
Pagi ini, diri nya tidak pergi ke universitas, karena memang sedang tidak ada kelas, rencana nya, Kania dan Sandi yang akan mengunjungi rumah nya di sini dengan Mahen, dari itu, pagi ini, diri nya sudah bergulat dengan alat masak
"masih pagi, lagi ngapain si di dapur?" tanya Mahen dengan berbisik tepat di samping telinga nya, kedua tangan nya sudah melingkar kuat di pinggang nya
"lagi mandi" jawab nya asal, namun berhasil membuat Mahen terkekeh
semalam, memang Kania dan kak Sandi sempat menghubungi nya jika kedua nya akan mengunjungi rumah ini, dengan pasangan masing masing dan juga Muezza
menyadari ada kucing imut kesayangan nya itu tengah mendumel ria di ujung kaki nya, membuat nya mengangkat Mauza dengan senang
"selamat pagi cantik nya kakak, ish,, lucu banget si, kamu mau sarapan apa sayang, kita sarapan dulu ya, kakak goreng kan ikan?" ujar nya dengan semangat, namun berhasil membuat Mahen memutar bola mata malas kala melihat hal itu
'giliran kucing yang samperin,, di sambut dengan semangat, giliran suami sendiri yang samperin bahkan sampai di peluk,, nggak di kasih sambutan sama sekali,, malah berpaling,, hhhhh, nggak papa,, untung istri sendiri' batin Mahen kala melihat nya yang tengah mendudukkan kucing di atas meja makan
"kamu duduk dulu ya sayang, kakak buat kan makanan kesukaan kamu dulu, tunggu ya, jangan kemana mana" ucap nya seraya mengelus lembut kepala kucing dengan sayang, kemudian berjalan ke arah meja kompor kembali
"pagi Mauza, kamu tidur nya nyenyak nggak, maaf ya, ibu nya di kurung dulu sama Ayah, jadi baru hari ini kamu bisa ketemu sama ibu?" ucap Mahen dengan melantangkan suara dengan sengaja, agar diri nya dapat mendengar
"siapa yang kamu panggil ibu?" tanya nya seraya menghampiri Mahen dengan membawa spatula yang sudah panas
"ya kamu lah, siapa lagi, kata Mama, kamu memang suka di panggil ibu kan, sama Mauza?" jawab Mahen seraya mendongak saat sedang mengelus lembut kepala Mauza yang sedang berada di pangkuan Mahen, dengan sayang
"apaan si, nggak jelas banget!!" ujar nya
"hmmm, bukan nya gitu ya, sayang nya aku ini udah ada yang panggil ibu" imbuh Mahen seraya kembali memeluk tubuh nya, dengan menopang kan dagu nya di bahu kanan nya, membuat nya risih
"kamu bisa diem duduk aja nggak di sana?" tanya nya yang merasa jengkel dengan tiba tiba
mendengar hal itu, kini hanya berhasil membuat Mahen menggeleng masih dengan topangan dagu nya, membuat nya semakin geli
"nggak bisa, aku kan hidup, jadi nggak bisa diem, mau nya peluk kamu terus, kayak gini selalu berhasil buat aku nyaman" jawab Mahen yang semakin mendusel di ceruk leher nya
"diem Keenan ish,, aku geli,, kamu nggak lihat apa, aku lagi masak gini malah kamu kerjain?" ujar nya dengan lemah
"kerjain gimana, orang aku nggak lagi apa apain kamu kok, kayak gini baru aku kerjain,, cup" ucap Mahen seraya mengecup singkat leher kanan nya membuat nya sontak membulat kan kedua bola mata nya sempurna
"Keenan, di bilangin jangan ganggu ish, aku gigit nih!" setelah mengatakan hal itu, diri nya pun berusaha menjauh kan wajah nya dari wajah Mahen, namun bukan Mahen nama nya, jika gampang menyerah
"gigit tinggal gigit balik apa susah nya sih yang?" jawab Mahen yang malah semakin gencar mendekat kan wajah nya dan mendusel pada ceruk nya
"Nan, aku nggak bercanda yah?" peringat nya yang merasa tidak berhenti mendapat kan kegelian
"aku juga nggak bercanda" jawab Mahen tanpa mau mengalah yang masih saja tersenyum menyeringai
diri nya memang serius, dia meraih tangan Mahen dan menggigit nya hingga cowok itu sontak berteriak "aw aw, sakit yang ish, kamu kok kayak macan betina sih" imbuh Mahen seraya mengelus tangan kanan nya yang mendapat kan bekas gigitan
"memang! ya habis nya kamu, sudah tahu aku titisan macan betina, malah nantangin, heran!!" omel nya seraya melirik sinis ke arah Mahen
"kamu kira aku nggak bisa balas hah!"
tidak sakit, tapi rasa nya seperti di setrum, sensasi yang sama ketika Mahen meninggal kan jejak di leher nya tepat di malam ulang tahun nya itu
hingga genggaman nya pada spatula menguat kala merasa kan Mahen melepas kan gigitan nya dan bibir laki laki itu membelai kulit bahu bahkan hingga ceruk nya
"sakit kan, hmmm?" bisik Mahen dengan suara berat nya yang rendah, membuat nya kembali merasa di setrum sekali lagi
tanpa di sadari, darah nya pun berdesir hebat hingga diri nya hanya bisa membeku di tempat nya berdiri
"sayang?" bulu roma nya merinding hanya karena merasa kan telunjuk Mahen menyentuh lengan nya dengan lembut
"kok gemetar, sakit banget yah, maaf?" ucap Mahen dengan raut wajah tak berdosa ke arah nya
"ng,, nggak" jawab nya seraya menggeleng cepat sebelum Mahen merasa curiga
"aku bercanda nya berlebihan ya,, maaf?" ucap Mahen lagi yang beralih menggenggam kedua tangan nya dan memati kan kompor sejenak, agar masakan nya tak gosong
"nggak, udah, kamu sana mandi, gak usah ganggu aku terus!!" ujar nya dengan mengalih kan pandangan nya
melihat hal itu, kini berhasil membuat Mahen terkekeh geli, jika kalian mengira bahwa Mahen bisa dibohongi, maka kalian salah, karena Mahen, adalah tipikal laki laki yang mudah memahami perasaan seseorang, seperti sekarang ini, kini Mahen pun mengetahui jika istri nya ini begitu terlihat salah tingkah, hanya di goda oleh nya, bahkan diam diam, sudut bibir Mahen pun terangkat melukis sebuah senyuman, jadi seperti ini, rasanya bisa melihat istri sendiri salah tingkah karena terjebak dalam godaan nya? pikir Mahen kala diam diam tersenyum tipis
"ngapain kamu senyum senyum gitu liatin aku, lebih baik kamu mandi sana, punya suami satu, hobi nya jahilin istri aja, heran?" gumam nya yang menangkap basah Mahen yang tengah tersenyum
"nggak akh,," jawab Mahen, seraya kembali memeluk dan melingkarkan kedua tangan kekar pada pinggang istri nya
"nggak apa, jangan bilang nggak mau mandi, dasar planet Uranus!!" umpat nya yang kembali berubah menjadi kepribadian yang dingin
"iya, aku nggak mau mandi, kecuali kalau,,," ucapan Mahen yang sengaja di gantung, dan memancing nya agar bertanya lebih
"kecuali kalau apa, jangan aneh aneh deh!" ujar nya yang masih saja jutek
"kecuali kalau kamu mau mandiin aku, atau,, gimana kalau kita mandi bareng aja?" usul ngawur Mahen yang berhasil mendapat kan geplakan dari nya
"kalau ngomong tuh yang benar coba Nan, aneh aja, jangan ngawur deh" peringat nya
"ihh, orang aku serius kok sekarang, janji deh nggak candain kamu lagi, mau yah, mandi bareng sama aku?" tanya Mahen lagi
"nggak, aku lagi masakin Mauza, kasihan dia, pasti nungguin dari tadi" jawab nya seraya mengangkat ikan goreng dan meniriskan nya di dalam sebuah saringan
"hhhhh, dia lagi yang dapat perhatian kamu, dia aja terus, seterus nya sama dia, suami mau habis kan waktu berdua aja susah banget" jawab Mahen dengan memutar bola mata malas kala melihat nya memindah kan dan hendak memberi kan sepiring ikan goreng pada sang kucing
"eh,, kok malah tidur sih, kan kakak suruh kamu tunggu sebentar?" gumam nya yang malah melihat Mauza sudah tertidur dengan nyenyak
_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Senin, 17 Juli 2023**