
family room of the mansion 20.30
malam hari ini, kini diri nya mengajak Mauza untuk sekedar menyaksikan siaran televisi di ruang keluarga, perempuan itu terlihat memangku kucing kesayangan nya sambil memakan cemilan yang sudah di buat nya tadi
"miau,," suara Mauza yang tiba tiba terdengar di kala melihat nya hendak menyuap kan keripik kentang goreng ke dalam mulut nya tiba tiba berhenti dan menunduk menatap kucing yang kini telah memperhatikan nya
"kenapa,, kamu mau ngemil juga,, ya sudah,, kamu tunggu sebentar di sini ya,, biar kakak ambil kan cemilan nya kamu di dapur?" tutur nya yang mengerti di kala merasa Mauza menginginkan sesuatu
diri nya pun mendudukkan Mauza sendiri di sofa, dan bergegas ke dapur untuk mengambil kan kucing imut itu cemilan sekaligus membawa minuman dingin untuk nya sendiri
"kamu sedang mencari apa di dapur?" tanya nya di kala melihat Mahen yang tengah celingak celinguk di hadapan lemari kitchen set yang terbuka
pertanyaan nya itu sontak saja membuat Mahen terkejut dengan kedatangan nya yang tiba tiba, laki laki itu sontak menutup kembali lemari dengan segera
"nggak ada,," jawab Mahen dengan dingin dan mengubah posisi berdiri nya
"kamu kenapa,, apa ada yang salah?" tanya nya semakin mendekat ke arah Mahen, membuat Mahen terdiam mematung
"apaan sih,, nggak jelas banget,,!" seru Mahen seraya bergegas pergi, di pikir nya istri nya itu akan mendekat ke arah nya
"dih,, kamu yang nggak jelas,, kenapa juga coba,,?" jawab nya dengan bertanya, dan segera mengambil cemilan khusus untuk kucing imut kesayangan nya di dalam lemari yang sebelum nya Mahen buka
"hhhhh,, ada apa juga dengan diri nya akhir akhir ini,, aneh banget,,?" tanya nya pada diri nya sendiri dengan bergumam sendiri
setelah mengambil kan cemilan Mauza, kini diri nya pun berhenti di depan kembaran suami nya alias lemari pendingin, mengambil minuman kaleng bervarian rasa susu pisang kesukaan nya, dan kembali menutup pintu lemari pendingin tersebut, kemudian berjalan ke arah ruang keluarga kembali dan mendapati Mahen yang sekarang tengah menonton dengan memangku Mauza di pangkuan nya
"sini Za,, kamu mau makan ini kan tadi,, ayo makan?" tanya nya seraya mendudukkan diri nya di sofa samping Mahen, hendak mengambil alih Mauza di pangkuan Mahen, namun tangan nya di tahan oleh Mahen, membuat nya heran
"kenapa?" tanya nya seraya menoleh ke arah Mahen yang masih setia memasang wajah dingin nya
"harus nya aku yang tanya,, kamu mau apa,, dia lagi tidur juga,, kamu nggak lihat?" tanya Mahen dengan cepat dan berhasil membuat nya menunduk dan mendapati Mauza yang memang sudah tertidur
"tadi dia mau makanan ringan,, jadi aku ambil kan di dapur,, tadi dia bahkan belum tertidur kok, kenapa sekarang dia sudah tertidur saja?" tanya nya
"hhh,, kamu lama,, sudah lah,, biar kan dia tidur sekarang" ujar Mahen dengan menoleh sekilas ke arah nya
"ya sudah, sini,, biar aku yang tidur kan dia?" tutur nya yang seraya mengulur kan kedua tangan nya hendak menggendong kucing yang masih tertidur pulas di pangkuan Mahen
"nggak nggak,, nanti yang ada dia malah terganggu, biar kan dia tidur di sini,,!" ujar Mahen dengan cepat
"hhhhh,,, ya sudah,, terserah mu saja lah,," jawab nya yang hanya bisa mengalah, padahal diri nya tahu, jika Mahen tengah menghindar dari nya saat ini, Mauza tidak mungkin terganggu karena diri nya sendiri sudah sangat mengenali nya, jika sudah tertidur dengan pulas, kucing betina itu tidak akan merasa terganggu meski tubuh nya di guncang sekali pun
entah ada apa dengan Mahen hari ini, salah kah jika diri nya memang sedikit menghindari nya, ini memang sedikit membingung kan, karena jawaban yang kak Ara lontar kan tadi siang itu terus berguma di kedua telinga nya, seperti kaset yang rusak, dan berhasil membuat hati dan perasaan nya tak karuan sekaligus bimbang secara bersamaan
"minggir,, aku mau tidur di sini,," usir Mahen dengan tak santai, menyuruh nya untuk duduk di sofa yang lain dan membuat nya menghela nafas berat
"kenapa harus tidur di sini sih,, kenapa juga nggak di kamar?" tanya nya yang merasa bingung saat sudah terduduk di sofa yang lain dengan memangku bantal sofa di atas kedua paha nya
"suka suka aku mau tidur di mana,," jawab Mahen yang rupa nya masih bisa mendengar meski kedua mata nya sudah terlihat terpejam
...*** ...
tepat pukul 20.45, suara ponsel Mahen berdering, tanda ada panggilan masuk, membuat Mahen cukup terusik dari tidur nyenyak nya dan beralih mengangkat panggilan nya, melirik nya sekilas dan mengangkat panggilan
terlihat adegan sepasang kekasih yang tengah sama sama terduduk di tengah ramai nya taman di siang hari
'kamu kenapa sih, sejak tadi kok aku lihat kamu hanya terdiam saja, apa kamu merasa tidak senang dengan kencan kita kali ini setelah sekian lama nya kita LDR an?' tanya si laki laki yang terlihat memandangi wajah sang perempuan
'a,, aku,, aku nggak apa apa kok, aku senang dengan pertemuan kita hari ini,,' jawab si perempuan yang terlihat memaksa kan untuk tersenyum di hadapan pacar nya
'nggak mungkin nggak ada apa apa,, Dhe,,' tutur laki laki itu seraya menggenggam erat kedua tangan sang kekasih di samping nya
'kalau kamu memang lagi ada masalah, sebaik nya kamu cerita saja sama aku, kita sama sama kan sudah cukup lama juga, jadi aku tahu betul bagaimana sikap kamu, meski pun aku pernah merantau jauh dengan kamu, tapi,, inti nya,, kamu nggak akan pernah bisa berbohong sama aku Dhe,,' tutur laki laki ini yang terdengar lembut
'a,, aku,, aku,,' penuturan perempuan ini yang tiba tiba saja menjadi tergantung, di lanjut kan dengan kedua mata nya yang berkaca kaca
'hei,, kamu kenapa nangis sayang,, jangan nangis, kamu tahu kan, aku nggak suka lihat ada air mata di pipi kamu,,?' tanya laki laki ini yang mendadak saja merasa khawatir di kala melihat sang kekasih hati menangis dengan tersedu sedu
'Dhev,, mari kita akhiri saja hubungan ini,,' seru perempuan ini yang terdengar begitu lirih membuat sang kekasih hati, dan laki laki yang di kenal dengan nama Dhevian itu tertegun di kala mendengar lirihan nya
'nggak,, kamu bercanda kan sayang,,?' tanya Dhevian yang memandangi wajah Dhea kekasih nya juga dengan tangan nya yang berusaha menghapus jejak air mata di pipi Dhea
'aku serius Dhev,,' jawab Dhea seraya menunduk dalam dan menurun kan tangan Dhevian dengan perlahan
'tapi kenapa, bukan kah selama ini hubungan kita baik baik saja Dhe?' tanya Dhevian yang mulai merasa tak habis pikir, namun malah tidak mendapat tanggapan apa apa dari Dhea
'kok malah diem,, apa selama ini aku ada salah sama kamu, kalau memang iya, kamu bilang saja sama aku, biar aku perbaiki kesalahan aku hmm?' tanya Dhevian yang membuat Dhea menggeleng dengan pelan
'kamu tahu kan, jika aku benar benar cinta dan sayang sama kamu?' tanya Dhevian
'maaf Dhev,, sebenar nya aku sudah menikah satu bulan yang lalu,,' hal yang membuat Dhevian benar benar terkejut dengan apa yang di dengar
'aku nggak ada pilihan lain saat itu, karena orang tua ku menyuruh ku untuk menikah dengan rekan bisnis kedua nya,, aku bahkan sudah berusaha untuk menolak dan memberontak, namun kedua nya tetap memaksa, bahkan kedua nya tak segan mengancam ku Dhev,,' tutur Dhea dengan terisak
'kenapa kamu baru bilang hal sebesar ini,, kenapa Dhe,, kenapa harus saat ini, kenapa nggak sejak sebelum nya, atau bahkan jika akad nya akan di selenggarakan kalau kamu mau?'
'aku nggak pernah sanggup untuk bilang hal sebesar ini jika kita masih LDR Dhev'
'kalau aku boleh tahu, memang nya kedua orang tua kamu mengancam kamu dengan apa, sampai buat kamu mau menuruti apa yang menjadi keinginan kedua nya?'
'kedua nya,,'
'kedua nya mengancam akan menewas kan kamu, dan aku nggak pernah mau kamu kenapa kenapa Dhev,,' hal yang teramat sangat berhasil membuat Dhevian benar benar tertegun di kala mendengar penuturan dan setiap penjelasan Dhea, laki laki itu memeluk erat tubuh Dhea dengan sangat
'baiklah,, semoga kamu bahagia, terima kasih, kamu sudah mau berkorban demi aku, tapi satu hal yang perlu kamu tahu, lebih baik aku tewas,, dari pada harus melihat orang yang aku sayangi menikah dengan orang lain,,'
tanpa di sadari oleh nya sendiri, kini Mahen pun sudah terduduk manis di sofa tempat duduk nya semula, entah sejak kapan laki laki itu menyudahi pembicaraan nya pada sambungan telepon, yang jelas laki laki ini sudah duduk dengan menyilangkan kedua kaki dan ikut menyaksi kan sinetron malam ini
'apa aku juga menjadi penghalang kebahagiaan nya dengan kekasih nya dengan menikahi nya dulu ya,, apa kah dia mempunyai kekasih dulu?' batin Mahen yang sedikit terinspirasi dari sinetron yang di lihat nya dan sedikit menoleh ke arah nya, memandangi wajah nya dari samping
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Jum'at, 18 Agustus 2023