That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)

That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)
That Naughty Girl Is My Wife (Love Different Nature)



Pagi hari menyapa, dengan hari yang terlihat cerah, juga awan putih di atas langit biru, jangan lupa kan sinar mentari pagi yang membuat nya cukup terusik dari tidur lelap nya, membuat nya mau tak mau harus menarik diri nya dari alam bawah sadar nya


sedikit terkejut kala terbangun dari tidur nyenyak nya lagi ini, kala menyadari jika kucing kesayangan nya tidak ada lagi di dalam pelukan nya, seingat nya diri nya tidak melepaskan nya barang sesaat sejak malam, lantas mengapa pagi ini kucing nya sudah tidak ada di sisi nya?


terung berusaha menyapukan pandangan nya, hingga kedua netra itu membulat sempurna kala melihat,,


"astaghfirullah nan, bisa nggak sih, lo pakai baju di kamar mandi, atau se enggak nya di ruang ganti gitu, nggak di sini juga kali, lagian tumbenan lo mau mandi sepagi ini?" tanya nya kala menyadari Mahen yang tengah mengenakan kaus polos nya di depan lemari, melihat jelas laki laki itu yang masih bertelanjang dada, dengan handuk yang melingkari pinggang saja seraya menutupi mata nya dengan tergesa


"tahu akh,, malas aku sama kucing kamu, bikin ribet aja" jawab Mahen dengan santai


"Mau,, Mauza ke mana, lo lihat dia?" tanya nya yang menyadari sesuatu


"astaghfirullah Mauza,, kenapa kamu di sana, sini turun, kamu kenapa, nggak takut jatuh apa?" imbuh nya yang melihat Mauza bertengger di atas pintu kamar dengan menunduk


"miau,," jawab Mauza seakan memahami apa yang di katakan oleh nya


"sini sini, biar kakak tangkap kamu, lompat aja nggak masalah?" tutur nya seraya menghampiri Mauza dan mengulur kan kedua tangan nya ke arah Mauza, berancang ancang menangkap Mauza


"ayo lompat, biar kakak yang tangkap kamu, tapi pelan pelan aja yah?" tutur nya seraya mendongak menatap Mauza di atas sana


terlihat Mauza yang berancang ancang melompat ke arah nya, hingga,,


Bruk,,


"Ay awas!!!,,," sontak Mahen yang masih berusaha memakai pakaian nya terhenti dengan seketika, karena melihat nya yang hampir terjatuh ke arah belakang, memilih menyelamat kan nya terlebih dahulu, hingga kini,,,


Mahen yang menahan nya membuat tangan dia sontak saja memeluk nya dengan erat, membuat tatapan kedua nya bertemu


melihat penampilan nya yang baru saja terbangun dari tidur nya tampak lebih alami dan natural, kedua mata dengan bulu yang lentik, pipi yang tidak terlalu chubby, hidung yang mancung dan kecil, bibir merah alami dan mungil, membuat Mahen tidak bisa menahan rasa yang tidak bisa di hindari, rasa yang selalu datang kepada laki laki dewasa dan normal


membuat Mahen tak tahan dan berniat untuk lebih dekat lagi dengan nya,


namun menyadari jika Mahen mulai mendekat kan wajah lebih dekat ke arah nya membuat nya mengerti dan,,


"kamu nggak papa hmm, kan kakak udah bilang, pelan pelan, cup, kamu nggak papa kan cup?" ujar nya yang mendapati Mauza di pangkuan nya, menghindari apa yang akan Mahen lakukan kepada nya, membuat Mahen kesal


'suami nya yang mau malah menghindar, giliran kucing yang baru di temui nya itu malah di kasih banyak ciuman, hhhhh, gini banget punya istri mantan bad girl, tapi nggak papa, usaha lagi aja, jangan menyerah' batin Mahen menyemangati diri sendiri, yang memang merasa tidak pernah menunjukkan amarah akhir akhir ini di depan nya


"sayang, kamu kenapa bisa sampai di atas pintu sana, kakak Keenan nya pasti ajarin yang aneh aneh yah sama kamu!" seru nya seraya melirik Mahen sekilas dengan tatapan tajam


"b,, bukan kok, tadi nya, aku mau pindah kan dia, siapa tahu dia udah lapar kan, bangun pagi juga, tapi malah kabur" jawab Mahen yang gelagapan, padahal niat hati ingin memindah kan Mauza yang terus terusan menempel seperti perangko, buat jengkel saja melihat nya, malah si kucing nya ikut bangun al hasil kabur ke atas pintu




sarapan pagi bersama pun tiba, dengan suasana hening dan dingin, hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu saja di ruang makan ini



"Ay,, perut nya masih merasa kram nggak, sebaik nya kamu jangan dulu ke universitas jika memang perut kamu masih merasa kram?" tanya Mahen yang berusaha mengusir keheningan yang melanda



'*ck, ini kenapa lagi, masih tanya aja*?' batin nya yang entah mengapa merasa tiba tiba malas untuk sekedar berpapasan dengan Mahen



"gue udah bersuci dari lusa kemaren, apan sih tanya gitu?" jawab nya yang malah mengundang keheranan pada diri Mahen



'*tumben banget dia nggak cerewet drama di ruang makan sama kucing itu, kenapa*?' batin Mahen



namun seperti nya, Mahen tidak mau mengambil pusing apa yang terjadi dengan nya, kebanyakan perempuan kan memang seperti itu, gampang banget rubah rubah mood?



Universitas of Harvard 08:06



sampai di universitas, dengan tatapan kosong dan terlihat termenung, padahal hari ini terbilang sangat cerah dan mendukung, namun entah kenapa, diri nya selalu saja termenung kala sampai di universitas ini



terus termenung hingga akhir nya,,,



"auh,," ringis seseorang yang berhasil membuat nya tersadar dari lamunan nya, membuat nya menoleh dan menghampiri keributan di depan sana



"kak Bintang,, kakak nggak papa kan?" tanya nya seraya memejam kan kedua mata nya, kala melihat Bintang keseleo dengan posisi berbaring



hal itu berhasil membuat Bintang bingung, mengapa diri nya memejam kan kedua mata nya kala melihat nya terjatuh, apakah diri nya membalas perasaan Bintang pada nya?




kedua mata indah itu terlihat terpejam untuk beberapa saat, hingga akhir nya kembali terbuka dan,,,



"nggak kak, bukan itu, tapi,, bukan kah rumor nya kita memang harus buat permohonan yah, kalau lihat bintang jatuh?" jawab nya yang membuat Bintang jengah



"Ay,, itu rumor yah, cuman rumor, kamu masih percaya yang kayak begitu an?" tanya Bintang sambil menggosok tangan sampai siku yang sakit seraya kembali berdiri



"tapi memang kadang ada benar nya juga sih kak, maaf deh?" ucap nya yang merasa bersalah



"haaaa,, nggak gitu juga konsep nya Ay,, tega banget kamu gitu sama kakak" jawab Bintang yang mendapat gelakan tawa dari Bagas dan Dimas yang sebelum nya bersama Bintang



"buahahahaha,, niat hati pengen cari perhatian biar Ay obatin,," ujar Bagas dengan puas



"tapi bukan nya di obatin, malah di diemin, definisi sakit nggak seberapa, malu nya nauzubillah wkwk" lanjut Dimas



lantas kedua nya tertawa sampai puas



"sudah, kenapa sih, harus nya kalian juga bantu kak Bintang dong, bukan nya malah ketawa, ayo kak, mau aku bantu obatin nggak luka nya, biar nggak sakit banget?" tutur nya berinisiatif dan berhasil mengundang senyum pada wajah Bintang mengembang



"boleh Ay hehe,, kalau aku nggak repotin" jawab Bintang yang seketika saja merasa senang



"nggak sama sekali kok kak, maaf juga yah, aku udah candain kakak, obatin nya di taman aja yah kak?" ucap nya seraya berjalan ke arah taman dan mendapat anggukan dari Bintang



"ngomong ngomong kenapa kakak bisa sampai keseleo gitu, gimana cerita nya?" tanya nya yang sudah duduk dan bersiap mengobati luka Bintang



"tahu tuh, anak curut, eh,, maksud nya, Surya, dia lagi pel, air nya masih menggenang, jadi buat kakak jatuh deh" jelas Bintang dengan bercerita



"oh, gitu yah?" jawab nya sambil mengangguk paham



"gue cariin ternyata kalian di sini?" ucap seseorang yang melihat nya mengobati luka pada kali Bintang



"lo kenapa?" tanya Mahen lagi dengan kening mengerut bingung



"abis jatoh gue, Surya pel lantai, gue injak genangan air nya, jadi buat gue keseleo" jawab Bintang apa ada nya



"Surya yang salah kenapa harus dia yang obatin?" tanya Mahen yang terlihat tidak suka



"ya elah Hen, dia ber baik hati kali, inisiatif buat obatin luka gue, makasih ya Ay, udah mau bantu kakak buat obatin luka ini?" ucap Bintang yang melihat nya tertunduk sejak tadi



"iya kak, nggak masalah, kalau gitu, saya permisi?" ucap nya yang hendak berdiri



"Ay, bentar dulu deh, ada yang mau kita tanya kan sama kamu, boleh kan?" cegah Dimas dan duduk di samping nya



\_**That Naughty Girl Is My Wife\_



Sabtu, 1 Juli 2023**