That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



"Ay,, aku ke kamar mandi dulu ya,, kamu tunggu dulu di sini,,?" pamit Mahen yang memang mempunyai kebutuhan di kamar mandi,, mulai melangkah kan kedua kaki setelah sebelum nya mendapat anggukan kecil dari nya 


di dalam kamar mandi,, Mahen berhenti tepat di depan meja wastafel,, menunduk dan menyentuh bibir wastafel dengan tatapan bingung 


"perasaan aku simpan parfum rambut aku di sini,, kenapa sekarang nggak ada,,?" tanya Mahen saat meraba meja 


"apa mungkin Ay simpan parfum nya di dalam laci,,?" monolog Mahen dengan bergumam 


mulai berjongkok tepat di hadapan laci meja wastafel dan kemudian membuka nya,, namun aneh,, Mahen melihat benda yang di beli nya kemarin tersimpan di sini,, 


"lho,, kenapa ballpoint di simpan di sini,,?" tanya Mahen saat melihat enam benda panjang dan kecil berjajar di dalam laci wastafel


mencoba membuka penutup salah satu benda yang berjajar sehingga memperlihat kan dua garis biru yang berjajar berhadapan 


"tunggu,, bukan kah ini benda yang aku beli di apotik kemarin,, kenapa ukuran nya begitu kecil,, masa aku beli benda sekecil ini,, untuk apa,,?" tanya Mahen dengan heran 


"sayang,, sini deh,,?" panggil Mahen dengan suara sedikit lantang,, membuat nya menghampiri kamar mandi 


"kenapa,,?" tanya nya yang seketika saja terdiam karena melihat Mahen yang tengah memegangi test pack di tangan kanan 


'apa kah dia sudah mengetahui nya,, tapi,, kenapa raut wajah nya terlihat polos banget,,?' batin nya saat melihat Mahen yang masih terdiam menatap nya 


"aku bilang sini ish,," tutur Mahen dengan terlihat tak sabaran karena melihat nya yang hanya terus menyandar kan tubuh nya pada bingkai pintu 


"ada apa si,, panggil panggil aku,, bikin kaget saja,," seru nya dengan bersedekap,, mencoba menghampiri Mahen yang seraya berdiri saat menyadari kedatangan nya 


"ini apa,, bukan kah ini enam benda yang aku beli kemarin,, aku pikir ballpoint karena ada tutup nya tadi,, aku buka bukan nya tinta malah menunjukkan dua garis biru seperti ini,,?" tanya Mahen seraya memperlihat kan benda di tangan ke arah nya 


"kamu sudah mengetahui nya jika ini memang enam test pack yang kamu beli kemarin,, lalu kenapa kamu masih mempertanyakan nya,,?" tanya nya balik 


"bukan begitu,, masalah nya kenapa ini kamu simpan di sini,, dan,, dua garis biru ini untuk apa aku nggak ngerti,,?" tanya Mahen lagi dengan tampang polos 


"nggak apa apa,, aku simpan saja di sini,, nggak bahaya ini kok,, kamu benar benar nggak ngerti sama dua garis biru yang terlihat begitu jelas seperti ini,,?" tanya nya balik yang membuat Mahen membuang nafas panjang


"hhh,, ya aku memang nggak pernah mengerti sayang,, karena itu aku meminta penjelasan dari kamu,, dari awal jika aku sudah mengerti aku nggak akan minta penjelasan dari kamu kok,, entah mengapa,, jiwa kepo ku meronta hanya mengenai benda kecil seperti ini,, aku juga bahkan di buat heran sendiri kenapa aku yang sekarang banyak tanya banget,," ujar Mahen dengan lembut 


"hmm,, baiklah,, kamu tanya dua garis biru ini untuk apa tanda nya,,?" tanya nya lagi yang membuat Mahen mengangguk dengan perlahan 


"jadi ini itu adalah sebuah hasil tes dari sebuah kehamilan Keenan,, tanda nya kalau kita mendapat kan dua garis biru seperti ini,, arti nya dia positif hamil,," jelas nya yang membuat Mahen terdiam untuk sejenak berusaha mencerna penjelasan dari nya


"tunggu,, dia,, dia siapa yang kamu maksud,,?" tanya Mahen lagi dengan tak sabaran namun terdengar lembut 


"ya',, yang punya test pack ini lah,," jawab nya yang mendadak gugup dan terbata, kemudian memaling kan wajah nya dengan  segera 


lama Mahen terdiam sejak mendengar setiap jawaban yang berusaha di jelas kan oleh nya 


"akh sudah lah,, rupa nya kamu memang tidak akan pernah bisa untuk mengerti dengan apa dan seberapa jauh nya aku menjelas kan nya,," lanjut nya yang tidak melihat respon apa apa dari Mahen 


"kata kan,, apa kah kamu sedang hamil sayang,,?" tanya Mahen dengan tak henti menatap lembut ke arah wajah nya 


mendengar pertanyaan itu,, kini membuat nya merasa malu hingga menundukkan wajah nya dari tatapan Mahen 


"jawab aku dengan jujur sayang,, apa kah kamu sedang hamil sekarang,,?" tanya Mahen yang mengangkat dagu nya dengan lembut,, namun tidak melepas kan tangan dan beralih menyentuh pipi kiri nya dengan tak kalah lembut,, hingga kini,, kedua netra itu kembali bertemu 


"a,, aku,, aku nggak tahu pasti mengenai hal ini Nan,, tapi itu,," jawaban nya yang terpotong di kala melihat Mahen yang tersenyum dengan tipis namun manis,, membuat diri nya ikut merasa senang melihat hal itu 


"cup,, satu untuk rasa syukur ku atas apa yang telah Allah berikan kepada kita,, hingga kita bisa menjadi calon keluarga kecil di suatu saat nanti,," tutur Mahen di kala mengecup kening nya dengan lembut 


"cup,, satu untuk rasa bahagia nya aku sama kamu,, aku nggak akan biar kan kamu kelelahan dengan ini,," lanjut Mahen dengan mengecup mata kanan nya 


"cup,, satu untuk ribuan rasa cinta nya aku sama kamu,, karena kini aku benar benar mencintai kamu sekarang,, bahkan takut kehilangan kamu,," imbuh Mahen dengan mengecup mata kiri nya 


"cup,, satu untuk beribu rasa terima kasih ku sama kamu,, terima kasih,, terima kasih banyak,, kamu sudah menjadi perantara untuk aku agar aku bisa menjadi seorang Ayah,," ucap Mahen dengan mengecup pipi kanan nya 


"cup,, satu untuk rasa sayang nya aku sama kamu,, kini aku begitu menyayangi kamu dengan sangat,, aku mohon,, jangan tinggal kan aku,, kita harus melangkah bersama,, bersama kita hadapi suka dan duka nya dunia hmm,," ungkap Mahen dengan mengecup pipi kiri nya 


"cup,, dan satu lagi untuk anak kita,," ucap Mahen dengan mengecup singkat dagu nya 


"sudah ish,, aku geli tahu,," lerai nya yang berusaha menghentikan ulah Mahen pada nya,, membuat Mahen terus tersenyum memandangi nya 


"terima kasih banyak sayang,, kamu hebat,, kita jaga sama sama ya,,?" ujar Mahen dengan lembut,, lalu menggendong nya ala bridal style 


diri nya yang masih menatap Mahen mendapat kan perlakuan seperti itu dengan tiba tiba pun terkejut karena Mahen begitu saja mengangkat tubuh nya tanpa beban 


"selamat datang enam Keenan junior,,!!" seru Mahen yang membuat seisi kamar menggema saat Mahen membaringkan tubuh nya dengan perlahan 


"enam,, kok enam si,, amit amit ya Allah,," tukas nya yang beralih memandangi Mahen yang kini tak beralih terus menindih tubuh nya di atas tempat tidur king size ini 


"iya,, enam,," jawab Mahen dengan santai sambil mengangguk angguk kan kepala dan terus memandangi wajah nya


"kenapa bisa enam,,?" tanya nya yang tidak mengerti juga mengapa Mahen mudah berbicara seperti itu 


"karena kan aku beli apa tuh nama nya,, test pack ya,, iya tuh,, beli test pack nya kan enam,, jadi anak kita bakalan enam juga,," sambung Mahen dengan antusias 


mendengar hal itu,, diri nya tertawa,, hati nya kian merasa geli di kala mendengar hal itu,, Mahen memang ada ada saja,, hari ini,, tepat di mana hari sebuah tawa yang tak kunjung reda,, diri nya dan Mahen menyebut nya sebagai hari yang bahagia 


"tunggu,, waktu sarapan kamu terus termenung di meja makan,, bahkan sampai buat Papa angkat bicara,, apa kah karena hal ini,, kamu nggak senang dengan hal ini,, kenapa,,?" tanya Mahen yang sudah merasa penasaran akan tingkah nya saat di meja makan tadi 


"bukan gitu Nan,, hanya saja,, mungkin aku terlalu merasa gugup untuk memberitahukan nya mengenai hal ini pada Mama sama Papa,, jadi,," jawab nya yang membuat Mahen lagi lagi tersenyum


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Jum'at,, 22 September 2023