That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



"panggilan dari siapa,,?" tanya Mahen yang melihat nya kembali menyimpan ponsel nya di atas nakas setelah menutup panggilan


"hhh,, kak Ara,," jawab nya seraya duduk menghadap Mahen kembali karena Mahen kini beralih menggenggam kedua tangan nya


"kak Ara,, mau apa dia,,?" tanya Mahen dengan mengerut dan terlihat tidak suka karena waktu berduaan dengan nya sempat terganggu meski sejenak


melihat bahkan menyadari ketidak suka an Mahen di hadapan nya membuat nya kesal dan membuat nya mencebik, ingin menggeplak lengan Mahen tidak bisa karena tangan nya sedang di genggam laki laki itu


"ish,, kamu jangan gitu,, siapa yang membuat kamu tenang dengan membantu memeriksa istri mu hingga istri mu bisa duduk seperti ini,, siapa yang rela jauh jauh terbang ke sini hanya untuk menuruti keinginan kamu,, siapa,,?" tanya nya dengan mendorong Mahen namun tidak sampai terjungkal karena genggaman kedua nya begitu erat


"akh,, sakit yang,, ya',, ya itu memang kak Ara,, tapi,, aku kan mau berduaan dulu sama kamu,, keganggu karena dia,," keluh Mahen dengan cemberut


"siapa yang tahu jika kak Ara juga sebelum nya sedang berduaan sama suami nya tapi kamu malah meminta pertolongan sama dia,, tolong nya juga besar banget lagi sampai harus terbang,," jawab nya dengan nada menantang


"hmm,, iya iya,, maaf,, aku kan mau nya gini, lagi pula,, salah kak Ara sendiri pilih profesi jadi dokter, jelas lah keganggu,," jawab Mahen


"terserah,, yang nggak mau kalah,," jawab nya pasrah


"tapi kak Ara bilang apa,, apa kah ada hal yang menyangkut kesehatan kamu,,?" tanya Mahen kala menyadari sesuatu dan berhasil membuat nya terdiam


"jawab yang,, dia bilang apa saja sama kamu,, atau ada larangan untuk kamu makan,, apa saja,, biar aku catat agar aku nggak lupa,,?" desak Mahen yang melihat nya terdiam


"kak,, kak Ara,," jawab nya


"iya,, kak Ara apa yang,, bilang sama aku,, makanan dan minuman apa saja yang harus kamu makan dan pantang Ay,,?" tanya Mahen lagi yang entah sudah sejak kapan memegang tumpukan sticky note dan ballpoint, menunggu diri nya melanjut kan kata kata nya


"hhh,, kak Ara kasih usul sama aku,, saran kan aku untuk beli test pack,," jawab nya dengan menunduk namun lagi lagi hal yang berhasil membuat Mahen mengerut kan kening bingung


"test pack,, apa itu test pack?" tanya Mahen yang kini membuat nya melongo tak percaya


"kamu serius nggak tahu test pack,, orang sejenius kamu nggak tahu apa itu test pack Nan,, kamu bercanda ya,,?" tanya nya di kala mengingat Mahen memang tipikal orang dengan otak yang jenius dan cerdas semasa putih abu abu nya dulu


berbeda dengan nya, kini Mahen malah memasang raut wajah datar dengan menoleh nya sekilas


"yang,, sejenius jenius nya aku,, yang aku pelajari dulu itu kimia,, fisika,, biologi,, bahasa,, bukan apa tuh nama nya,, aku nggak ngerti,, lagian kamu lupa apa,, manusia itu nggak ada yang sempurna,," jawab Mahen dengan menghela nafas ringan


"hmm,, oke aku jelas kan sekarang,, test pack itu,, alat tes kehamilan,, selain dari dokter kita tahu kalau kita hamil itu ya dari alat itu,," jawab nya dengan menjelas kan


"akh sudah lah,, nggak ngerti aku,, mau kamu jelas kan sampai kapan pun juga,, tapi kalau kak Ara saran kan itu ya sudah,, aku mau beli dulu, beli nya di mana?" putus Mahen yang tidak ingin mengerti dengan apa yang berusaha di jelas kan oleh nya


"di apotik terdekat saja,, tapi di sini,, apotik itu jauh jauh,, kamu yakin,, nggak merasa malu buat beli kayak gituan,, nggak gengsi gitu?" tanya nya yang meras kurang yakin


"buat apa gengsi,, buat apa malu,, orang aku beli kok bukan mencuri,, memang nya beli yang kayak gituan malu maluin ya?" tanya Mahen lagi


"kalau aku si malu,, di kira nya aku hamil di luar nikah lagi beli yang kayak gituan,," jawab nya


"huuh,, dulu saja aku nggak malu beliin kamu pembalut di swalayan,, kenapa harus malu,," jawab Mahen lagi


"kamu kan laki laki,, masa laki laki beli yang kayak begituan,, kan nggak lucu,," tutur nya


"biarin lah,, orang aku beli buat istri juga,, memang nya boleh di pakai sama laki laki,,?" tanya Mahen lagi


"ya nggak lah,, memang nya kamu mau hamil,, kamu kan laki laki,," tutur nya yang merasa hampir habis kesabaran nya


"hmm iya iya,, aku akan jalan sekarang,, kamu baik baik di rumah, aku segera kembali cup,, assalamualaikum?" ucap Mahen seraya berdiri menyambar jaket, dompet juga kunci motor, tak lupa untuk mencium singkat kening nya setelah diri nya mencium punggung tangan nya juga


"waalaikum salam warahmatullah,, kamu hati hati di jalan,, bawa motor nya jangan ngebut,," tutur nya yang melihat Mahen mulai berjalan keluar kamar


melihat hal itu, kini berhasil membuat nya menggeleng tak heran, ada ada saja tingkah nya


...°°°...


di apotik,, Mahen sampai dan segera memarkirkan sepeda motor nya,, lantas mematikan mesin motor dan mulai berjalan memasuki apotik dengan mengingat pesanan sang istri


"selamat datang,, ada yang bisa saya bantu kak,, mau cari apa,,?" sapa apoteker wanita ini dengan ramah di kala melihat nya mendorong pintu apotik


"mau beli kandungan mbak,," jawab Mahen dengan spontan dan penuh dengan rasa percaya diri


ketiga apoteker wanita di sana seketika menatap ke arah Mahen dengan tatapan heran,, antara bingung dan menahan tawa,, seumur umur mereka bekerja baru kali ini mereka bertemu dengan seseorang yang ingin membeli kandungan? bagaimana cara nya?,, apa kah itu sistem baru?


Mahen sendiri hanya terdiam,, saat ketiga wanita di depan memperhatikan dia,, dia tahu dia cukup tampan,, tapi nggak harus nya gini juga kan,,?


"maaf kak,, tapi di sini kami tidak menjual kandungan hehe,," tutur salah satu apoteker dengan terkekeh kecil yang berusaha memasang wajah serius


"siapa yang mau beli kandungan memang nya,,?" kini Mahen pun balik bertanya dengan kening mengerut


"tadi kata nya kakak nya mau beli kandungan,,?" sahut salah satu dari mereka lagi


oh tidak! apa kah Mahen salah bicara,, dia merasa tidak nyaman dan merasa sedang dipojokkan, mungkin karena dia terlalu bersemangat membeli kan pesanan sang istri, yang padahal tidak tahu mau apa dengan benda itu


Mahen memasang wajah datar nya "maaf mbak,, mau beli benda buat periksa kandungan maksud saya,," koreksi Mahen dengan berdeham pelan


"oh,, test pack rupa nya,," balas apoteker tadi dengan terkekeh kecil lagi dan di ikuti oleh kedua teman nya


Mahen hanya terdiam sambil memasang wajah dingin namun tetap santai,, walau dalam hati sedikit merasa tak nyaman,, untuk apa juga dia membeli kandungan


"mau yang bagaimana ini mas,, kita punya banyak macam di sini,,?" ujar apoteker ini dengan meraba raba barang yang di telusuri


"saya beli masing masing satu dari semua jenis,," jawab Mahen dengan jelas membuat ketiga apoteker wanita ini tercengang di buat nya


"berapa semua nya,,?" tanya Mahen seraya membuka dompet nya


dengan penuh rasa kagum,, salah satu apoteker wanita ini menatap wajah Mahen,, yang bahkan membuat Mahen merasa risih


"tiga ratus delapan puluh lima ribu kak,," jawab apoteker ini masih dengan tatapan yang lekat


"buat pacar nya atau istri nya mas, beli nya cukup banyak,,?" tanya salah satu dari ketiga nya


"pacar,," jawab Mahen singkat,, dan membuat ketiga nya tercengang nggak mungkin hamil di luar nikah bukan? pikir ketiga nya


"ck,, pacar halal maksud nya,," koreksi Mahen yang membuat ketiga nya mengerti


menyerah kan uang seratus ribuan sebanyak empat lembar tanpa mengambil kembalian dan segera mengambil barang pesanan nya, Mahen pun lantas segera keluar dari apotik ini dan pulang menemui istri tercinta


"gila,, ada yang tampan bak Oppa Oppa Korea,, satu iman lagi,, tapi sayang nya sudah nikah,," keluh salah satu apoteker wanita ini dengan takjub


"istri sendiri saja di bilang pacar halal,, gimana rasa nya satu ruangan sama laki laki dingin seperti nya ya,, di manja manja in sama dia,,?" lanjut apoteker ini


_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_


Senin, 18 September 2023