THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
SEBUTIR NASI



Min Jae duduk di bangku luar dan terus tersenyum sendiri.


Ia sepertinya benar benar bangga pada apa yang di lakukannya.


Ha Na melihat hal itu dari jauh..


Betapa polosnya wajah Min Jae yang tertawa kekanakan seperti itu.


Dia sangat bahagia karena bisa menyelamatkan si bayi.


Ha Na berjalan perlahan dan menghampiri Min Jae..


Hei...


Min Jae menatap ke atas melihat Ha Na yang berdiri di hadapannya.


Min Jae tersenyum lebar lagi.


Ha Na sangat gemas lalu mencubit kedua pipi Min Jae.


Aigo...aigo....


Senyummu itu benar benar membuatku gemas..


Ha Na melepas cubitannya dan pipi Min Jae meninggalkan bekas merah karena cubitan tadi..


Uh,sakit tahu..


Kau kira pipiku ini karet..


Geser....


"Ha Na meminta Min Jae untuk bergeser dan sekarang duduk di samping Min Jae.


Ha Na lalu bersandar di lengan Min Jae.


Min Jae menatap Ha Na kesamping.


Kau lelah??


Ha Na mengangguk..


Ia aku lelah sekali..


Tapi,kenapa kau terus tersenyum?


Ha Na lalu memperlihatkan foto di ponselnya pada Min Jae.


Siapa itu??


Min Jae mulai penasaran..


Ha Na menjawab dengan semangat..


Ini,kedua orang tuaku.


Mereka sedang berlibur ke Paris.


Lihat..mereka bahagia sekali kan?..


Min Jae tersenyum manis..


Kau juga ingin aku ajak ke Paris?


Jika kau mau menjadi isteriku akan aku pertimbangkan..


Ha Na bangun dari sandarannya di lengan Min Jae.


Wajah Ha Na seakan menahan lucu dan tawa..


Apa katamu tadi???


Min Jae juga menahan tawa dan membuat hati dengan jarinya..


"Aku mencintaimu dokter Hyun"


A....menggemaskan sekali....


Ha Na mencubit lagi pipi Min Jae semaunya.


Romansa cina Ha Na dan Min Jae benar benar manis,membuat siapapun yang melihatnya akan tersenyum dan iri.


Min Jae dan Ha Na sampai di Seoul lagi sudah larut malam.


Sekarang,keduanya sudah di depan rumah Ha Na.


Min Jae sempat celingukan melihat rumah Ha Na.


Hem,rumah yang bagus.


Juga sangat besar..


Min Jae lalu menatap Ha Na lagi.


Aku tidak akan memintamu singgah Min Jae..


Harapan Min Jae langsung pupus.


Min Jae malah tertawa geli.


Ah,niatku ketahuan rupanya..


Baiklah,masuk sana dan istirahat


Besok kan kau kerja..


Ha Na memikirkan sesuatu..


Besok jemput aku ya Min Jae.


Antar aku bekerja...


Alis Min Jae naik sebelah..


"Jadi kau menjadikanku supir alih alih kekasihmu??


Ha Na langsung cemberut dan ingin keluar dari mobil itu.


Tapi Min Jae sigap dan menarik Ha Na.


Min Jae juga siaga dan membenamkan bibirnya pada bibir Ha Na.


Ha Na masih kaget dan rupanya ia tahu kalau tadi hanya candaan dari Min Jae.


Ha Na menuruti Min Jae dan meladeni bibir Min Jae yang sekarang bermain di antara bibirnya.


Sebelah tangan Min Jae memegang sisi kiri wajah Ha Na.


*Min Jae adalah pria yang hangat.


Bersamanya mem**buatku merasa terlindungi dan selalu di jaga*..


Setelah sekian menit berlalu,Min Jae mulai melepas bibirnya.


Min Jae menyeka bibir Ha Na yang lembab itu sambil berucap..


"Maaf aku mengotori bibirmu Ha Na..


Tadi aku terbawa karena kau terlalu menggemaskan.


Ha Na menggeleng.


Jangan berkata seperti itu Min Jae.


Aku senang dengan sentuhanmu..


Jadi jangan berkata seperti itu.


Min jae merasa senang dan melayang..


Besok aku akan mengantarmu berkerja


Sekarang masuklah ke rumahmu..


Ha Na mengangguk.


Ha Na juga menyempatkan melambaikan tangan pada Min Jae saat sudah di depan pintu.


Bersamaan dengan Ha Na yang masuk,Min Jae juga menjalankan mobilnya dan beranjak pergi.


■■■□□□□□●●●●●●■■■■■■■■


Esok harinya..


Hari ini adalah hari kedua Dong Joo dan Won Hee berada di Sokcho.


Pagi pagi,saat bangun tidur.


Dong Joo masih malas malasan di ranjang dan belum ingin beranjak dari kasur.


Dong Joo memandang foto fotonya saat masih bersama Ha Na dulu.


Dong Joo berbaring miring dan menatap layar ponsel itu.


Dengan suara parau dan lirih,Dong Joo bicara sendiri.


Ha Na,aku merindukan.


Sangat sangat rindu..


Dong Joo hanya bisa memendam rindunya..


Tapi si rubah licik Won Hee masih terus saja ingin menggoda Dong Joo.


Tok..Tok...Tok..


Di tengah lamunan itu,Won Hee mengetuk pintu kamar Dong Joo.


Saat Dong Joo membuka pintu,di lihatnya di luar Won Hee membawakan nampan berisi segelas susu dan sepotong roti..


Ayo sarapan...


Won Hee tersenyum lebar,namun Dong Joo masih dengan wajah datar dan menolak..


Tidak,terima kasih..


Aku akan sarapan di bawah dengan yang lain saja nanti.


Dong Joo menutup kembali pintu itu dan meninggalkan Won Hee sendiri di luar.


Won Hee sudah kesal setengah mati..


Sial!!!


Baiklah,bertingkahlah sekarang..


Karena besok kau akan menjadi milikku seutuhnya dan akan berada dalam genggamanku.


Won Hee sudah menyiapkan rencana besar dan jahatnya untuk menjebak Dong Joo.


Namun di Seoul pagi ini.


Matahari bersinar dengan cerah..


Ha Na keluar setelah mendengar klakson mobil Min Jae..


Saat Ha Na keluar pintu dan melihat Min Jae yang menurunkan kaca jendela mobilnya..


Ha Na segera berlari ke arah Min Jae dan masuk mobil.


Pemandangan itu terlihat oleh In Joo dan Ah Ra yang juga akan berangkat kerja.


Mereka turut bahagia melihat Ha Na yang berseri..


In Joo,kalau di lihat dengan teliti..


Min Jae itu semakin tampan dan manis ya.


Apa lagi tato tatonya yang keren itu tembus pandang dari kemeja putihnya..


Ya ampun...


In Joo melihat jelas kalau isterinya juga terpesona oleh pria yang memanggilnya banci waktu itu.


Wajah In Joo lalu malas dan sinis..


Lihatlah dirimu..


Memuji pria lain di depan suamimu sendiri.


Nanti aku akan mentato tubuhku juga agar kau terpesona..


Ah Ra lalu memandang In Joo..


Benarkah??


Kau mau membuat tato apa?


In Joo menjawab dengan ketus pertanyaan isterinya.


Tato wajah Min Jae.


Aku akan menatato wajahnya di bawah ketiakku agar aku bisa menyiksa gambar wajahnya itu setiap hari dengan bulu ketiakku.


Ah Ra tertawa keras karena lelucon garing suaminya itu.


Min Jae dan Ha Na menyempatkan diri untuk sarapan bersama terlebih dahulu pagi itu.


Ha Na makan dan menyisakan sebutir nasi di tepian pipinya.


Aiy,seperti anak kecil saja.


Ha Na menatap Min Jae bingung..


Kenapa?


Apa yang salah??


Min Jae lalu meraih sebitir nasi yang menempel di pipi Ha Na itu.


Ha Na kaget..


Ha Na termenung melihat Min Jae menelan nasi itu ke mulutnya.


Ha Na jadi malu malu.


Semakin di lihat,Min Jae semakin mempesona setiap harinya.


Telepas dari dia itu perokok,ketua gengster dan bahkan memakai narkoba tapi tetap saja cahaya kebaikannya tetap terpancar.


Walau Dong Joo tidak ada sisinya namun kehadiran Min Jae sangat mengobatinya.


Selesai sarapan,Min Jae lanjut mengantar Ha Na ke rumah sakit.


Tapi keramaian di tepian jalan membuat mobil Min Jae terhenti.


Rupanya sebuah bus umum terguling karena menghindar dari sebuah teronton.


Supir bus itu panik dan banting setir ke arah yang salah.


Ha Na segera turun karena khawatir banyak korban yang terjebak sementara ambulance belum datang.


Min Jae juga ikut menyusul mengikuti Ha Na.


Ha Na panik,saat melihat bus itu terbalik dan hancur.


Ha Na mendekat pada bus itu.


Lebih lagi,karena hari itu adalah hari kerja tidak banyak yang membantu karena terburu buru untuk pergi bekerja.


Ambulance baru satu yang datang.


Polisi dan pemadam kebakaran juga belum banyak yang datang.


Min Jae memanggil bala bantuan dan menelepon anak buahnya untuk ikut membantu.


Anak buah Min Jae sudah lebih dulu datang.


Ha Na masuk ke bus dan memberi pertolongan pertama pada pasien yang tergolong sekarat.


Sementara Min Jae dan anak buahnya membantu mengevakuasi korban korban dan memasukkannya ke ambulance.


Ha Na semakin kagum pada Min Jae yang bersusah payah dan menolong orang orang itu.


Walau harus bercucuran keringat,Min Jae tetap menaikkan para korban itu ke punggunggnya.


Para korban bisa di larikan ke rumah sakit lebih cepat dan semua berjalan lancar.


Ha Na juga sibukkan melakukan operasi pada beberapa pasien yang terluka parah.


Selesai operasi,Ha Na segera mencari Min Jae.


Tapi Min Jae tidak bisa di hubungi melalui ponsel.


Kemana Min Jae?


Kenapa tidak ada kabar darinya?


Biasanya jam segini,dia sudah mengirimiku puluhan pesan


Aneh...