That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



pagi menjelang siang,, kini,, diri nya sedang maraton Drakor dengan memangku laptop nya di atas tempat tidur,, sejak tadi,, diri nya bahkan tidak menyadari tatapan tidak suka dari laki laki yang tengah memperhati kan diri nya di sofa kamar ini dengan bersedekap dada


ya,, jika sudah melihat dan menyaksikan siaran drama Korea itu,, diri nya bahkan lupa akan segala nya,, mungkin hanya Allah saja yang tidak pernah di lupa kan nya,, termasuk Mahen yang sejak tadi merasa kesal karena terus merasa di diam kan oleh nya


'huuh,, kapan selesai nya si nonton nya,, suami sendiri nggak di hirau kan,, harus kah aku merasa cemburu bahkan dengan sebuah laptop saja,,?' tanya Mahen dalam hati,, terus mendumel tidak suka masih dengan menatap dan memperhatikan gerak gerik nya yang bahkan kedua mata nya terlihat begitu kuat untuk sekedar mengedip saja


'benar benar kamu yang,, suami nganggur gini bukan nya di ajak ngobrol malah di kacangin,, harus aku kasih pelajaran nih kamu,,' lanjut Mahen yang misuh misuh sendiri


"Ay,, kamu lihat kaus abu abu punya aku nggak?" tanya Mahen yang mencoba membuat nya mengalih kan perhatian nya


"abu yang mana,, kaus abu milik mu kan bukan hanya satu?" tanya nya balik seraya menyuap kan kacang Mede ke dalam mulut nya


"yang itu lho yang,, yang dua warna itu,, yang sama warna putih,, duh,, aku cari cari kok nggak ketemu juga ya?" tanya Mahen lagi


"oh,, sudah aku masukin dalam lemari tadi pagi,, aku simpan kaus kamu di barisan paling atas kok,, kamu bisa mengambil nya,, tapi ingat,, ambil nya di angkat,, bukan di tarik,, biar pakaian lain nya nggak ikut kebawa,," jawab nya yang masih saja fokus tanpa mengalih kan perhatian pada yang bertanya


'bentar,, lho,, kok dia bisa tahu ya,, bahkan masih fokus sama laptop juga dia masih mengingat nya,,?' tanya Mahen yang malah membatin


"tunggu apa lagi,, tadi tanya kaus,, sekarang kok malah bengong gitu,,?" tanya nya lagi yang padahal tidak untuk sekedar menoleh ke arah Mahen


'lho,, dia tahu aku lagi bengong,, padahal fokus nya dia sekarang hanya pada laptop nya,, tapi masih bisa memperhati kan sekitar?' batin Mahen lagi


"yang,, aku mandi dulu ya,, lengket banget tubuh aku,,?" ucap Mahen yang kemudian mulai melangkah setelah sebelum nya mendapat kan gumaman pelan dari nya


'sudah lah,, lebih baik aku mandi dulu saja,, dari pada kesal sendiri lihat istri sibuk sama gadget nya,,' batin Mahen seiring dengan langkah kaki yang mulai masuk ke dalam kamar mandi


...°°°...


beberapa menit berlalu,, Mahen,, laki laki itu belum menampakkan diri di hadapan nya,, dan pintu kamar mandi juga masih tertutup dengan rapat,, namun entah mengapa,, rasa mual yang mulai menghilang itu kini hinggap kembali,,


diri nya yang mulai merasa semakin mual pun segera berlari ke arah kamar mandi yang jelas masih tertutup dengan rapat,, membuka nya dengan segera dan kemudian segera memuntah kan isi di dalam perut nya tanpa melirik sedikit pun ke arah Mahen yang kini memperhati kan langkah panjang nya ke depan wastafel dengan kening mengerut


"sayang,, kenapa akhir akhir ini kamu begitu sering muntah sih,, diem dulu ish,, aku bantu kamu ya,," tutur Mahen yang menghampiri nya dan berdiri tegap di belakang nya


diri nya yang menyadari jika laki laki di belakang nya dengan tanpa dosa memeluk pinggang nya dengan bertelanjang bulat belum mengenakan busana pun berusaha melepas kan pelukan di pinggang nya sambil menggeleng


"sudah,, jangan banyak berpikir dulu yang,, muntah dulu saja,, eh tapi jangan,, aku nggak tega melihat wajah kamu memerah karena kebanyakan muntah seperti ini,," tutur Mahen yang menyadari pelukan nya hendak di lepas oleh nya


"akh,, mual banget Nan hhh,, aku hhh,, aku capek hhh,," tutur nya seraya mengusap bibir nya dengan tisu, mencengkram erat sisian wastafel dan kemudian menunduk dalam dengan nafas yang terdengar memburu


"iya,, aku tahu,, karena itu kamu harus banyak beristirahat,, berhenti untuk maraton Drakor terus meski sejenak,, tubuh kamu juga butuh istirahat sayang,," tutur Mahen memperingat kan seraya membalik badan nya agar berhadapan


"astaghfirullah,, Masya Allah,, Allahu Akbar,,!!" seru nya yang sontak saja menutupi seluruh wajah nya dengan kedua telapak tangan nya di kala menyadari Mahen yang masih setia berdiri tanpa mengenakan sehelai benang pun


"kamu kenapa,, bikin aku kaget saja?" tanya Mahen yang memegangi kedua tangan nya hendak menurun kan nya agar bisa menatap nya


membawa handuk panjang dari dalam lemari dan kemudian kembali ke dalam kamar mandi lagi,, akh,, latah,, lebih tepat nya kembali mengetuk pintu kamar mandi karena sebelum nya diri nya telah menutup nya


"pakai handuk dulu kamu kenapa si,, kebiasaan banget deh,,!!" seru nya yang terlewat kesal dan menyerahkan handuk ke arah Mahen


"sini,, kamu nggak sekalian mandi lagi,, mandi lagi saja sama aku yuk,, tadi buru buru ke kamar mandi,, sekarang malah ogah ogahan,,?" tanya Mahen dengan tatapan tanpa dosa di kala mengeluar kan kepala dari dalam kamar mandi, bukan nya mengambil handuk dari uluran tangan nya, laki laki ini bahkan menarik lengan nya dengan lembut,, menyuruh nya untuk kembali masuk ke dalam kamar mandi


"ogah,, mandi saja sendiri,," jawab nya seraya meninggal kan Mahen dan duduk di tempat tidur


melihat dan menyadari hal itu,, kini Mahen pun mulai masuk kembali ke dalam kamar mandi,, mengenakan handuk pemberian nya, dan keluar dari dalam kamar mandi dengan wajah yang lebih segar dan berseri apa lagi di saat mendapati diri nya yang terdiam, membuat seringaian tipis di bibir Mahen tercetak jelas


"astaghfirullah Nan,, kamu itu seperti nya hobi banget ya buat istri sendiri kaget gini?" ujar nya yang menyadari Mahen membuka handuk dan mulai mengenakan pakaian di hadapan nya


"nggak masalah lah yang,, sudah halal juga, kamu bukan pacar aku,, kamu istri aku kan?" jawab Mahen yang bisa dengan santai mengenakan pakaian di hadapan nya


"istri si istri,, tapi nggak gini juga,, aku yang nggak nyaman di sini,," jawab nya dengan mendengus


"sudah lah,, lagi pula,, kamu juga sudah melihat bahkan merasakan semua nya bukan,, jadi nggak perlu malu lagi,, kamu juga harus membiasa kan juga lain kali kalau habis mandi tuh kayak gini,, pakai baju di depan suami,, Sunnah itu,," tutur Mahen seraya duduk di samping nya di kala sudah selesai mengenakan pakaian


"Sunnah dari mana nya coba,, Sunnah nya nggak bener,, nggak nyaman nya yang bener itu,," jawab nya


"memang bukan Sunnah sih,, tapi nyenengin hati suami kan termasuk itu tuh,, pahala nya juga buat kamu semua,," imbuh Mahen lagi


"wajah kamu sampai merah gini,, pasti tenggorokan nya sakit ya karena banyak muntah sejak tadi,, mau aku buat kan teh jahe nggak hmm?" tanya Mahen saat mengelus lembut pipi nya yang masih memerah akibat muntah


"heem memang terasa kering banget sih tenggorokan aku,, tapi nggak apa apa,, semoga itu menjadi yang terakhir kali nya aku muntah pagi ini,," jawab nya


"sudah lah,, nggak perlu merasa khawatir gitu,, nanti juga aku baikan kok,," tutur nya yang menyadari kini Mahen mulai menatap nya dengan tatapan sayu, penuh dengan rasa khawatir terhadap nya


"cepat sembuh ya,, aku nggak tega lihat kamu muntah terus sejak kemarin?" ucap Mahen seraya mulai membaringkan tubuh mengarah ke arah nya


"eh,, kamu mau ngapain?" tanya nya yang merasa terkejut dengan pergerakan Mahen


"diem yang,, kemarin kan kamu sudah tiduran di pangkuan aku,, sekarang gantian dong,, aku juga mau tidur di pangkuan nya kamu,, sebelum dedek bayi yang kamu gendong nanti,," jawab Mahen seraya mencari kenyamanan dalam tidur di pangkuan nya


"cepet sembuh istri nya aku,, aku nya jadi khawatir,, nggak sanggup lihat kamu muntah muntah terus,," ucap Mahen seraya mendumel ke arah perut nya


"Nan,, jangan gini,, ish,, aku geli,," imbuh nya seraya bergerak dengan gelisah


"hmm,, maaf sayang,, habis nya nyaman banget tidur kayak gini,, pantas saja kamu betah,," jawab Mahen


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Selasa, 5 September 2023