
keluarga itu kini masih berkumpul di ruang makan,, fokus dengan hidangan masing masing,,
Mahen yang melihat kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah nya ikut merasa senang
"kamu tahu nggak Ay,, waktu kamu nggak ada kabar dulu,, Sahla nggak bisa tidur karena terus terusan memikir kan kamu,, dia berubah menjadi gadis pendiam saat hari itu,, bahkan aku pun sempat merasa bingung,, ke mana sikap kekanak kanakan yang selalu melekat pada diri nya,," seru Katya yang memulai pembicaraan
"hmm,, begitu kah,, tapi,, ehm,, di mata kalian mungkin aku sudah berubah dan mulai memperbaiki diri,, mencoba memperbaiki apa yang salah dalam diri aku,, namun aku tidak bisa memungkiri nya juga,, bagaimana dengan keadaan anggota The Queen's sekarang,, apa kabar mereka,, hmm,, sudah lama aku tidak mendengar kabar dari mereka,, terutama dari kalian,,?" tanya nya yang membuat seluruh keluarga nya terdiam di kala mendengar nya bertanya demikian
"hmm,, iya,, aku tahu kok,, kamu nggak bakalan semudah itu lupa kan semua kenangan kita,, mereka baik baik saja,, mereka juga ikut sedih kala mendengar jika kamu memang nggak ada kabar waktu itu,," jelas Sahla
"hmm,, syukur lah jika memang seperti itu,, aku ikut senang mendengar nya,," tutur nya
"kamu ini bagaimana,, punya sahabat sebaik mereka kok nggak pernah cerita sama Mama,, mereka sering kunjungi Mama di sini,, setiap satu bulan sekali,, mereka akan meluangkan waktu untuk datang dan menghabis kan waktu bersama Mama di sini,, bahkan pernah menginap,, saat kamu masih di sana,," seru Mama dengan bersemangat,,
Mama yang bersemangat,, namun membuat nya mengerut kan kening nya bingung
"lho,, mereka siapa yang Mama maksud,,?" tanya nya yang beralih menoleh ke arah Mama
"iya sahabat nya kamu itu,, apa tuh nama nya,, The Queen's ya,, itu tuh,, mereka sering ke sini waktu itu,, kenapa juga kamu nggak pernah cerita perihal mereka sama Mama dan Papa,,?" sambung Papa
"ini maksud nya gimana si,, aku benar benar nggak ngerti untuk ini,, apa kah kalian bisa menjelas kan nya sama aku,,?" tanya nya yang beralih menatap kedua sahabat nya yang sudah jelas tersenyum di kala melihat kebingungan nya
"hmm,, iya Ay,, mereka semua pernah ke sini,, itu juga usul Sahla,, karena dia yang paling kesepian semenjak tidak mendapat kan kabar dari kamu,, dia nekat kunjungi Mama kamu,, buat aku sama anak anak takut jika dia akan membuat keributan di rumah kamu,, jadi buat kami mengikuti Sahla ke sini,, namun nyata nya jauh di luar ekspektasi,, dia malah akrab sama Mama kamu,, dan kami juga merasa kasihan sama Mama kamu yang memang sendirian di rumah,, karena waktu itu,, Papa kamu masih di kantor,, dia ngotot banget buat cari informasi tentang kamu,, sampai mendengar kan cerita dari Mama kamu sampai sore,, tapi melihat Mama kamu yang seperti nya tidak ingin di tinggal membuat kita menginap di sini,," jelas Katya bercerita,, membuat nya mengangguk paham
"kamu sudah mendengar cerita nya,, jadi,, mengapa kamu tidak pernah bercerita jika mempunyai sahabat baik seperti mereka,, habis itu nggak pernah di ajak ke rumah lagi,,?" desak Papa yang lagi lagi berhasil membuat nya terdiam
"hmm,, maaf Pa,, sebenar nya aku sering mengajak mereka untuk datang ke rumah,, apa lagi aku cukup kesepian di rumah sendiri,, tapi mereka terus keras kepala Pa,, mereka yang tidak mau aku ajak ke sini,, jadi harus bagaimana lagi,," jawab nya
Mahen yang masih terdiam dalam makan nya semakin diam,, namun laki laki ini memilih memotong ikan salmon yang di rasa sangat baik untuk kesehatan nya dan juga janin di dalam kandungan nya,, berniat untuk memindah kan potongan ikan salmon tersebut ke atas piring yang di gunakan oleh nya
"hmm,, makasih banyak Tya,, padahal,, aku bisa sendiri,," ucap nya yang tersenyum kikuk,, menyadari jika awal nya Mahen ingin melakukan hal tersebut namun sudah keduluan oleh sahabat nya,, mencoba untuk menenangkan Mahen yang pasti nya sudah kesal akan apa yang sahabat nya ini lakukan
mendapat kan hal itu,, kini benar benar berhasil membuat Mahen merasa sangat muak,, namun rasa sabar harus selalu ada dalam hati Mahen,, apa lagi sekarang laki laki ini melihat sepiring sushi,, membuat Mahen tersenyum dalam diam dan berniat untuk memindah kan ke atas piring yang di gunakan oleh nya
"Ay,, kamu juga harus banyak makan makanan bergizi,, seperti sushi ini pasti akan terasa enak dan bergizi buat kesehatan kamu dan janin,," seru Sahla yang kelihatan nya lebih dahulu juga memindah kan sushi ke atas piring nya
"e,, m,, makasih La,, harus nya,, kamu nggak usah repot repot,,?" ucap nya yang melihat kemarahan itu memang sudah memuncak pada diri Mahen
"nggak apa apa dong Ay,, nggak masalah,, apa salah nya kalau aunty nya ini mau yang terbaik sama Dede bayi,," jawab Sahla sambil terus tersenyum manis ke arah nya
melihat ke arah Mahen yang rupa nya sudah menahan amarah,, membuat nya lagi lagi berusaha menenangkan Mahen,, agar Mahen bisa bersabar terhadap kedua sahabat yang baru bertemu ini
menyadari instruksi dari sang istri,, kini hanya membuat Mahen membuang nafas pasrah,, bersedekap,, dan menyandar kan punggung pada sandaran kursi makan
melihat air putih yang rupa nya belum di minum oleh sang istri,, membuat Mahen hendak mengambil kan dan memberikan nya pada nya,, namun lagi lagi
"nih,, minum dulu Ay,, selesai makan harus langsung minum,, agar lebih segar lagi,," ujar Katya dengan semangat,, tanpa sadar membuat Mahen kembali tersulut amarah karena merasa keduluan
"lho Hen,, kamu mau ke mana,, kok Ay nya di tinggal,,?" tanya Bunda yang melihat Mahen beranjak dan kemudian mulai melangkah meninggalkan ruang makan, membuat semua nya melihat ke arah Mahen
"kerja,," jawab Mahen tanpa mau berbalik dan melihat ke arah nya yang sejak tadi memperhatikan Mahen
"nggak apa apa Bund,, Ay bisa sendiri,, mungkin Keenan memang mau kerja dulu malam ini,, Keenan memang suka kerja malam" jawab nya berusaha memberi pengertian pada keluarga nya yang jelas saja merasa tanda tanya akan sikap Mahen hari ini
Ahad,, 8 Oktober 2023
That Naughty Girl Is My Wife (LDN)