THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
BAGAIMANA RASANYA MENIKAH??



Sepulangnya dari pantai itu,Dong Joo singgah di rumah Ha Na untuk memberi tahu orang tua Ha Na ingin melamar Ha Na secara resmi.


Saat ini,Jung Hwa dan Ha Na sedang duduk berlutut di depan Jung Hwa dan Yun Hee selaku orang tua


Ha Na.


"Ayah dan ibu,tolong izinkan aku menikahi Ha Na..


Aku sudah melamarnya tadi dan dia menerima lamaranku sekarang aku hanya butuh izin dari kalian..


Hal itu membuat Jung Hwa dan Yun Hee saling berlihatan.


Puteri mereka juga tidak segan ikut berlutut bersama kekasihnya demi meminta izin untuk menikah..


Sang Ayah,Jung Hwa sedikit bertanya pada puterinya.


"Ha Na,apa kau benar benar mencintai Dong Joo?


"Iya ayah,aku mencintai Dong Joo setulus hati.


Tolong berikan izin ayah.


Aku mohon.


Jung Hwa dan Yun Hee tidak bisa melakukan apa apa lagi selain merestui hubungan anak kesayangannya itu dan mempercayakan pada pria di sebelahnya.


Jung Hwa membuat keputusan besar dan bertatap mata pada Dong Joo.


"Baiklah Dong Joo,aku merestui hubungan kalian.


Dan jika ini memang memasuki jenjang serius maka bawalah orang tuamu kemari untuk saling kenal dan merundingkan pernikahan kalian..


Ha Na dan Dong Joo tersenyum bahagia setelah mendapat restu..


Terima kasih ayah..


Jung Hwa menjawab dengan senyum dan mengangguk pada Ha Na dan Dong Joo.


Tapi di kamar,Jung Hwa menangis seperti bayi di pelukan Yun Hee


Yun Hee agak geli namun mencoba menenangkan suaminya itu.


Hiks..hiks,,Yun Hee akhirnya hari itu akan tiba.


Kita akan merelakan puteri kita untuk menikah..


Bagaimana jika nanti dia menjauh dari kita..


Putri kecilku....


"Jung Hwa meratap sedih..


Yun Hee mencoba menenangkan.


"Sudah Jung Hwa,kenapa malah seperti bayi begini..


Bukankan kita seharusnya bahagia karena Ha Na telah menemukan pria yang tepat untuknya.


Bagaimanapun,biarpun ia kelak menjadi isteri seseorang dan meninggalkan rumah ini namun dia tetap seorang anak yang tidak akan pernah bisa melupakan kasih sayang orang tuanya.


Sejauh manapun ia pergi dan berdampingan dengan orang baru yang ia ingat selalu dalam benaknya untuk di fikirkan tetaplah orang tuanya.


Jadi kau tidak usah takut Ha Na akan melupakanmu.


Kau harus tegar dan kuat sebagai kepala keluarga.


Saat ayah dan ibunya sudah istirahat di kamar.


Ha Na mengantar Dong Joo ke mobilnya untuk pulang.


Di samping mobil itu,Dong Joo berbincang sebentar dengan Ha Na..


"Ha Na,aku akan segera menghubungi orang tuaku dan akan meminta mereka ke Korea secepatnya.


Aku mohon kau sabar menunggu..


Ha Na tersenyum manis pada Dong Joo.


"Iya Dong Joo,aku akan menantikannya.


"Ha Na menyeka kecil rambut poni Dong Joo.


Setelah itu,Dong Joo masuk ke mobil dan pergi..


Ha Na memantau Dong Joo pulang hingga mobil itu hilang di ujung jalan.


Malam ini,Ha Na sedang manja dan ikut tidur di satu ranjang bersama ayah dan ibunya.


Ha Na berbaring di tengah antara ibu dan ayahnya..


"Hemm,enaknya


Aku jadi rindu masa keciliu dulu saat masih tidur bersama ayah dan ibu..


'Gumam Ha Na sambil melihat ayah dan ibunya bergatian..


Yun Hee tersenyum merespon,sedangkan si cengeng Jung Hwa malah ingin menangis lagi.


Ha Na tahu,jika ayahnya pasti merasa berat untuk melepasnya.


Jung Hwa tidak ingin terlihat kacau dan bangun.


"Maaf Ha Na,ayah akan pergi minum bersama ayah In joo dan Ah Ra dulu.


Ayah rasa,ayah tidak bisa tidur malam ini.


Jung Hwa pergi meninggalkan kamar itu.


Ha Na ingin menyusul ayahnya namun sang ibu menariknya..


"Sudah,biarkan ayahmu Ha Na.


Kau tahu sendiri kan,harga diri ayahmu sangat tinggi.


Ha Na mengalah dan mendengarkan perkataan ibunya.


Ha Na kembali berbaring sambil memeluk sang ibu..


"Ibu..


Bagaimana rasanya menikah??


Yun Hee mengelus rambut Ha Na


"Hem,menyenangkan.


Walau,kadang kesal,tidak sepaham dan kadang terbawa emosi tapi saat bersama, kau dan suamimu bisa saling bercerita dengan santai.


Ada seseorang yang berkata 'istriku sudah menunggu di rumah dan menjadi orang yang paling dekat denganmu.


Suami bisa menjadi teman,orang tua juga pasangan hidup dalam satu paket.


Jika kau dan suamimu saling mencintai akan tercipta sebuah ikatan khusus nantinya.


Setiap melihat suamimu terkadang kau akan tersenyum tanpa alasan yang jelas.


Kau juga akan mulai manja dan membuat dirimu sendiri sangat bergantung padanya.


Saat dimana hidup ini terasa singkat dan sangat di sayangkan jika waktu cepat berjalan karena kau masih ingin terus bersama pasanganmu.


Dan juga saat dimana ajal dan maut begitu menakutkan karena takut akan berpisah dengan pasangan dan anakmu kelak..


Ha Na menyerap perkataan ibunya.


Lalu menatap sang ibu.


"Pasti itu semua yang ibu rasakan selama ini ya..


Hem,aku jadi tidak sabar ingin segera menikah.


Pasti menyenangkan saat kau tidak harus tidur sendiri lagi dan ada yang menemanimu..


Kata kata Ha Na membuat ibunya geli..


"Wah,putriku sudah dewasa rupanya.


Bagaimana kau bisa berkata tidur dengan didampingi seorang pria itu menyenagkan.


Bagaimana kalau dia mengorok sepanjang malam??


Ahhhh ibu....


Yun Hee malah bercanda dengan puterinya.


Tapi lain halnya dengan Jung Hwa.


Ia membawa sahabat karibnya Dae Ho dan Fernando untuk ke tempat karaoke sambil minum minum.


Sekarang Jung Hwa sedang menyanyi lagu sedih sendiri di depan.


Dae Ho dan Fernando duduk di sofa ruang karaoke itu sambil membicarakan Jung Hwa.


"Fernando,liahatlah Jung Hwa yang seperti orang gila itu.


Nada dan lirik lagunya tidak beraturan ia nyanyikan.


"Huh...


Fernando menghembuskan nafas berat..


Kenapa juga dia membawa kita untuk mendengar konser solonya yang kacau ini..


Tiba tiba Jung Hwa bernyanyi dengan nada tinggi.


Aaaa...


Fernando memegang telinganya yang seperti tertusuk mendengar suara Jung Hwa yang melengking tinggi..


"Dae Ho,aku rasa saat puterinya sudah menikah nanti mungkin Jung Hwa akan membotaki kepalanya dan menjadi biksu untuk mencari ketenangan.


"Benar Fernando,aku juga berfikir seperti itu.


Dasar ayah bodoh,padahal anaknya akan menikah dan menemukan calon yang tepat.


Tapi ia malah kelihatan menyedihkan seperti ini.


Percuma saja julukannya pengacara angkuh tapi nyatanya hanya pria tua cengeng yang sedih karena puterinya akan menikah.


Aigo..membuatku geli saja.


Karena menjunjung rasa persahabatan yang tinggi,Dae Ho dan Fernando hanya bisa menahan diri dan bertahan di ruangan itu mendengar suara Jung Hwa yang sumbang.


Di rumahnya,Dong Joo menelfon ibunya dan mengatakan kalau ia sudah menemukan wanita yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya.


Ia ingin melamar secara resmi dan meminta ibu dan ayahnya datang untuk menemaninya melamar.


Ibu Dong Joo ikut bahagia.


"Iya,Dong Joo..


Ibu akan ke Korea dalam waktu dekat untuk menemui calon menantu ibu.


Selamat ya,ibu ikut bahagia..


"Iya ibu.


Aku menanti kedatanganmu..


Ha Na dan Dong Joo sangat bersemangat dengan pernikahan ini.


Namun akankan hasilnya indah jika orang tua mereka yang bermasalah di masa lalu di pertemukan kembali??