THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
MENGINGATKAN..



Ha Na masih di sekitaran penjara itu.


Jae Ha mengejarnya dengan cepat dan untung saja masih ketemu.


Jae Ha yang berlarian melihat Ha Na masih berjalan di koridor penjara itu.


Dengan nafas yang terengah dan memburu,Jae Ha meraih tangan Ha Na dan menghentikan langkahnya.


Ha Na kaget dan berbalik dengan rambut terkibas karena berbalik tiba tiba.


Saat Ha Na melihat kebelakang rupanya Jae Ha yang meraih tangannya tadi.


Jae Ha masih terengah karena berlarian tapi ia tetap mencoba bicara..


"Kenapa...


Kenapa setiap tatapanmu begitu mengintimidasiku!


Apa yang salah denganku?


Bukankah aku hanya melakukan tugasku dengan membantu klienku??


Ha Na sepertinya tahu jika Jae Ha menyadari dirinya agak kecewa karena lagi lagi bertemu dengan Jae Ha saat ia membela pihak yang salah.


Ha Na lalu bicara dan menjawab perkataan Jae Ha.


"Kau dan aku jelas berbeda..


Aku adalah seorang dokter yang tidak bisa memilih atau menolak pasien karena sudah tugasku menyelamatkan mereka.


Tapi kau adalah pengacara yang memiliki wewenang utuh untuk memilih dan menolak siapa yang akan kau bela di pengadilan.


Maaf jika aku harus membandingkanmu dengan ayahku.


Tapi Ayahku tidak akan memilih klien yang salah hanya demi uang dan nama besar.


Walau begitu ia tetap sukses dan jasanya tetap banyak di pakai.


Dengan nama baik dan reputasi yang bagus ayahku tetap bisa berkarir hingga sekarang.


Jae Ha ingin mulai membela diri..


"Tapi itu ayahmu!!


Kenapa aku harus sama sepertinya!!


Aku adalah seorang pengacara yang berhak menegakkan hak seseorang yang ingin meminta perlindungan hukum melalui jasaku.


Sekalipun ia penjahat dan pembunuh sekalipun,mereka yang bersalah tetap sah sah saja menyewa pengacara untuk membela mereka.


Mereka juga butuh dukungan dan ingin lepas dari jerat hukum sama seperti orang yang bersalah atau tidak pada umumnya.


Kenapa kau sangat mendiskriminasikanku hanya karena visiku dan visimu berbeda?


Kau terlalu naif jika berfikir dan berharap di dunia ini kebenaran dan kebebasan hanya untuk orang baik.


Di dunia yang keras ini,hanya yang kuat yang bertahan.


Baik atau jahatnya seseorang yang menang dalam peradilan tergantung pada putusan hukum dan usaha kami sebagai pengacara.


Di luar sana juga banyak dokter jahat yang pilih pilih pasien dan melakukan malapraktek.


Tapi aku tidak menyamakan mereka denganmu hanya karena kau juga seorang dokter.


Aku dan ayahmu memang berbeda.


Tapi aku juga manusia dan masih punya perasaan.


Walau beberapa kali kita betemu kau selalu melihatku dalam keadaan membela pihak yang salah.


Tapi juga sudah banyak klien yang kesulitan dan memang dalam pihak tidak bersalah yang aku selamatkan dan menangkan di pengadilan.


Jadi tolong kau ingat,aku ini bukan orang jahat.


Aku hanya profesional dalam hal bekerja.


Ha Na menepis tangannya yang sedari tadi di pengang oleh Jae Ha dan pergi.


Ha Na tetap saja masih kesal pada Jae Ha walau Jae Ha sudah menjelaskan panjang lebar.


Jae Ha juga frustasi dan mengacak rambutnya karena kesal.


Entah kesal pada Ha Na atau pada dirinya sendiri.


Saat makan siang bersama Hong Ah pun,fikiran Jae Ha masih tidak tenang dan melantur entah kemana.


Hal ini membuat Hong Ah terusik.


"Hei,kau kenapa Jae Ha?


Jae Ha menatap Hong Ah.


"Ada sesuatu yang mengusikku Hong Ah..


"Apa itu?


Tanya Hong Ah penasaran.


"Apa aku salah jika menjadi pengacara dan membela pihak yang salah?


Bukankah itu sudah tugasku?


Dan siapapun dia berhak menyewa pengacara sepertiku.


Baik ia pihak yang tertindas atau pihak yang berbuat salah.


Hong Ah segera menjawab.


"Tentu saja,siapapun berhak menyewa pengacara.


Bukankah itu sudah ada dalam undang undang?


Tapi siapa yang membuatmu begitu terganggu seperti ini??


Jae Ha tidak mau menyebutkan jika orang itu adalah Ha Na.


"Hanya seseorang saja.


Seseorang yang terlalu naif menganggap dunia ini hanya tempat untuk orang baik.


Hong Ah tidak ingin memanasi Jae Ha dengan membahasa hal ini lebih jauh lagi.


Hong Ah menggenggam tangan Jae Ha.


Jae Ha tersenyum dan tersentuh.


Siang itu untuk melepas semua rasa kesal dan penatnya,Jae Ha menyewa sebuah kamar hotel mewah dan bercinta dengan Hong Ah.


Tapi selesai bercinta dan saat Hong Ah tertidur di dadanya Jae Ha tetap saja terganggu oleh fikirannya tentang Ha Na.


"Aku bisa gila kalau begini terus.


Sebenarnya apa yang salah denganku ini hah!!


Ha Na itu buka siapa siapa untukku!!.


Hari itu hubungan Ha Na dan Jae Ha menjadi buruk.


Yi Je,si anak konglomerat behasil mendapat penangguhan eksekusi dan menjadi tahanan kota.


Jae Ha menjadi pengacara yang membantunya bebas.


Ha Na tidak ikut terseret karena putera konglomerat itu mencari dokter lain sebagai penanggung jawab catatan medisnya.


Tapi yang Jae Ha tidak ketahui adalah,ternyata putera konglomerat itu jatuh hati pada Ha Na dan ingin mendapatkan Ha Na.


Setelah bisa lolos dari penjara,Yi Je berusaha menemui Ha Na dengan menjadi pasien di rumah sakit tempat Ha Na bekerja.


Ha Na tidak tahu jika pria pelaku kriminal itu di rawat di rumah sakit tempatnya bekerja.


Ha Na tahu saat ia di minta memeriksa pasien di bangsal VIP hari ini.


Celaka 12 nya lagi,Jae Ha juga sedang ada di sana lagi setelah terakhir kali pertemuan mereka bermasalah.


Ha Na kaget melihat kedua pria itu dan kenyataan si penjahat yang benar benar bisa bebas.


"Ternyata Jae Ha benar benar menolong penjahat itu.


Yi Je bahkan tersenyum tanpa beban pada Ha Na padahal tahu Ha Na itu membencinya.


Jae Ha juga serba salah,namun kali ini ia memasang wajah angkuh seolah tidak peduli.


Mau tidak mau Ha Na tetap harus melakukan kewajibannya untuk memeriksa pasien itu.


"Hei dokter,kau masih ingat padaku?


Yi Je mencoba bicara pada Ha Na.


Tapi Ha Na tidak mau bicara dan menjawab.


"Aku akhirnya bisa bebas..


Tenang,aku tidak membawa namamu..


Ha Na tetap diam dan tidak menjawab.


Yi Je lalu agak kesal.


"Hei,apa kau bisu?


Kenapa tidak menjawabku dari tadi!!


"Tuan,keadaan anda baik baik saja dan semuanya normal.


Kalau begitu aku akan pergi dulu.


Permisi.


Begitulah jawaban Ha Na.


Jae Ha juga tidak bisa melakukan apa apa dan hanya melihat kedua orang itu.


Jae Ha jelas tahu jika Ha Na benci pada Yi Je dan dirinya.


Pasien itu lalu memegang tangan kanan Ha Na.


"Aku suka padamu....


Yi Je tanpa basa basi mengungkapkan perasaannya.


"Tuan,ini rumah sakit tolong jaga kelakuanmu..


Ha Na mencoba melepas tangannya namun tidak bisa karena Yi Je sangat kuat memegangnya.


Jae Ha juga kaget pada kelakuan kliennya itu.


"Aku harus apa?


Apa aku harus menolong Ha Na?


Tapi apa tanggapan klienku jika aku terlalu ikut campur masalah pribadinya??


Jae Ha malah bingung harus berbuat apa.


Ha Na lalu mengibas dengan kuat.


LEPAS!!!!!!


Tangan Ha Na berhasil bebas.


Yi Je lalu mencabut infusnya dan turun dari ranjang itu dan berdiri di hadapan Ha Na.


"Kenapa kau begitu benci padaku hah!!


Apa karena aku seorang kriminal!!


Kenapa kau tidak mempedulikanku dan bahkan mengacuhkan perasaanku!


Aku dengan tulus berkata aku suka padamu!!!


Bukankah kau terlalu kejam padaku!!!


Ha Na sudah terpancing emosi dan tertarik untuk debatan ini.


"Kejam katamu!!!


Kejam!!!


Kau itu yang kejam!!


Kau sudah membunuh orang lain yang tidak bersalah!


Harusnya kau membusuk di penjara tapi kau malah di sini dan lolos dari hukuman!!


Kau itu yang harusnya di sebut kejam!!


"Iya..iya,aku tahu aku ini pembunuh!!


Aku tahu kau benci hal itu,tapi kenapa kau sangat memojokkanku hah!!


Aku menabrak suami isteri itu karena mabuk!!


Aku tidak sadar!!


Dan waktu itu hujan!!


Cukup!!


Jangan membuat alasan!!


Kau itu bersalah!


Kau salah!!!


Aku benci orang sepertimu!!


Apa menghilangkan nyawa orang lain membuatmu bisa tertawa lagi?!!


Kau fikir anak juga orang tua dari suami isteri yang kau tabrak itu tidak menderita setelah kehilangan orang yang mereka cintai!!


Aku sangat benci pada pembunuh seperti dirimu!


Tekkk...


Jae Ha paham kenapa Ha Na seperti ini,hal ini pasti mengingatkannya pada ibu calon suaminya yang membunuh calon suaminya dulu.


Ibu calon suaminya tidak sempat di hukum karena bunuh diri saat itu juga.


Yi Je lalu memegang kedua lengan Ha Na dengan kuat,lebih seperti mencengkram.


"Aku mohon jangan hakimi aku lagi..


Aku juga takut dan di hantui rasa bersalah terus menerus..


Tolong jangan pandang aku seperti itu..


Ha Na dalam keadaan bahaya.


Tangan Yi Je sangat kuat mencengkramnya.


Jae Ha tidak bisa tinggal diam lagi.


Ia lalu mendekati Ha Na dan Yi Je dan mencoba melepaskan Ha Na dari cengkraman itu.


"Yi Je lepaskan dia,kau bisa bermasalah..


Kau bisa di tuntut untuk kekerasan dan pelecehan!!


Lepaskan dia!!


"Tidak!!


Tidak akan aku lepas!!


Aku tidak takut hukum!!


Lihat saja,aku bahkan bisa bebas setelah membunuh orang.


Jika hanya berbuat seperti ini,aku bisa bebas dengan hanya uang jaminan.


Kau akan menjadi pengacaraku juga.


Aku tidak perlu khawatir.


Jae Ha lalu terdiam.


"Aku sudah melepas kriminal ini!


Ia jadi tidak takut hukum dan sekarang juga ingin berbuat kejahatan lagi.


Aku membela diri dan menganggap diriku benar.


Tindakanku membela yang salah malah membuatku menciptakan monster baru yang mengerikan.


Karena itu Jae Ha mengambil langkah mengejutkan.


Jae Ha memvideokan tindakan Yi Je lalu mengirimnya ke kepolisian.


Yi Je tetap berulah dan melalukan hal yang melanggar hukum selama masa tahanan kotanya.


Karena itu Yi Je akan mendekam lagi di penjara dan bukan tahanan rumah.


Jae Ha juga membeberkan Yi Je yang memalsukan catatan medisnya.


Malam itu,Yi Je mendekam lagi di penjara.


Jae Ha juga akan berurusan dengan ayahnya.


Tapi ia lega karena melakukan perbuatan yang benar.


Ha Na juga bisa selamat dari penjahat itu.


Setelah mobil polisi pergi dan Ha Na juga Jae Ha memberi kesaksian di kantor polisi.


Ha Na di antar pulang oleh Jae Ha.


Di jalan,Jae Ha sempat berhenti di supermarket dan membeli minum setelah itu masuk ke mobil.


Jae Ha memberi sebotol minuman pada Ha Na.


Ha Na mau menerimanya.


"Kau baik baik saja?


Tanya Jae Ha lembut


Ha Na lalu menatap Jae Ha..


"Iya,aku baik baik saja.


Terima kasih...


Ha Na berterima kasih pada Jae Ha atas apa yang di lakukannya.


Di dalam mobil itu Jae Ha melihat rambut poni Ha Na yang berantakan.


Tangan Jae Ha tiba tiba merapikan rambut Ha Na dengan lemah lembut.


Ha Na diam dan tidak menghindar.


Ha Na tiba tiba mengalami ilusi dan melihat seolah Dong Joo yang ada di hadapannya sekarang.


Tidak kuasa,Ha Na lalu mulai menangis.


Jae Ha bingung..


"Ke..Kenapa menangis?


Apa kau masih takut??


Ha Na menggeleng lalu menjawab.


"Kau mengingatkanku pada orang yang dulu aku cintai dan kini sudah tiada...


Mendengar hal itu Jae Ha lalu iba.


Dalam sekejab,Jae Ha lalu memeluk Ha Na.


Ha Na semakin menjadi menangis dalam dekapan Jae Ha.


"Menangislah Ha Na..


Menangislah...


Aku akan menampung semua air mata dan kesedihanmu...