
Ha Na serba salah bagaimana cara melepaskan diri dari posisi itu.
Jae Ha masih merangkul pinggangnya.
"Oppa...
Aku ingin ke kamar kecil dulu...
Jae Ha menjatuhkan kuas di tangannya dan meletakkan kuas itu pada tempatnya.
Situasi canggung kembali mencekam.
Jae Ha lalu bicara didekat telinga Ha Na.
"Baiklah..
Jae Ha berbisik dengan lirih.
Hal itu membuat Ha Na tidak nyaman.
Ha Na segera berdiri dan berlalu pergi..
Di kamar mandi
Ha Na manatap wajahnya di bayangan kaca di atas wastafel itu..
"Sebenarnya kenapa oppa seperti tadi?
Aku jadi tidak enak..
Apa sebaiknya mulai sekarang aku menjaga jarak saja darinya?
Walau bagaimanapun,dia itu pria yang sudah bertunangan..
Ha Na jadi merasa ada yang salah dengan Jae Ha.
Hal yang ia takutkan adalah,hubungan Jae Ha dan tunangannya bisa saja hancur jika sampai Jae Ha goyah.
Ha Na keluar dari kamar mandi dan melihat Jae Ha sudah menunggu di depan pintu kamar mandi itu.
Ha Na kaget bercampur takut.
"Oppa,ada apa menyusul??
Jae Ha masih tetap tenang..
"Tidak,aku hanya menunggu di luar khawatir jika kau takut.
Ha Na tersenyum..
"Apa yang oppa bicarakan,aku ini seorang dokter.
Aku bahkan sudah pernah melihat hantu...
Jae Ha jadi geli dan tertawa..
"Benarkah..
Wah,ternyata kau sangat berani ya..
Ha Na juga ikut tertawa sejenak..
Jae Ha lalu berwajah serius kembali..
Ia mendekat pada Ha Na.
Ha Na menjadi gugup dan takut tapi tetap mencoba berani menatap mata Jae Ha langsung.
Jae Ha semakin dekat dan membelai sebelah pipi Ha Na lembut dengan tangan kanannya.
Ha Na jadi semakin tidak nyaman..
Jae Ha juga tahu jika Ha Na pasti mulai curiga dengan dirinya.
Karena itu,Jae Ha tidak mau terlalu agresif karena takut Ha Na akan menjauh.
"Adikku tersayang...
Oppa akan selalu melindungimu...
Ha Na mencoba tersenyum walau berat..
"Oppa,tolong jangan berubah..
Aku tidak ingin hubungan kita renggang..
Kau sudah bisa membuatku lebih terbuka dan menghadapi dunia.
Tapi dari caramu sekarang memperlakukanku,aku tahu jika ada sesuatu yang lain saat matamu memandangku.
Sentuhan dan perlakuanmu juga berbeda.
Jae Ha masih menyetuhkan telapak tangannya itu ke pipi Ha Na yang lembut...
Sesampainya di rumah setelah di antar Jae Ha pulang.
Ha Na berbaring di ranjang kamarnya dan menatap langit langit kamarnya itu.
"Oppa,kenapa malah seperti ini..
Dibanding sibuk dan rumit memikirkan semua hal ini.
Ha Na memejamkan matanya dan mencoba tidur saja.
Esok hari ia akan merundingkannya bersama In Joo dan Ah Ra.
Ah Ra dan In Joo mendengarkan cerita Ha Na di kantin rumah sakit saat makan siang.
Dari cerita itu dapat di simpulkan jika Jae Ha memang benar adanya memiliki perasaan pada Ha Na.
Bukan sebagai adik tapi sebagai wanita..
In Joo dan Ah Ra mulai mengemukakan pendapatnya.
"Sudah kuduga Ha Na,Jae Ha itu memandangmu dengan cara lain.
Celetuk Ah Ra..
"Aku juga tidak menyangka bisa seperti ini Ah Ra...
In Joo juga mulai bicara...
"Apa mungkin kau menggodanya Ha Na?
Makanya ia jadi tertarik padamu..
Tidak mungkin dia tiba tiba jatuh hati padamu..
"Tidak In Joo,aku tidak mungkin menggodanya.
Hanya saja aku cukup manja padanya karena menganggapnya seperti benar benar kakak laki lakiku.
Ah Ra lalu betanya..
"Kau sendiri apa memiliki perasaan spesial padanya?
Ha Na menjawab dengan tegas.
"Tentu saja tidak..
Aku bahkan belum bisa membuka hatiku untuk pria lain setelah Dong Joo tiada.
Aku masih takut dan trauma..
Ha Na kembali murung.
In Joo dan Ah Ra juga merasa sudah kelewatan dan minta maaf.
Untuk menyelesaikan masalah Jae Ha,Ah Ra memberi saran agar Ha Na mulai sekarang agak menjauh dan mejaga jarak dari Jae Ha.
Karena kasihan Jae Ha jika kelak mengecewakan tunangannya.
Ha Na setuju dengan saran itu.
Mulai dari hari itu,Ha Na mulai menghindar dari Jae Ha.
Ha Na berusaha menolak dengan berbagai alasan jika Jae Ha mengajaknya bertemu.
Jae Ha mulai menyadari Ha Na yang berubah sejak hari itu.
Jae Ha terlihat agak putus asa di kantornya.
"Sekarang Ha Na pasti mulai tidak suka padaku.
Caranya memperlakukanku juga berbeda..
Ia mulai menghindariku...
Apa yang harus aku perbuat sekarang???
Jae Ha masih larut dalam tanda tanyanya yang belum terjawab.
UGD di rumah sakit Ha Na mendapat telepon akan ada seorang psikopat dari lapas yang akan melakukan pemeriksaan di rumah sakit itu hari ini.
Ia di diagnosis dengan kanker paru paru stadium 3.
Jika hasil pemeriksaannya mendukung,ia bisa saja mendapat penangguhan eksekusi.
Psikopat itu sangat terobsesi pada wanita berambut panjang.
Ia akan membuat kekerasan dan menjerat mangsanya itu hingga tersiksa.
Ia disekap dan disiksa oleh psikopat itu karena memiliki rambut panjang yang indah.
Setelah mendengar kabar psikopat itu akan mendapat penangguhan eksekusi,korban psikopat itu langsung menghubungi Jae Ha.
Jae Ha tentu kaget,tapi yang membuatnya gemetar adalah psikopat itu akan di periksa di rumah sakit tempat Ha Na bekerja.
"Psikopat gila itu pasti akan bertemu Ha Na..
Ha Na berambut panjang dan....
Belum sempat menyelesaikan pemikirannya,Jae Ha bergegas ke rumah sakit karena mengkhawatirkan Ha Na.
Di rumah sakit...
Psikopat itu sudah datang dengan pengawalan polisi.
Celakanya,Ha Na memang menjadi salah satu dokter yang akan memeriksa pasien psikopat itu.
Begitu melihat Ha Na dengan rambut indahnya yang tergerai,si psikopat mulai begariah dan tertantang adrenalinnya unyuk menyakiti Ha Na.
Psikopat itu menatap Ha Na dengan tajam...
"Lihatlah mangsa cantik itu...
Akan sangat cantik lagi jika wajahnya yang indah itu aku ukir dengan pisau atau tubuhnya aku lepuhkan dengan besi panas...
Melihat mangsa empuk seperti ini membuatku merasa panjang umur...
Si psikopat melihat Ha Na yang sedang membaca catatan medisnya.
Pria itu juga melihat pengawalannya mengendur dan hanya 3 orang tersisa.
Ia ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyakiti Ha Na.
Psikopat itu tersenyum..
Ia melihat belati di ikat pinggang polisi yang ada di hadapannya.
Dengan cepat ia bangun dan mengambil belati itu lalu berlari dan mengarah ke Ha Na.
Ia ingin menusukkan belati itu ke Ha Na.
Ha Na mematung karena terlalu tiba tiba..
Tepat saat pisau itu mengarah ke perut Ha Na,Jae Ha datang dan berdiri menghalau Ha Na.
Dan tidak di sangka,pisau itu malah menembus perut Jae Ha...
"Oppa....
Ha Na menyaksikan sendiri hal itu.
Tidak lama suara tembakan menggema dan psikopat itu di tembak di tempat rupanya.
Namun terlambat karena sudah lebih dulu ada korban yang jatuh karenanya.
Dia adalah Jae Ha.
Ha Na terduduk dan panik.
Ia memadang Jae Ha yang bersimbah darah..
"Oppa...
Oppa....
Oppa....
Ha Na menangis histeris.
Jae Ha segera di tangani dan di bawa ke ruang operasi.
Hong Ah yang mendapat kabar Jae Ha di tusuk langsung terbang ke Seoul dan menyudahi liburannya.
Hong Ah juga tidak kalah panik dan histeris.
Ha Na tidak dizinkan ikut mengoperasi karena dalam kondisi yang tidak mendukung.
Ia hanya duduk menunggu di luar ruang operasi.
Ayah dan ibu Jae Ha sudah datang.
Ha Na menjelaskan semuanya.
Ibu Jae Ha menangis mendengar apa yang terjadi pada puteranya itu.
Ayah Jae Ha juga sangat khawatir.
Untungnya Jae Ha berhasil selamat karena operasinya sukses.
Jae Ha masih belum sadarkan diri..
Ha Na yang menjaga Jae Ha sepanjang malam saat orang tua Jae Ha pulang.
Ha Na berjanji akan merawat Jae Ha hingga pulih sebagai ucapan terima kasih karena sudah menyelamatkannya.
Orang tua Jae Ha menerima hal itu.
Untungnya mereka juga tidak menyalahkan Ha Na.
Dan Jae Ha juga sudah pernah bercerita kalau ia memili adik angkat yang tidak lain adalah Ha Na.
Orang tua Jae Ha senang bisa bertemu dengan Ha Na.
Karena mereka juga harus bekerja dan Hong Ah masih di luar negeri maka kepada Ha Na lah mereka mempercayakan Jae Ha.
Esok harinya,saat terbagun setelah seharian tidak sadarkan diri karena pengaruh pasca operasi.
Jae Ha akhirnya membuka matanya dan melihat Ha Na tidur di tepian ranjangnya.
Ha Na terbangun saat itu juga dan melihat Jae Ha sudah sadar..
"Oppa....
Jae Ha tersenyum dan menjawab dengan suara serak
"Bukankah aku keren...
Ha Na menitikkan air matanya.
"Bodoh...
Tapi terima kasih..
Aku fikir aku akan kehilanganmu untuk selamanya..
Ha Na lalu menangis....
Jae Ha mencoba menenangkannya.
"Hei,sudah jangan menangis.
Apa kau fikir aku selemah itu..
Lihatlah,aku sudah sehat dan bisa bertahan
Bukankah aku sudah berjanji akan melindungimu....
Ha Na sangat terharu...
Ia menyesal beberapa waktu ini menjauhi Jae Ha.
"Oppa,aku berjanji akan merawatmu hingga kau sembuh.
Jae Ha sangat senang.
"Baiklah,aku pegang janjimu...
Jae Ha menyeka air mata Ha Na.
Dalam hati ia bersua...
"Bahkan hidup atau apapun yang aku miliki akan aku pertaruhkan jika itu demi menyelamatkanmu Ha Na.
Ha Na lalu keluar permisi sebentar....
Saat itu Hong Ah datang..
Ia sangat tampak khawatir tapi Jae Ha meyakinkan kalau ia baik baik saja...
"Kau hampir membuatku serangan jantung Jae Ha.
Harusnya kau pentingkan dirimu sendiri sebelum menyelamatkan nyawa orang lain.
Kau hanya membahayakan nyawamu jika bertindak tanpa berfikir lebih dulu.
"Iya..iya Hong Ah.
Aku minta maaf karena sudah membuatmu cemas...
Jae Ha dan Hong Ah bepelukan.
Setelah itu Hong Ah menambatkan bibirnya pada Jae Ha.
Tepat saat mereka berciuman Ha Na masuk ke ruangan itu lagi dan melihat yang seharusnya tidak ia lihat.
Ha Na berdiri kaku dan mematung sementara Jae Ha dan Hong Ah sedang berpautan bibir...