
Early morning hotel room 04:05
pagi hari ini terlihat Mahen yang bergerak dengan perlahan dan sangat malas mulai membuka mata dengan penglihatan yang masih samar-samar, kemudian menjelaskan
mulai menoleh ke arah kanan hingga mendapati diri nya yang masih tertidur dengan pulas
'apakah dia benar istri ku? sejak kapan dia tidak mengenakan hijab nya saat tidur?'
Mahen terus membatin kalau melihat dirinya yang tertidur tanpa mengenakan hijab dengan tertegun dan tercekat
terlihat mengangkat tangan, dia hendak menyentuh pipi istrinya yang mulus, di beberapa detik kemudian
namun,,,
Mahen yang terkejut sontak menutup mata
"astaghfirullah, Masya Allah,,, subhanallah Allahu Akbar,,, Allah Maha besar" Mahen menutup mata dengan tangannya sendiri
dia,,,
melihat nya yang tidak berpakaian karena tangannya yang keluar dari dalam selimut dan tadi hendak menyentuh pipinya, membuat selimut terangkat al hasil, dia melihat pemandangan surga duniawi nya, yang jadi beberapa detik setelahnya dia teringat sesuatu yang membuat dia sendiri terbungkam kala mengingatnya
Mahen langsung turun dari tempat tidur, berlari ke ruang ganti, kemudian kembali keluar dari ruang ganti dengan diri yang sudah berpakaian, tangannya membawa sesuatu
langkah yang mereka ambil terhenti beberapa saat di sisi tempat tidur, mulai memandangi nya yang masih tertidur dengan sangat pulas
Mahen terlihat menghela nafas panjang, dia kembali naik ke atas tempat tidur, lalu mengangkat tubuh istri nya
Mahen memakaikan kaos yang sangat amat besar dan lebar di tubuh nya, bahkan Mahen pun sempat menelan saliva nya sendiri saat akan memakai kan kaos tersebut di tubuh istri nya, karena Mahen sendiri tidak menyangka jika tubuh istri nya benar benar berhasil menarik hasrat yang besar dalam nafsu Mahen
kaos yang begitu lebar mampu menutupi tubuh nya sampai se batas paha nya, juga lengan baju nya pada siku tangan nya
diri nya begitu terlelap bahkan tidur nya sampai tidak terusik atau bahkan terbangun saat Mahen memakaikan nya baju
Mahen yang sudah selesai memakai kan istri nya pakaian kembali membaringkan Ayla juga tak lupa untuk kembali menyelimutinya sampai ke batas leher
Mahen juga kembali membaring kan diri nya sendiri di sebelah istri nya, menghadap nya dan memandangi wajah nya yang masih terlelap
"hhhhh,, aku harap kau akan bertanggung jawab terhadap reaksi tubuh ku, jadi siap kan saja diri mu jika aku yang sekarang akan sering meminta hak ku terhadap tubuh mu, karena aku,,, sudah sangat sangat candu terhadap tubuh mu,,,"
batin Mahen yang terus menatap nya dengan tatapan yang lekat, Mahen terlihat kembali mengangkat tangan, dia menyentuh pipi mulus nya yang sekarang terasa sedikit terisi, lalu mengusap pipi nya dengan sangat lembut, ibu jari nya yang mengusap usap pipi itu sesekali terlihat menekan nya
"Kau terlihat kecil, kenapa aku baru sadar jika pipi mu sangat chubby,,, seperti nya nama panggilan mu harus di ganti menjadi,,," Mahen terlihat berpikir sejenak "akh,, Ayla yang tembem,,, iya kan,,, kata lain dari chubby itu,,, tembem kan,,,?"
ibu jari tangan Mahen kembali menekan pipi nya, terus memandangi nya dengan tersenyum senyum sendiri kala menatap Ayla yang masih terlelap akan tidur nya
kemudian berpindah, kini jari telunjuk nya lah yang bermain pada bulu mata Ayla, naik turun, Mahen seakan akan tengah menyapu bulu mata lentik milik nya
kemudian dia pun terhenti, dan terlihat mengerjakan kedua mata beberapa kali
"Apa aku benar benar sudah melakukan nya tadi malam,,, jika iya, astaghfirullah,,, maafkan saya Ya Rabb, jika saya sudah berbuat kasar,,?"
"saya,,,"
'bagaimana jika aku memang bermain kasar tadi malam,, akh,, sial'
Mahen kembali beralih untuk kembali menatap istri nya
"Ay,,," panggil nya yang ternyata diri nya sudah terbangun dan tengah menatap Mahen
"emmm, assalamualaikum cantik,,?" sapa Mahen dengan mengubah posisi menjadi tengkurap dengan terus membalas tatapan Ayla, bahkan dengan tersenyum
mendapati hal itu, hanya membuat nya menghela napas ringan
"Waalaikum salam warahmatullah,," jawab nya dengan lirih hingga diri nya kembali terlihat memejamkan mata nya, kembali tertidur
"Ayla,," panggil Mahen
"hmmm,," jawab nya yang di rasa benar benar malas
"kenapa tidur lagi,,, bangun lah"
diri nya terlihat membuka mata nya kembali, bahkan masih terlihat sangat mengantuk, menatap Mahen dengan penglihatan sayup sayup nya, lalu beranjak terbangun, menunduk, dan terlihat masih mengumpul kan kesadaran nya
Mahen yang memperhatikan nya juga ikut beranjak bangun
setelah beberapa saat, diri nya mengusap usap wajah nya lalu mengangkat kepala nya
"Ay,,," panggil Mahen lagi
"ya,,?" Jawab nya dengan menoleh
"Apa kau baik baik saja,,?" tanya Mahen
"hmmm, aku baik baik saja" jawab nya dengan lesu dan lemas, juga kembali mengusap wajah nya
diri nya terlihat beranjak turun lalu menyingkirkan selimut dari tubuh nya
hingga diri nya dibuat tertegun kala melihat diri nya yang,,,?
"ada apa?" tanya Mahen yang melihat diri nya terdiam dengan tiba tiba
diri nya menggeleng, kemudian menarik selimut lalu menutupi seluruh bagian tubuh nya sendiri, bahkan sampai kepala nya, kini yang terlihat hanya mata nya saja
"apa yang kau lakukan Ay?"
mendengar hal itu hanya membuat nya lagi lagi menggeleng, membuat Mahen menatap nya heran
bahkan diri nya pun juga menatap Mahen, tatapan yang lekat dengan diri yang terdiam tanpa bergerak sedikit pun
hal itu membuat Mahen tersadar, akan apa yang dilakukan nya
"Ay,, kau tidak perlu menutupi tubuh mu seperti itu,,, aku sudah melihat semua bagian tubuh mu,," ucap Mahen yang sontak saja membuat nya merasa malu
setelah mengatakan itu, Mahen pun mulai memegang selimut yang tengah melilit tubuh nya, dan hendak menarik nya, namun diri nya lagi lagi menahan nya, membuat Mahen kembali menatap nya
"Ke,, Ke,,enan, a,, aku,,, aku hanya memakai baju,,, ka,,kamu,, kumohon jangan tarik selimut nya,," ujar nya dengan terjeda jeda namun berhasil membuat Mahen terdiam sejenak dan memperhatikan nya
"yang memakaikan baju itu juga aku,, lalu apa lagi yang akan kau tutupi,,," imbuh Mahen yang sontak saja membuat nya terdiam dan tercekat sekaligus terkejut
hingga terlihat pergerakan dari nya, mundur dengan sangat perlahan sedikit menjauhi Mahen
"a,, aku,,, aku mandi duluan" setelah berseru demikian, diri nya langsung berdiri dengan selimut yang masih melilit di tubuh nya
namun saat baru berdiri dan hendak melangkah, tiba tiba,,,
"akh,," rintih nya yang merasa sakit dan sontak saja terjatuh ke lantai membuat Mahen terkejut
"Ayla,," panggil Mahen yang sontak saja turun dari tempat tidur dan mendekati nya
"akh,, kena,,pa,, kemalua~" gumaman nya yang sontak terhenti kala menyadari Mahen hampir sampai di samping nya
"Ay,, kau baik baik saja?" tanya Mahen yang benar benar sudah merasa khawatir apalagi melihat tingkah laku nya yang tiba tiba berbeda dari biasa nya
lagi lagi hanya anggukan kepala yang dilihat Mahen sebagai jawaban
"apa kau yakin?" tanya Mahen yang merasa kurang yakin
"ya,, aku yakin" jawab nya yang entah mengapa selalu saja menunduk dalam
"baiklah, biar ku bantu" ucap Mahen yang sontak saja membuat diri nya mendongak menatap Mahen
"bantu apa?" tanya nya yang seketika saja dibuat terkejut
"bantu,,, membantu mu untuk ke kamar mandi" jawab Mahen yang lagi lagi membuat nya mendongak
Mahen menarik selimut yang menutupi tubuh istri nya, lagu sedetik setelah nya laki laki itu melihat raut terkejutan dari wajah istri nya itu
"aku sudah melihat nya, bahkan masih sangat ingat" imbuh Mahen yang lagi lagi membuat nya tercekat
Mahen meletakkan selimut di atas tempat tidur lalu kembali dan menggendong istri nya ala bridal style dan kemudian melangkah menuju kamar mandi
"Ayla,," panggil Mahen
"ya?" jawab nya dengan gumaman namun masih bisa di dengar oleh Mahen sendiri
"apa perbuatanku kasar?" tanya Mahen mulai mengeluarkan rasa penasaran nya
mendengar nya hanya membuat nya terdiam mematung, hingga Mahen menoleh menatap nya meminta jawaban nya
"katakan,," tutur Mahen
"kau merasa kasar atau tidak?" tanya nya mengingatkan dan berhasil membuat Mahen terdiam namun masih dengan langkah kaki yang menuju kamar mandi
"tidak, karena aku merasa masih memiliki kesadaran" jawab Mahen dengan mengalih kan pandangan nya
"ya sudah, berarti tanda nya kalau tidak kasar" jawab nya dengan tatapan yang dingin
sampai kedua nya di dalam kamar mandi Mahen menduduk kan nya di bawah pancuran air shower, namun diri nya kembali tersentak kaget kala mendengar Mahen yang tiba tiba menghidupkan pancuran air itu
"Keenan, apa yang kau lakukan?" tanyanya dengan tak santai
"apa,, aku hanya menghidupkan air nya saja" jawab Mahen dengan tatapan wajah tanpa dosa
"kau belum keluar, kenapa menghidupkan nya,, lagi pula, aku bisa sendiri"
"jika aku bisa melakukan nya, kenapa harus kau yang hidup kan?"
mendengar hal itu kini berhasil membuat nya menyadari sesuatu
"Keenan, apa yang akan kau lakukan?"
"apa yang akan aku lakukan, aku hanya ingin mandi"
"tapi,, aku yang akan mandi duluan"
"tidak masalah, kau mandi duluan saja, dan aku akan mandi"
"maksudmu?"
"kau mandi aku juga mandi" setelah mengatakan hal itu kini Mahen pun mulai menarik nya kembali ke dalam pelukan nya
"Nan, jangan macam macam, ini sudah masuk waktu subuh, jika kau macam macam, kita akan kesiangan" peringat nya
"hanya sebentar" jawab Mahen
"hah, sebentar apa nya?"
"sebentar bermain nya" jawab Mahen yang berhasil membuat kedua bola mata nya membulat sempurna
"ngg,," jawaban nya sontak saja terhenti kala Mahen yang tiba tiba mencium nya
hingga beberapa saat kemudian, diri nya mulai di buat kesal dan mendorong dada Mahen, juga menatap Mahen dengan kesal
"haih,, baiklah baik, aku hanya akan mandi" jawab Mahen dengan mengalah
"tapi aku yang akan mandi duluan" jawab nya yang keras kepala, membuat Mahen menatap nya dan memajukan wajah nya
"apa?" tanya nya
"apa yang ada di pikiran mu, aku kan hanya akan mandi?" tanya Mahen yang kemudian mundur menjauhi nya dan membuka baju nya
"aku hanya akan mandi Ayla,," ucap Mahen yang membuat nya acuh tak acuh kala membuang pandangan nya
"dan kau,, juga akan mandi bersama ku sekarang" lanjut Mahen yang membuat nya terkejut lagi
"hah, gak, aku nggak mau,," jawab nya
"ayolah Keenan, kau harus mandi wajib, dan aku juga harus mandi wajib, ini sudah subuh, bisa bisa kita kesiangan, jadi jangan aneh aneh,," ujar nya
"aku semakin ingin tahu apa yang ada di dalam pikiran mu, aku hanya ingin mandi bersama mu, sudah, jika tidak ingin kesiangan buka baju mu dan kita mandi" putus Mahen yang benar benar ingin di bantah oleh nya
"ooh, atau perlu aku yang,, membantu mu membuka baju mu,,?" tanya Mahen dengan tiba tiba dan menatap wajah nya yang memerah
"akh,, Keenan, jangan macam macam" seru nya dengan menggeleng cepat
"ya sudah, buka baju mu, dan mandi lah" jawab Mahen
"tidak mau,,," jawab nya
"haih, baiklah, aku akan keluar"
"ya sudah, cepat keluar"
"ya" Mahen ingin melangkah, namun,,, bruk
Mahen memojokkan Ayla di dinding dengan tiba tiba, membuat Ayla terkejut
"Keenan, kau mau apa lagi?" tanya nya yang sudah terlewat amarah
"aku tidak ingin keluar, dan kita mandi bersama" putus Mahen lagi
"tidak,,!!!" jawab nya
_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Rabu, 12 Juli 2023**