
Pembukaan toko Yun Hee sukses dan berjalan lancar.
Sambutan baik juga di dapat karena langsung ada beberapa pelanggan yang berkunjung.
"Wah kuenya indah sekali,aku tidak tega untuk memakannya.
"Kue kue di sini lezat dan tidak terlalu manis.
Aku secara pribadi sangat suka.
Itulah beberapa komentar yang di katakan oleh pelanggan yang berkunjung.
Setelah acara yang melelahkan itu Yun Hee dan Jung Hwa kembali pulang ke rumah.
Yun Hee dan Jung Hwa duduk berselonjor di sofa.
Ah...aku lelah sekali hari ini.
Tapi aku bahagia karena banyak pelanggan yang puas.
Benarkah?
Baguslah kalau kau bahagia..
Jung Hwa dan Yun Hee lalu duduk sambil betatap wah.
Jung Hwa terima kasih ya atas bantuan darimu.
Jung Hwa meraih tangan Yun Hee dan mengecup punggung tangannya.
Apapun akan aku lakukan agar kau bahagia.
Wah,gombal sekali.
Padahal kalau di ingat lagi,dulu kau tidak peduli denganku bahkan lebih suka melihatku sedih dan menangis.
Benar benar mukzizat atas dirimu sekarang.
Baiklah,kalau begitu aku mau ke kamar dulu..
Yun Hee bangun dari kursi dan melewati Jung Hwa,namun tangan Yun Hee yang melintasinya segera di tarik oleh Jung Hwa.
Jung Hwa menjatuhkan Yun Hee ke atas badannya..
AAAAAAAA.....
Yun Hee berteriak kaget karena ulah Jung Hwa.
Jung Hwa memeluk Yun Hee dengan kedua tangannya seakan menguncinya.
Mata Jung Hwa juga menghipnotis Yun Hee agar tidak melarikan diri sekarang.
Kenapa?
Suara tanya Yun Hee halus sekali bahkan nyaris tak terdengar.
Jung Hwa mengubah posisi Yun Hee dan sekarang tahu tahu ia sudah menggendong Yun Hee.
Ia menganggkat badan Yun Hee dan membwanya ke kamarnya.
Malam ini kau adalah milikku..
Eh???
Apa yang mau dia lakukan?
Apa kali ini dia akan melakukannya denganku??
Aku belum siap dan bahkan......
Benar saja,Jung Hwa langsung membaringkan Yun Hee di atas kasurnya,Jung Hwa yang berada di atas Yun Hee perlahan membuka kancing bajunya satu per satu..
Jung Hwa,tunggu dulu..
Jung Hwa seperti tidak memedulikan dan sudah melucuti bajunya.
Ia bahkan sudah bertelanjang dada.
Saat wajahnya sudah meraih untuk merenggut bibir Yun Hee...
Aku datang bulan!!
Eh....???
Jung Hwa langsung berhenti di depan bibir Yun Hee..
Apa???
Aku sedang datang bulan Jung Hwa,jadi seprtinya malam ini kita belum bisa..
Zonk....
Ya tuhan,Yun Hee kenapa harus sekarang?
Padahal malam ini aku ingin sekali bersamamu dan melakukannya.
Maaf ya Jung Hwa.
Wajah Yun Hee tampak menyesal.
Membuat Jung Hwa tidak tega dan malah geli sendiri.
Jung Hwa lalu membelai rambut Yun Hee.
Baiklah,tidak apa apa.
Kita bisa melakukannya lain waktu...
Tapi mulai malam ini kita harus dan akan tidur bersama.
Yun Hee tersenyum mendengar pernyataan Jung Hwa.
Jung Hwa,jika saja kau tau saat ini hatiku benar benar berbunga.
Kita bahkan akan tidur sekamar.Aku akan berada di sampingmu baik di bangun dan di tidurmu.
Aku mencintaimu Jung Hwa.
Iya,aku juga.
Jung Hwa lalu mengecup lembut dahi,hidung dan bibir Yun Hee.
Malam itu secara resmi Yun Hee tidur sekamar dengan Jung Hwa.
Kini mereka benar benar sepasang suami istri sejati.
_________________________
Tidak lama ponsel Dae Ho berdering.
Tidak ada nama yang muncul karena memang nomer baru yang tak di kenalnya.
Halo,siapa ini?
O..Dokter Dae Ho jadi kau sudah melupakanku.
Suara ini?Apa si perempuan macho itu??
Apa ini Song Yi..
Tepat!!Ternyata ingatanmu bagus juga.
Malah wanita gengster ini yang menghubungiku saat aku membayangkan Yun Hee.
Ada apa Song Yi?
Em yah,tidak ada.
Aku hanya ingin bicara denganmu.
Besok jemput aku di tempat aku di tempat kursus jam 4 sore.
Eh tapi aku...
Belum sempat menjawab untuk menolak panggilan itu sudah di putuskan secara sepihak oleh Song Yi.
Wah...wanita ini benar benar seenaknya.
Apa aku ini supirnya?
Kenapa juga aku harus menjemputnya?
Tapi jika aku menolak nanti akan ada laporan yang masuk ke ibu.
Aku bisa omeli lagi oleh ibu..
Aarrrgghhhhh.....membuatku pusing saja.
____________________
Yun Hee di antar ke toko kuenya oleh Jung Hwa hari ini.
Di toko itu Yun Hee juga di bantu oleh tiga karyawannya.
Sebelum pergi Jung Hwa tidak lupa mengecup kening istrinya.
Hati hati Jung Hwa..
Iya...kau juga jangan sampai telat makan.
Tidak lama,Jung Hwa benar benar pergi dan menghilang di ujung jalan.
Baiklah,semangat!!
Semoga hari ini toko kueku hari ini akan ramai pengunjung.
Benar saja doa Yun Hee,toko kuenya cukup ramai di datangi oleh pengunjung.
Jung Hwa juga mulai mendapat klien walau hanya untuk kasus kecil.
Ia mulai menghargai kliennya dan mau mendengarkan keluhan mereka saat berkonsultasi.
Berbeda dengan dulu saat karirnya jaya,Jung Hwa sangat angkuh dan pilih pilih klien.
Ia juga sering kali membuat klien menunggu lama.
Cobaan hidupnya kali ini benar benar menjadi pelajaran untuknya agar lebih baik lagi dalam menghargai orang lain.
Fernando yang sedang di atas awan hanya menertawakan Jung Hwa saja.
Apa?Hanya karena mendapat klien dengan kasus rendahan seperti itu kau sudah sangat senang sekali?
Benar benar pria menyedihkan.
Sekeras apapun usahamu,kau tidak akan mungkin bisa menyaingiku lagi pria malang.
Karir dan hidupmu sudah hancur saat dimana skandalmu terungkap hari itu.
Keangkuhan Fernando benar benar seperti dewa penguasa langit.
Boleh saja ia angkuh dan sombong sekarang tapi langit masih punya rahasia lain di baliknya.
Jika yang di atas sudah berkehendak maka Fernando bisa saja runtuh semudah Tuhan membalikkan telapak tangannya.
_______________________
Yun Hee sedang sibuk melayani pelanggannya.
KRAKKKKKKKKKK....
Terdengar suara tabrakan yang cukup keras dari luar tokonya.
Yun Hee segera berlari keluar dan di lihatnya ada seorang pria yang bersimbah darah karena menjadi korban tabrak lari,pelakunya melarikan diri begitu saja..
Tolong aku....
Pria korban tabrak lari itu teryata masih sadarkan diri rupanya.
Segera saja Yun Hee menolongnya dan membopongnya ke dalam tokonya.
Walau mengeluarkan banyak darah lukanya tidaklah berat.
Hanya banyak luka ringan yang menghinggapi badannya.
Sementara menunggu ambulance datang Yun Hee memutuskan membawanya masuk ke tokonya.
Ia bahkan rela menutup toko dan tidak melayani pelanggan padahal cukup ramai.
Ia minta maaf pada pelanggannya karena harus tutup.
Paman??Paman masih sadar kan??
Iya...aku tidak apa apa,tidak harus menutup tokomu.
Usahamu akan rugi kalau tutup lebih awal.
Tidak apa apa paman,nanti aku juga bisa buka lagi.
Sekarang kita obati luka paman dulu,ambulance sepertinya agak lama datang.
Ternyata masih ada orang lain yang tulus di jaman sekarang.
Membantu dengan sukarela dan peduli pada orang yang mendapat kesulitan.