That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



di sini lah kedua nya berada, hotel Garden Malioboro Yogyakarta, beberapa menit yang lalu, kedua nya baru sampai di dalam kamar hotel ini, dengan jendela besar yang langsung menampakkan pemandangan kolam berenang di luar sana,, diri nya yang merasa suasana nya benar benar sejuk pun kini merentang kan kedua tangan nya dengan lebar menghadap kaca jendela ini dengan kedua mata yang terpejam,,


"kayak nya kamu senang banget kita liburan ke sini?" tanya Mahen yang ikut menghampiri nya, memeluk pinggang nya dari belakang sambil tersenyum


mendengar hal itu diri nya pun tersenyum lantas mengangguk tidak menginjakkan kaki nya di Yogyakarta selama beberapa tahun, kini berhasil membuat rasa ingin kembali mengunjungi tempat wisata dengan sejuta kenangan ini benar benar memuncak pada diri nya


"yaa,, tentu saja,, aku begitu merasa senang dan bersyukur,, Allah masih memberikan aku usia sampai di detik ini, sehingga aku bisa kembali berkunjung ke tempat terbaik seperti ini,," jawab nya yang membuat Mahen ikut tersenyum yang berdiri di belakang nya


"kamu tahu,, jika dulu aku juga mengikuti kegiatan study tour di SMA?" tanya Mahen seraya menumpukan dagu nya di ceruk leher nya


"ya,, bagaimana bisa aku tidak tahu,, laki laki berdarah dingin itu seperti nya ingin sekali duduk di kursi sebelah ku kala itu,, bahkan aku masih mengingat nya,, jika kebiasaan nya adalah tertidur di saat menurut nya,, waktu benar benar membosankan" jawab nya dengan menerawang jauh di masa lalu


"hmm,, yaah,, kamu bahkan masih mengingat nya ternyata,, aku pikir kamu sudah melupakan nya,," jawab Mahen dengan mata terpejam, menikmati setiap detik kebersamaan dengan nya


"seperti nya kolam di sana menyenang kan,, bagaimana kalau kita berenang,, menjernihkan pikiran dan melepas kelelahan dari perjalanan,,?" usul Mahen yang entah sejak kapan sudah membuka kedua mata nya


melihat kolam dengan air berwarna biru jernih itu kini berhasil membuat laki laki ini cukup tergiur untuk berenang


"memang nya kamu bisa berenang?" tanya nya yang malah mengerut kan kening nya heran


"kamu gemesin banget ya,, aku laki laki,, sudah pasti bisa berenang,, semua laki laki kan pasti mempunyai kemampuan untuk berenang?" jawab Mahen dengan mendusel di ceruk leher nya


"geli ish,, sudah lah,, kamu saja yang berenang,, aku nggak bisa,," jawab nya seraya melepas kan pelukan Mahen pada pinggang nya


awal nya diri nya yang di buat terkejut dengan perkataan Mahen, namun kini malah Mahen yang di buat terkejut dengan perkataan nya


"kamu nggak bisa berenang,, benar kah,, kenapa,,?" tanya Mahen seraya memandangi nya yang terlihat melangkah dan duduk di tepi tempat tidur


"kenapa apa nya,, aku memang nggak pernah bisa berenang kok sejak kecil,," jawab nya dengan mengangkat kedua bahu nya tak acuh


"kenapa nggak bisa berenang,, padahal aku lihat tubuh kamu cukup tinggi,, kaki kamu cukup panjang,, tapi kenapa tidak bisa berenang sama sekali?" tanya Mahen yang ikut duduk di samping nya


"ya aku memang nggak bisa,, aku takluk deh kalau di ajak berenang aku nggak bisa,," jawab nya


"begitu kah,, tapi,, kamu kasih izin nggak kalau aku mau berenang?" tanya Mahen dengan hati hati


"ya boleh lah Nan,, sesuka mu lah,, lagi pula,, yang berenang kan kamu juga,," jawab nya yang membuat Mahen tersenyum


"aku yang berenang,, kamu yang temani aku ya,, di pinggir kolam saja,,?" imbuh Mahen yang kelihatan nya sudah tidak ingin di bantah


"tapi kamu nggak mau makan dulu,, kita bahkan baru sampai di sini lho,, nggak takut masuk angin memang nya?" tanya nya yang membuat Mahen terdiam sesaat


"emm,, ya sudah nggak apa apa,, kamu temani aku sambil suapi aku makan,, kita makan sama sama di sana, aku ganti baju dulu,," putus Mahen


"tapi,,," ucapan nya terpotong


"tidak ada kata tapi sayang,, aku tidak menerima penolakan sekarang,, bukan kah kita sedang liburan,,?" imbuh Mahen lagi seraya berjalan ke arah kamar mandi hotel untuk mengganti pakaian


...°°°...


"Ay,, ayo sini,, ini seru lho,, kamu harus mencoba nya,,?" ajak Mahen di saat mengitari samping kolam dengan berenang


yaah, di sini lah kedua nya berada,, di kolam berenang dengan ukuran sedang itu kini Mahen tengah berenang menyusuri kolam sendirian, karena memang hotel di sewa kan hanya untuk sepasang insan saja,, jadi tidak ada orang lain di sekitar kedua nya


Mahen yang terlihat begitu menikmati berenang nya, dengan bertelanjang dada dan hanya memakai celana sebatas lutut nya saja, juga dengan diri nya yang tengah mengenakan gaun muslim mengharuskan diri nya memakai celana legging dan kepala yang terbalut dengan kerudung instan, membuat nya cukup terlihat anggun


"kamu saja,, aku nggak mau,," jawab nya "sini,, makan lagi,,?" lanjut nya seraya mengacungkan sepiring nasi dengan lauk ayam geprek ke arah Mahen


melihat hal itu,, kini berhasil membuat Mahen menghampiri nya dengan perlahan dan berenang ke arah nya


"sudah habis ya,, satu suap lagi,, duuh,, berasa jadi ibu dari bayi besar nih menyuapi gini,," tutur nya


"hmm,, semau itu kah kamu mempunyai baby Nan,, sampai di bilang bayi saja terima terima saja?" tutur nya dengan memandangi wajah Mahen


"iya dong,, aku mau segera menjadi Ayah, dan kamu jadi Bunda,, hitung hitung latihan buat jadi Bunda kamu juga,, jadi harus sering suapi aku,," jawab Mahen dengan semangat


"sudah,, makan nya sudah, aku juga sudah minum,, simpan piring nya di sini,, aku akan mengajari mu cara berenang yang handal,," ajak Mahen yang sudah meminum air putih, lantas menggendong nya ala bridal style ke tengah kolam


"Nan,, nggak,, lepasin aku ish,, aku bilang aku nggak bisa berenang juga,," seru nya yang terlewat terkejut dan berusaha memberontak namun tenaga nya masih kalah dengan Mahen yang notabene nya seorang laki laki


"nanti dulu,, berenang dulu belajar tipis tipis saja,, kan bisa,," imbuh Mahen yang masih tidak ingin menurunkan nya


"ini enak kan,, nggak usah takut,, ada aku di sini,, kamu nikmati saja berenang sama aku,," tutur Mahen


"akh,, akh,, kamu nya diem dong,, takut gendongan nya jatuh,, kebiasaan kalau dekat aku yang jadi sasaran selalu cubit pinggang aku,," ujar Mahen di kala merasa sakit sekaligus geli pada pinggang nya akibat dari cubitan nya


"ya makan nya,, kamu keras kepala banget jadi orang,, aku takut kedalaman juga ish,, lepas nggak,, kalau nggak di lepas aku akan mencubit pinggang kamu lagi?" ancam nya yang sudah tidak main main


"iya iya,, aku akh,," ujar Mahen yang sontak saja membuat nya semakin terkejut


"akh,, kamu ini kenapa sih,, pelan pelan dong?" tanya nya yang tiba tiba semakin takut dan takut


"duh,, aku kesandung tadi" jawab Mahen yang sudah kembali mendudukkan tubuh nya di tepi kolam, berbicara dengan raut wajah tanpa dosa


"hhh,, mana ada kesandung di dalam air,, memang nya di dalam kolam berenang ada batu,, kamu ini ada ada saja" jawab nya dengan melipat tangan di depan dada dan membuang pandangan nya


"xixi,, lagian wajah kamu kok tegang banget gitu,, rileks saja kali,, orang cuman berenang kok,," jawab Mahen dengan mencipratkan air kolam ke arah nya


"Nan,, basah baju aku kamu kenapa sih?" ujar nya sontak berdiri kemudian melangkah memasuki kamar hotel


"Ay,, kamu mau ke mana,, tunggu aku,," seru Mahen yang hanya bisa melihat punggung nya tanpa mau memperdulikan setiap panggilan dari nya dan sontak saja laki laki ini keluar dari dalam kolam dengan terburu buru dan menyusul nya ke dalam kamar


cukup lama Mahen menunggu nya yang sedang di dalam kamar mandi, entah sedang apa kah istri nya di dalam sana, mungkin memang mandi, pikir Mahen


menunggu di atas sofa masih dengan tubuh yang setengah telanjang itu, hingga beberapa menit kemudian


terdengar suara pintu yang di buka dari dalam dan menampil kan nya yang sudah terlihat segar dengan rambut panjang yang di balut dengan handuk, membuat Mahen terdiam di kala melihat nya


"kamu mandi,, kok nggak kasih tahu aku,, kan aku juga mau mandi,,?" tanya Mahen saat sudah tersadar dari keterdiaman nya


"mandi saja sendiri,," jawab nya cuek


"aku mau mandi nya sama kamu yang ish,, nggak pekaan banget jadi istri?" rengek Mahen seraya berdiri


"mandi ya mandi saja Nan,, lagi pula,, bukan kah kamu masih asyik berenang, sana,, berenang saja,, mandi saja sama air kolam,," jawab nya dengan mendelik


"sayang ku harap kamu tidak melupakan niat kita untuk datang ke sini,, jangan mencari titik di mana kita bisa bertengkar,, aku nggak bisa,," rengek Mahen seraya memeluk pinggang nya


"hhh,, yang buat aku terkejut sampai ketakutan gitu siapa,, bahkan kamu masih bisa bilang aku yang mencari titik di mana kita bisa bertengkar,, kalau kamu memang nggak mau liburan ke sini nggak masalah,, aku bisa pulang sendiri nanti,," jawab nya dengan menghela nafas


"nggak,, siapa bilang aku nggak mau liburan ke sini,, aku mau kok,, aku nggak mau kalau tanpa kamu saja,, jangan marah dong,," tutur Mahen yang masih terdengar seperti bayi yang merengek meminta permen


"aku nggak marah,, kamu kalau mau mandi mandi saja,, aku sudah menyiap kan air nya di dalam,," tutur nya yang membuat Mahen tersenyum


"hmm,, ya sudah,, aku mandi dulu ya,, tunggu aku di sini,, jangan kangen,, nanti aku ke sini lagi,,?" ujar Mahen dengan semangat dan berlalu ke kamar mandi


mendapati hal itu, kini membuat nya menggeleng geleng tak heran dengan apa yang Mahen lakukan


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Senin, 28 Agustus 2023