That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



'akh,, tidak,, apa yang sudah aku pikir kan?' batin Mahen seraya menggeleng geleng kan kepala dengan cepat


'tunggu, harus kah aku benar benar melakukan nya,, tapi,, bagaimana jika aku benar benar menyakiti hati dan perasaan nya malam ini?' batin Mahen lagi yang melihat nya memangku sebelah tangan nya di bawah dagu


'aku mungkin bisa saja tidur berdua dengan Mauza di sini, namun,, harus kah aku benar benar melakukan nya,, b,, bagaimana jika hal itu benar benar terjadi saat aku sudah selesai berbicara dengan nya?' batin Mahen yang tiba tiba saja mendadak gugup


'tapi kan,, bukan kah itu juga yang menjadi tujuan utama ku, agar diri nya bisa menahan rasa nya?' batin Mahen yang tak henti nya merasa gusar


Mahen pun terlihat ricuh sendiri sejak tadi, terus membatin hingga kini, laki laki itu pun mencoba sesuatu


"hhhhh,, Ay,, ada yang harus aku bicara kan sama kamu,," panggil Mahen yang seraya berdiri dari duduk nya dan membuat nya menoleh


"bicara saja, kamu mau bicara apa?" jawab nya di akhiri dengan pertanyaan juga


"nggak di sini,, kita ke kamar sekarang" putus Mahen seraya mulai berjalan mendahului nya


"tapi Mauza,,?" tanya nya seraya ikut berdiri dan membuat Mahen berhenti


"biar Mauza aku yang urus,, sekarang aku harus bicara penting sama kamu" jawab Mahen lagi yang sudah tak ingin di bantah, membuat nya mau tak mau harus mengikuti langkah kaki Mahen


diri nya yang melangkah menoleh ke arah belakang, memperlihat kan Mauza yang sudah tertidur pulas, dan kemudian kembali mengikuti langkah kaki Mahen, entah apa yang akan laki laki berdarah dingin ini bicara kan, harus kah diri nya berbicara di kamar, tapi,, bicara apa?


hingga pada akhir nya kedua nya sudah sama sama duduk di tepi tempat tidur dengan tatapan yang masing masing ragu nya, akh,, latah,, lebih tepat nya Mahen yang menatap nya dengan tatapan ragu, namun diri nya sendiri yang menatap Mahen dengan tatapan penuh penasaran dengan apa yang akan Mahen sampai kan pada nya


"Ay,, apa aku boleh berbicara sama kamu?" tanya Mahen mengulangi, namun kali ini terkesan lebih terdengar lembut, karena kedua tangan nya di tarik dan di genggaman oleh kedua tangan laki laki di hadapan nya ini dan dengan melempar kan tatapan dalam nya


"hhhhh,, sejak awal kamu memang sudah bilang kan kalau kamu mau bicara sama aku, iya, kamu mau bicara apa, bicara saja Nan, nggak usah di ulang ulang?" tutur nya yang sudah merasa jengah


"jujur Ay,, aku bahagia bisa menikah sama kamu,, tapi,," penuturan Mahen yang terlihat sengaja di gantung, membuat nya cukup penasaran saja


"iya tapi apa?" tanya nya lagi yang merasa sudah tidak sabar


"izin kan aku untuk menikah lagi Ayla,, izin kan aku untuk mempunyai istri ke dua setelah kamu" lanjut Mahen tanpa rasa ragu dan dengan sangat amat lancar dalam melanjut kan penuturan nya, dan berhasil membuat nya tertegun


"aku tahu ini berat buat kamu Ay,, tapi,, ada seseorang yang berhasil buat aku tertarik sama dia selain kamu,, tidak kah kamu merasa kasihan sama aku karena harus menikahi mu dengan secara paksa kala itu,, kamu pasti juga punya orang yang istimewa dalam hidup kamu selain aku kan,,?" tanya Mahen dengan tatapan yang sulit di arti kan dan semakin membuat nya terbungkam


"aku,, aku ingin menikah lagi,, tolong izin kan aku,, tolong kamu restui aku untuk menikah lagi Ay,, tapi ku mohon,, jangan beri tahu Papa Mama,, atau Ayah Bunda,, atau bahkan kakek,, dan siapa pun itu, jangan beri tahu kedua keluarga kita perihal ini,, karena Ayah Bunda melarang aku berhubungan dengan orang istimewa itu,, selain itu,, aku juga cukup merasa kasihan sama kamu yang selalu kerepotan mengurus kebutuhan ku setiap hari, harus memasak di pagi siang sore bahkan malam pun belum cukup, aku kasihan sama kamu,, maka dari itu, kamu mau kan, izin kan aku untuk kembali menikahi gadis lain,," tutur Mahen dengan yakin


mendengar hal itu, kini hanya berhasil membuat nya tertegun, dengan setiap kata yang Mahen keluar kan, diri nya memang tidak menyukai Mahen, namun entah mengapa,, mendengar setiap kata dari Mahen, kini berhasil membuat hati nya kian merasa sakit dan sesak, diri nya sendiri pun bahkan tidak mengetahui nya, entah harus menolak, atau bahkan harus mengizin kan nya saja menikah lagi?


pasal nya, istri mana yang rela suami nya menikah lagi, sekali pun rela, mungkin dalam hati nya tidak akan pernah sanggup jika hal ini harus terjadi


"a,, aku,, Keenan,, boleh kah aku meminta waktu untuk ini,, aku butuh waktu untuk merenungkan nya sendiri?" tanya nya yang berusaha tetap tegar dan berusaha menyembunyikan air mata nya yang siap berkaca kaca dan meluncur ke pipi putih nya


berlainan dengan Mahen, laki laki itu terlihat tersenyum tipis yang kemudian mengangguk dengan perlahan


"aku akan menunggu jawaban mu Ay,, sampai besok pagi,, malam ini kamu tidur sendiri dulu ya,, aku temani Mauza di ruang keluarga,, tidur nyenyak istri ku,, mimpi indah,, aku akan menemani mu dalam mimpi,, cup" ucap Mahen seraya mengecup kening nya sekilas, sebelum laki laki berdarah dingin ini benar benar keluar dari dalam kamar kedua nya


meski pun diri nya terus tertegun sejak tadi, namun diri nya pun menyadari jika mendapat kan kecupan manis selamat tidur dari Mahen


ini terkesan aneh, Mahen meminta izin untuk menikah lagi, bagaikan laki laki yang kurang kasih sayang dari istri nya, namun masih memperlakukan istri kayak nya ratu seperti ini


rasa sakit itu tidak bisa di hindari nya lagi, apa lagi sejak mendengar izin itu yang di lontar kan oleh Mahen, bagaimana bisa,, apa kah dia memang merasa tidak cukup hanya dengan satu wanita saja?


air mata yang sejak tadi berusaha untuk dicegah nya pun, kini lolos juga dari ke dua pelupuk mata nya, entah rasa apakah ini, yang jelas, diri nya sendiri pun merasakan sakit yang teramat dalam di kala mendengar nya


apa lagi penuturan demi penuturan yang sempat di lontar kan oleh Mahen sendiri pun terkesan begitu penuh dengan rasa keyakinan tersendiri, seolah menunjukkan bahwa laki laki ini memang merasa bersungguh sungguh dengan apa yang menjadi keinginan nya


hingga rasa yang sudah cukup lama tidak hadir dan di rasakan nya pun, kini tepat pada malam ini diri nya kembali merasakan penderitaan nya, rasa yang selalu berusaha untuk di hindari nya, namun rasa sakit yang terlewat batas itu seakan membuat nya lupa akan penderitaan yang selalu berusaha untuk di hindari nya, namun tidak bisa di pungkiri, jika kedua tangan nya pun ingin berusaha kembali menyakiti diri nya sendiri, diri nya pun bahkan menyadari nya juga, namun rasa itu berusaha di tepis nya, juga diri nya yang hanya mampu menggenggam erat kedua tangan nya sebagai pelampiasan hawa nafsu nya, juga dengan kedua mata nya yang terpejam begitu erat, jangan lupakan giginya yang saling bergemeletuk dengan kepala yang di tundukkan


terus berusaha menahan hawa nafsu nya yang kian detik kian menjadi jadi dalam diri nya, dengan sekuat tenaga nya dan sebisa mungkin diri nya tidak mencari benda tajam di sekitar nya


'Ya Rabb,, tolong hamba-MU ini, pulih kan lah aku,, angkat segala sesuatu yang memberat kan ku akan hal ini Ya Allah,, aku memohon perlindungan-MU,,' rintih nya dalam hati dengan terus menangis tanpa mengeluar kan suara


'Ya Allah,, jika memang ini jalan yang terbaik,, ku mohon ikhlas kan hati ku dalam menerima semua ketentuan-MU,, aku ikhlas Ya Allah,, namun ku mohon,, angkat lah apa yang selalu memberat kan langkah ku untuk terus taat kepada-MU' batin nya dengan menjerit pilu


"astaghfirullahaladzim,, astaghfirullahaladzim,, astaghfirullahaladzim,, laa ilaaha illallah,, Allahu Akbar,," gumam nya dengan kepala yang menjingkat dan mendongak dengan tergesa


"hhhhh,,, hhhhh,,, hhhhh,,, alhamdulillaah,,, hhhhh,,," nafas nya memburu seiring dengan hawa nafsu nya yang perlahan mulai menghilang dari dalam tubuh nya


merasa tersadar sepenuh nya, kini diri nya pun berjalan keluar dari kamar dengan membawa selimut bad cover, menuruni anak tangga dengan perlahan dan mendapati Mahen dan juga Mauza yang sudah sama sama tertidur dengan pulas,, tunggu, bahkan diri nya baru menyadari jika Mahen mempunyai kebiasaan menutup mata dengan lengan tangan kanan nya di saat tertidur


"kamu pasti lelah,, nggak apa apa Nan,, aku menyetujui kamu untuk menikah lagi jika kamu memang menginginkan hal itu,, aku tahu mungkin ini akan sulit,, namun aku akan terus mencoba nya agar tetap ikhlas,, jika kebahagiaan kamu ada sama yang lain,, mimpi indah juga Keenan,," gumam nya seraya menyelimuti tubuh Mahen yang memang belum terbalut selimut, seraya berusaha untuk terus tersenyum meski Mahen tidak melihat senyuman nya malam ini


diri nya tidak bisa memungkiri, jika ini akan benar benar terasa sulit untuk nya hadapi nanti, bahkan malam ini diri nya pun berusaha keras mencegah air mata nya agar tidak lolos dari kedua pelupuk mata nya, atau bahkan sekedar berkaca kaca saja, dan akhir nya diri nya pun berhasil untuk melakukan hal itu dan mencegah air mata nya, kini diri nya pun beralih pada Mauza yang juga sama sudah terlihat tertidur dengan pulas, beda nya kucing imut itu sudah terbaluti selimut pada tubuh nya


"hmm,, kamu juga tidur yang nyenyak ya Za,, kakak akan memasak makanan kesukaan mu besok pagi?" tutur nya seraya mengelus lembut kucing kesayangan nya dengan sayang


kemudian kembali berjalan ke arah anak tangga dan menaiki nya dengan perlahan, membuka lemari dan mengambil satu selimut untuk nya dan kembali duduk di atas tempat tidur dengan menyelimuti tubuh nya sendiri


melirik ke arah samping kanan dan mendapati segelas plastik air putih yang entah sudah sejak kapan tersedia di sana, mungkin kah Mahen lupa membawa minum nya, namun diri nya sendiri tidak mungkin salah melihat jika di meja ada juga segelas air putih yang mungkin akan Mahen minum di tengah malam, entah lah, diri nya hanya ingin minum saat ini, tanpa harus memikir kan Mahen saat ini, boleh kah diri nya terbebas dari memikir kan Mahen malam ini, hanya malam ini saja


meminum air yang sudah tersedia, kemudian, diri nya pun tertidur dengan pulas tanpa mau melepas kerudung yang masih setia menutupi seluruh kepala nya dalam mengunjungi alam mimpi nya


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Sabtu, 19 Agustus 2023