim kita udah beberapa kali latihan sama pak Gibran juga tetap aja nggak menang menang, bahkan sama tim Devils yang baru di bentuk aja imbang skor nya, jadi pak Gibran yang usulin buat minta bantuan sama lo, ya kalau aja tim kita nggak bakalan tanding, gue juga nggak akan paksa lo, tapi buat kali ini aja Sandi, tolongin gue,, ayo lah,, kali ini aja, nanti kalau tim kita menang gue bakalan traktir lo makan deh" jelas Rev dengan nada membujuk
"sorry Rev, gue ada kelas lagi hari ini, waktu gue bener bener padat banget hari ini, seusai kelas nanti juga gue udah ada janji di deket universitas" jawab Sandi memutus kan
"yaah San, tolongin tim gue kali ini dong, soal nya, tim kita mau tanding usai universitas nanti, abis gitu sama anak geng motor lagi, lawan nya pada sangar sangar banget anjir" imbuh Rev membuat hati Sandi mulai meluluh meski dengan perlahan
"hhhhh, ya udah deh, hari ini kalian menang, lo hubungin aja tim basket kita di lapangan, usai kelas ke tiga gue susul ke sana" ucap Sandi dengan hela an napas panjang
"Waah, serious lo mau ngajarin kita kita, waah, jadi berita bagus nih buat tim kita, btw makasih sebelum nya ya?" ucap Rev yang dengan tanpa dosa nya mengambil segelas jus mangga yang terlihat sudah sisa
"eh eh, mau apa lo?" tanya Sandi dengan segera dan tangan nya yang memegang gelas tersebut
"mau minum Sandi, gue haus, abis dapet ceramah dari pak Gibran" jawab Rev yang membuat Sandi lagi lagi membulat kan kedua mata nya
"nggak,, jangan yang ini, ini bekas cewek, lo jangan lancang kayak gini dong, pesan aja sama Bu kantin air mineral sana akh,," ujar Sandi dengan garang
"lo,, lo serius, cewek mana yang mau duduk berdua sama lo di sini,, aoh,, jangan bilang cewek yang tadi pakai pashmina sifon warna abu yang gue lihat keluar dari universitas ini!!" seru Rev dengan ekticed
"waah, kenalin dong brother, dia cewek lo, cantik juga ternyata, kenalin dong sama gue" seru Rev dengan semangat
mendengar hal itu, tak bisa di pungkiri, kini Sandi terlihat salah tingkah kala mendengar teman nya menyebut nya seperti itu
"akh, lo,, lo apa an sih, nggak, bukan gitu, pacar, mana ada, gue nggak punya pacar, lo jangan ngadi ngadi deh" ujar Sandi dengan mendorong bahu Rev pelan
"waah, gila lo, gue nggak nyangka aja, seorang Sandi Mulyadi Handoko bisa punya pacar se cantik dan se anggun itu, lo hebat men, mana punya pacar nya pakai di backstreet segala lagi, ck, ck, ck, gue kagum sama cara lo sembunyi in hubungan kalian, padahal kalau menurut gue nih ya, lo tuh bisa gas gas aja lagi deketin dia, lagian, nggak ada larangan nya kan, kayak, orang yang berhubungan sama dia gitu, long last ya, gue ikut bahagia buat lo, akhir nya sahabat gue ini udah nggak jomblo lagi" seru Rev dengan menepuk pundak Sandi dengan bangga
"ck, lo mikirin apa an sih, udah sana lo akh, gue ada kelas nih bentar lagi" ujar Sandi berusaha mengelak, kemudian berdiri dari duduk nya kala telah menyelesai kan makan siang nya
Al Ikhlas mosque 15:30 PM
"assalamualaikum ustadz?" ucap nya yang kebetulan melihat ustadz Hamzah yang sedang berdiri di teras mesjid
"akh, waalaikum salam warahmatullah, Ayla, kamu datang sore ini, sebentar yah, saya arah kan para pekerja tukang pupuk ini dulu, kamu bisa duduk dulu di samping mesjid?" tutur ustadz yang di angguki oleh nya
beberapa menit kemudian
"assalamualaikum warahmatullah, Ayla, maaf menunggu lama, tadi ada pupuk tanaman yang biasa digunakan para santri baru bisa datang hari ini?" ucap ustadz kala tengah duduk di kursi yang berbeda dengan nya
"nggak masalah ustadz, justru harus nya saya yang minta maaf karena mengganggu kesibukan ustadz di mesjid?" ucap nya seraya tertunduk
"nggak papa Ay, nggak masalah bagi saya, kamu udah luangkan waktu kamu buat datang sore ini dengan niat belajar juga itu sudah lebih dari cukup kok, udah bagus" jawab ustadz Hamzah
"ehm,, iya ustadz" jawab nya yang hanya bisa terdiam
"hari ini waktu kamu pasti padat banget kan, tambah lagi kamu yang sudah mulai memasuki pembelajaran di universitas Harvard, pasti sibuk banget" tutur ustadz Hamzah
"tidak ustadz, maaf, maksud saya, tidak terlalu se sibuk yang ustazd bilang, In Shaa Allah, saya masih punya waktu untuk sekedar menikmati hidup, hingga saya dapat belajar seperti sekarang" jawab nya dengan bertutur lembut dengan tertunduk
_**Naughty Girl Is My Wife_
Ahad, 5 Maret 2023**