
malam semakin larut, membuat kedua pasutri itu kini masuk ke dalam kamar hotel yang sudah di pesan sebelum nya
seperti sekarang, diri nya sedang bercermin sehabis mandi di dalam kamar ganti, sial nya diri nya tidak membawa apa apa, entah baju ganti, bahkan tas selempang yang sebelum nya di kenakan nya pun tertinggal di mobil
memikir kan Mahen yang berubah drastis, tak bisa di pungkiri jika diri nya memang merasa senang, namun aneh nya, mengapa laki laki yang bahkan dingin seperti dia bisa memiliki sikap harmonis seperti itu, bahkan mampu membuat nya tak bisa menahan air mata nya sendiri, entah itu palsu, atau kah tidak, tapi mana mungkin palsu, bahkan dia melupakan kepribadian yang ada pada dia sendiri hanya untuk menyenangkan hati nya, sekaligus membuat nya terharu dengan apa yang dia perbuat
"aku cariin ternyata kamu di sini?" tanya Mahen yang tiba tiba saja mengagetkan nya yang masih berusaha membuka resleting gaun nya yang ada di belakang
"apa kamu butuh bantuan?" tanya Mahen lagi seraya tersenyum tipis ke arah nya
"nggak,, Mahen,, jangan masuk, aku mohon" ucap nya yang baru menyadari jika Mahen sudah hampir sampai tepat di belakang nya
"ups,, terlanjur, lagi pula,, kenapa pintu nya nggak kamu kunci si?" tanya Mahen yang sial nya lebih mendekat kan diri nya kepada nya
"a,, aku lupa" jawab nya dengan menunduk
"ini,, nggak kamu lanjut kan?" tanya Mahen seraya menunjuk dan menoleh ke arah punggung nya
"aku bilang kamu nya keluar dulu, aku susah kan mau ganti baju" jawab nya terlewat salah tingkah
entah mengapa mendadak diri nya mudah di buat salah tingkah begini oleh Mahen, bingung ada nya
"lagi pula aku nggak bawa apapun ke sini, tas aja ketinggalan di mobil" jawab nya
"akh,," rintih nya kala merasakan sesuatu, dan sontak saja membuat Mahen panik seketika
"kamu kenapa,, sini, biar aku bantu?" ujar Mahen yang sudah merasa panik
"kerudung aku ketarik resleting deh kayak nya nan?" imbuh nya sedikit mengeluh, sambil menyentuh punggung nya yang terasa sakit
"mana sini coba, biar aku lihat?" ujar Mahen seraya menyentuh tangan nya yang menyentuh punggung
"nggak nan, kamu keluar aja ish, aku bisa sendiri" jawab nya yang masih keras kepala
"jangan keras kepala deh Ay, ini takut nya punggung kamu juga luka, biar aku lihat oke, kamu tenang dulu, kamu nya nunduk coba, ini kayak nya kejepit resleting kerudung punggung kamu nya?" tutur Mahen yang berusaha membantu nya
mendengar hal itu hanya membuat nya terdiam, malas berdebat dengan laki laki, itu hanya membuat tenaga nya terkuras saja
cukup lama Mahen berusaha membantu nya, hingga akhir nya kerudung nya terjepit pun terlepas dari resleting gaun nya
"selesai,," imbuh Mahen seraya melepas kan tangan yang sebelumnya menyentuh punggung yang sempat terjepit resleting
namun laki-laki itu sempat tercekat, dengan pandangan mata yang terpusat ke arah punggungnya yang terekspos, dan tak urung, jakun laki laki ini terlihat naik turun, kalau melihat punggungnya yang memang benar benar putih dan mulus, terkesan seksi di mata dia
"tunggu,,,!!!" seru nya kalau menyadari sesuatu, dan berhasil membuat lamunan Mahen buyar dengan seketika, menggelengkan wajah dengan tergesa, berharap pikiran kotor nya hilang
"tunggu,, apa nya yang harus di tunggu?" tanya Mahen dengan kening mengerut
"ya udah, kamu pakai kemeja aku aja, aku bawa baju yang lain kok" imbuh Mahen yang memberikan jalan keluar bagi nya
"t,, tapi,,, bagaimana bisa, aku perempuan kalau kamu lupa Keenan, kamu gimana sih, nyebelin banget!" jawab nya dengan memutar bola mata nya malas
"maksud kamu?" tanya Mahen yang sial nya malah mengurutkan rekening terlihat kebingungan
"ya kan anak gadis itu nggak boleh pakai baju laki laki, kamu memang nggak pernah mendengar nya atau gimana sih?" ujar nya yang malah mengundang senyuman pada wajah Mahen
"kenapa senyum senyum gitu, tahu istri lagi kesulitan juga malah di senyumin, gak jelas banget" ujar nya yang malah terbawa emosi
"benar kah kamu masih gadis, belum jadi perawan, kalau gitu, gimana kalau sekarang kamu ubah status kamu menjadi perawan?" tanya Mahen yang menyeringai nakal
"ap,, apaan si, aku serius Keenan Malik Mahendra, kamu kok jadi nyebelin kayak gini sih, dah kamu keluar aja, aneh banget!!" umpat nya
"lagian kamu yang ada ada aja tahu nggak, aku bahkan udah seriusin kamu lho, dari jauh jauh hari, bahkan ber bulan bulan yang lalu, lagi pula kamu istri aku kan, jadi nggak apa apa, ya maksud nya nggak masalah aja kalau kamu pakai pakaian punya aku, boleh boleh aja sih, aku kan suami kamu, nggak masalah lagi" jawab Mahen yang memang dibenarkan juga oleh nya dalam hati
"kamu serius?" tanya nya yang masih terlihat waspada kala memandangi Mahen
"xixi, iya, aku bahkan sangat serius, bentar ya?" imbuh Mahen seraya mulai membuka kancing kemeja yang di kenakan, membuat nya membulatkan kedua bola mata seketika
"kamu mau ngapain?" tanya nya seraya menyentuh kedua pundak nya dengan tangan yang menyilang
"tadi kan kamu mau pakai kemeja aku, jadi bentar, biar aku buka dulu kemeja nya" jawab Mahen yang semakin membuat nya terkejut
"nggak,, maksud nya bukan di sini" ujarnya lagi yang berhasil membuat Mahen kembali menatap ke arah nya
"terus di mana, bukan nya kamu nya di sini ya, terus gimana lagi?" tanya Mahen yang lagi lagi menghentikan pergerakan membuka kancing kemeja sesaat
"ma,, maksud nya kamu nggak boleh sembarangan buka baju di sini dong" jawab nya dengan tak santai
"ya terus aku harus buka baju di mana, ini bukan sembarangan kok, ini kan di ruang ganti, lagi pula, hanya istri aku aja yang ada di sini, kenapa jadi salah, nggak sembarangan juga kan?" tanya Mahen dengan menatap dengan tatapan menantang ke arah nya, dan maju menghampiri nya lebih dekat lagi dengan perlahan, yang sontak saja membuat nya mundur juga dengan perlahan
"maksud nya di sini kan masih ada aku, lebih baik,, kamu buka baju di kamar, sekalian ganti baju, aku di sini, nanti kamu kasih kemeja nya aja lewat pintu kamar ganti sama aku" jawab nya dengan terbatas
"biasa kan dong Ay, nggak papa kali, nggak masalah,, kalau kamu lihat setiap lekuk tubuh aku, begitu juga sebalik nya" jawab Mahen tengil
"ish,, sekali nggak tetap nggak ya, udah sana,, keluar,,!" seru nya seraya mendorong tubuh Mahen hingga keluar dari ruang ganti ini, kemudian menutup dan mengunci pintu nya rapat rapat, membuat Mahen tersenyum penuh kemenangan
bukan nya merasa jengkel karena telah diusir oleh istri nya sendiri, kini Mahen malah senyum senyum sendiri, perempuan Badas seperti itu, ternyata masih punya rasa malu juga ya? pikir Mahen yang kemudian menggeleng gelengkan kepala
berlainan dengan diri nya yang masih setia di dalam kamar ganti, dirinya terlihat misuh misuh nggak jelas, heran saja, kenapa laki laki kebanyakan yang seperti itu, nggak ada kerjaan lain apa, selain menggoda istri yang selalu menghindari kata salah tingkah? pikir nya
_**Naughty Girl Is My Wife (LDN)_
Ahad, 9 Juli 2023**