
Sepulangnya dari sauna,Jae Ha mengantar Ha Na pulang kembali ke apartemennya.
Setelah jujur seperti tadi,keduanya lalu kikuk dan canggung.
"Ha Na,apa mau makan dulu sebelum pulang??
Jae Ha memecahkan keheningan itu..
"Em,tidak oppa.
Aku masih kenyang,aku akan masak di rumah saja...
"Iya,baiklah...
Jae Ha dan Ha Na sudah berada di depan pintu apartemen Ha Na.
Ha Na mulai pamit pulang..
"Oppa,aku masuk ke dalam dulu.
Sampai jumpa besok dan terima kasih untuk hari ini.
"Iya Ha Na,istirahatlah..
Ha Na mulai masuk ke dalam dan menutup pintu tapi saat celah pintu itu tinggal sedikit lagi akan tertutup..
Jae Ha tiba tiba mencegat dengan tangannya dan menghalangi pintu itu tertutup.
Ha Na terkesiap...
Ha Na dan Jae Ha saling bertatapan..
Jae Ha mengambil langkah dan membuka pintu itu lalu masuk.
Barulah ia menutup pintu itu saat ia sudah di dalam.
"Oppa,bukankah kau harus kembali??
"Benar,tapi aku tidak ingin pergi sekarang.
Jika pergi,aku mungkin akan menggila dan menyesalinya.
Jae Ha lalu memegang kedua bahu Ha Na.
"Ha Na....
SLAPPP.....
Jae Ha membenamkan bibirnya pada Ha Na.
Ha Na kaget lalu mendorong tubuh Jae Ha..
"Oppa,jangan...
Kau..
"Kenapa??
Aku sudah menjadi suami orang?
Karena statusku sudah menikah?
Ha Na kau tahu sendiri alasan kenapa aku menikah dan siapa yang sebenarnya aku cintai.
Dulu aku meyakinkan diriku jika Hong Adalah wanita yang aku cintai,tapi aku salah.
Setelah aku bertemu denganmu,aku sadar semuanya berubah.
Dahulu,aku menyukainya karena sejak kecil selalu bersama dengannya,bermain dengannya dan tumbuh bersamanya.
Terlebih ia juga hebat dalam segala hal dan unggul dalam penampilan.
Aku salah dan menampik,aku hanya ingin memilikinya karena semua kelebihannya tapi ternyata setelah bertemu denganmu aku malah jatuh hati walau masa lalumu kelam dan hidupmu yang sulit.
Semua penderitaan yang kau miliki membuatku ingin menjadi wadah tempatmu bisa membagi semua itu.
Aku juga ingin menjadi alasan kau bisa bahagia.
Aku baru sadar,cinta bukan hanya sebatas ingin memiliki dalam kesempurnaan tapi juga dalam suka dan duka.
Jadi Ha Na...
Jae Ha mulai berlutut di hadapan Ha Na.
"Seperti halnya kita di pertemukan kembali oleh takdir walau sama sama ingin menghindar.
Maka aku mohon,sambunglah takdir ini agar bisa terus berlanjut.
Aku tahu aku egois,tapi aku mungkin bisa mati perlahan jika harus melupakanmu.
Aku berjanji akan mencari cara agar kita bisa bersama.
Aku akan melakukan segala hal,bila perlu aku akan berlutut di hadapan Hong Ah dan mencium kakinya.
Tapi untuk sekarang,aku mohon kembalilah ke sisiku Ha Na.
Walau semua akan sulit,aku berjanji akan selalu mendampingimu.
Kemanapun kau pergi,aku akan selalu di sisimu Ha Na.
Ha Na tersentuh dengan perkataan Jae Ha.
Ia lalu menjawab penawaran Jae Ha.
"Oppa,ayo kita lalui bersama seperti perkataanmu.
Jae Ha bediri dan memegang sebelah wajah Ha Na.
"Percayalah padaku Ha Na,kita pasti akan bahagia..
Ha Na mengedipkan matanya sambil tersenyum pada Jae Ha.
Jae Ha perlahan menambatkan lagi bibirnya pada Ha Na.
Kali ini Ha Na tidak beronta dan menerimanya.
Jae Ha semakin dekat dan meresapi ciuman itu,ia mulai menarik kedalam bibir Ha Na dengan kedua bibirnya yang mengapit bibir Ha Na itu.
Jae Ha juga perlahan merangkul badan Ha Na.
Ha Na sama adanya memeluk tubuh tegap Jae Ha dengan kedua tanganya.
Jae Ha dan Ha Na bisa melepas romansa itu.
Cukup lama berciuman,Ha Na melepas lebih dulu ciuman itu.
"Sudah oppa..
Kau harus pulang..
Jae Ha tersenyum.
"Iya,baiklah..
Tapi sekali lagi,Jae Ha menyematkan kecupan lembut di bibir Ha Na sebelum akhirnya benar benar pulang.
Ha Na sangat girang.
"Akhirnya aku sudah membuat pilihan untuk menempuh semua ini.
Semoga ada jalan keluar untuk kami.
Jae Ha tersenyum mengingat lagi hal tadi dan memulai awal baru dengan Ha Na.
Berbeda berbeda dengan Bo Na.
Bo Ra salah mengira,jika saudara kembarnya itu dinas hingga malam.
Ia lalu membiarkan Yeon Jin mengantarnya sampai rumah.
Tepat saat itu,Bo Na sudah di rumah rupanya.
Bo Na merasa asing dengan sebuah mobil yang parkir di depan rumah mereka.
Saat ia mengintip.
"Astaga,bukankah itu Bo Ra dan Yeon Jin.
Tapi kenapa mereka pergi berdua..
Dan..
Hal yang membuat Bo Na terkejut adalah saat ini Yeon Jin meraih wajah Bo Ra dan menciuminya tepat terlihat oleh mata Bo Na.
"Jadi mereka menipuku?
Mereka membuatku terlihat bodoh!!!
Saudaraku bahkan sangat menghinaku,ia jelas tahu aku suka pada Yeon Jin dan aku bahkan sering mengatakan hal itu di hadapannya tapi ia malah bermain dan menusukku dari belakang!!
Dasar manusia rendahan!!!
Saat Yeon Jin sibuk mencium Bo Ra,ia kaget saat membuka mata dan melihat Bo Na sudah ada di samping mobil.
tepatnya di belakang Bo Ra.
Bo Ra aneh melihat Yeon Jin yang tiba tiba berhenti menciumnya lalu menoleh kebelakang.
Mata Bo Ra terbelalak besar.
"Bo Na!!!
Bo Ra segera membuka pintu mobil itu.
"Bo Na,aku ..
PLAKKKKK..
Bo Na menampar keras Bo Ra.
"Jadi sampai kapan kau berniat menyembunyikan bangkai itu!!
Jadi seperti itu ulahmu di belakangku hah!!!!
Bo Na marah besar,Yeon Jin lalu keluar dan berdiri di samping Bo Ra.
"Tunggu Bo Na.
Biar aku jelaskan..
"Tidak,tidak ada yang perlu kau jelaskan!!
Kau tahu dari gelagatku jika aku suka padamu,tapi bagaimana bisa kau mempermainkanku dan membuatku terlihat bodoh!!
Saudara kembarku bahkan mengkhianatiku!!!
Kalian berdua adalah benalu di hidupku!!
Dasar manusia rendah!!!
"Cukup Bo Na!!
Bo Ra mulai merasa marah karena di sudutkan.
"Apa salahnya jika kami bersama?
Yeon Jin menyukaiku di banding dirimu!
Kami menyembunyikan ini agar tidak melukaimu,kami berniat akan memberitahumu secara perlahan.
Tapi dari caramu sekarang seolah kau adalah pemilik Yeon Jin dan aku merebutnya darimu!!!
Apa kau sadar,kau itu bukan siapa siapa untuknya!!
Kau juga selalu egois dan hanya mau aku mendengar tentang dirimu,tapi kau bahkan tidak pernah mendengarkanku!!
Kau tahu betapa sakitnya aku setiap kali kau membahas begitu menyukai Yeon Jin,juga bagaimana kau selalu berada di sekitar Yeon Jin sementara aku adalah pacarnya dan menyaksikan hal itu secara langsung!.
"Sudah!!
Tutup mulutmu!!
Kau ingin membalikkan keadaan dan membuatku seolah bersalah!!!.
Kau yang lebih busuk karena bermain sembunyi sembunyi dariku!!
Aku membencimu!!!
Aku merasa hina menjadi kembaran bodohmu!!!.
Bo Na lalu berlari keluar entah kemana.
Sedangkan Bo Ra menangis dan Yeon Jin memeluknya.
Tenanglah Bo Ra...
"Kini aku membuat hubungan si kembar ini rusak.
Bo Ra pasti sangat menderita.
Tapi aku juga sangat mencintainya..
Namun ini akan sulit untuk Bo Ra karena nanti mungkin ia harus memilih antara aku dan Bo Na..
Malam malam seperti ini.
Bo Na lalu memutuskan ke apartemen Ha Na.
Begitu Ha Na membuka pintu apartemennya.
"Ha Na....
Bo Na langsung menubruk dan memeluk Ha Na sambil menangis.
Ha Na bingung..
"Ada apa Bo Na?
Kenapa menagis??
"Bo Ra dan Yeon Jin.
Mereka......
Bo Na tidak sanggup melanjutkan omongannya.
Namun Ha Na bisa menangkap jelas apa yang terjadi.
"Pasti Bo Ra dan Yeon Jin sudah ketahuan.
Aku tidak tahu harus bagaimana,karena aku juga bersalah telah menyembunyikan kebenaran itu dari Bo Na walau aku sudah lebih dulu mengetahuinya.