THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
MABUK



Kini kebencian Jung Hwa pada Yun Hee sudah tidak terhitung lagi.


Sekarang musuh hidup Jung Hwa bertambah satu.


Dialah Dae Ho,sang malaikat pelindung Yun Hee.


Di kantor Jung Hwa


Hei..Jung Hwa,kenapa kau sampai terlibat skandal seperti ini.


Sekarang apa yang akan kau lakukan untuk memulihkan nama baikmu,siapa juga yang mau memakai jasamu lagi kalau seperti ini!!


Kau benar benar mempermalukan firma hukum kami!!


Maafkan aku pak,aku akan berusaha dari awal lagi.


Pernyataan maaf Jung Hwa hnya di sambut wajah kesal kepala firma hukum itu.


Ia bingung harus apa dengan Jung Hwa,ia tidak bisa memecatnya karena ayah Jung Hwa adalah teman baiknya.


Ayahnya meminta sahabatnya itu memberi kesempatan lagi untuk Jung Hwa.


Kini yang menjadi pengacara terbaik adalah rival Jung Hwa yang waktu itu melaporkannya diam diam,dia adalah fernando.


Seorang pria dengan keturunan Prancis Korea.


Dulu,saat Jung Hwa masih di atas awan ia sering sekali meremehkan Fernando.


Ia juga selalu membanggakan dirinya secara berlebihan.


Tapi sekarang semuanya terbalik saat Jung Hwa hancur.


Tentu ini belum cukup untuknya,ia punya rencana lain untuk lebih menghancurkan Jung Hwa.


Di tempat lain...


Dae Ho sedang menemani Yun Hee berjalan usai konseling dengan psikiater.


Yun Hee,bagaimana rasanya?


Apa lebih baik??


Hem..ya,begitulah.


Tetap bisa saja.


Di rumah Jung Hwa tetap sinis padaku walau sekarang tidak pernah lagi main tangan.


Aku rasa dia tidak berani kasar lagi karena sedang masa percobaan.q


Dia pasti takut kalau sampai di penjara.


Begitu lebih baik bukan..


Yun Hee lalu menatap Dae Ho.


Terima kasih Dae Ho atas segala bantuanmu.


Jika bukan karena kepedulian dan uluran tanganmu,aku pasti sudah menjadi mayat hidup sekarang.


Hahahaha..ada ada saja.


Mulai sekarang bergantunglah padaku,aku akan selalu membantumu...


Yun Hee tersenyum pada Dae Ho.


Di depan matanya ia melihat kerah jubah dokter Dae Ho yang terlipat.


Itu,Dae Ho...


Maaf...sebentar ya...


Yun Hee reflek langsung membetulkan kerah Dae Ho.


Kini Yun Hee sangat dekat dengannya bahkan wangi tubuh Yun Hee bisa terendus olehnya.


Jantungnya berdebar seakan terkena serangan kejut mendadak.


Yun Hee merapihkan kerahnya yang berantakan...


Sudah...


Yun Hee menatap Dae Ho yang termenung dan masih mematung kaku.


Heiy....


Yun Hee melambaikan tangan pada Dae Ho mencoba membantu membuatnya sadar..


O...iya...iya...maaf.


Fikiranku sedang kemana mana tadi..


Dae Ho,mulai sekarang aku akan menganggapmu kakakku.


Karena kau selalu melindungiku..


Hahahha..baiklah...


Mulai sekarang aku adalah oppamu.


Yun Hee dan Dae Ho bisa semakin dekat karena masalah itu.


Yun Hee mulai merasakan kebahagiaan hidupnya.


Tidak lama Jung Hwa datang menyusulnya.


Jung Hwa prihatin dengan hancurnya karir Ae Ri.


Mata Ae Ri berkantung dan ia tidak mengenakan make up seperti biasanya.


Ae Ri ya..berhenti minum.


Cih....


Ae Ri hanya tertawa acuh...


Hanya ini obatku Jung Hwa,karena memilihmu aku mendapat ini sebagai hadiahnya.


Karirku yang sudah aku bangun bertahun tahun kini hancur.


Pekerjaan dan nama baikku hilang.


Sekarang apa yang bisa membuatku tenang dan baik baik saja.


Bahkan karir kekasihku juga hancur,bagaimana kau akan memberiku barang barang mewah dan mobil baru lagi.


Kita berdua benar benar menyedihkan.


Apa maksudmu Ae Ri?


Aku tulus mencintaimu,aku juga tidak akan meninggalkanmu....


Kita putus..


Apa!!!


Jung Hwa kaget mendengar perkataan yang keluar dari mulut Ae Ri.


Tidak Ae Ri,aku tidak bisa hidup tanpamu.


Ae Ri balik menatap Jung Hwa.


Tapi aku tidak bisa hidup dengan nama yang sudah tercemar seperti ini.


Jika aku terus bersamamu aku akan lebih hancur dari sekarang.


Mengertilah.


Malam itu sebuah kehancuran menghampiri Jung Hwa kembali.


Ia banyak sekali minum dan pulang dalam keadaan mabuk larut malam.


Yun Hee takut takut berani membuka pintu.


Saat pintu terbuka...


Karena Jung Hwa dalam pengaruh mabuk,ia berhalusinasi dan melihat yang ada di hadapannya adalah Ae Ri.


Ia melihat Ae Ri dengan senyumnya menyambutnya pulang.


Padahal sudah jelas dan pasti yang ada di hadapannya adalah Yun Hee.


Ia langsung mejatuhkan diri pada Yun Hee dan memeluknya erat.


Yun Hee tentu bingung,terlebih Jung Hwa sangat bau alkohol.


Ia pasti mabuk berat...


Ae Ri ya..sudah kuduga..


Kau pasti bercanda kan soal putus.


Sekarang kau bahkan menyambutku di rumah.


Benarkan,Jung Hwa memang mabuk.


Ia menyangka aku adalah Ae Ri kekasihnya.


Sepertinya mereka sedang ada masalah.


Jung Hwa,ini aku Yun Hee..


Jung Hwa lalu melepas pelukannya,Ia menatap Yun Hee.


Tidak,kau bukan dia..


Kau adalah Ae Ri ku,bagaimana mungkin aku salah..


Sudah...ayo masuk dan duduklah dulu..


Tidak...aku ingin tidur saja.


Kepalaku sudah pusing dan berat sekali.


Yun Hee menuruti Jung Hwa dan memapahnya ke kamar.


Saat Jung Hwa sudah terbaring di kasur..


Dengan cepat Jung Hwa juga menarik tubuh Yun Hee dan membalikkan badannya sehingga Yun Hee sekarang berada di bawahnya.


Jung Hwa lalu melonggarkan dasinya.


Ada apa lagi dengan pria ini...


Yun Hee ketakutan dengan situasi yang tidak nyaman ini.