
malam ini, diri nya tengah sibuk memasak makanan yang di ingin kan oleh kak Aisha, tangan nya terlihat begitu lihai dan cekatan saat memasak
"mau kakak bantu nggak Ay?" tutur kak Aisha yang menghampiri nya di dapur
"nggak masalah kak,, aku sendiri saja, lagi pula,, kakak kan mau masakan ku, masa kakak ikut masak bersama ku?" jawab nya dengan tersenyum ramah
"iya juga,, tapi kamu keberatan nggak nih, kakak repotin?" tanya kak Aisha yang merasa tak enak hati
"tidak masalah kak, untuk calon keponakan ku ini, apa sih yang nggak?" jawab nya seraya mengelus lembut perut kak Aisha
"xixi,, makasih banyak banyak aunty,," ucap kak Aisha yang lagi lagi terdengar seperti suara anak balita
"xixi,, iya,, kakak itu perut nya sudah terasa gerak belum kak, gimana rasa nya?" tanya nya di tengah kesibukan memasak nya
"ya belum lah Ay,, orang masih beranjak dua bulan kok,, kata dokter nya sih kalau usia nya sudah mulai memasuki trimester kedua, antara empat sampai lima bulan ke atas,, baru bisa gerak,, rasa nya pasti lebih nikmat lagi,," jawab kak Aisha
"gitu ya kak,, nggak masalah,, ponakan nya aunty cepat aktif ya sayang,, kalau bisa cepat lihat dunia ini,, agar cepat ketemu sama aunty nya,, duuh, jadi nggak sabar aku mau lihat dedek nya gerak aktif kak,," ucap nya yang merasa gemas sendiri
"hmm,, yang hamil siapa yang nggak sabaran siapa,, sudah,, kakak tunggu di rumah lagi ya,, kakak kamu nggak mau kakak berdiri terlalu lama kata nya?" ucap kak Aisha yang membuat nya mengangguk paham
"iya kak, istirahat lah,, nanti aku akan memanggil kalian jika hidangan nya sudah tersaji" jawab nya mengangguk
...°°°...
lama bergulat dengan spatula dan wajan, hingga pada akhir nya,, empat porsi nasi goreng seafood pun sudah tersaji satu persatu di atas meja makan, terlihat begitu menggiur kan
"emm,, pantas saja rumah terasa sepi tanpa Mauza bang, tapi,," penuturan Mahen yang bisa di dengar oleh nya di kala hendak memanggil tiga orang yang tengah berkumpul di ruang keluarga, membuat langkah nya terhenti dan memilih untuk mendengar kan pembicaraan ke tiga nya
"tapi apa?" terdengar suara kak Sandi juga yang mungkin saja memang merasa penasaran dengan apa yang akan Mahen kata kan
"bagus juga,, karena aku bisa mendekati istri aku kapan saja tanpa gangguan,," jawab Mahen yang membuat nya merasa ambigu
'huuh,, mengapa dia blak blakan banget sih?' batin nya dengan kening mengerut
"maksud kamu kehadiran Mauza menjadi pengganggu di antara kalian,, ini bukan salah Abang ya,, istri kamu saja yang mau merawat nya,, jadi Abang terpaksa memberikan Mauza sama dia,,?" imbuh kak Sandi yang terdengar seperti merasa bersalah
"ya',, bukan begitu maksud aku bang,, bagus juga ada Mauza di sini,, karena istri aku jadi nggak kesepian banget di rumah,, lagi pula,, sejauh ini Mauza sudah cukup terbilang akrab sama aku bang,, aku jadi ikut merasa kesepian sih dengar Mauza istri aku kirim sama bang Andi tempo hari lalu,," jelas Mahen yang membuat kak Sandi mengangguk
"baiklah baik, terserah mu saja lah,," jawab kak Sandi yang seperti nya mengangguk paham dengan apa yang Mahen bicara kan
"semua nya,, makan malam sudah siap,, kita makan sekarang?" ajak nya yang melihat ketiga nya masih berkumpul
ke empat nya kini sudah sama sama terduduk di kursi makan masing masing dengan suasana hangat dan penuh dengan canda tawa
"hmm,, Ay,, masakan kamu ternyata enak juga ya, pantas saja Mahen semakin ke sini semakin bertubuh besar, punya istri ternyata jago memasak juga,," puji kak Aisha saat tengah mengunyah makanan dalam mulut nya
"akh,, kakak bisa saja,, biasa saja kok kak, ini bukan hal besar, sudah sepantas nya seorang perempuan seperti ku bisa memasak,," jawab nya merendah
"setelah wisuda kalian rencana nya mau lanjut ke mana?" tanya kak Sandi seraya menyuap kan sesendok nasi goreng seafood
"Ay,, maaf kan kakak ya,, kamu pasti cukup kecapekan habis wisuda seharus nya kalian beristirahat, bukan nya gini, terlebih lagi kamu Ay,, harus nya kamu banyak istirahat?" ucap kak Aisha yang merasa bersalah
"nggak apa apa kak, sudah berapa kali aku bilang, jangan merasa sungkan di sini, aku kan adik nya kakak juga,, jadi kakak bisa meminta bantuan ku kapan saja,," jawab nya
"masa sih kakak aku lagi ngidam gini aku biar kan saja,, nggak etis banget,," jawab nya
"apa lagi kalau sampai itu buat anak nya kakak ileran,, duh,, bisa bisa aku di hakimi sama si tuan pengacara,, takut juga kan?" lanjut nya dengan nada mengejek ke arah Sandi
"ish,, kamu ini, mentang mentang kakak nya pengacara jadi gitu bilang nya,, jangan bawa bawa pengacara ya,, mau bagaimana pun kakak,, kakak akan tetap menjadi kakak kamu,," seru Sandi dengan memandang nya
"ya terus kalau aku sampai buat anak nya kakak ileran gimana,, kakak nggak akan berbuat hal aneh aneh kan?" tantang nya dengan mengangkat alis kanan nya ke arah Sandi
"ya awas saja,, kamu siap siap saja dapat imbalan nya dari kakak,, ingat Ay,, zaman modern seperti ini, hukum karma masih berlaku,, akan kakak buat anak kamu juga ileran nanti,," jawab Sandi dengan menyeringai
"tuh kan kak,, kakak bisa mendengar nya sendiri bagaimana si tuan pengacara ini mengancam ku,, ancaman nya nggak main main lho kak, di balas lagi,, kekanak kanakan banget nggak sih sifat asli nya,, mana nggak hilang hilang lagi meski beberapa bulan nggak ketemu juga?" imbuh kak ke arah Aisha
"sudah mas ish,, jangan buat adik dek kayak gitu,, kasihan,, seharus nya kita bersyukur bisa menginap di sini barang semalam" tutur kak Aisha seraya menoleh sekilas ke arah kak Sandi
"apa,, kalian mau menginap semalam di rumah ini,, kenapa,, besok kalian mau ke mana?" tanya nya yang merasa terkejut
"besok kita harus segera pulang Ay,, kerjaan kakak kamu sebenar nya tidak bisa ambil cuti panjang panjang,, jadi harus segera ke sana lagi,, beruntung juga kita sedang baby moon, sambil lewat bisa kunjungi kamu yang kebetulan sedang wisuda,," jelas kak Aisha
"habis wisuda ini kalian mau ke mana lagi,, lanjut S2 kah,, atau bagaimana?" tanya kak Sandi yang mulai memasuki pembicaraan serius
"nggak kak,, aku kasihan saja sama istri aku kalau dia memang mau kuliah lagi,, gelar saja nggak cukup di dunia ini,, sudah menyandang gelar sarjana saja sudah cukup Allah berikan kemudahan kepada kita untuk berpikir dengan jernih selama mata kuliah berlangsung,, tapi,, sekarang aku mau punya anak juga,, jadi aku nggak mau istri aku terbebani dengan kuliah lagi,, kita juga akan sama sama belajar menempuh kehidupan di dunia karir" jelas Mahen yang membuat kedua kakak mengangguk paham
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Sabtu, 26 Agustus 2023