
siang berganti sore, kemudian menggelap, dan di ganti kan oleh malam, hari hari yang Mahen lalui terasa begitu hampa tanpa di lengkapi canda dan tawa dari nya yang kini masih terbaring lemah, teman teman nya, mereka semua sudah pulang ke rumah masing masing, hingga menyisakan Mahen dengan nya di dalam kamar utama ini
melihat nya yang hanya bisa terbaring lemah jujur, itu berhasil membuat Mahen merasa tidak karuan melihat nya, laki laki ini lebih baik melihat nya yang banyak tingkah saja dan mendengar banyak omelan nya, di banding kan harus melihat nya terbaring lemah seperti saat ini
Mahen terpaku sendiri kala melihat nya, namun pikiran laki laki ini tertuju pada,,,
tak sengaja melihat nya yang tergeletak di atas dipan kayu dengan mata terpejam, membuat Mahen mendekat ke arah nya dengan langkah tergesa, takut diri nya kenapa kenapa, hingga Mahen mendengus geli, kala menyadari jika diri nya memang lah tertidur dengan nyenyak, namun,, yang menjadi pertanyaan dalam benak Mahen saat ini,, bagaimana bisa diri nya tetap merasa nyaman meski tertidur di tempat yang keras seperti ini?
hingga tangan kanan laki laki ini terangkat untuk menggeser rambut rambut yang terlihat dari sela kerudung yang tengah di kenakan nya
"ternyata kamu masih kayak dulu yah, mudah banget ketiduran nya?" dia terkekeh kecil, sambil masih dengan menatap lekat wajah nya yang polos dan natural itu kala tertidur
Mahen pun tersenyum "lucu,," dan terus memandang hangat wajah meneduh kan itu
"lucu,,?"
Mahen benar benar di buat terkejut sampai ter jingkat, kala mendapati dan mendengar suara berat seseorang yang tiba tiba saja ada di belakang, hhhhh,, bang Andi, diri nya bahkan tahu apa yang sedang dia lakukan pada adik kesayangan nya ini?
"lucu,,?" alis kak Sandi kemudian ikut ter taut, dan di detik kemudian langsung merubah raut wajah menjadi menyebal kan bagi Mahen sendiri "cieee,, yang kata nya lucu,, lucu kenapa,, adik nya abang cantik ya maksud nya?"
Mahen pun menelan ludah, habis lah, dia bahkan kelabakan sekarang, karena tercyduk memandangi lekat wajah nya diam diam, dia ber decih, mengedip kan kedua bola mata nya, dan mengalih kan pandangan nya, detik kemudian, terdengar tertawa remeh "lucu banget bang,, sudah se gede gini masih tidur di sembarang tempat,, mana kayak nyenyak banget lagi" jawab Mahen seraya tertawa garing
mendengar hal itu,, kini membuat kak Sandi lagi lagi mengerut kan kening heran "khawatir ya,, kamu pindah kan saja dia ke kamar,, kasihan juga tidur di tempat keras gini" jawab kak Sandi dengan santai dan bersedekap
namun berhasil membuat Mahen terpaku dalam bingung, antara harus memindah kan posisi nya, atau kah harus di biar kan begitu saja
"sudah lah, kamu pindah kan saja dia,, kasihan, memang nya kamu se tega itu,, biar kan istri kamu tidur di dipan kayu seperti ini?" tanya kak Sandi yang memang di benar kan juga oleh Mahen meski dalam hati
sedikit malu saja rasa nya, bisa bisa nya pergerakan dia tercyduk sama kak Sandi, kan nggak lucu,, jika seandainya malam tadi Mahen benar benar berniat untuk mencium pipi nya, huuh, untung saja, bisa jadi bahan bulan bulanan bang Andi jika hal itu memang di lakukan Mahen malam?
namun mengingat hal itu,, kini sontak saja membuat Mahen sendiri terus tersenyum tipis di kala harus mengingat kejadian malam hari itu, karena memang benar ada nya, dia tidak bisa menahan rasa untuk tidak menatap wajah nya kala tertidur dengan polos nya, membuat Mahen benar benar ingin memandangi nya dengan lebih intens lagi jika kak Sandi tidak memergoki nya malam itu
rasa apa kah itu,, apa mungkin,,, Mahen sudah benar benar mencintai nya,, namun rasa nya sangat aneh,, bahkan Mahen pun merasa tidak paham atas rasa yang menghinggapi hati nya baru baru ini,, padahal Mahen sudah menyatakan nya tepat di malam ulang tahun nya, tapi tetap saja,, gengsi nya begitu susah untuk di turun kan, apa lagi di hilang kan
membekas lah keindahan kepribadian nya dalam diri Mahen, religius, merasa ada perasaan lain yang baru datang terhadap sosok dan hakikat diri nya, bingung dalam merasakan perasaan sendiri, ada kebimbangan yang bersemayam di antara hati dan perasaan Mahen, padahal tak lama sebelum hal ini terjadi, diri nya telah berkali kali menolak laki laki yang datang menemui nya, Mahen yakin itu, diri nya telah menolak semua nya, sementara mereka memiliki pangkat dan harta, yang pada akhir nya, mereka pulang dengan tangan hampa dan kecewa
'kapan kamu akan bangun sih Ay?' tanya Mahen dalam hati, yang entah kenapa kini sudah terduduk manis di samping nya
'tidak tahu kah kamu jika aku menunggu mu sejak tadi,, namun kenapa kamu masih tetap saja terlihat nyaman tertidur di sini?'
'hhhhh,, salah kah bila aku memang mencintai kamu Ay,, hingga kamu terlihat selalu menghindar dari aku,, semenjak kamu mengetahui perasaan aku?' lanjut Mahen yang masih saja memandangi wajah nya intens
'aku tahu aku memang banyak melakukan kesalahan sama kamu di masa lalu,, tapi,, rasa ini hadir begitu saja,, tanpa bisa ku cegah Ay,,'
'kata kan,, jika memang memiliki rasa ini salah bagi mu,, aku harus bagaimana menanggapi nya,, harus kah aku membenci kamu jika memang itu cukup untuk menghapus mu dalam benak ku,,?'
'tolong ajar kan aku Ay,, ajar kan aku cara untuk melupakan kamu tanpa harus membenci diri mu,,' Mahen terus meracau dalam hati, sambil menatap nya yang masih memejam kan kedua mata nya dengan tatapan nanar dan juga berkaca kaca
'kamu begitu terlihat tenang dalam tidur, seolah tidak memiliki beban, kamu begitu arogan saat tersadar dari tidur, seolah tidak memiliki pikiran yang berat, dan kamu begitu sering mengomel, seolah tidak peduli dengan apa yang ada di sekitar mu,, namun sayang nya aku tahu,, jika kamu menanggung banyak beban dalam hidup mu, kamu memiliki banyak pikiran yang berusaha kamu alih kan dengan keadaan sekitar, bahkan kamu banyak mengomel hanya karena kamu tidak ingin membuat orang di sekitar mu mengasihani mu,, kenapa kamu tidak pernah bercerita tentang kehidupan kamu yang sebenar nya,,?' lanjut Mahen yang semakin mendekat kan wajah ke arah wajah nya yang tertidur
namun dengan tiba tiba,,
"aarrgghh,,,"
_**That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Senin, 24 Juli 2023**