THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
BERTEMU KEMBALI



Berita soal wajah muntaber di desa Ganghwa akhirnya sudah tersiar di Seoul.


Semua staf,dokter dan perawat tenaga medis di rumah sakit di rumah Yun Hee bekerja di harapkan berkumpul di ruang rapat.


Rupanya rapat ini bertujuan untuk memutuskan memilih dokter dan staf medis yang akan menjadi relawan untuk pergi menangani pasien ke desa itu.


Jadi,siapa dari kalian yang mau menjadi sukarelawan ke sana.


Semuanya saling menatap satu sama lain,karena korban yang berjatuhan sekitar 200 orang.


Tentu banyak yang tidak sanggup,di tambah akses ke kota juga lumayan jauh.


Yun Hee dengan sukarela menawarkan diri.


Dae Ho dan Jun Pyo juga ikut ikutan tapi tidak di izinkan pergi.


Dae Ho harus pergi ke Busan untuk membantu dokter di sana melakukan riset baru.


Sementara Jun Pyo harus tetap tinggal karena jadwal operasi yang sudah padat dan tidak bisa di gantikan.


Yun Hee lolos dan bisa pergi karena terhitung masih baru,handal,juga belum ada jadwal operasi sehingga di izinkan pergi bersama 2 dokter umum dan 4 perawat yang akan mendampinginya nanti.


Yun Hee,Dae Ho dan Jun Pyo sedang berbincang di kantin rumah sakit sekarang.


Aishh,kenapa aku lupa dengan jadwal ke Busan itu.


Bagaimana aku akan membiarkan adikku pergi sendiri lokasi itu..


Oppa,aku ini kan sudah besar.


Keahlianku juga lumayan..


Tapi Yun Hee,di sana itu pedalaman.


Bagaimana kalau kau juga jatuh sakit??


Aku sangat khawatir.


Oppa,aku sudah suntik vaksin dengan rajin.


Aku juga akan memakai masker dan sarung tangan.


Jadi berhentilah khawatir..


Jun Pyo juga ikut angkat bicara.


Dokter Kim,kenapa juga kau harus ke Busan.


Kalau kau tidak pergi,kau bisa menggantikanku dan aku bisa menemani Yun Hee.


Padalah kami baru saja melakukan ciuman pertama kemarin..


Yun Hee kaget dengan ucapan Jun Pyo.


Matilah aku!!


Kenapa dia harus bilang di hadapan oppa.


Bagaimna aku akan menjelaskan kesalahpahaman yang semakin berliku ini.


Dae Ho yang paling kaget di sini.


APA!!!!!!!


Ciuman!!!


Dae Ho langsung menghadap Jun Pyo dan memegang kedua pundaknya.


Jun Pyo,aku bangga padamu!!


Kau benar benar laki laki sejati.


Aku akan menyerahkan Yun Hee padamu sekarang!!


Dengan wajah serius seperti itu,Yun Hee yang mengira Dae Ho akan memarahi Jun Pyo malah sebaliknya.


Dae Ho senang karena Jun Pyo mau mengambil tindakan untuk lebih dekat pada Yun Hee.


Yun Hee hanya bisa mengigit sendok makan siangnya di mulut.


Lebih baik aku diam dan pasrah saja.


Dua laki laki ini sepertinya punya halnya sendiri.


Jun Pyo yang mengira Dae Ho tidak akan merestuinya dengan Yun Hee juga malah senang karena jawaban Dae Ho yang mendukung seperti tadi.


Ia semakin membulatkan tekad untuk lebih gencar mengambil hati Yun Hee yang sudah lama beku itu.


Yun Hee memutuskan bicara sedikit, di hadapan Dae Ho juga tentunya.


Jun Pyo,aku belum tahu arah perasaanku padamu.


Tapi sebaiknya kita berteman dan saling mengenal dulu agar memahami karakter masing masing.


Aku tidak mau buru buru setelah semua yang aku alami.


Dan jujur,sampai saat ini pun mendiang suamiku masih pemilik penuh hatiku ini.


Jun Pyo mencoba kuat dan menuruti mau Yun Hee.


Iya,Yun Hee aku mengerti.


Aku akan mengikuti maumu.


Tidak masalah Yun Hee,sainganku adalah orang yang sudah tidak ada di dunia ini.


Aku yakin dengan segala kegigihan dan ketulusanku kau akan luluh dengan sendiri nantinya.


Dae Ho juga memberi wejangan pada Yun Hee.


Yun Hee,oppa tidak bermaksud mendesakmu.


Tapi kau tetap harus berusaha sebaik mungkin memperbaiki hatimu itu.


Jangan biarkan luka di hatimu terus basah,biarkan luka itu kering dan sembuh walau harus berbekas.


Iya oppa,aku mengerti.


Makan siang itu di akhiri dengan kesepakatan Yun Hee harus mencoba agar menjadi orang yang mau membuka hatinya dan menyembuhkan sendiri dari perasaan kehilangan yang selama ini menghantuinya.


_______________________________


Mungkin kini saatnya Yun Hee di pertemukan dengan Jung Hwa kembali.


Walau sekarang Jung Hwa lebih dikenal dengan nama Hyun Ki.


Akankah Jung Hwa ingat semuanya dan Yun Hee bisa bersama Jung Hwa lagi??


Itu masih sebuah misteri..


_________________________________


Esoknya,Yun Hee dan timnya sudah berangkat menuju lokasi dimana ia dan timnya akan menjadi sukarelawan.


Jung Hwa,ayahnya dan para tetinggi desa sudah menunggu untuk menyambut kedatangan tim medis tersebut.


Selama perjalanan Yun Hee merasa jantungnya terus berdebar yang entah kenapa tidak karuan.


Ada apa ini?


Apa aku terlalu gugup?


Aneh sekali..


Sekian jam perjalanan,Yun Hee dan timnya akhirnya sampai.


Saat keluar dari mobil van itu satu per satu.


Yun Hee langsung tertuju pada pria berbaju putih dengan lengan panjang yang di sing singkan selengan di hadapannya.


Yun Hee terpaku seakan waktu terhenti.


Jung Hwa!!!


Apa aku bermimpi!!


Apa ini nyata!!


Suamiku masih hidup!!!


Yun Hee seakan tidak percaya.


Ia melangkah dengan berat seakan kakinya terikat dengan batu yang sangat berat.


Tapi ada pemandangan lain yang mengagetkannya.


Hyun Ki...


Seorang wanita memanggil Jung Hwa dengan sebutan Hyun Ki.


Jung Hwa juga tersenyum dan baik pada wanita itu.


Wanita itu langsung menggandeng lengan Jung Hwa.


Apa???


Kenapa dia memanggilnya Hyun Ki?


Apa mereka hanya mirip saja?


Tapi kenapa persis sekali.


Aku harus berfikiran dingin sekarang.


Aku harus tenang dan memastikannya.


Yun Hee dan timnya di sambut dengan ramah.


Sekilas Jung Hwa menyadari tatapan Yun Hee yang terkadang mencuri pandang padanya.


Ada apa dengan dokter itu?


Kenapa sepertinya ia menatapku terkadang.


Yun Hee sebagai ketua tim mulai memperkenalkan diri.


Halo,bapak,ibu dan adik adik semua.


Namaku Min Yun Hee,kalian boleh memanggilku dokter Min atau Yun Hee saja.


Aku dan timku akan membantu masalah muntaber yang sedang melanda di sini.


Aku harap kalian bisa sehat lagi dan pertolonganku juga timku bermanfaaat untuk kalian.


terima kasih.


Mi Ra melihat Yun Hee dengan tatapan benci.


Ia takut Yun Hee yang cantik itu bisa menggoda Jung Hwa dan merebutnya dari dirinya.


Mi Ra selalu merasa ia yang tercantik di desa ini,ia tidak senang kalau ada yang lebih cantik darinya.


Jung Hwa juga merasakan ada sesuatu tentang Yun Hee.


Hatinya selalu ingin dirinya menatap Yun Hee.


Ada rasa kerinduan yang dalam menyelimutinya saat melihat Yun Hee.


Kini saatnya Yun Hee bersalaman dengan orang orang pemuka desa itu termasuk Jung Hwa.


Yun Hee semakin berdebar saat semakin dekat dengan Jung Hwa.


Kendalikan dirimu Yun Hee.


Kau harus memastikan dulu.


Jangan tumpahkan air matamu sekarang.


Kini Yun Hee dan Jung Hwa saling berhadapan.


Dan tangan mereka juga saling menjabat.


Yun Hee menatap tangan Jung Hwa.


Ia merasakan perasaan hangat menyelimuti hatinya sekarang.


Yun Hee tanpa sadar meneteskan air mata ke tangan Jung Hwa.


Jung Hwa merasa aneh..


Mi Ra segera menarik tangan Jung Hwa yang masih menjabat tangan Yun Hee.


Yun Hee menatap wanita itu,saat ini ia sedang di hujam tatapan sinis wanita tadi.


Yun Hee mundur dan menundukkan kepala pertanda minta maaf atas sikapnya tadi.