THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
LUBANG YANG KAU BUAT SENDIRI



Dong Joo rupanya menunggu Ha Na di luar pemakaman itu.


Ia berdiri di samping mobilnya..


Begitu melihat Ha Na sudah keluar..


Dong Joo dan Ha Na saling menatap.


Ha Na sangat lemah dan tidak berdaya.


Hal itu memaksa Dong Joo untuk berlari ke arahnya dan memeluknya erat.


Ha Na lalu membenamkan diri di pelukan Dong Joo dan menangis kembali.


Ha Na tidak bicara..


Namun Dong Joo mengerti apa yang di rasakan Ha Na sekarang.


Karena itu Dong Joo mulai bicara..


Ha Na,sudah..


Sekarang saatnya kau kembali padaku..


Sebagai pria selaligus dokter aku juga berterima kasih pada Min Jae atas segala kebaikannya yang menjagamu dan berdedikasih mendonorkan organnya untuk orang yang membutuhkan.


Ha Na masih meringkuk sedih.


Tidak ada kata kata yang tepat untuk mewakili semua perasaannya atas cinta sesaat namun berarti yang pernah ia rasakan.


Bagi Ha Na,Min Jae seakan masih hidup dan menunggunya di UGD untuk sekedar mengbati luka luka kecilnya seperti hari hari yang lalu.


Karena itu walau sedang berduka,Ha Na memilih kembali ke rumah sakit di banding pulang ke rumah karena tidak ingin terpuruk sedih.


Dong Joo menuruti permintaan Ha Na dan membawanya ke rumah sakit.


Sepanjang perjalanan Ha Na terus diam dengan tatapan kosong.


Sesampainya di rumah sakit..


Ha Na segera bertugas dan menggunakan jubah dokter.


Semua rekan rekannya kerjanya prihatin pada Ha Na,di tengah masa berkabung yang tengah di hadapinya Ha Na tetap bekerja dan seakan ingin mengalihkan pikirannya.


Tapi,Won Hee dengan segala kesalnya ingin lebih menyakiti Ha Na.


Won Hee sudah sampai di Seoul.


Saat itu Dong Joo sedang bersama Ha Na dalam perjalanan menuju ruang ICU.


Di tengah perjalanan,Dong Joo dan Ha Na di cegat oleh Won Hee..


Saat itu orang orang sedang berkumpul ramai.


Baik perawat,pasien maupun staff rumah sakit lainnya.


Melihat Ha Na yang bersama Dong Joo sekarang membuat Won Hee benar benar panas.


Karena kau semua rencanaku gagal!!


Kau selalu menghalangiku!!


Aku benci padamu Ha Na!!


Seakan ingin menabur garam di atas luka Ha Na.


Won Hee maju mendekati Ha Na.


Kini ia dan Ha Na saling berhadapan..


Dong Joo tetap berada di sisi Ha Na.


Aku turut berduka ya atas pacarmu yang sudah mati itu!


Wajah Won Hee dengan ketus berkata seperti itu.


Sehingga membuat Ha Na juga orang orang lainnya merasa aneh dan geleng geleng.


Won Hee seakan tidak menghormati kematian Min Jae dan tidak berperasaan.


Kenapa kau bicara begitu Won Hee?!


Apa tidak terlalu kasar??


Ha Na masih menahan emosinya,sedangkan Won Hee semakin menjadi jadi.


Dia itu cuma orang rendahan dan ketua gengster.


Apa pantas di hormati seperti ini?!


Sadarlah Ha Na,kau fikir siapa yang kau sedihkan sekarang?


Dia hanya manusia sampah..


Won Hee benar benar sudah kelewatan.


Hal itu membuat Ha Na bertindak lebih jauh.


Ha Na maju dan melangkah mendekati Won Hee.


Plakkkkkk


Tanpa aba aba,Ha Na melesatkan tamparan itu ke wajah Won Hee


Won Hee memegang pipinya yang memerah itu..


Beraninya kau!!!


Plakkkkk


Kau fikir aku takut!!!


Kau itu sudah kelewatan!!


Siapa yang sudah kau rendahkan hah!!


Min Jae adalah orang yang mengorbankan hidupnya dan mendonorkan organnya demi orang lain yang lebih membutuhkan!


Apa pantas dokter sepertimu berkata seperti itu pada pasien yang sudah berkorban besar!!


Dimana hati nuranimu hah!


Pendidikanmu yang tinggi itu sesuai dengan mulut sampah yang kau miliki sekarang!!


Sekalipun dia ketua gengster yang berkelut di dunia hitam dan pekerjaan yang kotor tapi di akhir hidupnya ia mati dengan mulia dan hormat!


Di banding kau!!


Kau seseorang dengan hidup yang bermartabat,latar belakang yang berkelas,profesi yang mulia sebagai dokter tapi hidupmu kau gunakan untuk memanfaatkan kematian pasienmu untuk memenuhi keinginan egoismu.


Kau adalah manusia hina yang hanya berkedok harta duniawi!!!


Won Hee mengepal tangannya dan sudah ingin melayangkan tamparan ke wajah Ha Na.


Kau!!!


Baru saja tangan Won Hee mengayun,sebuah suara menghentikan aksinya.


CUKUP WON HEE!!!


Sumber suara itu rupanya berasal dari ayah Won Hee.


Ayah Won Hee sudah sedari tadi rupanya melihat tingkah kurang ajar anaknya itu.


Won Hee terlihat takut..


Ayahnya juga berjalan ke arahnya dan sekarang berhadapan langsung di depannya.


Mulai sekarang kau di pecat dari rumah sakit ini!


Izin doktermu juga di cabut!!


Dengan tegas ayah Won Hee berkata seperti itu.


Won Hee juga melihat kertas di tangan ayahnya,kertas yang berisi perjanjian yang ia buat diam diam dengan pasien yang selama ini ia jadikan senjata untuk mengancam Dong Joo dan Ha Na.


Tamatlah sudah riwayat Won Hee.


Walau berperan sebagai ayahnya di rumah,namun di rumah sakit ini Won Hee tetaplah bawahan ayahnya.


Untungnya ia berlaku adil dengan memberi pelajaran setimpal pada puterinya itu.


Won Hee putus harapan saat itu juga.


Won Hee hanya diam membisu,ia juga harus diadili untuk segala kesalahannya.


Sekalipun ia meronta dan marah juga tidak lagi berguna.


Walau Won Hee memohon sekeras apapun keputusan ayahnya telah bulat untuk tidak memafkannya.


Ha Na melihat Won Hee di tengah keputus asaannya itu.


Akhirnya kau jatuh ke lubang yang kau buat sendiri Won Hee.


Itulah benih yang kuat tuai dan membuahkan hasil seperti yang sudah kau semai.


Maka dari itu jangan pernah memulai sesuatu yang jahat jika tidak ingin berakhir dengan kehancuran.


Sekarang,Ha Na,Dong Joo,Ah Ra dan In Joo sudah lepas dari cengkraman jahat Won Hee.


Won Hee juga sudah mendapat ganjarannya.


Sekarang dalam hari harinya,Ha Na hanya ingin menata kembali perasaannya setelah kepergian Min Jae.


Dong Joo mulai mewarnai hari harinya kembali dan menguatkannya.


Dong Joo juga tidak menekan dan memaksa Ha Na untuk kembali seperti dulu dalam waktu dekat.


Ia membiarkan Ha Na mengobati luka di hatinya dan datang lagi padanya setelah luka itu kering.


Ha Na juga menyadari jika ia harus melanjutkan hidup.


Walau Min Jae sudah tidak ada namun ia harus tetap bangkit.


Ha Na juga memandang Dong Joo yang tidak pernah lelah untuk mendampingi dan menghiburnya.


Maka dari itu,Ha Na mulai menunjukkan rasa pedulinya pada Dong Joo kembali..


In Joo dan Ah Ra sedang melihat dari belakang Ha Na dan Dong Joo yang berjalan bersama di depan mereka..


In Joo,lihatlah mereka berdua..


Iya Ah Ra,aku lihat...


Aku yakin Dong Joo lah jodoh sejati Ha Na.


Benar In Joo.


Mereka adalah pasangan luar biasa yang walau di terpa badai namun bersatu kembali..


Semoga mereka berdua selalu bersama selamaya..


In Joo dan Ah Ra saling bertatapan.


In Joo juga memegang perut Ah Ra yang kian membesar.


Keduanya sudah tidak sabar menanti kelahiran buah hati mereka..