
Setelah kejadian itu si ketua gengster selalu saja datang ke rumah sakit dan minta di tangani oleh Ha Na.
Setiap hari ia datang dengan luka yang berbeda entah kepala memar,tangan tergores atau luka kecil yang tidak berarti.
Dan ia tidak mau dokter lain yang menangani,harus Ha Na dan hanya Ha Na.
Hari ini dia datang lagi.
Tentu saja Ha Na yang melayaninya..
Hari ini ada apa lagi tuan Min Jae?
Pria itu lalu menyodorkan jari telunjuk kanannya yang tergores sangat kecil..
Ha Na memandang pria itu dengan aneh dan lalu tersenyum.
Melihat Ha Na tersenyum pria itu juga tersenyum.
Ha Na hanya memberi lukanya dengan balutan handsaplas saja.
Ulah pria itu sudah di ketahui seantero rumah sakit.
Orang orang berasumsi pria itu sangat menyukai Ha Na makanya selalu datang setiap harinya.
Berita itu juga sudah sampai ke telinga Dong Joo dan dia mulai cemburu.
Ha Na dan Dong Joo sedang kencan malam ini.
Dong Joo membawa Ha Na ke sebuah restoran.
Mereka sedang menikmati spagettinya..
Ha Na...
Em??
Ada apa Dong Joo??
Si pria bertato ketua gengster itu aku dengar tiap hari menemuimu?
Iya,tiap hari dia selalu datang...
Kenapa kau tersenyum saat membiracakannya?
Dong Joo jadi serius dan meletakkan sendok dan garpunya juga berhenti makan.
Ha Na bingung dan memasang raut tanda tanya di wajahnya.
Ada apa Dong Joo??
Apa kau tidak mengerti juga?
Sebagai pria tentu saja aku cemburu...
Senyum lebar langsung mengembang di wajah Ha Na.
Kenapa kau malah tersenyum?
Apa ini lucu?
Besok kalau tidak penting kau tidak boleh menangani pria berbahaya itu lagi!
Ha Na hanya menganguk angguk sambil tersenyum geli.
Ha Na dan Dong Joo keluar dari restoran itu sambil bergandengan tangan.
Mi Jae rupanya mengawasi Ha Na dari jauh.
Ia bersembunyi di dalam sebuah mobil dan mengikuti gerak gerik Ha Na pergi.
Oh,jadi benar jika ternyata dia sudah pacar.
Hem.......
Min Jae agak berkecil hati karena tahu Ha Na sudah memiliki kasih tapi berandalan itu tidak akan menyerah begitu saja pada Ha Na.
Ha Na dan Dog Joo sedang berduaan di dalam mobil itu.
Dong Joo memberi Ha Na hadiah berupa sebuah jam tangah mewah.
Ha Na menatap Dong Joo saat menerima hadiah itu..
Dong Joo,bukankah ini terlalu mahal?
Aku tidak enak menerimanya..
Tidak apa apa Ha Na.
Aku ingin memberimu sesuatu yang berarti..
Aku akan lebih senang lagi jika kau memakainya..
Ha Na tersenyum..
Terima kasih Dong Joo..
Dong Joo memasangkan jam itu ke pergelangan tangan Ha Na.
Tidak lupa,Ha Na menyematkan sebuah kecupan manis di pipi kanan Dong Joo sebagai ucapan terima kasih.
Kebahagiaan yang Ha Na dan Dong Joo hadapi sekarang hanya sesaat sebelum badai kemelut cinta mereka datang.
Kekuatan cinta mereka akan di uji..
Won Hee yang gelap mata sudah berncana menjebak Ha Na dan Dong Joo.
Ia akan menggunakan kelemahan Ha Na dan Dong Joo agar bisa mendapatkan keinginannya.
Esok harinya di UGD.
Datang pasien VIP rumah sakit ini.
Seorang wanita yang dulunya menjadi salah satu seniman hebat di industri Korea selatan.
Banyak karya karyanya yang sudah mengharumkan nama Korea selatan berkat lukisan lukisannya.
Namun beberapa bulan terkhirnya kiprahnya mulai meredup karena terserang kanker paru paru stadium lanjut.
Lebih parah lagi,wanita itu juga melakukan cuci darah karena gagal ginjal.
Ia digerogoti oleh penyakit yang mematikan.
Peluang hidupnya sudah sangat kecil..
Won Hee meminta ayahnya menunjuk Dong Joo,Ha Na,In Joo dan Ah Ra untuk menjadi tim yang mengoperasi seniman itu dengan alasan kemampuan mereka yang lihai.
Liciknya,di belakang itu semua Won Hee sudah menyiapkan sesuatu yang jahat dengan membuat sebuah surat perjanjian yang tidak di ketahui oleh siapapun selain ia dan pasien yang berisikan akan menuntut dokter yang membedahnya jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan selama operasi.
Won Hee berkilah kalau ini untuk jaga jaga saja agar menghindari malapraktik atau hal lainnya yang merugikan pasien.
Si pasien yang bertekad untuk sembuh dengan sukarela menandatangani surat itu dan di simpan sendiri oleh Won Hee untuk menjadi senjatanya kelak.
Ah Ra sempat bingung kenapa bisa satu tim dengan orang orang terdekatnya.
Perasaanku juga tidak enak sekali menghadapi operasi ini.
Walau begitu Ha Na menepis rasa khawatir itu dan memilih berkonsenterasi pada pasien.
Ha Na dan Dong Joo sempat bertatap mata sebelum masuk ruang operasi bersama.
Mereka memberi bahasa isyarat untuk saling meyakinkan dalam operasi ini.
Operasi di mulai setelah pasien tertidur karena pengaruh dari anastesi yang mulai menyerap.
Operasi berlangsung sangat sengit.
Won Hee rupanya telah merancang rencana jahat ini dengan sempurna.
Ada hasil diagnosis yang tidak ia masukkan dalam laporan jika ternyata si pasien juga memiliki riwayat penyakit jantung.
Jantung pasien mengalami masalah saat mereka baru akan membedah kanker paru paru pasien yang alhasil membuat meja operasi kelabakan.
Pasien terkena serangan jantung mendadak.
In Joo,Ah Ra dan Ha Na panik.
Dong Joo juga panik tapi menyimpan kebingungan besar...
Kenapa riwayat penyakit jantungnya tidak di cantumkan?
Ada apa dengan ini semua?
Pasien menghembuskan nafas terakhirnya di meja operasi itu.
Meraka gagal menyelamatkan sang seniman.
Belum selesai duka dan rasa kecewa karena gagal menyelamatkan pasien hal mendesak malah terjadi.
Won Hee mengajak Ha Na,Dong Joo,Ah Ra dan In Joo bertemu secara pribadi.
Ia memperlihatkan surat rahasia yang ia buat dengan pasien itu?
Semuanya terkejut melihat isi surat itu,lebih lagi Won Hee yang mengusulkan si pasien untuk membuat dan menandatanganinya.
Dong Joo marah besar.
Apa yang kau fikirkan hah!!
Won Hee menatap sinis.
Waktu itu kan sudah aku peringatkan,saat kau menolakku setelah aku memberimu tawaran yang bagus.
Jadi sekarang aku tepati omonganku untuk menggunakan cara kasar.
Dasar perempuan jahat!!!
Ah Ra ikut kembali menimpali percakapan itu.
Terserah.
Saat ini keputusan ada di tanganmu Dong Joo!
Jika kau tetap menolakku maka aku akan menggunkan surat ini untuk menuntut kekasihmu dan teman temannya.
Kau akan melihat mereka menderita jika salah memilih.
Ha Na tidak percaya jika Won Hee begitu jahat adanya.
Kau,apa kau begitu terobsesi pada Dong Joo sampai menggunakan tameng pasienmu yang sudah tidak berdaya untuk melakukan kesepakatan?
Kematian pasien itu kau buat menjadi ajang pertukaran untuk mendapatkan sesuatu yang kau inginkan!
Lalu kau masih tidak malu dan menganggap dirimu dokter!
Dimana hati dan otakmu hah!!!
Ha Na benar benar marah pada Won Hee.
Tapi Won Hee sangat mengesalkan dan dengan santai menjawab Ha Na.
Aku tidak peduli!
Yang jelas aku akan mendapatkan apa yang aku mau bagaimanapun caranya.
Jadi Dong Joo apa pilihanmu?
Membiarkan mereka masuk penjara atau mengikuti mauku?!
Dong Joo benar benar dilema.
Ia tidak ingin Ha Na dan teman temannya harus berkasus.
Ha Na juga menggeleng tidak setuju.
Tapi,Dong Joo merasa ini semua salahnya karena telah menyeret Ha Na terciprat perbuatannya.
Masalah ini harusnya antara ia dan Won Hee saja tapi Ha Na dan temannya juga terkena imbas.
Won Hee sengaja menggunakan kelemahan Dong Joo sehingga Dong Joo tidak memiliki pilihan lain selain menuruti perintah Won Hee.
Dong Joo menatap Won Hee.
Aku menyerah.
Jangan timbulkan surat itu dan jangan ganggu mereka.
Senyum lebar merona di wajah Won Hee.
Ha Na tidak percaya,begitu juga In Joo dan Ah Ra.
Dong Joo mengorbankan dirinya tapi Ha Na juga harus mengorbankan perasaannya.
Won Hee melakukan hal yang lebih kejam.
Kalau begitu putuskan Ha Na di hadapanku sekarang.
Maafkan aku Ha Na,aku tahu kau kecewa.
Tapi tidak ada yang bisa aku lakukan selama surat itu masih di tangan Won Hee.
Untuk sementara aku akan menjadi bonekanya.
Dong Joo mengikuti perintah Won Hee dan memutuskan Ha Na.
Setelah itu Won Hee menggandeng lengan Dong Joo dan membawanya pergi dari hadapan Ha Na.
Ah Ra langsung memeluk Ha Na yang menangis setelah hatinya di buat hancur berkeping keping.
In Joo juga emosi.
Dasar penyihir jahat!!
Biarkan Ha Na,aku yakin karma jahat akan selalu menyertainya!!
Aku bersumpah wanita itu akan menderita seumur hidup nantinya.