
Canteen university of Harvard 10:30
"Ay, sebenar nya, ada yang mau aku bicara kan sama kamu" ucap Kania dengan tiba tiba, membuat nya yang sebelum nya memakan onigiri menjadi terhenti
"bicara apa?" tanya nya seraya memandangi wajah sahabat nya di hadapan nya
"hhhhh,, ada yang belum kamu ketahui tentang aku selama ini" jawab Kania yang lagi lagi membuat nya cukup penasaran
"belum ku ketahui, perihal apa?" tanya nya lagi yang merasa tidak bisa menyembunyikan rasa penasaran nya lagi
"hhhhh, yang sebenar nya aku,,, sudah menikah" cicit Kania yang masih bisa di dengar oleh nya sendiri
"apa!! tapi,,, sama siapa?" tanya nya yang berujar, kala dia berhasil di buat terkejut oleh sahabat nya ini
"kak Bagas, yang sebenar nya itu,, adalah suami aku" jawab Kania yang berusaha untuk jujur tanpa menutupi apapun lagi dari nya
mendapati sebuah kebenaran ini, berhasil membuat nya terhenyak, kaget, sudah jelas, pantas saja kedua nya selalu senyum senyum sendiri ketika berpapasan, atau bahkan bertemu secara tidak sengaja
untuk sejenak diri nya berpikir, mengapa hari ini banyak sekali kejutan yang menghampiri nya, dimulai dari kak Sandi yang menikah dengan secara tiba tiba,,, bahkan sekarang sahabat nya sendiri yang sudah menikah di usia yang masih muda, bahkan dengan orang yang masih dikenali nya juga
"kalau aku boleh tahu, sejak kapan kalian menikah?" tanya nya yang melihat Kania masih termenung merasa bersalah pada nya
"setelah satu bulan kita memasuki universitas ini" jawab Kania dengan masih menunduk dalam
"sudah lah Nia, aku nggak marah kok, yang penting kamu bisa jujur, aku tahu, pasti ada alasan di balik semua tindakan, seperti hari ini kamu yang baru memberitahu aku perihal pernikahan kalian, itu juga pasti ada terselip alasan nya di sana, aku mengerti, namun semoga saja rumah tangga kalian menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah dan warohmah, maaf, aku nggak bisa datang waktu itu?" tutur nya berusaha memberikan pengertian kala melihat sahabat di hadapan nya itu terus tertunduk merasa bersalah dengan nya
dan hal itu kini berhasil membuat Kania tersenyum hangat dengan seketika, dan bahkan menatap nya dan mata yang berkaca kaca, merasa lega karena teman seperjuangan nya tidak marah sama sekali dengan apa yang memang terjadi, di kehidupan yang lalu
"Ay, aku sungguh minta maaf, bukan maksud aku untuk menyembunyikan semua hal ini dari kamu, tapi,,, aku malu?" ucap Kania seraya menarik kedua tangan nya di atas meja dan menggenggam nya, juga berhasil membuat nya mengangguk
"nggak masalah Nia, aku cukup paham kok" jawab nya dengan tersenyum manis
"emmm, jadi, kenapa kalian sering diem dieman kalau ketemu tanpa di sengaja, kayak hubungan beakstreat tahu nggak si, memang nya kak Bagas nya nggak risih gitu?" tanya nya pelan pelan
"bukan gitu, sebenar nya, dia juga nggak mau si kayak gini, soal nya pernah bilang juga kalau dia risih aku gini in, pengen nya terang terangan aja, nggak tahu juga dia kenapa" jawab Kania dengan raut tanpa dosa
"ya mungkin kak Bagas nggak enak kali jalin hubungan kayak selingkuhan aja, sembunyi sembunyi, takut ketahuan sama orang" jawab nya
"lagi pula, gimana cerita nya kalian bisa sampai menikah gitu, sampai sekarang lagi?" tanya nya yang masih penasaran
"kata nya dia sudah mantap mau nikahin aku, sudah makan juga, lagi pula,, kita nggak punya masalah di keluarga, maksud nya di izinin izinin aja, jadi kita buat keputusan bulat, nikah muda" jawab Kania
"apa kalian,,, berencana untuk memiliki momongan,,, dalam waktu dekat ini?" tanya nya dengan hati hati dan berhasil membuat Kania terdiam
"gimana ya Ay, jelasin nya, sebenar nya keluarga aku nggak terlalu mendesak perihal anak, karena memang aku bukan anak tunggal, tapi,, keluarga kak Bagas sendiri,, itu begitu mendesak Ay, aku aja bingung" jawab Kania yang membuat nya paham
"Mahen sendiri gimana, kalian berdua juga sembunyi sembunyi kan?" tanya Kania dengan memandangi nya
"wajar gimana, padahal menurut aku nggak wajar deh, soal nya kamu tahu sendiri suami mu itu kayak gimana di sini, terkenal populer sebagai laki laki tertampan di urutan pertama lho!!" seru Kania dengan heboh
"bukan gitu Nia, aku bilang wajar di hubungan ini karena kamu tahu sendiri kan, hubungan ku dulu sama dia gimana, kita musuhan tahu nggak, bahkan di kelas aja terkenal saingan peringkat, habis itu di jodoh kan lagi, kan terpaksa kita gitu, ya,, meski pun ujung ujung nya harus kebongkar juga sih" jelas nya berusaha mengelak
"bentar bentar deh, ini gimana si, Mahen itu kan cowok terkenal dingin di seantero universitas, gimana rasa nya satu atap sama dia, senang nggak?" tanya Kania dengan menggebu
"ya,, ya biasa aja kali Nia, nggak senang senang banget, biasa aja, pokok nya biasa aja lah" jawab nya
"eh, tapi,, kamu bilang tadi kan, kalian di jodohkan, yang otomatis serba terpaksa gitu, terus di malam pernikahan,, kalian nggak memutus kan untuk pisah ranjang atau bahkan pisah kamar kan?" tanya Kania was was
"hmmm, kemungkinan besar nya kayak gitu si Nia,,, tapi yang jadi heran nya tuh nggak, dia nggak minta pisah ranjang atau,, pisah kamar, entah,, aku juga nggak tahu perihal ini" jelas nya seraya meminum es jeruk di hadapan nya
mendengar hal itu, kini sontak membuat Kania yang sedang menyimak menggebrak meja dengan tergesa karena terkejut
"apa,, dia nggak minta pisah ranjang atau pisah kamar sama kamu?" tanya Kania dengan blak blakan, namun dengan berbisik, kala menyadari jika kedua nya menjadi pusat perhatian di kantin dengan tiba tiba karena mendengar Kania menggebrak meja
"iya,, lagi pula,, aku pikir nya si ini memang bukan kehidupan di dunia novel, komik, atau bahkan,, dongeng yang bisa saja se mudah itu memutus kan untuk pisah ranjang atau bahkan pisah kamar seperti apa yang kamu maksud" jawab nya yang membuat Kania cengengesan
"hehe, iya si, aku memang suka baca komik sama novel, jadi nyangka nya gitu" jawab Kania seraya menggaruk tengkuk yang padahal tidak merasa gatal
saat kedua nya tengah asyik berbincang kini yang menjadi topik pembicaraan pun muncul tiba tiba di samping kedua nya
"ehm,, lagi pada ngomongin apaan si, kayak nya serius banget?" tanya Bagas seraya mencomot kentang goreng yang sebelum nya akan di makan oleh Kania
"kak ih, apaan si, itu kentang goreng punya aku ya?" ujar Kania dengan tatapan tajam
"masih banyak juga ish, nih, kalau kamu mau, makan" jawab Bagas seraya menyuapi Kania sepotong kentang goreng yang sebelum nya sudah di gigit setengah oleh Bagas
"kak, apaan si, malu tahu, dilihatin?" bisik Kania seraya memerhatikan sekitar yang sekarang menjadi memperhatikan meja nya
"kamu mau juga nggak, di suapin kayak gitu, aku juga bisa kok?" tanya Mahen yang terdengar berbisik seraya mengulur kan tangan ke atas sandaran kursi yang tengah di duduki nya
"apaan si Nan, jangan aneh aneh deh" jawab nya dengan berujar namun juga berbisik, kala merasa terancam, dan berhasil membuat Mahen terdiam
"yang, kita ke perpustakaan yuk?" ajak Bagas seraya menoleh ke arah Kania
"kenapa ke perpustakaan Gas, di sini aja?" jawab nya yang tidak ingin di tinggal kan hanya berdua dengan Mahen
"kamu di sini aja deh Ay, tuh, ada suami juga yang temenin, kayak nggak tahu pasangan muda aja mau apa" jawab Bagas yang benar benar minta di tampol
"ya mau belajar lah kak, gimana si, Ay, maaf, aku ke perpustakaan dulu deh kayak nya ya, soal nya ada tugas, kamu jangan tinggal kan aku kumpul kan tugas nya, nanti kumpul kan aja bareng bareng ya, punya kamu kan udah?" ujar Kania sambil berlalu
_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Jum'at, 14 Juli 2023**