
melihat diri nya yang berbicara namun dengan membuang pandangan nya,, kini berhasil membuat Mahen terdiam,, tidak biasa nya diri nya marah dengan jangka waktu yang cukup lama,, namun mengapa sekarang malah Mahen sendiri yang tidak tahan dengan kemarahan yang ada pada diri nya,, padahal di waktu waktu sebelum nya,, Mahen lah yang selalu marah pada nya,, namun diri nya masih bersabar,, seberapa lama pun Mahen mendiami nya,, namun kali ini begitu berbeda,, Mahen yang melihat kemarahan dalam diri nya merasa waktu nya cukup lama juga,, padahal masih sebentar,, apa kah suasana hati nya sedang tidak bagus saat ini,,
"Ay dengar,, justru karena sekarang kamu sedang hamil,, bukan kah seharus nya kamu selalu ingin aku tetap di samping mu mengingat masa kehamilan kamu yang masih muda,, itu sangat butuh dampingan dari aku,," bujuk Mahen dengan berusaha menatap wajah nya
"hmm,, ya,, kamu boleh terus di sini,, tapi jangan salah kan aku,, jika nanti nya aku ingin kerja di rumah,," jawab nya dengan dingin
"hhhhh,,, baiklah,, terserah kamu,, asal kan aku selalu di samping mu,, tapi jangan terlalu kelelahan,, lagi pula,, aku juga sambil kerja di rumah,, nggak nganggur banget hmm,,?" tutur Mahen yang meminta persetujuan dari nya
hingga anggukan itu terlihat di kala Mahen memandangi wajah nya,, namun masih dengan tatapan dingin
"suapan terakhir,, buka mulut nya,," tutur Mahen lagi seraya mengangkat sendok yang sudah berisi nasi dan kuah sup daging
"Nan,, aku takut mual banget,, makan nya udahan ya,, aku sudah kenyang,,?" tutur nya dengan tatapan memelas
"nggak,, Mama Dede bayi harus banyak makan,, biar Dede bayi nya juga aktif di dalam,, habis ini langsung minum,, lanjut makan buah dan sayur,," perintah Mahen dengan tegas,, membuat nya semakin memelas
"Nan,, ayo lah,, ini juga Dede bayi nya yang mau kan,, aku juga sudah kenyang,, takut nya nanti keluar lagi dari mulut,, tambah mual,, gimana kalau gitu,,?" tanya nya
"sekali nggak tetap nggak sayang,, kamu harus banyak makan makanan bergizi,, bervitamin,, dengar kata dokter bukan,,?" tutur Mahen dengan memandangi wajah nya
"iya aku tahu itu,, aku juga mendengar nya,, tapi,, nggak kayak gini juga kali,, aku sudah makan banyak,, porsi aku yang biasa nya juga nggak segini,, sup nya semangkuk besar,, nasi nya juga menggunung gini,, bukan untuk orang hamil nama nya,, rakus yang ada,," jawab nya
"hhh,, ya sudah ya sudah,, nanti aku hubungi kak Ara hanya untuk memastikan porsi makan ibu hamil sebanyak apa,, tapi kamu yakin,, mau udahan saja makan nya,, ini tinggal sesuap lagi,, kata orang zaman dulu nggak kebagian keberkahan nya lho,, kamu yakin,,?" tanya Mahen dengan ragu
"Nan ayo lah,, orang hamil mana ada yang makan dengan porsi sebanyak ini,, bukan keberkahan yang nggk ada kalau aku habis kan makanan ini,, yang ada aku makin rakus tahu nggak,," jawab nya yang membuat Mahen mengalah meski dengan menghela nafas berat sebelum nya
"ya sudah,, kalau kamu memang sudah kenyang,, jangan di paksa,, dari pada makanan nya jadi mubah kan,,?" tutur Mahen lagi seraya menyimpan piring di atas meja nakas
"kamu yang paksa aku yang terpaksa,, tuh kamu tahu sendiri kalau nanti makanan nya jadi mubah kenapa terus terusan paksa aku untuk makan si,," imbuh nya
"sudah dong,, aku minta maaf untuk ini,, sekarang kata kan,, kamu mau apa sekarang,,?" tanya Mahen lagi yang beralih menatap nya
"emm,, entah,, aku sedang dalam keadaan suasana hati yang cukup buruk sekarang,," jawab nya
tok tok tok "Mahen,, Ayla,, kalian sedang apa,,?" terdengar suara Mama yang mengetuk pintu kamar kedua nya,, membuat Mahen membuka pintu dan memuncul kan Mama yang sedang tersenyum simpul ke arah nya,, membuat nya bingung saja
"ada apa Ma,, aku sama Keenan tidak sedang apa apa kok,, aku baru selesai makan,,?" jawab nya balik bertanya
"oh,, itu,, di bawah ada tamu spesial untuk kamu,, apa kah kamu akan menemui nya,, sayang lho,, kalau kamu abaikan begitu saja,,?" tutur Mama yang membuat kedua nya bingung
"tamu spesial apa Ma,, yang,, kamu ada orang spesial selain aku,, iya,,?" tanya Mahen yang berganti menatap ke arah nya dengan tatapan tajam,, memperlihat kan sisi posesif pada diri Mahen yang sebenar nya
"akh,, nggak kok Hen,, kamu tenang saja,, laki laki paling spesial di hati nya anak Mama hanya kamu seorang,, kalau yang ini beda lagi cerita nya,," tutur Mama dengan segera,, tidak ingin kedua anak nya terlibat pertikaian
"ehm,, ya sudah Ma,, biar Ay temui saja,, di bawah kan,,?" tanya nya yang membuat Mama menoleh bersamaan dengan Mahen
"apa,, nggak nggak,, kamu lagi hamil,, nggak boleh sembarangan naik turun tangga,," seru Mahen lagi
"hhh,, ayo lah Nan,, aku ini baik baik saja,, kamu bisa melihat nya sendiri bukan,, lagi pula,, aku bosan jika harus terus terusan duduk di atas tempat tidur seperti ini,, butuh asupan oksigen segar juga,," jawab nya
"hhhhh,,, ya sudah,, kamu boleh keluar dari kamar,, tapi,, Ma,, aku titip istri nya aku ya,, jangan biar kan dia kecapekan,, jangan biar kan dia berdiri terlalu lama juga,,?" tutur Mahen yang membuat Mama lagi lagi di buat tersenyum oleh sang menantu kesayangan
"hmm,, iya Mahen,, istri kamu ini adalah anak Mama,, jadi Mama akan lindungi dia,, kamu nggak usah khawatir kan ini,," tutur Mama sambil meraih tangan nya di kala hendak berjalan
pintu kamar itu semakin terbuka dengan lebar,, membuat nya dan Mama leluasa berjalan,, diri nya yang memang merasa penasaran dengan siapa sosok yang mencari dan bertamu ke rumah nya pun dapat melihat sosok spesial yang Mama maksud,, dan alangkah terkejut nya diri nya di kala melihat sosok tersebut sama sama menyunggingkan senyum ke arah nya dari sofa ruang tamu sana
"lihat jalan nya,, jangan di lihat tujuan nya,, nanti juga kamu sampai ke sana,," ujar Mahen seraya berlalu mendahului langkah kaki kedua nya
"Ma,, aku duluan ya,, mau cuci alat makan,,?" pamit Mahen saat melihat Mama yang tersenyum melihat keterkejutan nya,, yang beralih terdiam mematung di tempat
"xixi,, sudah sudah,, ayo kita turun,, mereka sama sama sudah menunggu mu sejak lama,," tutur Mama yang membuat nya tersadar dan mulai kembali menyambung langkah yang sempat terhenti
_That Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Sabtu,, 30 September 2023