That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



"Hen, jadi gimana cerita nya, lo sama Ayla bisa berangkat bareng tadi pagi?" tanya Bagas mengalih kan pembicaraan


mendengar hal itu, membuat Mahen yang di tanya menoleh kan pandangan nya pada Bagas yang sedang menyandar kan punggung nya di dinding, berdehem sejenak sambil mengusap leher belakang memikir kan jawaban apa yang pas dan masuk akal


"nggak sengaja ketemu di jalan, gue kasih tebengan" jawab Mahen seadanya


jawaban yang Mahen lontar kan sukses membuat ke tiga teman nya menatap ke arah nya, Mahen pun mengerjakan mata nya polos, memang ada yang salah dengan jawaban nya?


"gila,, nggak salah nih, cowok dingin kayak lo punya hati bidadari, sampai bolehin tuh cewek naikin motor lo, biasa nya kan, lo pelit, apa lagi urusan motor baru?" ujar Dimas yang tidak tahu apa apa


"lo udah mulai suka sama Ayla kan Hen?" tanya Bintang spontan to the poin, yang berhasil membuat semua teman Mahen ikut memikir kan tuduhan Bintang yang memang masuk akal, namun Mahen sendiri tidak menjawab apa apa, hanya berdehem panjang sambil lagi lagi mengusap tengkuk gugup


Canteen university of Harvard 09:30


"Ay, kamu udah pegang ponsel sekarang, aku minta kontak kamu dong, biar bisa komunikasi sama kamu?" pinta Kania dengan menggeser ponsel ke arah nya


mengangguk, lantas mendaftar kan nama nya di dalam daftar kontak ponsel Kania sahabat nya, hingga


"nih,, udah aku daftarin kok" jawab nya seraya mengembali kan ponsel sahabat nya


"makasih ya, oh iya aku lupa, hari ini kan ada tugas, aku ambil dulu buku paket di perpustakaan yah, nanti kamu aku ambil kan deh?" pamit Kania seraya berdiri dari duduk nya


"kamu mau ke mana, aku gimana?" tanya nya kala melihat Kania terburu buru


"nggak papa, kamu lanjut makan siang aja, nanti aku bawa kan buku paket buat kamu juga, dah?" ucap Kania seraya melambaikan tangan kanan ke arah nya yang masih duduk


mendengar hal itu, kini membuat nya lebih memilih melanjut kan makan siang nya, meski waktu masih menunjukkan waktu pagi, tapi diri nya telah meyakini jika sekarang, diri nya akan sedikit padat dengan mata kuliah


"hai Ay?"


menegak kan kepala nya, melihat ke arah Bianca yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping tempat duduk nya


"oh, hai?" jawab nya yang lantas tersenyum


"emm Ay, gue mau nanya dong buat tugas ini, lo ngerti kan, ajarin gue ya?" pinta Bianca sambil tersenyum, menggeser kan buku ke hadapan nya, sambil duduk di hadapan nya


sebenar nya diri nya masih ingin makan, namun diri nya merasa kasihan jika tidak membantu teman satu fakultas nya, melihat tugas sejenak, diri nya tentu mengerti dengan tugas sejarah kebudayaan Islam itu, karena dia juga sudah mengerjakan nya semalam, lantas mengerjakan seada nya, lalu menyuruh Bianca untuk mengerjakan nya sendiri


"sumpah gue nggak ngerti, mana bentar lagi masuk" keluh Bianca seraya menatap arloji nya


"kenapa tugas nya nggak kamu kerja kan dari kemarin?"


Bianca menghela nafas panjang, memasang wajah memelas "bukan nya gue nggak mau ngerjain, lo tahu sendiri kan, waktu gue suka penuh, gue sibuk pemotretan, nggak sempet ngerjain nya" jelas Bianca yang memang mengingat kan nya pada profesi nya, model


diri nya hanya menatap nya, menunggu teman satu fakultas nya itu melanjutkan kalimat nya, Bianca kemudian menatap nya dengan raut wajah memelas, dan menyentuh punggung tangan nya


"gue mau minta tolong sama lo Ay, lo baik, gue yakin, lo pasti mau bantuin gue, awal nya gue mau ngerjain sendiri, tapi gue nggak bisa bisa, Ay, please, bantuin gue ya?"


jari nya terlihat mengetuk meja dengan pelan, sebentar lagi kelas selanjutnya akan di mulai, sejujur nya diri nya juga tidak tega membiar kan Bianca kesusahan sendiri, kemudian perempuan itu mengangguk kan kepala nya dengan pelan


"serius lo mau bantuin gue Ay, aarrgghh,, makasih banyak Ay, lo memang teman gue yang paling baik" ujar Bianca seraya tersenyum, berhasil mendapat kan apa yang di ingin kan nya


diri nya mengangguk sekenanya, baru saja ingin menyentuh buku tulis Bianca, tangan seseorang sudah lebih dulu menggeser buku tersebut pada yang punya, kedua gadis itu lantas mendongak, mendapati Mahen yang entah sejak kapan sudah duduk di kursi samping


"Ayla bukan teman yang baik"


Bianca menatap Mahen tidak mengerti, berusaha ingin memberikan buku nya lagi pada nya, namun lagi lagi Mahen memindahkan nya "ini tugas lo kan, kerjain sendiri"


Bianca membuka mulut nya tidak percaya, melihat ke arah Mahen dongkol "masalah lo apa si Hen?"


"gue nggak suka lo nyuruh nyuruh Ayla" dingin, Mahen menatap Bianca dengan wajah yang sangat kentara tidak suka


"di sini gue nggak nyuruh, gue cuman minta tolong" jawab Bianca seraya bersedekap dan menatap Mahen dengan tajam


"minta tolong yang merugikan orang lain, lo masih punya tangan, kerjain sendiri" ujar Mahen dengan menarik sudut bibir, kemudian terkekeh sinis


Bianca baru saja ingin menjawab lagi, kala Mahen dengan tiba tiba mencondongkan tubuh nya, berbisik di telinga gadis dengan outfit ketat itu "lo mau gue bilang sama Ayla, kalau selama ini lo itu cuman face friend nya yang selalu manfaat kan kejeniusan nya?"


Bianca terlihat membulat kan mata nya sempurna, entah ada urusan apa Mahen sampai bersikap sebegitu nya karena Ayla, menatap tajam ke arah Mahen, kemudian melenggang pergi dengan rasa kesal yang tertahan, kala melihat Mahen yang tersenyum tanpa dosa, namun terkesan menyeram kan


"apa yang lo lakuin?" hardik nya dengan kesal


mulai mengitari meja, kemudian duduk di hadapan gadis itu, diri nya hanya menaikkan alis nya tidak mengerti "karena cuman gue yang boleh nyuruh nyuruh lo"


diri nya yang mendengar hal itu pun kini mengubah raut wajah nya dengan seketika, cowok itu tetap saja menjadi Keenan yang benar benar menyebal kan, diri nya beranjak dari duduk nya, berniat pergi namun dengan cekatan Mahen laki laki itu menahan nya


"lo harus temenin gue makan"


diri nya baru saja ingin menolak, namun Mahen buru buru memotong nya "lo masih punya hutang penjelasan sama gue kalau lo lupa"


diri nya hanya terdiam, kalau saja diri nya tidak ingat harus menjelas kan perihal Mauza pada laki laki ini, mungkin diri nya sudah jauh jauh dari laki laki ini


Mahen tersenyum penuh kemenangan, dengan jahil nya laki laki ini menarik piring stainless steel yang masih terisi makanan milik nya, kemudian memakan nya tanpa izin


"itu makanan gue!" seru nya membelalak, memukul mukul bahu Mahen karena sudah berani memakan makanan nya tanpa seizin nya


"makanan lo, makanan gue juga, kan gue suami lo" ucap Mahen dengan pelan


dengan wajah tanpa dosa, Mahen tetap lanjut memakan makanan nya dengan sumringah, sesekali terlihat menggoyang kan kepala nya menikmati, Mahen mengambil udang goreng tepung dengan sepasang sumpit, lalu mengulurkan nya ke depan mulut nya "buka mulut lo"


bukan nya membuka mulut, diri nya justru menjauh kan kepala nya, namun Mahen tetap saja masih menyodor kan sumpit di depan mulut nya berkelas kepala ingin menyuapi gadis ini, tapi diri nya pun tidak kunjung mumbuka mulut, justru malah memandang Mahen dengan tatapan aneh


"buka sayang, atau gue teriak kalau lo istri gue sekarang?" tantang Mahen dengan menyeringai tipis, membuat pertahanan nya runtuh dan memakan makanan dari Mahen


"enak kan, apa lagi gue yang nyuapin?" tanya Mahen dengan tersenyum


"ck, kalau makan tuh yang rapi coba, aneh banget, sedewasa ini makan masih aja belepotan, diem,," ucap Mahen dengan berdecak, kala melihat ekor udang di sudut bibir nya belum di bersih kan


memilih berinisiatif untuk mengambil nya langsung dengan tangan nya, kemudian memakan nya sendiri


"ck, lo apaan si'?" ujar nya yang baru menyadari


"apa, nih mau lagi nggak?" tanya Mahen yang membuat nya mendelik


"ogah!!" jawab nya seraya bersedekap dan membuang tatapan nya pada sosok dari kejauhan sana yang sedang tersenyum tipis ke arah nya kala melihat kedua nya


hingga ponsel nya berdering, tanda ada pesan masuk


'gitu dong, akrab sama misua, enak di pandang'


melihat pesan yang Sandi kirim kan membuat nya berdecak kesan


"ya udah kalau ngga mau" jawab Mahen kemudian kembali memakan makanan nya sambil tersenyum sumringah sembari menatap nya dengan pandangan yang sulit di arti kan, membuat nya merasa tidak nyaman di tatap seintens itu


"salting nggak lo di tatap kayak gini sama gue?" tanya Mahen dengan polos, memajukan wajah nya lebih dekat dengan nya


"nggak, sotoy deh lo!!" seru nya dengan mengalihkan pandangan nya, padahal tanpa sadar kedua pipi nya sudah memanas refleks di buat salting, memilih berdiri dan berniat pergi ke kelas, atau menyusul Kania yang entah mengapa sangat lama di perpustakaan


tapi pergerakan Mahen yang tiba tiba menghentikan nya tiba tiba membuat degupan jantung nya semakin tidak terkontrol, Mahen menghenti kan langkah nya, berdiri di belakang nya, membuat nya mau tidak mau harus menghadap ke arah Mahen, namun buru buru Mahen membalik lagi badan nya, membuat nya kembali menghadap depan


"lo,, lo ngapain sih?" tanya nya sedikit gugup


Mahen menundukkan kepala nya, berbisik di sebelah telinga nya yang tertutupi kerudung "ada perang di belakang celana lo"


diri nya yang mendengar pun membulat kan mata nya seketika, memeriksa celana belakang nya, dan mendapati warna merah, pada celana kulot piece nya, pipi nya merona merah, Mahen pasti mengejek nya setelah ini


"jaket gue nggak lo bawa, jadi biar kan gue berdiri di belakang lo, buat nutupin noda itu" bisikan Mahen lagi yang sukses membuat nya menaikkan dagu nya


"lo jalan aja, biar gue jalan di belakang lo" Mahen mendorong bahu nya pelan, menyuruh gadis itu berjalan


"lo tenang aja, gue nggak akan biar kan lo malu, gue akan lindungi lo dari belakang"


ada yang aneh dari diri Mahen, entah kenapa sejak kemarin laki laki itu sedikit jadi lebih baik, apa mungkin Mahen sempat terbentur sesuatu hingga sikap nya jadi berubah seperti ini, tapi entah lah, diri nya pun tidak mengetahui nya, namun dari banyak nya perasaan yang diri nya rasa kan selama bersama dengan Mahen, seperti emosi, kesal, dongkol, rasa ingin mengumpat, ingin menyepak Mahen ke planet lain, ada satu rasa yang lebih dominan saat ini


dan mungkin kah itu,,, rasa nyaman?


_That Naughty Girl Is My Wife_


Jum'at, 9 Juni 2023