
Sepulangnya dari makan malam di rumah Jung Hwa,Ah Young mengurung diri di kamarnya.
Ae Ri tahu,itu pasti karena Ah Young mendengar tentang Ha Na dan Dong Joo yang berkencan.
Ae Ri masuk ke kamar Ah Young untuk tahu keadaan puterinya itu.
Saat Ae Ri masuk,Ah Young sedang berbaring miring dengan tatapan sedih.
Ae Ri segera melangkah dan duduk di samping Ah Young.
Ia mengelus rambut Ah Young.
Nak,sudah jangan murung lagi.
Hem,aku hanya sedang lelah saja bu.
Jangan bohong,ibu tahu apa yang sekarang kau rasakan.
Kau pasti merasa patah hati kan..
Ah Young menatap ibunya lalu perlahan duduk.
Ibu..
Aku memang memikirkan soal tadi,tapi aku tetap bahagia karena Dong Joo bersama Ha Na.
Bukan dengan orang lain yang belum tentu baik.
Aku sudah merelakannya ibu.
Ae Ri bangga pada kebesaran hati Ah Young.
Ia lalu mengelus lembut rambut Ah Young.
Ibu yakin,suati saat akan datang seorang pria yang baik untukmu.
Iya ibu....
Ah Young memeluk ibunya dengan erat untuk mengisi kekuatan persaannya.
Esok harinya,Dong Joo dan Ha Na masuk dalam 1 lift.
Di dalam lift itu juga hanya ada mereka berdua.
Dong Joo menggandeng tangan Ha Na diam diam.
Ha Na memandang wajah Dong Joo dari samping sambil tersenyum.
Dong Joo juga menatap Ha Na dan tersenyum.
Kini mereka sudah kembali ke rumah sakit lama tempat mereka berkeja dahulu.
Ha Na sudah resmi menjadi dokter bedah umum dan bukan dokter magang lagi.
Wajah Ha Na berseri seri hari ini,In Joo dan Ah Ra menyambut Ha Na di IGD.
Hei,lihat..
Wajah Ha Na berseri sekali..
Tentu saja In Joo,kan dia sudah punya pacar sekarang.
Wah,kalian sepertinya tidak senang ya.
Apa kami tidak serasi?
Ha Na malah memikirkan yang bukan bukan.
Ha Na bukanlah orang yang pandai bercanda.
In Joo dan Ah Ra malah khawatir nanti Ha Na malah salah tanggap.
Kami cuma bercanda Ha Na.
Benar yang di katakan In Joo,kami hanya menggodamu saja.
Ha Na langsung tersenyum lebar.
Aigoo...temanku ini.
Ah Ra juga gemas melihat tingkah Ha Na.
Bukankah besok kalian menikah?
Kenapa hari ini masuk kerja?
Kami hanya masuk sebentar,kami datang untuk minta izin untuk acara besok juga mengundang orang orang di sini.
Kau harus datang bersama Dong Joo ya..
Eh??
Tapi...apa dia mau?
Tentu saja harus,kenalkan dia pada ayahmu..
Ha Na jadi gugup dan menghembuskan nafas berat.
Ha Na menelfon Dong Joo untuk mengajaknya bicara sebentar.
Ha Na dan Dong Joo sedang bersama di koridor rumah sakit.
Ada apa Ha Na?
Em itu,In Joo dan Ah Ra akan menikah besok.
Kau mau kan datang bersamaku?
Em...
Dong Joo nampak berfikir sejenak.
Setelah sekian detik menunggu,Dong Joo mulai menjawab.
Sepertinya tidak bisa,aku ada jadwal operasi besok sore Ha Na.
Eh?
Oh..iya iya.tidak apa apa..
Aku paham.
Kalau begitu aku pergi dulu.
Ha Na langsung pergi begitu saja.
Ia jelas kecewa namun tidak ingin menunjukkannya.
Tapi dari balik punggung Ha Na,Dong Joo malah tersenyum kecil.
Di IGD
Seorang pasien darurat datang,dari hasil pemeriksaan pasien itu menderita usus buntu akut dan harus segera di operasi.
Pasien wanita itu ternyata seorang artis papan atas.
Ha Na segera mengambil tindakan operasi untuk menyelamatkan pasien itu.
Operasi berjalan sukses dan lancar.
Tapi,saat pasien itu sudah siuman ia malah mencari Ha Na selaku dokter yang mengoperasinya dan marah marah.
Hei!!
Jadi kau yang mengoperasiku?
Iya nona,saya yang mengoperasi anda.
Ada apa?
Apa ada keluhan?
Pasien itu memandang Ha Ha dengan penuh amarah.
Kau!!
Kau mengoperasiku dan membuat perutku meninggalkan bekas luka!
Apa kau tahu,perutku yang indah ini adalah andalanku!
Karena ulahmu sekarang luka ini akan meninggalkan bekas dan sangat mengganggu untuk di lihat!!
Tapi,nona jika tidak segera di operasi anda bisa lebih menderita.
Untuk perihal bekas lukanya,seperti yang anda tahu aku ini adalah dokter bedah umum dan bukan dokter bedah plastik.
Aku bertugas mengoperasi pasien yang terkena penyakit dan bukan untuk mengubah penampilan.
Setelah sembuh kau bisa konsultasi ke ahli bedah plastik untuk menghilangkan bekas lukamu itu!!
Dan kalau tadi kau tidak di operasi dalam hitungan jam kau bahkan sudah harus meregang nyawa sekarang.
Hei!!
Kenapa kau malah marah marah padaku?!
Apa kau mau aku tuntut!!
Ha Na sudah mulai geram,tidak lama seorang wanita masuk.
Ia memakai jubah dokter dengan rambut indah sepundak.
Wanita itu berdiri di samping Ha Na.
Siapa wanita ini?
Apa dia dokter di sini?
Ha Na masih di liputi tanda tanya tentang wanita di sebelahnya itu.
Ada apa nona?
Kenapa dari luar aku dengar ribut ribut dari tadi?
Dokter itu..
Pasien itu menunjuk Ha Na.
Di mengoperasiku dan membuat bekas luka di perutku.
Aku ini artis papan atas,jika tubuhku sampai terlihat bekas lukanya,penampilanku akan jadi buruk dan tidak enak di lihat.
Aku juga ingin menuntut dokter itu karena malah marah padaku dan bukannya bertanggung jawab.
Hem jadi begitu,kalau begitu kami juga akan menuntutmu balik karena sudah merendahkan kinerja dokter di rumah sakit ini.
Kami sudah melakukan prosedur yang benar dengan mengoperasimu dan menyelamatkanmu.
Aku adalah dokter di rumah sakit ini sekaligus putri dari direktur baru rumah sakit ini.
Jika kau memang ingin menggunakan jalur hukum aku tidak keberatan.
Tapi citra dan popularitasmu akan turun karena sudah merendahkan dokter.
Terlebih hukuman pidana yang menantimu,jika kau sampai di penjara maka karirmu akan hancur dalam sekejab dan kau akan di tendang keluar dari industri hiburan.
Silahkan saja.
Mendengar perkataan dokter itu,nyali si pasien jadi ciut.
Ia tidak lagi bawel dan memilih diam.
Ha Na dan dokter baru itu segera keluar dari kamar pasien itu.
Ha Na sempat terkejut saat mendengar jika wanita yang ada di sampingnya adalah puteri direktur rumah sakit ini.
Di luar,Ha Na tidak lupa berterima kasih.
Terima kasih atas bantuanmu tadi..
Ha Na lalu mengajak dokter itu berjabat tangan sambil berkenalan.
Namaku Hyun Ha Na,aku dokter bedah umum di sini.
Namaku Gang Won Hee,aku ahli bedah jantung yang baru saja resmi bekerja hari ini.
A...satu lagi,walau aku anak direktur tolong perlakukan aku biasa saja seperti yang lainnya.
Iya..iya...
Walau begitu bagaimana aku bisa memperlakukanmu biasa saja.
Kau sudah jelas anak direktur di sini.
Ha Na dan Won Hee saling berpisah setelah beberapa langkah.
Rumah sakit cukup heboh menyambut dokter baru itu.
Dia hebat,berkharisma dan cantik tentunya.
Semua dokter mencoba mendekatinya dan baik padanya.
In Joo,Ah Ra dan Ha Na melihat pemandangan Won Hee yang di kerumuni dari jauh.
Hei,Ha Na lihat.
Dia pasti merasa sangat beruntung dan besar kepala.
Sudahlah Ah Ra,lagi pula sudah takdirnya ia di lahirkan sebagai anak direktur.
Tapi dia cantik juga ya.
Mendengar omongan yang keluar dari mulut In Joo,mata Ah Ra langsung berapi api.
Hei!!!
In Joo sadar ia keceplosan dan habislah In Joo di marahi Ha Na.
Sedangkan Ha Na hanya tertawa melihat ulah mereka.
Tidak lama Dong Joo melintas,Ha Na menatap Dong Joo.
Iseng iseng Ah Ra malah sengaja mendorong Ha Na ke arah Dong Joo.
Aaaaaaa...
Tepat sasaran,Dong Joo langsung menyambut Ha Na.
Sehingga sekarang Ha Na ada dalam pelukan Dong Joo.
In Joo dan Ah Ra langsung senyum senyum dan pura pura batuk.
Dong Joo melepas Ha Na dari pelukannya.
Kau tidak apa apa?
Ha Na menggeleng..
Dong Joo tersenyum indah dengan deretan gigi putihnya.
Hatiku jadi berdebar lagi.
Bukankah kami sudah pacaran,tapi kenapa aku masih kaku dan canggung sekali?
Setelah itu Dong Joo pergi dan berlalu.
Esok harinya tiba.
Hari pernikahan In Joo dan Ah Ra.
Sejak pagi,Ha Na juga izin tidak masuk kerja karena membantu persiapan pernikahan In Joo dan Ah Ra.
Ha Na sangat sibuk hari ini.
Hingga akhirnya prosesi pernikahan itu dimulai.
In Joo dan Ah Ra saling mengikat janji sucinya.
Ayah dan Ibu Ah Ra nampak sangat terharu.
Begitu juga orang tua In Joo.
Ha Na sendiri juga ikut bahagia,namun fikirannya sedikit teralih pada Dong Joo.
Andai saja Dong Joo ada di sini juga menemaniku.
Saat Ha Na merasa putus asa,tidak lama seseorang yang berpakaian rapi duduk di kursi di sampingnya.
Maaf sedikit terlambat..
Ha Na tercekat mendengar suara yang tidak asing di sebelahnya.
Dan saat ia menoleh rupanya orang itu adalah Dong Joo.
Dong Joo...
Senyum Ha Na langsung melebar melihat sosok itu.
Bukankah kau bilang kau ada operasi?
Iya,aku buru buru kesini setelah selesai operasi.
Terima kasih...
Akhirnya kebahagiaan Ha Na sudah lengkap.
Ia bisa menyaksikan pernikahan temannya di temani oleh pacarnya.
Acara demi acara di lewati dan sekarang saatnya pelemparan bucket bunga pengantin yang akan di lempar oleh Ah Ra.
1 2 3...
Bucket itu terlempar dan di sambut oleh dua orang di saat yang bersamaan.
Orang itu adalah Ha Na dan Dong Joo.
Semua orang menyoraki..
Ah Ra berseru pada suaminya.
In Joo,mereka serasi ya.
Semoga mereka juga lekas meresmikan hubungannya seperti kita.
Iya Ah Ra,kau benar.
Jung Hwa juga sepertinya suka dengan Dong Joo.
Tadi secara jantan ia memperkenalkan dirinya sebagai pacar Ha Na dan berjanji akan menjaga Ha Na dengan baik.
Dae Ho menggoda Jung Hwa.
Hei,kelak putrimu juga akan menyusul untuk menikah.
Bersiaplah terlihat cengeng seperti Fernando di sana.
Pemandangan yang di sebut Dae Ho adalah Fernando yang terus menangis melepas puteri bungsunya menikah.
Wah,pria sangar itu menangis malah lucu sekali ya Dae Ho.
Hei,jangan mengejek.
Kelak kau juga akan merasakannya saat melihat puterimu menikah dan di serahkan pada seorang pria.
Jung Hwa mulai berfikir berat,tapi ia yakin Ha Na akan bersama pilihan terbaiknya.