
malam ini,, kini,, keluarga pun bersiap untuk makan bersama di ruang makan,, dengan Mahen yang baru datang dengan memegangi kedua bahu nya dari belakang dengan hati hati dan penuh kelembutan
"hati hati Ma,," ucap Mahen seraya memundurkan kursi yang hendak di duduki oleh nya,, namun membuat Mama yang mendengar merasa heran
"Mahen,, Mama di sini,," tutur Mama yang mengingat kan,, dan membuat kedua nya menoleh ke arah Mama
Mahen menoleh ke arah Mama dengan tersenyum,, namun beda dengan nya yang menyenggol pinggang Mahen karena merasa malu dengan panggilan baru kedua nya
"Ma,, aku memanggil istri aku tadi,, bukan Mama,," koreksi Mahen dengan lembut dan penuh rasa sopan santun pada Mama
"lho,, kenapa kalian seperti ini,, ada kah yang salah di antara kalian,,?" tanya Mama yang merasa heran,, melemparkan tatapan tanda tanya pada Ayah Bunda dan juga Papa yang rupa nya sama sama merasa penasaran
"kamu tidak terbentur sesuatu kan tadi,, kamu jatuh di mana,,?" tanya Ayah yang juga ikut merasa heran
"emm,, nggak Yah,, aku nggak jatuh atau bahkan terbentur sesuatu,, Ayah jangan mendoakan ku seperti itu dong,," jawab Mahen dengan dingin
"bukan Ayah mendoakan mu seperti itu,, namun,, ada apa dengan mu,, kenapa kamu mendadak berubah seperti ini,, apa yang terjadi di antara kalian,, Ay,, bilang sama Ayah,, apa kah Mahen membuat mu tidak nyaman,, jangan mencoba untuk menyembunyikan kesalahan suami mu ini dari Ayah Ay,, Ayah tidak akan bisa kamu bohongi lagi,," peringat Ayah yang menatap nya tidak suka
menyadari perubahan sikap Ayah pada sang suami pun kini berhasil membuat nya menjadi gugup dan bergantian menoleh ke arah Mahen dengan tatapan tak enak
"b,, bukan seperti itu Ayah,, dia tidak membuat ku merasa tidak nyaman,, aku,, aku baik baik saja,," jawab nya berusaha menenangkan sang Ayah
"sudah lah Yah,, tidak perlu di perpanjang lagi,, kedua nya mungkin punya privasi nya sendiri yang tidak ingin orang lain tahu,," tutur Bunda menenang kan Ayah dengan mengelus lembut lengan Ayah dan berhasil membuat Ayah menghela nafas panjang
"Yah,, aku akan segera menjadi Ayah juga,, apa salah nya jika aku mengubah panggilan aku sama istri aku,, aku tidak mungkin membiarkan anak kami memanggil kami dengan nama kami masing masing bukan,,?" tanya Mahen di awali dengan helaan nafas panjang juga
namun hal itu,, rupa nya mampu membuat semua keluarga senang,, karena terbukti jika sekarang semua nya tengah tersenyum memandangi nya yang jelas saja merasa malu
"ish,, sudah di bilang jangan jelas kan apa apa juga,, ngeyel banget jadi orang,, ujung nya kan jadi malu tahu,," seru nya dengan segera,, berbisik dengan mencubit pinggang Mahen yang tengah tersenyum juga pada nya
"auh,, nggak masalah juga kali Ma,, ujung ujung nya juga mereka akan tahu,, Ayah heran,, Mama suka banget kayak nya buat mereka penasaran,," jawab Mahen
"hmm,, tidak usah merasa malu seperti itu sayang,, kami ini orang tua mu juga,, biasa saja,, bahkan kami senang mendengar nya,," tutur Bunda yang masih bisa mendengar kedua anak nya ini tengah berbisik
"seperti itu rupa nya,, Ayah kira ada apa,, bagus lah kalau seperti itu,, kalian memang harus menentukan panggilan untuk anak kalian nanti nya,,
tapi,, maaf maaf ni ya Ay,, kamu sudah menjadi istri dari anak tunggal Ayah ini cukup lama,, tapi kok,, masih saja merasa malu,, padahal,, kamu kan dulu mantan gangster,, ada rasa malu nya juga ya,,?" lanjut Ayah dengan bertanya
"hhh,, sudah,, tidak seharus nya kita memperpanjang masalah,, lagi pula,, Ayah juga tidak sengaja,, mungkin memang heran saja,, jika aku ada di posisi Ayah,, mungkin,, aku juga akan menanyakan hal yang sama,, tidak apa Ayah,, maaf kan Keenan juga,, dia hanya terbawa emosi,," tutur nya yang berusaha menenangkan kedua nya
"tahu ish,, kamu ini,, Ayah tanya sama siapa,, yang marah nya siapa,, lagi pula,, Ay nya yang Ayah tanya nggak masalah saja tuh,, kenapa jadi kamu yang sewot si,,?" tanya Ayah lagi seraya memulai makan
"hhhhh,,," jawab Mahen yang terdengar hanya sebuah tarikan dan hembusan nafas panjang saja
"sudah ish,, kamu itu gimana si,, jangan memperkeruh suasana dong,, sudah baik Ayah tidak ambil hati omongan nya kamu sampai tersinggung,, masih bisa buat jengkel,," bisik nya yang melihat Mahen hanya terdiam dan bersikap dingin pada Ayah
"mulai lah makan,, jika kamu tidak ingin makan,, maka aku juga tidak akan makan malam ini,," lanjut nya masih dengan berbisik
...***...
Ayla dan Mahen,, kini kedua nya sudah sama sama duduk di atas tempat tidur bersiap hendak tidur dan beristirahat dengan nyaman
"aku nggak mau dengar kamu lagi yang berbicara seperti itu pada Ayah,, atau siapa pun itu,, cukup sikap dingin kamu yang tidak bisa di jauh kan dari diri kamu,, namun jangan membantah atau menentang keras pembicaraan orang tua seperti itu lagi,, aku tidak akan suka,," tutur nya seraya hendak merebahkan tubuh dan memegangi selimut,, hendak menarik namun Mahen menghentikan nya
"sudah aku bilang aku tidak ingin kita masih memakai panggilan seperti itu,," tutur Mahen yang menatap nya dengan polos
melihat hal itu,, kini hanya membuat nya muak saja,, bahkan diri nya hanya memutar bola mata nya malas menanggapi laki laki di hadapan nya sekarang ini
"hhh,, serah,," jawab nya seraya mulai merebahkan tubuh nya,, tidur dengan membelakangi Mahen yang jelas saja merasa tidak ingin mendapat kan perlakuan seperti itu dari nya
"sayang,," panggil Mahen dengan menyentuh bahu nya,, ikut merebahkan diri di samping nya
menyadari jika Mahen tengah memelas pada nya kini semakin membuat nya kesal sehingga menepis kasar tangan Mahen yang masih memegangi lengan nya
"dah lah,, aku mau tidur,," seru nya dengan dingin,, entah apa yang laki laki ini pikir kan,, bersikap kekanak kanakan pada orang tua nya sendiri,, apa kah hal itu dapat menyenangkan nya,,
menyadari kemarahan yang melanda sang istri,, kini membuat Mahen membalik paksa tubuh nya dan segera memeluk nya dengan erat,, bahkan saking segera nya,, diri nya pun bahkan tidak bisa memberontak dan hanya bisa terdiam dalam pelukan Mahen
"aku minta maaf,, aku tahu aku salah,, aku tidak akan mengulangi nya lagi,, jangan diam kan aku seperti ini,, aku nggak suka,," tutur Mahen tanpa ingin melepas kan nya
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Sabtu,, 21 Oktober 2023